Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Populasi Ternak Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2027

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Populasi Ternak Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2027
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat
Tanggal Terbit 29 Mei 2026
Identitas Rekomendasi K-26.3200.039
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Populasi Ternak Di Provinsi Jawa Barat
Tahun:
2027
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Kawaluyaan Indah Raya No. 6 Lt. 5 Bandung 40286
Telepon:
(022) 87327711
Faksmile:
(022) 87354100
Email:
dkpp@jabarprov.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Siti Rochani, S.Pt., M.M.
Jabatan:
Plt. Sekretaris
Alamat:
Jl. Kawaluyaan Indah Raya No 6 Lantai 5
Telepon:
022-87327711
Faksmile:
022-87354100
Email:
hanifirman@jabarprov.go.id
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Upaya meningkatkan laju pertumbuhan pembangunan peternakan di Jawa Barat tetap diperlukan dengan mengacu pada data peternakan yang akurat, tepat, objektif dan komprehensif sebagai bagian penting untuk menunjang keberhasilan pembangunan peternakan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintah yang akuntabel dan partisipatif.

Guna mendukung hal tersebut diatas, diperlukan perencanaan yang tepat, data yang akurat, terbaru dan  terpercaya, yang diperoleh melalui metode pengumpulan, pengolahan, analisa dan penyajian yang tepat pula.

Dalam mewujudkan “good data, good decision, good result”,  betapa pentingnya peranan data dalam pembangunan peternakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengelolaan data secara sistematis dan akurat.

Pelaksanaan verifikasi dan validasi data peternakan dan kesehatan hewan merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat dalam mendapatkan data yang akurat. Data-data tersebut  bersumber dari petugas data peternakan kabupaten/kota se Jawa Barat yang telah ditetapkan sesuai usulan dari kabupaten/kota dengan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 14087/KPTS/OT.040/F/11/2019 tentang Petunjuk Teknis Pengumpulan, Pengolahan, dan Penyajian Data Peternakan dan Kesehatan Hewan.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Memperoleh data populasi ternak di Provinsi Jawa Barat.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2027
31 Januari 2027
B. Pelaksanaan Lapangan
01 Februari 2027
31 Maret 2027
C. Pengolahan
01 April 2027
30 November 2027
D. Analisis
01 Desember 2027
31 Desember 2027
E. Penyajian
01 Januari 2028
31 Januari 2028
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Populasi Ternak Sapi Potong Sapi potong adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang Sapi potong adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang Sapi potong adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit. Rumpun sapi potong, yaitu: Sapi Bali, Sapi Onggole/Peranakan Ongole (PO), Sapi Madura, Sapi Aceh, Sapi Benggala, Sapi Bengkulu, Sapi Brahman/Brahman Cross (BX), Sapi Brangus, Sapi Limousine, Sapi Jabres, Sapi Pesisir, Sapi Simental, dan sapi potong lainnya dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. 31 Desember tahun sebelumnya
2 Populasi Ternak Sapi Perah Sapi perah adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil susu. Rumpun sapi perah, yaitu: Friesian Holstein (FH), Sahiwal, dan sapi perah lainnya dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. 31 Desember tahun sebelumnya
3 Populasi Ternak Kerbau Kerbau adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) besar yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati) dengan kebiasaan berendam di lumpur. Rumpun kerbau, yaitu: Kerbau Sungai/Murrah dan Kerbau Lumpur/Lokal dengan ciri fisik yang berbeda setiap rumpun. Kerbau Sungai/Murrah merupakan jenis kerbau yang dapat diternakkan sebagai penghasil susu dan banyak diternakkan di daerah Sumatera Utara dan sekitarnya, sedangkan Kerbau Lumpur/Lokal merupakan jenis kerbau yang diternakkan sebagai penghasil daging. Jenis Kerbau Lumpur/Lokal, yaitu: Kerbau Simeulue, Kerbau Toraya, Kerbau Pampangan, Kerbau Kalimantan Timur, Kerbau Kalimantan Selatan, Kerbau Moa, Kerbau Sumbawa. 31 Desember tahun sebelumnya
4 Populasi Ternak Kuda Kuda adalah jenis ternak pseudoruminansia (berlambung satu namun melakukan proses fermentasi pakan di bagian belakang saluran pencernaanya) dan berkuku satu yang dipelihara sebagai kendaraan (tunggangan, angkutan) atau penarik kendaraan, olahraga, dan kavaleri (militer). Jenis kuda meliputi kuda lokal (seperti: Kuda Sumba, Kuda Timor, Kuda Kuningan, Kuda Bima, dan Kuda Sumatera), dan kuda impor (seperti: Kuda Thorougbreed, Kuda Arab, dan Kuda Warmblood). 31 Desember tahun sebelumnya
5 Populasi Ternak Babi Babi adalah jenis ternak monogastrik (lambung dengan bilik satu) dengan ciri-ciri bermoncong panjang, berkulit tebal, berbulu kasar, berhidung lemper dan berujung rata yang dipelihara oleh masyarakat dengan tujuan untuk menghasilkan daging. Ada 3 rumpun babi, yaitu: babi lokal, babi ras/impor, dan babi persilangan. Beberapa rumpun babi lokal, antara lain: Babi Bali, Babi Karawang, Babi Sumba, Babi Nias, Babi Batak, dan Babi Tana Toraja. Beberapa rumpun babi ras/impor, antara lain: Babi Landrace, Babi Yorkshire, Babi Tamworth, dan Babi Saddle Back. 31 Desember tahun sebelumnya
6 Populasi Ternak Domba Domba adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit dengan ciri-ciri berbulu tebal dan ikal serta ekor menjuntai ke bawah. Rumpun domba, yaitu: Domba Ekor Gemuk (seperti: Domba Sapudi) dan Domba Ekor Tipis. Jenis domba ekor tipis, antara lain: Domba Kisar, Domba Garut, Domba Wonosobo, Domba Batur, dan Domba Komposit. 31 Desember tahun sebelumnya
7 Populasi Ternak Kambing Kambing adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan kulit dengan ciri-ciri berbulu Kambing adalah jenis ternak ruminansia (memamah biak) kecil yang dipelihara sebagai penghasil daging, susu, dan kulit dengan ciri-ciri berbulu tipis dan tidak ikal serta ekor terbuka ke atas. Rumpun kambing, yaitu: Kambing Kacang, Kambing Kaligesing, Kambing Peranakan Etawa (PE), Kambing Lakor, Kambing Boer, Kambing Boerawa, dan Kambing Saanen. 31 Desember tahun sebelumnya
8 Populasi Ternak Kelinci Kelinci adalah jenis ternak pseudoruminansia (berlambung satu namun melakukan proses fermentasi pakan di bagian belakang saluran pencernaanya) dan termasuk mamalia pengerat yang dipelihara sebagai penghasil daging dan kulit serta untuk hobi, dengan ciri-ciri telingan panjang dan berekor pendek. Rumpun kelinci, antara lain: Kelinci New Zealand White, Kelinci California, Kelinci Flemish Giant, Kelinci Rex, dan Kelinci Lokal. 31 Desember tahun sebelumnya
9 Populasi Ternak Ayam Lokal Ayam lokal adalah ayam kampung yang biasa dipelihara oleh masyarakat, yang ditujukan untuk produksi telur atau daging, termasuk ayam hias atau ayam buras yang dipelihara untuk tujuan tertentu. 31 Desember tahun sebelumnya
10 Populasi Ternak Ayam Ras Pedaging Ayam ras pedaging adalah ayam ras yang mempunyai sifat pertumbuhan yang cepat, dipelihara untuk tujuan memproduksi daging. 31 Desember tahun sebelumnya
11 Populasi Ternak Ayam Ras Petelur Ayam ras petelur adalah jenis ayam ras yang dipelihara oleh masyarakat karena sifatnya memproduksi telur yang baik. 31 Desember tahun sebelumnya
12 Populasi Ternak Puyuh Puyuh adalah jenis unggas kecil yang dipelihara masyarakat untuk diambil telur dan dagingnya. 31 Desember tahun sebelumnya
13 Populasi Ternak Itik Itik adalah jenis unggas air, yang meliputi semua jenis itik lokal dan itik impor yang ada di Indonesia. Itik lokal, antara lain itik Mojosari, Alabio, Tegal, Pitalah, Kerinci, Talang Benih, Bayang, Rabon, Magelang dan Bali. 31 Desember tahun sebelumnya
14 Populasi Ternak Itik Manila Itik manila adalah sejenis unggas yang termasuk keluarga itik. Nama lain dari itik manila adalah entok. 31 Desember tahun sebelumnya
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sarjana
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 1 orang
Pengumpul data/enumerator
: 27 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Kabupaten/Kota dan Provinsi
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Provinsi
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Ya