Beranda / Rekomendasi Terbit / Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Kementerian Pariwisata
Tanggal Terbit 19 Juni 2026
Identitas Rekomendasi V-26.0000.016
Judul Kegiatan :
Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Kementerian Pariwisata
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Medan Merdeka Barat No. 17, RT/RW 02/03, Gambir, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
Telepon:
0811-895-6767
Faksmile:
Email:
info@kemenpar.go.id
II. Penanggung Jawab
2.1. Unit Eselon Penanggung Jawab:
Eselon 1:
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan
Eselon 2:
Asisten Deputi Manajemen Strategis
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Mahardhika Berliandaldo
Jabatan:
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Manajemen Strategis
Alamat:
Jln. Medan Merdeka Barat No.17, Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110
Telepon:
Faksmile:
Email:
asdep.manstra@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia merupakan bagian krusial dalam penyusunan Outlook Pariwisata karena sektor pariwisata merupakan bidang yang sangat dinamis, terpengaruh oleh berbagai faktor eksternal seperti tren global, teknologi, geopolitik, dan preferensi wisatawan yang cepat berubah. Di tengah keterbatasan data kuantitatif yang bersifat real-time dan prediktif, pandangan para ahli dan pelaku industri menjadi sumber pengetahuan yang tidak tergantikan untuk mengisi celah informasi, terutama dalam merumuskan proyeksi, tantangan strategis, serta skenario kebijakan yang adaptif. Dengan melibatkan pemikiran dari akademisi, pelaku usaha, pengambil kebijakan, dan komunitas profesional, Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia menghadirkan dimensi pemahaman yang lebih luas dan mendalam atas realitas sektor pariwisata yang tidak selalu tercermin dalam angka statistik semata.

Selain itu, Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia memberikan ruang partisipatif bagi para pemangku kepentingan utama dalam merumuskan arah kebijakan pariwisata nasional. Kegiatan ini memungkinkan proses bottom-up insight, di mana para praktisi di lapangan dan analis sektor berbagi pandangan langsung terkait isu yang mereka hadapi, seperti ketimpangan destinasi, resiliensi terhadap krisis, ketenagakerjaan, transformasi digital, dan keberlanjutan. Pandangan mereka akan memperkuat relevansi Outlook, menjadikannya lebih dari sekadar dokumen teknokratik, melainkan representasi kondisi aktual dan prediksi strategis dari mereka yang memahami kompleksitas dan dinamika industri secara nyata. Dengan demikian, hasil survei ini tidak hanya memperkaya isi dokumen, tetapi juga meningkatkan legitimasi Outlook sebagai rujukan kebijakan yang inklusif dan berbasis pengalaman di lapangan.

Lebih jauh, dalam konteks penyusunan Outlook Pariwisata untuk periode 2026/2027, pelaksanaan Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia menjadi semakin penting karena dunia pariwisata tengah berada dalam fase transisi menuju pola pembangunan yang lebih berkelanjutan, terdigitalisasi, dan berorientasi pada kualitas pengalaman. Pandangan para ahli dibutuhkan untuk mengidentifikasi arah transformatif tersebut. Dengan menghimpun suara para ahli melalui survei terstruktur, Outlook Pariwisata dapat menyajikan proyeksi yang tajam, solusi yang aplikatif, serta rekomendasi kebijakan yang realistis, progresif, dan berpijak pada kebutuhan nyata sektor pariwisata Indonesia ke depan.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Pelaksanaan Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia bertujuan untuk menghasilkan sejumlah indikator statistik yang relevan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan penyusunan Outlook Pariwisata secara keseluruhan. Indikator ini akan disusun berdasarkan persepsi, penilaian, dan prediksi para responden yang berasal dari berbagai latar belakang (akademisi, industri, asosiasi, media, komunitas, dan sektor publik).

Secara lebih khusus, indikator statistik yang ditargetkan dari hasil survei mencakup:

  1. Persentase Faktor yang Diprediksi Mempengaruhi Kinerja Pariwisata Indonesia Tahun 2026, seperti kondisi ekonomi global, geopolitik, perubahan iklim, hingga kebijakan nasional.
  2. Persentase Faktor yang Diprediksi Menjadi Risiko Utama Bagi Sektor Pariwisata, mencakup isu keamanan, perubahan perilaku wisatawan, hingga ketidakpastian regulasi.
  3. Persentase Destinasi dan Negara Asal Wisatawan yang Diprediksi Akan Mengalami Pertumbuhan Signifikan, baik untuk pasar internasional maupun domestik.
  4. Persentase Segmentasi Wisatawan dan tren berwisata yang Diprediksi Akan Mendominasi, seperti wellness tourism, digital nomadism, cultural immersion, dan bleisure.
  5. Persentase dampak utama konflik geopolitik terhadap pariwisata Indonesia.
  6. Persentase produk wisata apa  yang diprediksi akan tumbuh dan mendominasi di Indonesia berdasarkan produk nature, cultural, maupun man-made.
  7. Persentase kebijakan apa yang paling penting untuk merespon tren pariwisata tahun 2027, seperti insentif bagi pelaku pariwisata, pelatihan SDM, pengelolaan daya dukung, dll. 
3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Mei 2026
12 Juni 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
29 Juni 2026
10 Juli 2026
C. Pengolahan
13 Juli 2026
17 Juli 2026
D. Analisis
20 Juli 2026
31 Juli 2026
E. Penyajian
03 Agustus 2026
14 September 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Proyeksi Kinerja Pariwisata 2027 Persepsi responden terhadap kondisi umum sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2027 dibandingkan tahun 2026 Pada saat pencacahan
2 Faktor Pengaruh Kinerja Pariwisata Faktor-faktor yang dianggap paling berpengaruh terhadap kinerja sektor pariwisata Indonesia tahun 2027 Pada saat pencacahan
3 Risiko Terbesar Pariwisata 2026 Risiko-risiko utama yang dinilai dapat menghambat kinerja pariwisata Indonesia di tahun 2026 Pada saat pencacahan
4 Pasar Wisatawan Mancanegara Potensial Asal negara atau kawasan wisatawan mancanegara yang dinilai paling berpotensi meningkatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia di 2026 Pada saat pencacahan
5 Destinasi dengan Pertumbuhan Signifikan Destinasi wisata di Indonesia yang dinilai akan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026 Pada saat pencacahan
6 Tren Wisman 2027 Perilaku wisatawan mancanegara yang diprediksi akan dominan di Indonesia pada tahun 2027 Pada saat pencacahan
7 Tren Wisnus 2027 Perilaku wisatawan nusantara yang diprediksi akan dominan di Indonesia pada tahun 2027 Pada saat pencacahan
8 Segmen Wisman Tumbuh Segmen wisatawan mancanegara yang diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2027 Pada saat pencacahan
9 Segmen Wisnus Tumbuh Segmen wisatawan nusantara yang diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2027 Pada saat pencacahan
10 Kebijakan Respons Tren Wisata Kebijakan yang paling penting dalam merespon tren-tren wisata yang diprediksi untuk tahun 2026 Pada saat pencacahan
11 Hal penentu keputusan wisman berwisata Hal-hal yang mempengaruhi wisatwan dalam melakukan perjalanan ke Indonesia Pada saat pencacahan
12 Faktor global perjalanan internasional Faktor-faktor yang dianggap paling mempengaruhi perjalanan internasional tahun 2026-2027 Pada saat pencacahan
13 Dampak geopolitik Dampak utama konflik geopolitik terhadap pariwisata Indonesia Pada saat pencacahan
14 Strategi menghadapi kondisi global Stragegi yang harus dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapi kondisi global saat ini Pada saat pencacahan
15 Faktor yang mempengaruhi keselamatan berwisata Faktor-faktor yang berpotensi akan muncul dan mempengaruhi keselamatan berwisata pada tahun 2027 Pada saat pencacahan
16 Kebijakan yang perlu diambil Kebijakan yang perlu diambil dalam keselamatan berwisata Pada saat pencacahan
17 Kesiapan destinasi Persepsi responden terhadap kesiapan destinasi wisata di Indonesia dalam menangani bencana dan keselamatan berwisata Pada saat pencacahan
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Cross Sectional
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Seluruh Wilayah Indonesia
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Mengisi Kuesioner Sendiri
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Single Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Purposive Sampling
5.7. Unit Sampel:
- Akademisi dan Peneliti Wisata - Pelaku Industri/Asosiasi Pariwisata - Pejabat Pemerintah - Ketua Komunitas dan NGO - Redaktur/Pimpinan Media - Pimpinan Lembaga Keuangan, Perbankan, dan Private Sector lainnya - Investor
5.8. Unit Observasi:
- Akademisi dan Peneliti Wisata - Pelaku Industri/Asosiasi Pariwisata - Pejabat Pemerintah - Ketua Komunitas dan NGO - Redaktur/Pimpinan Media - Pimpinan Lembaga Keuangan, Perbankan, dan Private Sector lainnya - Investor
5.9. Jumlah Responden:
100
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Lainnya : Wawancara
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Individu
  • Usaha Dan Perusahaan
  • Lainnya : Komunitas
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Nasional
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak