Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Pendataan Rumah Tidak Layak Huni Kabupaten Kudus Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Pendataan Lengkap |
| Instansi | Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup |
| Tanggal Terbit | 10 Juli 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3319.008 |
UUD 1945 pasal 28H ayat 1 menegaskan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hunian yang sehat, aman dan serasi. Rumah termasuk kebutuhan pokok di dalam urutan prioritas kebutuhan manusia/ masyarakat. Setiap bagian dari rumah berperan dan saling berkaitan untuk bersama-sama memenuhi fungsi sebenarnya sesuai kebutuhan penghuninya. Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman bahwa dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman, setiap orang berhak menempati, menikmati, dan/ atau memiliki/ memperoleh rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi, dan teratur. Pemerintah beranggapan bahwa masalah perumahan merupakan tanggung jawab bersama, namun kewajiban untuk pemenuhan kebutuhan rumah tersebut pada hakekatnya merupakan tanggung jawab individual dalam hal ini dilaksanakan secara swadaya oleh masing-masing rumah tangga. Oleh karenanya berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan prakarsa dan swadaya masyarakat dalam mewujudkan Rumah Layak Huni.
Salah satu masalah perumahan adalah masih adanya kondisi rumah yang tidak layak huni di perkotaan maupun pedesaan akibatnya rumah tidak berfungsi secara optimal karena mengalami kerusakan yang mengakibatkan berbagai dampak negatif bagi penghuninya. Dan perlu diketahui juga bahwa penghuni dari rumah tidak layak huni merupakan warga masyakat yang berpenghasilan rendah bahkan dalam kritria dari Biro Pusat Statistik mereka sering dikatakan sebagai bagian dari masyarakat dengan kategori Rumah Tangga Miskin (RTM). Disisi yang lain peran masyarakat khususnya keswadayaan maupun kegotong-royongan dalam mewujudkan rumah yang layak huni perlu didorong agar lebih optimal karena pada dasarnya adalah tanggung jawab masyarakat sendiri meskipun pemerintah tetap bertanggung jawab pada kelompok masyarakat yang memerlukan bantuan.
Dalam rangkaian mempercepat terwujudnya rumah layak huni, maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya membantu dalam bentuk alokasi dana bantuan sosial pada masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dan khususnya yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin dan untuk memperbaiki rumahnya yang dipandang sebagai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada dasarnya bantuan sosial perbaikan rumah tidak layak huni bersifat stimulan untuk mendongkrak prakarsa dan peran serta masyarakat untuk swadaya dan gotong-royong dalam memperbaiki rumahnya.
Tujuan Kegiatan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah:
a. Terverifikasinya Calon Penerima Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026 sesuai dengan kriteria;
b. Terlaksananya Pendampingan Kegiatan Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2026;
c. Terpeliharanya Sistem Informasi RTLH Tahun 2026.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 April 2026
|
30 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
17 Juli 2026
|
31 Desember 2026
|
| C. | Pengolahan |
18 Juli 2026
|
31 Desember 2026
|
| D. | Analisis |
20 Agustus 2026
|
31 Desember 2026
|
| E. | Penyajian |
30 November 2026
|
31 Desember 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Jumlah KK dalam 1 Rumah | Jumlah KK dalam 1 Rumah | saat pencacahan |
| 2 | Usia | Usia pemilik rumah yang tercatat di SIMPERUM | saat pencacahan |
| 3 | Pendidikan Terakhir | Pendidikan ditamatkan pemilik rumah yang tercatat di SIMPERUM | saat pencacahan |
| 4 | Pekerjaan Utama | Pekerjaan utama pemilik rumah yang tercatat di SIMPERUM | saat pencacahan |
| 5 | Penghasilan | Penghasilan per bulan dari kepala keluarga | saat pencacahan |
| 6 | Status Kepemilikan Tanah | Status kepemilikan tanah rumah | Saat Pencacahan |
| 7 | Status Kepemilikan Rumah | Status kepemilikan rumah | Saat Pencacahan |
| 8 | Aset Rumah di Tempat Lain | Aset rumah yang dimiliki nama yang terdaftar di SIMPERUM | Saat Pencacahan |
| 9 | Aset Tanah di Tempat Lain | Aset tanah yang dimiliki nama yang terdaftar di SIMPERUM | Saat Pencacahan |
| 10 | Pernah Mendapatkan Bantuan Perumahan | Bantuan perumahan dari berbagai pihak | Saat Pencacahan |
| 11 | Jenis Kawasan Lokasi Rumah | Jenis kawasan lokasi seperti pemukiman dan dekat jalur bahaya | Saat Pencacahan |
| 12 | Kondisi Pondasi | Kondisi baik, rusak (ringan, sedang, berat), atau tidak ada | Saat Pencacahan |
| 13 | Kondisi Sloof | Kondisi baik, rusak (ringan, sedang, berat), atau tidak ada | Saat Pencacahan |
| 14 | Kondisi Kolom/Tiang | Kondisi baik, rusak (ringan, sedang, berat), atau tidak ada | Saat Pencacahan |
| 15 | Kondisi Balok | Kondisi baik, rusak (ringan, sedang, berat), atau tidak ada | Saat Pencacahan |
| 16 | Kondisi Struktur Atap | Kondisi baik, rusak (ringan, sedang, berat), atau tidak ada | Saat Pencacahan |
| 17 | Kondisi Jendela/Lubang Cahaya | Kondisi ada (mencukupi, tidak mencukupi), tidak ada | Saat Pencacahan |
| 18 | Kepemilikan Kamar Mandi | Kondisi ada (mencukupi, tidak mencukupi), tidak ada | Saat Pencacahan |
| 19 | Jarak Sumber Air Minum | Jarak untuk mengakses sumber air minum | Saat Pencacahan |
| 20 | Sumber Air Minum | Sumber air minum berupa air kemasan, sumur, dll. | Saat Pencacahan |
| 21 | Sumber Listrik | Sumber listrik rumah PLN, Non PLN, atau tanpa listrik | Saat Pencacahan |
| 22 | Luas Rumah | Luas lantai (m2) temat tinggal. | Saat Pencacahan |
| 23 | Jumlah Penghuni | Penghuni tetap rumah | Saat Pencacahan |
| 24 | Material Atap Terluas | Material atap seperti genteng, ijuk, atau bambu | Saat Pencacahan |
| 25 | Kondisi Penutup Atap | Kondisi baik, rusak (ringan, sedang, berat), atau tidak ada | Saat Pencacahan |
| 26 | Materal Dinding Terluas | Material dinding seperti tembok, kayu, hingga rumbia | Saat Pencacahan |
| 27 | Kondisi Dinding | Kondisi baik, rusak (ringan, sedang, berat), atau tidak ada | Saat Pencacahan |
| 28 | Material Lantai Terluas | Material lantai seperti keramik, tegel, atau tanah | Saat Pencacahan |
| 29 | Kondisi Lantai | Kondisi baik, rusak (ringan, sedang, berat), atau tidak ada | Saat Pencacahan |
| 30 | Foto Rumah | Foto rumah tampak depan, sampin, dalam rumah, kamar mandi) | Saat Pencacahan |
| 31 | Titik Lokasi | Titik koordinat lokasi rumah | Saat Pencacahan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Lainnya : -
- Lainnya : google form
- Lainnya : validasi data melalui foto rumah yang dilaporkan
- Rumah Tangga
- Kabupaten Atau Kota