Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Ibu Bersalin Kabupaten Natuna Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Ibu Bersalin Kabupaten Natuna Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna
Tanggal Terbit 31 Maret 2026
Identitas Rekomendasi K-26.2103.005
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Ibu Bersalin Kabupaten Natuna
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Batu Sisir - Bukit Arai
Telepon:
-
Faksmile:
-
Email:
dinkes@natunakab.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
SYARIFAH MARYAM, SKM
Jabatan:
KEPALA BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT
Alamat:
JL. BATU SISIR, BUKIT ARAI RANAI NATUNA
Telepon:
Faksmile:
Email:
skmhandayani@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan sistem pelayanan kesehatan suatu negara. Kedua indikator ini tidak hanya mencerminkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berkaitan erat dengan faktor sosial, ekonomi, dan kultural di masyarakat (Campbell & Graham, 2006). Menurut World Health Organization (2022), AKI global mencapai 295.000 jiwa per tahun, mayoritas terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara itu, AKB juga masih tinggi, mencapai 2,4 juta kematian bayi baru lahir setiap tahun (UNICEF, 2021).

Kabupaten Natuna sebagai salah satu wilayah perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau memiliki tantangan tersendiri dalam menurunkan AKI dan AKB. Dengan karakteristik wilayah kepulauan yang di pisahkan oleh lautan, variasi ketersediaan layanan kesehatan dan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan program kesehatan ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Natuna tahun 2023 ada 2 kasus (175,9/100.000 KH) dan tahun 2024 juga ada2 kasus (199/100.000 KH), serta Angka Kematian Bayi (AKB) tahun2023 13,19/1000 KH dan tahun 2024 naik menjadi 14,92/1000 KH.

AKI dan AKB masih menjadi masalah Kesehatan utama di Indonesia. Sebagian besar kematian ibu dan bayi disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan, nifas serta kegawatdaruratan neonatal yang sebenarnya dapat dicegah apabila tenaga Kesehatan mampu melakukan deteksi dini, penatalaksanaan yang tepat, serta rujukan yang sesuai standar.

Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB salah satunya adalah melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya bidan dan dokter di layanan primer, agar mampu memberikan pelayanan persalinan yang aman, bermutu, serta penanganan kegawatdaruratan dasar sebelum rujukan. Upaya penurunan AKI dan AKB telah dilakukan pemerintah melalui berbagai strategi, salah satunya adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat layanan dasar. Dua intervensi penting dalam hal ini adalah Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED).

Pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal) bertujuan membekali tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan persalinan sesuai standar, aman, dan berorientasi pada ibu serta bayi. Sedangkan pelatihan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) ditujukan agar tenaga kesehatan di Puskesmas mampu menangani kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal secara cepat, tepat, dan terintegrasi dengan sistem rujukan.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Tersedianya Data Ibu Bersalin di Kabupaten Natuna

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
02 Januari 2026
31 Maret 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
01 April 2026
31 Desember 2026
C. Pengolahan
02 April 2026
31 Desember 2026
D. Analisis
04 Januari 2027
01 Februari 2027
E. Penyajian
03 Mei 2027
31 Mei 2027
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Jumlah Ibu Bersalin Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Jumlah ibu yang bersalin di fasilitas kesehatan di suatu wilayah pada kurun waktu yang tertentu sesuai standar Saat Pengumpulan Data
2 Jumlah Ibu Nifas Mendapat Pelayanan Nifas Lengkap / KF4 Jumlah ibu nifas yang mendapatkan pelayanan nifas minimal 4x secara lengkap sesuai standar dengan ketentuan minimal 1x pada 6-48 jam setelah melahirkan, 1x pada hari 3-7, 1x pada hari ke 8 -28, dan 1x pada hari ke 29-42 setelah melahirkan di suatu wilayah pada kurun waktu yang tertentu Saat Pengumpulan Data
3 Jumlah Ibu Nifas Mendapat Tablet Tambah Darah Jumlah ibu baru melahirkan sampai hari ke-42 yang mendapat tablet tambah darah yang mengandung Fe 60 mg dan Asam Folat 40 mcg dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah kerja. Saat Pengumpulan Data
4 Jumlah Ibu Nifas Mendapat Kapsul Vitamin A Jumlahibu baru melahirkan sampai hari ke-42 yang mendapat 2 kapsul vitamin A yang mengandung vitamin A dosis 200.000 Satuan Internasional (SI), satu kapsul diberikan segera setelah melahirkan dan kapsul kedua diberikan minimal 24 jam setelah pemberian pertama dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah kerja Saat Pengumpulan Data
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Bulanan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Mail
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Individu
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
  • Kecamatan
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak