Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Kementerian Pariwisata |
| Tanggal Terbit | 19 Juni 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.0000.016 |
Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia merupakan bagian krusial dalam penyusunan Outlook Pariwisata karena sektor pariwisata merupakan bidang yang sangat dinamis, terpengaruh oleh berbagai faktor eksternal seperti tren global, teknologi, geopolitik, dan preferensi wisatawan yang cepat berubah. Di tengah keterbatasan data kuantitatif yang bersifat real-time dan prediktif, pandangan para ahli dan pelaku industri menjadi sumber pengetahuan yang tidak tergantikan untuk mengisi celah informasi, terutama dalam merumuskan proyeksi, tantangan strategis, serta skenario kebijakan yang adaptif. Dengan melibatkan pemikiran dari akademisi, pelaku usaha, pengambil kebijakan, dan komunitas profesional, Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia menghadirkan dimensi pemahaman yang lebih luas dan mendalam atas realitas sektor pariwisata yang tidak selalu tercermin dalam angka statistik semata.
Selain itu, Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia memberikan ruang partisipatif bagi para pemangku kepentingan utama dalam merumuskan arah kebijakan pariwisata nasional. Kegiatan ini memungkinkan proses bottom-up insight, di mana para praktisi di lapangan dan analis sektor berbagi pandangan langsung terkait isu yang mereka hadapi, seperti ketimpangan destinasi, resiliensi terhadap krisis, ketenagakerjaan, transformasi digital, dan keberlanjutan. Pandangan mereka akan memperkuat relevansi Outlook, menjadikannya lebih dari sekadar dokumen teknokratik, melainkan representasi kondisi aktual dan prediksi strategis dari mereka yang memahami kompleksitas dan dinamika industri secara nyata. Dengan demikian, hasil survei ini tidak hanya memperkaya isi dokumen, tetapi juga meningkatkan legitimasi Outlook sebagai rujukan kebijakan yang inklusif dan berbasis pengalaman di lapangan.
Lebih jauh, dalam konteks penyusunan Outlook Pariwisata untuk periode 2026/2027, pelaksanaan Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia menjadi semakin penting karena dunia pariwisata tengah berada dalam fase transisi menuju pola pembangunan yang lebih berkelanjutan, terdigitalisasi, dan berorientasi pada kualitas pengalaman. Pandangan para ahli dibutuhkan untuk mengidentifikasi arah transformatif tersebut. Dengan menghimpun suara para ahli melalui survei terstruktur, Outlook Pariwisata dapat menyajikan proyeksi yang tajam, solusi yang aplikatif, serta rekomendasi kebijakan yang realistis, progresif, dan berpijak pada kebutuhan nyata sektor pariwisata Indonesia ke depan.
Pelaksanaan Survei Pandangan Pakar Pariwisata Indonesia bertujuan untuk menghasilkan sejumlah indikator statistik yang relevan dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan penyusunan Outlook Pariwisata secara keseluruhan. Indikator ini akan disusun berdasarkan persepsi, penilaian, dan prediksi para responden yang berasal dari berbagai latar belakang (akademisi, industri, asosiasi, media, komunitas, dan sektor publik).
Secara lebih khusus, indikator statistik yang ditargetkan dari hasil survei mencakup:
- Persentase Faktor yang Diprediksi Mempengaruhi Kinerja Pariwisata Indonesia Tahun 2026, seperti kondisi ekonomi global, geopolitik, perubahan iklim, hingga kebijakan nasional.
- Persentase Faktor yang Diprediksi Menjadi Risiko Utama Bagi Sektor Pariwisata, mencakup isu keamanan, perubahan perilaku wisatawan, hingga ketidakpastian regulasi.
- Persentase Destinasi dan Negara Asal Wisatawan yang Diprediksi Akan Mengalami Pertumbuhan Signifikan, baik untuk pasar internasional maupun domestik.
- Persentase Segmentasi Wisatawan dan tren berwisata yang Diprediksi Akan Mendominasi, seperti wellness tourism, digital nomadism, cultural immersion, dan bleisure.
- Persentase dampak utama konflik geopolitik terhadap pariwisata Indonesia.
- Persentase produk wisata apa yang diprediksi akan tumbuh dan mendominasi di Indonesia berdasarkan produk nature, cultural, maupun man-made.
- Persentase kebijakan apa yang paling penting untuk merespon tren pariwisata tahun 2027, seperti insentif bagi pelaku pariwisata, pelatihan SDM, pengelolaan daya dukung, dll.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Mei 2026
|
12 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
29 Juni 2026
|
10 Juli 2026
|
| C. | Pengolahan |
13 Juli 2026
|
17 Juli 2026
|
| D. | Analisis |
20 Juli 2026
|
31 Juli 2026
|
| E. | Penyajian |
03 Agustus 2026
|
14 September 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Proyeksi Kinerja Pariwisata 2027 | Persepsi responden terhadap kondisi umum sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2027 dibandingkan tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| 2 | Faktor Pengaruh Kinerja Pariwisata | Faktor-faktor yang dianggap paling berpengaruh terhadap kinerja sektor pariwisata Indonesia tahun 2027 | Pada saat pencacahan |
| 3 | Risiko Terbesar Pariwisata 2026 | Risiko-risiko utama yang dinilai dapat menghambat kinerja pariwisata Indonesia di tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| 4 | Pasar Wisatawan Mancanegara Potensial | Asal negara atau kawasan wisatawan mancanegara yang dinilai paling berpotensi meningkatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia di 2026 | Pada saat pencacahan |
| 5 | Destinasi dengan Pertumbuhan Signifikan | Destinasi wisata di Indonesia yang dinilai akan mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| 6 | Tren Wisman 2027 | Perilaku wisatawan mancanegara yang diprediksi akan dominan di Indonesia pada tahun 2027 | Pada saat pencacahan |
| 7 | Tren Wisnus 2027 | Perilaku wisatawan nusantara yang diprediksi akan dominan di Indonesia pada tahun 2027 | Pada saat pencacahan |
| 8 | Segmen Wisman Tumbuh | Segmen wisatawan mancanegara yang diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2027 | Pada saat pencacahan |
| 9 | Segmen Wisnus Tumbuh | Segmen wisatawan nusantara yang diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan di tahun 2027 | Pada saat pencacahan |
| 10 | Kebijakan Respons Tren Wisata | Kebijakan yang paling penting dalam merespon tren-tren wisata yang diprediksi untuk tahun 2026 | Pada saat pencacahan |
| 11 | Hal penentu keputusan wisman berwisata | Hal-hal yang mempengaruhi wisatwan dalam melakukan perjalanan ke Indonesia | Pada saat pencacahan |
| 12 | Faktor global perjalanan internasional | Faktor-faktor yang dianggap paling mempengaruhi perjalanan internasional tahun 2026-2027 | Pada saat pencacahan |
| 13 | Dampak geopolitik | Dampak utama konflik geopolitik terhadap pariwisata Indonesia | Pada saat pencacahan |
| 14 | Strategi menghadapi kondisi global | Stragegi yang harus dilakukan oleh Indonesia dalam menghadapi kondisi global saat ini | Pada saat pencacahan |
| 15 | Faktor yang mempengaruhi keselamatan berwisata | Faktor-faktor yang berpotensi akan muncul dan mempengaruhi keselamatan berwisata pada tahun 2027 | Pada saat pencacahan |
| 16 | Kebijakan yang perlu diambil | Kebijakan yang perlu diambil dalam keselamatan berwisata | Pada saat pencacahan |
| 17 | Kesiapan destinasi | Persepsi responden terhadap kesiapan destinasi wisata di Indonesia dalam menangani bencana dan keselamatan berwisata | Pada saat pencacahan |
- Mengisi Kuesioner Sendiri
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
- Lainnya : Wawancara
- Individu
- Usaha Dan Perusahaan
- Lainnya : Komunitas
- Nasional