Beranda / Rekomendasi Terbit / Survey Kondisi Jembatan Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survey Kondisi Jembatan Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang
Tanggal Terbit 08 Mei 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3374.001
Judul Kegiatan :
Survey Kondisi Jembatan
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
jl. madukoro raya no 7 krobokan
Telepon:
081392737474
Faksmile:
Email:
dpu.smgkota@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Ismet Adipradana, ST, MM
Jabatan:
Kepala Bidang Rekayasa Teknis
Alamat:
jl. madukoro raya no 7
Telepon:
082225587152
Faksmile:
Email:
dpusemarangkota@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Jembatan sebagai salah satu prasarana perhubungan pada hakekatnya merupakan unsur penting dalam usaha pengembangan kehidupan bangsa. Keberadaan jembatan akan memberikan dampak pada beberapa bidang antara lain berkaitan dengan perkembangan ekonomi, investasi jembatan memiliki pengaruh yang luas baik bagi pengguna jalan/jembatan maupun bagi wilayah secara keseluruhan. Jembatan merupakan tulang punggung dan urat nadi perekonomian kota yang berfungsi untuk memperlancar arus lalu lintas distribusi barang, jasa dan manusia itu sendiri. Sehingga ketepatan penyediaannya melalui besamya investasi adalah suatu hal yang sangat penting. Perkembangan sektor transportasi khususnya sektor jembatan, di barapkan dapat mengubah struktur perekonomian. Dalam bidang Tata Ruang, guna mendorong pengembangan suatu wilayah sehingga mencapai tingkat perkembangan yang merata bagi semua daerah serta untuk mencapai keseimbangan antar wilayah dengan mewujudkan kelancaran dan kenyamanan jalan yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan. Jembatan adalah bagian yang penting dari suatu sistem jaringan jalan karena pengaruhnya yang berarti bila jembatan itu runtuh atau jika tidak berfungsi dengan baik. Dikarenakan jembatan merupakan struktur yang melintasi sungai atau penghalang lalu lintas lainnya, maka keruntuhan jembatan akan mengurangi atau menahan lalu lintas, yang mana mengakibatkan terganggunya kenyarnanan masyarakat berlalu lintas dan terganggunya hubungan perekonomian. Jadi sangatlah penting artinya bila pemeriksaan kondisi jembatan merupakan bagian dari Program Penanganan, Pengembangan dan Pembinaan Jalan dan Jembatan. Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang adalah institusi pemerintah yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab dalam pengembangan prasarana jalan dan jernbatan di dalam Kota Semarang. Dengan diberlakukannya Pedoman Pemeriksaan Jembatan 2022 oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengenai INVI-J (Inspeksi Visual Jembatan) sebingga Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang perlu melakukan pembaruan kondisi jembatan yang ada saat ini di Kota Semarang. Mengingat Survey Kondisi Jembatan dilakukan setahun sekali untuk memeriksa jembatan mana yang perlu di survey inventarisasi, rutin, detail dan khusus karena dari hasil survey tersebut akan didapati jembatan mana yang memerlukan penanganan rutin, berkala, rehabilitasi, pelebaran dan penggantian. Pada saat ini kondisi jembatan -jembatan dalam kota Semarang perlu diamati dan diteliti kondisinya agar bisa segera diambil langkah - langkah kebijakan apabila keadaannya diketahui sudab kritis sehingga tidak sampai membahayakan pengguna jalan/jembatan. Mengingat pada tahun-tabun sebelumnya telah dilakukan survei beberapa lokasi jembatan di Kota Semarang dan telah. berhasi1 terdata ±655 (Enam Ratus Lima Puluh Lima) titik lokasi jembatan. Untuk tahun 2026 Dinas Pekerjaan Umum melakukan Survey Kondisi Jembatan untuk mendata ±655 (Enam Ratus Lima Puluh Lima) titik lokasi jembatan serta Perlintasan Kereta Api di wilayah kota Semarang.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Tujuan dari pekerjaan survei kondisi jembatan ini adalah tersusunnya data teknis mengenai kondisi jembatan sesuai dengan metode INVI-J (Inspeksi Visual Jembatan) sesuai dengan Pedoman Pemeriksaan Jembatan 2022 sehingga diperoleh keyakinan bahwa jernbatan berada dalam keadaan aman terhadap pemakai jalan/jembatan dan juga dimaksudkan untuk mengamankan nilai investasi/aset dari jembatan tersebut, serta melakukan pemutakhiran database jembatan sesuai dengan pedoman terbaru

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
13 Maret 2026
31 Maret 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
08 Mei 2026
15 Mei 2026
C. Pengolahan
16 Mei 2026
18 Mei 2026
D. Analisis
18 Mei 2026
22 Mei 2026
E. Penyajian
25 Mei 2026
29 Mei 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Jumlah Jembatan di Kota Semarang Kondisi Baik Variabel ini adalah jumlah seluruh jembatan yang berada di wilayah administratif Kota Semarang yang dinyatakan dalam kondisi baik hingga kritis berdasarkan hasil inspeksi atau penilaian teknis. Tahun Ini
2 Jumlah Jembatan di Kota Semarang Kondisi Rusak Ringan Variabel ini adalah jumlah seluruh jembatan di wilayah administratif Kota Semarang yang dikategorikan dalam kondisi rusak ringan berdasarkan hasil inspeksi atau penilaian teknis. Kondisi rusak ringan menunjukkan adanya kerusakan pada bagian tertentu jembatan, namun tidak mempengaruhi secara signifikan kekuatan struktur dan fungsi utama jembatan, sehingga masih aman digunakan dengan atau tanpa perbaikan minor. Tahun Ini
3 Jumlah Jembatan di Kota Semarang Kondisi Rusak Sedang Variabel ini adalah jumlah seluruh jembatan di wilayah administratif Kota Semarang yang dikategorikan dalam kondisi rusak sedang berdasarkan hasil inspeksi atau penilaian teknis. Kondisi rusak sedang menunjukkan adanya kerusakan yang cukup signifikan pada sebagian komponen jembatan, yang mulai mempengaruhi fungsi dan kinerja struktur, namun jembatan masih dapat digunakan dengan kehati-hatian serta memerlukan penanganan perbaikan dalam waktu dekat. Tahun Ini
4 Jumlah Jembatan di Kota Semarang Kondisi Rusak Berat Variabel ini adalah jumlah seluruh jembatan di wilayah administratif Kota Semarang yang dikategorikan dalam kondisi rusak berat berdasarkan hasil inspeksi atau penilaian teknis. Kondisi rusak berat menunjukkan bahwa jembatan mengalami kerusakan signifikan pada komponen struktural utama sehingga sangat mempengaruhi kekuatan, stabilitas, dan fungsi jembatan, serta berpotensi membahayakan pengguna. Tahun Ini
5 Jumlah Jembatan di Kota Semarang Kondisi Kritis Variabel ini adalah jumlah seluruh jembatan di wilayah administratif Kota Semarang yang dikategorikan dalam kondisi kritis berdasarkan hasil inspeksi atau penilaian teknis. Kondisi kritis menunjukkan bahwa jembatan mengalami kerusakan sangat parah yang telah mengakibatkan hilangnya fungsi struktural dan/atau fungsional, sehingga tidak layak digunakan dan berpotensi tinggi menyebabkan kegagalan struktur. Tahun Ini
6 Jumlah Jembatan di Kota Semarang Kondisi Runtuh Variabel ini adalah jumlah seluruh jembatan di wilayah administratif Kota Semarang yang berada dalam kondisi runtuh berdasarkan hasil inspeksi atau penilaian teknis. Kondisi runtuh menunjukkan bahwa jembatan telah mengalami kegagalan struktur secara total atau sebagian besar, sehingga tidak dapat difungsikan sama sekali dan memerlukan penanganan darurat. Tahun Ini
7 Persentase Jembatan di Kota Semarang Kondisi Mantap Variabel ini adalah perbandingan antara jumlah jembatan di Kota Semarang yang berada dalam kondisi mantap dengan total seluruh jembatan yang ada, dinyatakan dalam bentuk persentase. Kondisi mantap umumnya mencakup jembatan dengan kondisi baik dan rusak ringan yang masih berfungsi optimal dan aman digunakan. Tahun Ini
8 Persentase Jembatan di Kota Semarang Kondisi Tidak Mantap Variabel ini adalah persentase jumlah jembatan di wilayah administratif Kota Semarang yang berada dalam kondisi tidak mantap terhadap total seluruh jembatan yang ada. Kondisi tidak mantap mencakup jembatan dengan kondisi rusak sedang, rusak berat, kritis, hingga runtuh, yang tidak lagi memenuhi standar teknis secara optimal dan memerlukan penanganan perbaikan, rehabilitasi, atau rekonstruksi. Tahun Ini
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Cross Sectional
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Lainnya : Survey Lapangan
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Lainnya : GPS
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Single Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Quota Sampling
5.7. Unit Sampel:
Jembatan berada di wilayah administratif Kota Semarang Jembatan merupakan aset yang dikelola atau menjadi kewenangan DPU Kota Semarang Memiliki data identitas (nama jembatan, lokasi, panjang, lebar, tipe struktur, dll) Dapat diakses untuk dilakukan inspeksi lapangan Mencakup seluruh kategori kondisi (baik, rusak ringan, sedang, berat, kritis, runtuh)
5.8. Unit Observasi:
Komponen/elemen jembatan yang diamati (kualitatif dan kuantitatif)
5.9. Jumlah Responden:
655
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Kunjungan Kembali
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif Dan Analisis Inferensia
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Jembatan
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Ya