Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Survei Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Hortikultura Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur |
| Tanggal Terbit | 25 Mei 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3500.023 |
Sektor hortikultura memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, serta kontribusi terhadap perekonomian nasional. Komoditas hortikultura seperti sayuran, buah-buahan, tanaman hias, dan tanaman obat memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun demikian, produktivitas dan kualitas hasil hortikultura sangat rentan terhadap gangguan dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), yang meliputi hama, penyakit, dan gulma.
Serangan OPT dapat menyebabkan penurunan produksi, kerusakan kualitas hasil, hingga kegagalan panen, sehingga berdampak langsung pada kerugian ekonomi petani dan terganggunya stabilitas pasokan komoditas hortikultura. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemantauan dan pengendalian OPT yang efektif, yang didukung oleh data dan informasi yang akurat serta berkelanjutan.
Kegiatan survei atau pengamatan OPT tanaman hortikultura menjadi salah satu upaya strategis untuk memperoleh data mengenai luas serangan, tingkat kerusakan, intensitas serangan, serta perkembangan OPT di lapangan. Data tersebut sangat penting sebagai dasar dalam perencanaan pengendalian OPT, penyusunan kebijakan, serta evaluasi program perlindungan tanaman.
Selain itu, survei OPT juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi ledakan serangan OPT, sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan efisien. Dengan adanya data hasil survei yang terstandar dan terintegrasi, diharapkan upaya pengendalian OPT dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hal tersebut, pelaksanaan survei Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman hortikultura menjadi kegiatan yang penting dan perlu dilakukan secara rutin dan sistematis guna mendukung peningkatan produksi dan kualitas hortikultura serta menjaga keberlanjutan sistem pertanian.
Didapatkan informasi data serangan OPT Hortikultura dari hasil pengamatan OPT sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi pengendalian OPT sesuai sistem PHT, khususnya apabila populasi telah melampaui ambang pengendalian yang ditetapkan dan intensitas serangannya merugikan secara ekonomi
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Desember 2025
|
31 Desember 2025
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
11 Mei 2026
|
15 Januari 2027
|
| C. | Pengolahan |
11 Mei 2026
|
01 Februari 2027
|
| D. | Analisis |
11 Mei 2026
|
24 Februari 2027
|
| E. | Penyajian |
18 Mei 2026
|
24 Februari 2027
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Komoditas | Jenis tanaman hortikultura yang diamati dalam kegiatan pengamatan OPT pada periode tertentu | Awal bulan dan pertengahan bulan |
| 2 | UPTD/BPTPH Provinsi Provinsi | Unit Pelaksana Teknis Daerah/Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengamatan OPT di wilayah provinsi. | Awal bulan dan pertengahan bulan |
| 3 | Nomor | Urutan | Awal bulan dan pertengahan bulan |
| 4 | Kabupaten/Kota | Nama Kabupaten / Kota | Awal bulan dan pertengahan bulan |
| 5 | Luas Tanam | Area lahan pertanian yang ditanami oleh komoditas tersebut | Awal bulan dan pertengahan bulan |
| 6 | Luas Tambah Serangan | luas tambah serangan baru yang terjadi atau yang ditemukan pada periode laporan | Awal bulan dan pertengahan bulan |
| 7 | Luas Keadaan Serangan | luas sisa serangan ditambah dengan luas tambah serangan pada periode laporan | Awal bulan dan pertengahan bulan |
| 8 | Luas Pengendalian | luas tanaman pada lahan yang terserang yang diberi perlakuan dengan berbagai cara pengendalian antara lain fisik/mekanik, hayati, pestisida nabati dan penggunaan pestisida sintetis | Awal bulan dan pertengahan bulan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Pengamatan
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Kunjungan Kembali
- Lainnya : Kabupaten Kota
- Provinsi