Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | SURVEY SKOR POLA PANGAN HARAPAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung |
| Tanggal Terbit | 21 Mei 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3504.002 |
Pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) merupakan pola konsumsi pangan ideal, yang dicerminkan oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH). Nilai/skor mutu PPH ini dapat memberikan informasi mengenai pencapaian kuantitas dan kualitas konsumsi, yang menggambarkan pencapaian ragam (diversifikasi) konsumsi pangan. Semakin besar skor PPH maka kualitas konsumsi pangan dalam artian jumlah dan keragaman konsumsi dinilai semakin baik. Skor PPH merupakan indikator mutu gizi dan keragaman konsumsi pangan sehingga dapat digunakan untuk merencanakan kebutuhan konsumsi pangan pada tahun-tahun mendatang. Dengan pendekatan PPH, maka perencanaan produksi dan penyediaan pangan dapat didasarkan pada patokan imbangan komoditas seperti yang telah dirumuskan dalam PPH untuk mencapai sasaran kecukupan pangan dan gizi penduduk.
Capaian skor PPH konsumsi mencerminkan gambaran pola konsumsi pangan masyarakat berbasis 9 kelompok pangan. Dari pola konsumsi pangan tersebut dapat diketahui kelompok pangan yang dikonsumsi berlebih dan kelimpok pangan yang masih kurang dikonsumsi sehingga dapat dipetakan jumlah komoditas yang dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Tulungagung seperti jumlah konsumsi beras, terigu, daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan, dan lainnya. Dengan demikian pengukuran skor PPH ini dapat dijadikan acuan dalam penentuan kebijakan atau langkah untuk mencapai skor PPH ideal sesuai target atau mempertahankan skor PPH yang sudah dicapai. Melalui pengukuran skor PPH juga akan tergambar kecukupan konsumsi energi di Kabupaten Tulungagung dan juga protein yang telah ditargetkan oleh pemerintah selalu meningkat setiap tahun.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan Penyusunan Skor Pola Konsumsi Pangan (PPH) adalah:
Mengukur skor PPH di Kabupaten Tulungagung dan menganalisis keragaman skor PPH antar wilayah agroekologi di Kabupaten Tulungagung.
Memetakan tingkatn konsumsi pangan masyarakat berbasis 9 kelompok pangan dan melakukan analisis kesenjangan konsumsi dengan konsumsi ideal berdasarkan kelompok pangan.
Mengidentifikasi penyebab kesenjangan konsumsi antara konsumsi pangan aktual dengan proyeksi konsumsi pangan.
Merumuskan kebijakan dan program aksi untuk meningkatkan capaian skor PPH di tahun mendatang.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
21 Mei 2026
|
14 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
15 Juni 2026
|
19 Juli 2026
|
| C. | Pengolahan |
20 Juli 2026
|
09 Agustus 2026
|
| D. | Analisis |
10 Agustus 2026
|
30 Agustus 2026
|
| E. | Penyajian |
31 Agustus 2026
|
31 Agustus 2026
|
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|
| Identitas ART | Keterangan identitas anggota (nama status, KK) | Saat pencacahan |
| Pengeluaran pangan | Pengeluaran pangan yang dimaksud adalah seluruh pengeluaran utama dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan komoditas yang tergolong untuk memenuhi kebutuhan pangan | Sebulan terakhir |
| Pengeluaran non pangan | Pengeluaran nonpangan yang dimaksud adalah seluruh pengeluaran utama dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan komoditas yang bukan untuk memenuhi kebutuhan pangan | Sebulan terakhir |
| Konsumsi pangan rumah tangga | Konsumsi pangan rumah tangga adalah jumlah pangan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga yang dinyatakan dalam satuan kg, ons, butir, liter, bungkus, potong, porsi | 7 hari terakhir selama periode pencatatan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Supervisi
- Rumah Tangga
- Kabupaten Atau Kota