Beranda / Rekomendasi Terbit / SURVEY SKOR POLA PANGAN HARAPAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul SURVEY SKOR POLA PANGAN HARAPAN KABUPATEN TULUNGAGUNG Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung
Tanggal Terbit 21 Mei 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3504.002
Judul Kegiatan :
SURVEY SKOR POLA PANGAN HARAPAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jalan Wonorejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung
Telepon:
(0355) 326459
Faksmile:
(0355) 326459
Email:
dketahananpanganta@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
TRI WAHYUNINGTYAS, SP., M.Agr
Jabatan:
KEPALA BIDANG KONSUMSI DAN KEAMANAN PANGAN
Alamat:
Jalan Wonorejo Kecamatan Sumbergempol
Telepon:
081335704441
Faksmile:
Email:
triwahyuningtyas070@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) merupakan pola konsumsi pangan ideal, yang dicerminkan oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH).  Nilai/skor mutu PPH ini dapat memberikan informasi mengenai pencapaian kuantitas dan kualitas konsumsi, yang menggambarkan pencapaian ragam (diversifikasi) konsumsi pangan. Semakin besar skor PPH maka kualitas konsumsi pangan dalam artian jumlah dan keragaman konsumsi dinilai semakin baik. Skor PPH merupakan indikator mutu gizi dan keragaman konsumsi pangan sehingga dapat digunakan untuk merencanakan kebutuhan konsumsi pangan pada tahun-tahun mendatang. Dengan pendekatan PPH, maka perencanaan produksi dan penyediaan pangan dapat didasarkan pada patokan imbangan komoditas seperti yang telah dirumuskan dalam PPH untuk mencapai sasaran kecukupan pangan dan gizi penduduk.

Capaian skor PPH konsumsi mencerminkan gambaran pola konsumsi pangan masyarakat berbasis 9 kelompok pangan. Dari pola konsumsi pangan tersebut dapat diketahui kelompok pangan yang dikonsumsi berlebih dan kelimpok pangan yang masih kurang dikonsumsi sehingga dapat dipetakan jumlah komoditas yang dikonsumsi oleh masyarakat Kabupaten Tulungagung seperti jumlah konsumsi beras, terigu, daging, ikan, sayuran, dan buah-buahan, dan lainnya.  Dengan demikian pengukuran skor PPH ini dapat dijadikan acuan dalam penentuan kebijakan atau langkah untuk mencapai skor PPH ideal sesuai target atau mempertahankan skor PPH yang sudah dicapai. Melalui pengukuran skor PPH juga akan tergambar kecukupan konsumsi energi di Kabupaten Tulungagung dan juga protein yang telah ditargetkan oleh pemerintah selalu meningkat setiap tahun.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Tujuan dilaksanakannya kegiatan Penyusunan Skor Pola Konsumsi Pangan (PPH) adalah:

  1. Mengukur skor PPH di Kabupaten Tulungagung dan menganalisis keragaman skor PPH antar wilayah agroekologi di Kabupaten Tulungagung.

  2. Memetakan tingkatn konsumsi pangan masyarakat berbasis 9 kelompok pangan dan melakukan analisis kesenjangan konsumsi dengan konsumsi ideal berdasarkan kelompok pangan.

  3. Mengidentifikasi penyebab kesenjangan konsumsi antara konsumsi pangan aktual dengan proyeksi konsumsi pangan.

  4. Merumuskan kebijakan dan program aksi untuk meningkatkan capaian skor PPH di tahun mendatang.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
21 Mei 2026
14 Juni 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
15 Juni 2026
19 Juli 2026
C. Pengolahan
20 Juli 2026
09 Agustus 2026
D. Analisis
10 Agustus 2026
30 Agustus 2026
E. Penyajian
31 Agustus 2026
31 Agustus 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
Identitas ART Keterangan identitas anggota (nama status, KK) Saat pencacahan
Pengeluaran pangan Pengeluaran pangan yang dimaksud adalah seluruh pengeluaran utama dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan komoditas yang tergolong untuk memenuhi kebutuhan pangan Sebulan terakhir
Pengeluaran non pangan Pengeluaran nonpangan yang dimaksud adalah seluruh pengeluaran utama dan pengeluaran lainnya yang terkait dengan komoditas yang bukan untuk memenuhi kebutuhan pangan Sebulan terakhir
Konsumsi pangan rumah tangga Konsumsi pangan rumah tangga adalah jumlah pangan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga yang dinyatakan dalam satuan kg, ons, butir, liter, bungkus, potong, porsi 7 hari terakhir selama periode pencatatan
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Panel
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Multi Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Purposive Sampling
5.7. Unit Sampel:
Rumah Tangga
5.8. Unit Observasi:
Rumah Tangga
5.9. Jumlah Responden:
190
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sarjana
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 3 orang
Pengumpul data/enumerator
: 7 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Rumah Tangga
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak