Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Ibu Bersalin Kabupaten Natuna Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna |
| Tanggal Terbit | 31 Maret 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.2103.005 |
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan sistem pelayanan kesehatan suatu negara. Kedua indikator ini tidak hanya mencerminkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berkaitan erat dengan faktor sosial, ekonomi, dan kultural di masyarakat (Campbell & Graham, 2006). Menurut World Health Organization (2022), AKI global mencapai 295.000 jiwa per tahun, mayoritas terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara itu, AKB juga masih tinggi, mencapai 2,4 juta kematian bayi baru lahir setiap tahun (UNICEF, 2021).
Kabupaten Natuna sebagai salah satu wilayah perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau memiliki tantangan tersendiri dalam menurunkan AKI dan AKB. Dengan karakteristik wilayah kepulauan yang di pisahkan oleh lautan, variasi ketersediaan layanan kesehatan dan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan program kesehatan ibu dan anak. Angka Kematian Ibu (AKI) Kabupaten Natuna tahun 2023 ada 2 kasus (175,9/100.000 KH) dan tahun 2024 juga ada2 kasus (199/100.000 KH), serta Angka Kematian Bayi (AKB) tahun2023 13,19/1000 KH dan tahun 2024 naik menjadi 14,92/1000 KH.
AKI dan AKB masih menjadi masalah Kesehatan utama di Indonesia. Sebagian besar kematian ibu dan bayi disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan, nifas serta kegawatdaruratan neonatal yang sebenarnya dapat dicegah apabila tenaga Kesehatan mampu melakukan deteksi dini, penatalaksanaan yang tepat, serta rujukan yang sesuai standar.
Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB salah satunya adalah melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya bidan dan dokter di layanan primer, agar mampu memberikan pelayanan persalinan yang aman, bermutu, serta penanganan kegawatdaruratan dasar sebelum rujukan. Upaya penurunan AKI dan AKB telah dilakukan pemerintah melalui berbagai strategi, salah satunya adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat layanan dasar. Dua intervensi penting dalam hal ini adalah Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED).
Pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal) bertujuan membekali tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan persalinan sesuai standar, aman, dan berorientasi pada ibu serta bayi. Sedangkan pelatihan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) ditujukan agar tenaga kesehatan di Puskesmas mampu menangani kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal secara cepat, tepat, dan terintegrasi dengan sistem rujukan.
Tersedianya Data Ibu Bersalin di Kabupaten Natuna
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
02 Januari 2026
|
31 Maret 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 April 2026
|
31 Desember 2026
|
| C. | Pengolahan |
02 April 2026
|
31 Desember 2026
|
| D. | Analisis |
04 Januari 2027
|
01 Februari 2027
|
| E. | Penyajian |
03 Mei 2027
|
31 Mei 2027
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Jumlah Ibu Bersalin Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan | Jumlah ibu yang bersalin di fasilitas kesehatan di suatu wilayah pada kurun waktu yang tertentu sesuai standar | Saat Pengumpulan Data |
| 2 | Jumlah Ibu Nifas Mendapat Pelayanan Nifas Lengkap / KF4 | Jumlah ibu nifas yang mendapatkan pelayanan nifas minimal 4x secara lengkap sesuai standar dengan ketentuan minimal 1x pada 6-48 jam setelah melahirkan, 1x pada hari 3-7, 1x pada hari ke 8 -28, dan 1x pada hari ke 29-42 setelah melahirkan di suatu wilayah pada kurun waktu yang tertentu | Saat Pengumpulan Data |
| 3 | Jumlah Ibu Nifas Mendapat Tablet Tambah Darah | Jumlah ibu baru melahirkan sampai hari ke-42 yang mendapat tablet tambah darah yang mengandung Fe 60 mg dan Asam Folat 40 mcg dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah kerja. | Saat Pengumpulan Data |
| 4 | Jumlah Ibu Nifas Mendapat Kapsul Vitamin A | Jumlahibu baru melahirkan sampai hari ke-42 yang mendapat 2 kapsul vitamin A yang mengandung vitamin A dosis 200.000 Satuan Internasional (SI), satu kapsul diberikan segera setelah melahirkan dan kapsul kedua diberikan minimal 24 jam setelah pemberian pertama dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah kerja | Saat Pengumpulan Data |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Supervisi
- Individu
- Kabupaten Atau Kota
- Kecamatan