Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Lalu Lintas Harian Kendaraan Di Kabupaten Pasuruan Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Lalu Lintas Harian Kendaraan Di Kabupaten Pasuruan Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Perhubungan
Tanggal Terbit 27 Februari 2026
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Lalu Lintas Harian Kendaraan di Kabupaten Pasuruan
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Perhubungan
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Raya Wonorejo KM 17
Telepon:
0343614141
Faksmile:
Email:
dishub@pasuruankab.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
NURUL HUDAYATI SE, MM
Jabatan:
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan
Alamat:
Jl. Raya Wonorejo Km. 17
Telepon:
081215205502
Faksmile:
Email:
dishub@pasuruankab.go.id
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Analisis Volume Capacity Ratio (VC Ratio) merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kinerja dan efektivitas sistem transportasi jalan. Seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat setiap tahunnya, beban lalu lintas pada ruas-ruas jalan utama semakin tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan, penurunan tingkat pelayanan jalan, pemborosan bahan bakar, serta meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.

Kabupaten Pasuruan sebagai wilayah strategis di Provinsi Jawa Timur memiliki karakteristik lalu lintas yang dinamis. Keberadaan kawasan industri, jalur distribusi logistik, kawasan pariwisata, serta posisi geografis yang dilalui jalur penghubung antar kota/kabupaten menjadikan arus kendaraan, khususnya kendaraan angkutan barang dan kendaraan berat, cukup tinggi. Ruas-ruas strategis seperti jalur arteri nasional, jalur menuju kawasan industri, serta akses menuju kawasan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi sering mengalami peningkatan volume kendaraan pada jam-jam tertentu.

Oleh karena itu, diperlukan suatu instrumen analisis yang mampu menggambarkan tingkat kejenuhan ruas jalan secara terukur dan objektif. VC Ratio, yang merupakan perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan, menjadi indikator penting dalam menilai apakah suatu ruas jalan masih beroperasi dalam kondisi stabil atau telah mendekati bahkan melampaui kapasitasnya.

Sebagai perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perhubungan, Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan memiliki peran strategis dalam pengelolaan lalu lintas dan transportasi daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta kebijakan teknis di bidang transportasi. Dalam mendukung arah pembangunan RPJMD Tahun 2027 yang menitikberatkan pada penguatan pertumbuhan ekonomi dan investasi, ketersediaan sistem transportasi yang lancar dan efisien menjadi faktor kunci daya saing daerah.

Melalui pelaksanaan survei lalu lintas, pencacahan volume kendaraan, serta analisis kapasitas jalan pada ruas-ruas prioritas, perhitungan VC Ratio dapat digunakan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan rekayasa lalu lintas, pengaturan manajemen parkir, optimalisasi simpang, pembatasan kendaraan tertentu, maupun usulan peningkatan kapasitas infrastruktur jalan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Dengan adanya analisis VC Ratio yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan mampu mengendalikan tingkat kemacetan, meningkatkan kelancaran distribusi barang dan mobilitas tenaga kerja, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan layanan transportasi yang terintegrasi, berkeselamatan, dan berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

3.2. Tujuan Kegiatan:
  • Menyediakan data dan informasi teknis berbasis survei lalu lintas sebagai bahan perumusan kebijakan manajemen dan rekayasa lalu lintas.
  • Meningkatkan kelancaran mobilitas orang dan distribusi barang.
  • Menjadi dasar evaluasi kinerja penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan transportasi yang terintegrasi dan berkeselamatan
3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
24 Februari 2026
28 Februari 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
02 Maret 2026
24 Desember 2026
C. Pengolahan
05 Maret 2026
31 Desember 2026
D. Analisis
13 April 2026
30 Juni 2026
E. Penyajian
04 Januari 2027
29 Januari 2027
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
Volume A–B (SMP) Volume A–B (Satuan Mobil Penumpang) adalah jumlah arus kendaraan yang bergerak dari titik A menuju titik B pada suatu ruas jalan dalam periode waktu tertentu (umumnya per jam), yang telah dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang (SMP) berdasarkan faktor ekivalensi masing-masing jenis kendaraan. Pada saat pendataan
Volume B–A (SMP) Volume B–A (Satuan Mobil Penumpang) adalah jumlah arus kendaraan yang bergerak dari titik B menuju titik A pada ruas jalan yang sama dalam periode waktu tertentu (umumnya per jam), yang telah dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang (SMP). Pada saat pendataan
Sepeda Motor (Dua Arah) Jumlah seluruh kendaraan roda dua yang bergerak dari arah A–B dan B–A pada suatu ruas jalan dalam periode waktu tertentu. Data ini merupakan akumulasi arus sepeda motor dari kedua arah lalu lintas. Pada saat pendataan
Mobil (Dua Arah) Jumlah seluruh kendaraan ringan roda empat (mobil penumpang/pribadi) yang melintas dari arah A–B dan B–A dalam periode waktu tertentu pada ruas jalan yang sama. Pada saat pendataan
MPU / Angkutan Umum (Dua Arah) Jumlah seluruh kendaraan angkutan umum penumpang (mikrolet, angkot, atau kendaraan sejenis) yang beroperasi dan melintas pada kedua arah (A–B dan B–A) dalam periode waktu tertentu. Pada saat pendataan
Bus Kecil (Dua Arah) Jumlah kendaraan bus berukuran kecil dengan kapasitas penumpang relatif terbatas yang melintas pada kedua arah lalu lintas dalam periode survei tertentu. Pada saat pendataan
Bus Sedang (Dua Arah) Jumlah kendaraan bus berukuran sedang dengan kapasitas penumpang menengah yang bergerak pada arah A–B dan B–A dalam periode waktu tertentu. Pada saat pendataan
Bus Besar (Dua Arah) Jumlah kendaraan bus berukuran besar dengan kapasitas penumpang tinggi yang melintas pada kedua arah lalu lintas dalam periode survei tertentu. Pada saat pendataan
Pick Up (Dua Arah) Jumlah kendaraan barang ringan jenis pick up yang melintas dari arah A–B dan B–A pada ruas jalan yang diamati dalam periode waktu tertentu. Pada saat pendataan
Truk Kecil (Dua Arah) Jumlah kendaraan angkutan barang dengan ukuran kecil (umumnya dua sumbu) yang melintas pada kedua arah lalu lintas selama periode survei. Pada saat pendataan
Truk Sedang (Dua Arah) Jumlah kendaraan angkutan barang dengan kapasitas dan dimensi menengah yang bergerak pada arah A–B dan B–A dalam periode waktu tertentu. Pada saat pendataan
Truk Besar (Dua Arah) Jumlah kendaraan angkutan barang berukuran besar dengan kapasitas muatan tinggi yang melintas pada kedua arah lalu lintas selama periode survei. Pada saat pendataan
Truk Gandeng (Dua Arah) Jumlah kendaraan angkutan barang dengan konfigurasi truk dan trailer (gandengan) yang melintas pada kedua arah lalu lintas dalam periode waktu tertentu. Pada saat pendataan
Truk Tangki (Dua Arah) Jumlah kendaraan angkutan khusus berbentuk tangki (pengangkut BBM, air, bahan kimia, atau cairan lainnya) yang melintas pada arah A–B dan B–A selama periode survei. Pada saat pendataan
Time Slice Pembagian periode waktu pengamatan lalu lintas ke dalam interval-interval tertentu untuk menghitung volume kendaraan secara lebih terukur dan representatif, yang kemudian digunakan dalam perhitungan V/C Ratio (Volume to Capacity Ratio) Pada saat pendataan
V/C Ratio Indikator tingkat kejenuhan suatu ruas jalan yang diperoleh dari perbandingan antara volume lalu lintas aktual dengan kapasitas maksimum jalan pada periode waktu tertentu Pada saat pendataan
Level of Service Indikator tingkat pelayanan jalan yang menunjukkan kualitas operasional lalu lintas berdasarkan parameter volume, kapasitas, dan tingkat kejenuhan (V/C Ratio), yang diklasifikasikan dalam enam tingkat pelayanan dari A (sangat baik) hingga F (sangat buruk). Pada saat pendataan
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Cross Sectional
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengamatan
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
  • Lainnya : spreadsheet
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sma Atau Smk
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 1 orang
Pengumpul data/enumerator
: 5 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Kendaraan
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak