Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara
Tanggal Terbit 18 Juni 2026
Identitas Rekomendasi K-26.7400.004
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Tebeu Nunggu No. 7 Kendari Sulawesi Tenggara
Telepon:
-
Faksmile:
-
Email:
dishutsultra@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Derri Piska Hariandi, S.Hut
Jabatan:
Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan
Alamat:
Jl. Tebau Nunggu, No. 7 Kendari
Telepon:
08
Faksmile:
Email:
dinaskehutanan.provsultra@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Kegiatan produksi hasil hutan merupakan pilar utama dalam pemanfaatan ruang hutan yang bertujuan untuk memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga fungsi ekologis. Secara operasional, produksi hasil hutan terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu Hasil Hutan Kayu (HHK) dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), yang masing-masing memiliki karakteristik teknis dan dampak sosial-ekonomi yang berbeda.

Produksi Hasil Hutan Kayu (HHK) secara historis menjadi kontributor utama dalam sektor industri kehutanan. Kegiatan produksinya mencakup rangkaian proses mulai dari perencanaan penebangan (pemanenan), pengangkutan, hingga penimbunan kayu di tempat pengumpulan (log yard). Namun, intensitas produksi kayu yang tinggi menuntut standar operasional yang ketat, seperti penerapan Reduced Impact Logging (RIL), guna meminimalkan kerusakan tegakan tinggal dan struktur tanah. Tanpa manajemen produksi yang terukur, eksploitasi kayu dapat memicu penurunan kualitas hutan secara permanen.

Di sisi lain, Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) kini menjadi fokus baru dalam transformasi ekonomi hijau. Kegiatan produksi HHBK—seperti penyadapan getah, pemungutan buah/biji, pengambilan rotan, hingga pemanenan madu hutan—memiliki keunggulan berupa rendahnya jejak karbon dan sifatnya yang terbarukan tanpa merusak pohon induk. Secara produksi, HHBK lebih inklusif karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dan kelompok tani hutan, sehingga menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan di sekitar kawasan hutan.

Tantangan utama dalam kegiatan produksi kedua sektor ini adalah efisiensi dan ketertelusuran (traceability). Seringkali, proses produksi HHBK masih dilakukan secara tradisional sehingga rendemen (hasil bersih) yang didapat belum optimal. Sementara itu, pada produksi kayu, tantangan administratif dan pemenuhan legalitas menjadi poin krusial untuk menembus pasar global yang menuntut sertifikasi kelestarian.

Oleh karena itu, evaluasi dan sinkronisasi terhadap kegiatan produksi HHK dan HHBK sangat diperlukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap aktivitas pengambilan sumber daya hutan dilakukan berdasarkan izin pemanfaatan hasil hutan  yang sah (Jatah Penebangan Tahunan) dan metode yang berkelanjutan, sehingga mampu menyokong pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengorbankan integritas ekosistem hutan.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Mengetahui Potensi Hasil Hutan Kayu dan Non Kayu

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2026
02 Januari 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
15 Juni 2026
31 Desember 2026
C. Pengolahan
15 Juni 2026
01 Februari 2027
D. Analisis
15 Juni 2026
15 Februari 2027
E. Penyajian
16 Februari 2027
26 Februari 2027
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Jumlah Produksi Kayu Bulat Menurut Kelompok Jenis (m3) Produksi Kayu Bulat Bulanan
2 Jumlah Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu Menurut Jenis (ton) Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu Bulanan
3 Jumlah Volume Angkutan Kayu Bulat Menurut Kelompok Jenis (m3) Volume Angkutan Kayu Bulat Bulanan
4 Jumlah Volume Angkutan Hasil Hutan Bukan Kayu (ton) Volume Angkutan Hasil Hutan Bukan Kayu Bulanan
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Bulanan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
  • Mengisi Kuesioner Sendiri
  • Lainnya : Survei dan Inventarisasi
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Computer-assisted Telephones Interviewing (CATI)
  • Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Ya
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sarjana
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 1 orang
Pengumpul data/enumerator
: 1 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Usaha Dan Perusahaan
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Provinsi
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Ya