Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Pendataan Lengkap Kondisi Jalan Di Kabupaten Gianyar Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Pendataan Lengkap |
| Instansi | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang |
| Tanggal Terbit | 02 Mei 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.5104.004 |
Infrastruktur jalan merupakan salah satu komponen vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Jalan yang baik dan layak tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menunjang konektivitas antarwilayah, distribusi barang dan jasa, serta pemerataan pembangunan. Seiring dengan meningkatnya volume kendaraan dan usia jalan yang terus bertambah, kondisi fisik jalan mengalami penurunan kualitas yang dapat berpengaruh terhadap keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memiliki tanggung jawab dalam perencanaan, pembangunan, pemeliharaan, dan pengawasan infrastruktur jalan. Untuk menjamin bahwa kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan dilakukan secara tepat sasaran dan efisien, diperlukan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi jalan di wilayah kewenangan.
Oleh karena itu, dilaksanakan pendataan lengkap kondisi jalan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai tingkat kerusakan, jenis kerusakan, dan kebutuhan penanganan masing-masing ruas jalan. Hasil pendataan lengkap ini akan menjadi dasar dalam penyusunan prioritas program perbaikan dan pemeliharaan jalan secara berkelanjutan.
Adapun tujuan dari pelaksanaan pendataan lengkap jalan ini adalah sebagai berikut:
- Mengidentifikasi kondisi fisik jalan berdasarkan klasifikasi kerusakan (baik, sedang, rusak ringan, rusak berat) di seluruh ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR.
- Mendata jenis dan lokasi kerusakan jalan secara akurat untuk kebutuhan perencanaan teknis dan penganggaran kegiatan pemeliharaan atau rehabilitasi.
- Menentukan prioritas penanganan ruas jalan berdasarkan tingkat kerusakan dan tingkat urgensinya.
- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam perencanaan program pembangunan infrastruktur jalan yang efektif dan efisien.
- Menyusun basis data kondisi jalan yang dapat digunakan sebagai referensi dalam evaluasi kinerja pemeliharaan jalan dari waktu ke waktu.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
02 Juni 2026
|
30 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Juli 2026
|
31 Desember 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 November 2026
|
31 Desember 2026
|
| D. | Analisis |
01 Desember 2026
|
31 Desember 2026
|
| E. | Penyajian |
15 Desember 2026
|
31 Januari 2027
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Susunan Permukaan Perkerasan | Susunan permukaan perkerasan dinilai dengan membagi menjadi 2 kategori yaitu rapat/baik dan kasar berdasarkan visualisasi surveyor. | Tahunan |
| 2 | Kondisi/Keadaan Permukaan Perkerasan | Keadaan permukaan perkerasan jalan merujuk pada kondisi fisik dan tampilan umum dari lapisan jalan | Tahunan |
| 3 | Persentase Penurunan Permukaan Perkerasan | deformasi permukaan perkerasan dalam bentuk turunnya perkerasan ke arah memanjang pada lintasan roda kendaraan | Tahunan |
| 4 | Persentase Tambalan Permukaan Perkerasan | proses perbaikan pada permukaan perkerasan yang mengalami kerusakan, seperti lubang, retak, atau pengelupasan. | Tahunan |
| 5 | Jenis Retak-retak | istilah yang merujuk pada kondisi di mana suatu benda atau struktur memiliki celah atau garis yang menandakan akan pecah atau tidak utuh lagi. | Tahunan |
| 6 | Lebar Retak-retak | istilah yang merujuk pada kondisi di mana suatu benda atau struktur memiliki celah atau garis yang menandakan akan pecah atau tidak utuh lagi. | Tahunan |
| 7 | Persentase Luas Retak-retak | istilah yang merujuk pada kondisi di mana suatu benda atau struktur memiliki celah atau garis yang menandakan akan pecah atau tidak utuh lagi. | Tahunan |
| 8 | Jumlah Lubang | cekungan atau lubang pada permukaan jalan yang sering terjadi akibat berbagai faktor. | Tahunan |
| 9 | Ukuran Lubang | cekungan atau lubang pada permukaan jalan yang sering terjadi akibat berbagai faktor. | Tahunan |
| 10 | Bekas Roda | bekas atau alur yang terbentuk di permukaan jalan karena tekanan dan gesekan dari roda kendaraan yang melewati jalan tersebut. | Tahunan |
| 11 | Kerusakan Tepi | mengacu pada kerusakan yang terjadi di sepanjang tepi atau pinggiran perkerasan jalan. | Tahunan |
| 12 | Kondisi Bahu | area di sisi kiri atau kanan jalan yang berfungsi sebagai tempat berhenti darurat. | Tahunan |
| 13 | Permukaan Bahu | area di sisi kiri atau kanan jalan yang berfungsi sebagai tempat berhenti darurat. | Tahunan |
| 14 | Kondisi Saluran Samping | saluran yang dibangun di sisi-sisi jalan. | Tahunan |
| 15 | Kerusakan Lereng | istilah yang merujuk pada area yang berada di samping jalan yang memiliki kemiringan tertentu. | Tahunan |
| 16 | Trotoar | jalur khusus untuk pejalan kaki di luar bangunan, biasanya terletak di tepi jalan dan sejajar dengan jalan. | Tahunan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengamatan
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Lainnya : Verifikasi data
- Lainnya : Jalan
- Kecamatan