Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Survei Perhitungan V/C Ratio Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Dinas Perhubungan Kota Madiun |
| Tanggal Terbit | 22 April 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3577.010 |
Sektor transportasi merupakan salah satu sektor yang sangat berperan dalam pembangunan ekonomi secara menyeluruh. Perkembangan sektor transportasi akan secara langsung mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang berjalan. Transportasi merupakan kebutuhan turunan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dapat dikatakan bahwa apabila terdapat gangguan dalam kelancaran kegiatan transportasi, maka akan mempengaruhi kegiatan-kegiatan pemenuhan kebutuhan lainnya. Oleh sebab itu, aspek transportasi memiliki tingkat urgensi yang tinggi dalam kegiatan vital dalam sebuah wilayah. Sebagaimana tujuan yang tertulis dalam UndangUndang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yaitu menciptakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain, juga mempunyai tujuan untuk mendorong perekonomian nasional, mewujudkan kesejahteraan rakyat, persatuan dan kesatuan bangsa, serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa.
Kota madiun merupakan salah satu kota di Jawa Timur bagian barat yang dimenjadi pusat tujuan dan perlintasan bagi daerah disekitaran Kota Madiun yaitu Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan. Kota Madiun menjadi destinasi tujuan baik wisata budaya, wisata kuliner, industri, serta pendidikan. Kota Madiun juga sebagai tempat berdirinya beberapa perusahaan besar, yaitu diantarnya PT. INKA, Pabrik Rokok Sampoerna, Gudang Garam, dan juga pabrik Gula Rejo Agung sejak tahun 1894, dan juga banyak UMKM yang bergerak didalamnya. Lalu Lintas di Kota Madiun, titik macet, penyebab macet. Oleh sebab itu, maka diperlukan pengawasan dan pengendalian dalam hal menjaga kelancaran lalu lintas.
Permasalahan lalu lintas sendiri dapat dipahami sebagai akibat adanya kegiatan penduduk atau aktivitas sosial dan ekonomi yang terjadi. Pesatnya perkembangan atau pertumbuhan kota mengakibatkan munculnya berbagai kegiatan beraneka ragam dan apabila berkembang dan tak terkendali, dapat berdampak pada kelancaran lalu lintas serta turunnya tingkat kinerja lalu lintas.
Agar kelancaran lalu lintas tetap terjaga dan terkendali, maka diperlukan evaluasi secara periodik terkait unjuk kerja lalu lintas di ruas-ruas jalan di wilayah Kota Madiun. Sebagaimana yang terdapat di beberapa literatur, parameter unjuk kerja lalu lintas di ruas jalan yang digunakan untuk merepresentasikan kondisi lalu lintas terdiri dari VCR, kecepatan, dan kepadatan. Ruas-ruas jalan yang memiliki peranan penting dalam kelancaran arus lalu lintas utama perlu dihitung unjuk kerjanya dan selanjutnya diidentifikasi ruas-ruas jalan yang memiliki unjuk kerja lalu lintas yang buruk untuk dilakukan upaya penanganan lalu lintas.
Maksud dari penelitian ini adalah tersusunnya dokumen studi kerja lalu lintas di ruas jalan di Kota Madiun. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis kinerja lalu lintas di ruas jalan studi di Kota Madiun;
2. Menganalisis pemeringkatan kinerja lalu lintas di ruas jalan studi di Kota Madiun;
3. Merekomendasikan penanganan lalu lintas di ruas jalan dengan unjuk kerja lalu lintas yang buruk.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Juni 2026
|
30 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Juli 2026
|
30 September 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 Oktober 2026
|
31 Oktober 2026
|
| D. | Analisis |
01 Oktober 2026
|
31 Oktober 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Desember 2026
|
31 Desember 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | VCR | perbandingan antara nilai volume lalu lintas dan kapasitas ruas jalan. Volume lalu lintas diperoleh dari hasil Survey Traffic Counting, sedangkan kapasitas jalan perlu dilakukan perhitungan menggunakan formula yang terdapat pada MKJI 1997. Terdapat variabel-variabel yang nilainya diperoleh dengan data yang diperoleh dari survey inventarisasi yang telah dilakukan. Berikut formula kapasitas jalan. | Bulan Juli s/d September Tahun 2025 |
| 2 | Kecepatan | Kecepatan diperoleh dari hasil survey kecepatan dengan menggunakan speed gun, dengan mengambil secara acak semua jenis kendaraan. | Bulan Juli s/d September Tahun 2025 |
| 3 | Kepadatan | Yaitu jumlah rata-rata kendaraan yang menempati satu mil atau satu kilometer dari ruang jalan, dinyatakan per mil atau per km (kend/km). Formula untuk memperoleh nilai kepadatan adalah volume/Space Mean Speed | Bulan Juli s/d September Tahun 2025 |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengamatan
- Lainnya : Peralatan Teknis Perhubungan
- Supervisi
- Lainnya : Kondisi Jalan di Kota Madiun
- Kabupaten Atau Kota