Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Jumlah Produksi Tanaman Perkebunan Semusim Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Pemalang |
| Tanggal Terbit | 31 Maret 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3327.005 |
Sektor pertanian, khususnya subsektor perkebunan memegang peranan vital dalam struktur ekonomi Kabupaten Pemalang. Tanaman perkebunan semusim seperti tebu dan tembakau bukan hanya sekadar komoditas lahan, melainkan penggerak roda ekonomi pedesaan yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian besar petani di wilayah ini. Dengan potensi wilayah dan Spesifikasi Komoditas Kabupaten Pemalang memiliki karakteristik biofisik lahan yang mendukung pengembangan tanaman semusim yaitu Tebu dan Tembakau. Tebu menjadi komoditas andalan untuk mendukung ketahanan pangan nasional di sektor gula. Luasan lahan tebu di Pemalang terintegrasi dengan kebutuhan bahan baku pabrik gula di sekitar wilayah Jawa Tengah. Tembakau memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi komoditas unggulan di beberapa kecamatan tertentu yang memiliki mikroklimat sesuai, memberikan kontribusi pada Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Tujuan utama adalah untuk mengidentifikasi titik-titik sentra produksi tembakau dan tebu di seluruh kecamatan di Kabupaten Pemalang. Dengan data ini, pemerintah daerah dapat mengetahui wilayah mana yang mengalami pertumbuhan luas tanam dan wilayah mana yang mengalami penyusutan, sehingga pemetaan potensi ekonomi menjadi lebih tajam. Data produksi yang akurat berfungsi sebagai navigasi bagi Dinas Pertanian untuk menentukan jenis intervensi yang dibutuhkan petani. Khusus untuk komoditas tembakau, penyusunan data produksi bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Data yang valid memastikan bahwa dana tersebut kembali ke petani dalam bentuk sarana prasarana, asuransi pertanian, atau peningkatan kapasitas SDM yang sesuai dengan skala produksi di lapangan.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Januari 2026
|
30 Maret 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 April 2026
|
30 Juni 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 Juli 2026
|
31 Agustus 2026
|
| D. | Analisis |
01 September 2026
|
11 November 2026
|
| E. | Penyajian |
16 November 2026
|
16 Desember 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Produksi Tanaman Perkebunan Semusim | Tanaman Perkebunan Semusim adalah tanaman perkebunan yang pada umumnya berumur kurang dari satu tahun dan pemanenannya dilakukan satu kali (atau beberapa kali dalam satu rangkaian periode pendek), di mana setelah panen berakhir, tanaman tersebut dibongkar atau mati sehingga harus ditanam kembali untuk siklus produksi berikutnya. | 2-3 bulan |
| 2 | Produksi | produksi adalah suatu kegiatan atau proses yang dilakukan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Dalam konteks Data Produksi Tanaman Perkebunan (seperti yang sedang kita bahas mengenai tebu dan tembakau di Pemalang) | 2-3 bulan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengamatan
- Pengumpulan Data Sekunder
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
- Kunjungan Kembali
- Individu
- Lainnya : Tanaman Perkebunan Semusim
- Kabupaten Atau Kota