Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Survei Pembangunan Olahraga Kabupaten Blitar Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Dinas Kepemudaan dan Olahraga |
| Tanggal Terbit | 23 April 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3505.008 |
Indeks Pembangunan Olahraga (IPO), yang selanjutnya disebut Sport Development Index (SDI) adalah indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan olahraga berdasarkan 9 (sembilan) dimensi dasar yaitu sumber daya manusia (SDM) olahraga, ruang terbuka, literasi fisik, partisipasi, kebugaran, perkembangan personal, kesehatan, ekonomi, dan performa. Sebagai sebuah konsep, IPO bukanlah merupakan hal yang baru. Pada tahun 2003-2007, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengimplementasikan IPO yang meliputi empat dimensi dasar, yakni SDM olahraga, ruang terbuka, partisipasi, dan kebugaran jasmani. Namun seiring dengan perkembangan dan tuntutan perubahan, sejak tahun 2020, IPO dikembangkan menjadi 9 (sembilan) dimensi yang mencakup SDM olahraga, ruang terbuka, literasi fisik, partisipasi, kebugaran, perkembangan personal, kesehatan, ekonomi, dan performa. Perkembangan olahraga di level dunia sudah sedemikian jauh, terutama kontribusinya terhadap pembangunan, baik dari aspek kesehatan, ekonomi, kesejahteraan psikis, dan sosial. Demikian juga, ukuran keberhasilan pun juga telah bergeser dari hal-hal yang bersifat instan seperti kemenangan menuju hal-hal yang bersifat jangka panjang seperti kesehatan fisik, modal sosial, manfaat ekonomi, dan kesejahteraan psikis.
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, pembinaan olahraga dilakukan melalui tiga lingkup yang sering juga disebut dengan tiga pilar, yakni olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi Ketiga pilar tersebut saling terkait satu sama lain. Irisan kuat terjadi antara olahraga pendidikan dan olahraga rekreasi dengan basis literasi fisik. Meskipun bersinggungan dengan kedua pilar yang lain, olahraga prestasi lebih merupakan entitas tersendiri dan sangat dipengaruhi oleh variabel ekonomi. IPO menjadikan tiga pilar tersebut sebagai basis parameter pengukuran pembangunan olahraga. IPO merupakan strategi yang esensial dan efektif untuk mengukur dan mengevaluasi keberhasilan pembangunan keolahragaan nasional dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. IPO sangat bermanfaat sebagai landasan pengambilan kebijakan bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam menyusun program dan kegiatan secara terukur, efisien, dan efektif. Dengan demikian, intervensi kebijakan dapat dilakukan dengan tepat dan terarah sehingga berdampak pada pembangunan nasional, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, dan modal sosial maupun nilai tambah dari aspek ekonomi.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Blitar bermaksud mengadakan kegiatan Penyusunan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO). Dengan demikian proses pembangunan keolahragaan di Kabupaten Blitar dapat dipantau dan dievaluasi melalui Penyusunan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) tersebut. Selain itu, hasil dari dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur untuk melakukan sebuah evaluasi dan pembangunan keolahragaan di masa yang akan datang sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan Penyusunan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) adalah sebagai berikut:
- Mengetahui nilai Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Kabupaten Blitar.
- Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Kabupaten Blitar.
- Menyusun rekomendasi untuk menunjang pembangunan olahraga Kabupaten Blitar.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
02 November 2026
|
09 November 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
10 November 2026
|
16 November 2026
|
| C. | Pengolahan |
17 November 2026
|
30 November 2026
|
| D. | Analisis |
01 Desember 2026
|
15 Desember 2026
|
| E. | Penyajian |
16 Desember 2026
|
22 Desember 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | SDM Olahraga | SDM olahraga merujuk pada pelatih, guru pendidikan jasmani, instruktur, dan relawan olahraga yang merupakan komponen utama dalam sistem pembinaan dan pengembangan olahraga. Indikator SDM Olahraga di suatu wilayah adalah rasio jumlah pelatih, guru pendidikan jasmani, instruktur, dan relawan olahraga dengan jumlah penduduk usia 10 (sepuluh) tahun ke atas di wilayah tersebut | Tahunan |
| 2 | Ruang Terbuka Olahraga | Ruang terbuka olahraga adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas olahraga, baik indoor maupun outdoor. Ruang terbuka merupakan tempat yang menjadi kebutuhan dasar bagi siapa pun untuk melakukan aktivitas olahraga. Ruang terbuka yang memadai menjadi syarat terbentuknya partisipasi dalam aktivitas olahraga. Indikator ruang terbuka di suatu wilayah adalah rasio antara ketersediaan ruang terbuka dengan jumlah penduduk usia 10 (sepuluh) tahun ke atas di wilayah tersebut | Tahunan |
| 3 | Literasi Fisik | Literasi fisik adalah serangkaian pengetahuan, keterampilan, keterlibatan, dan tanggung jawab seseorang dalam melakukan aktivitas fisik untuk hidup yang berkualitas sepanjang hayat. Indikator utama dari literasi fisik adalah pengetahuan, sikap, dan kompetensi fisik dari individu. Individu yang memiliki literasi fisik yang bagus akan melibatkan diri dalam aktivitas fisik secara lebih intens dan berkelanjutan | Tahunan |
| 4 | Partisipasi | Partisipasi adalah keterlibatan individu dalam olahraga/aktivitas fisik dalam satu minggu terakhir. Indikator partisipasi aktif merujuk pada angka partisipasi anggota masyarakat berusia 10 (sepuluh) sampai dengan 60 (enam puluh) tahun yang melakukan aktivitas olahraga paling sedikit 3 (tiga) kali per minggu | Tahunan |
| 5 | Kebugaran | Kebugaran didefinisikan sebagai kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Indikator kebugaran adalah angka kebugaran yang ditunjukkan dengan V02max, yakni berupa derajat kapasitas konsumsi aerobik maksimum. Semakin tinggi V02max, menunjukkan semakin tinggi tingkat kebugaran seseorang | Tahunan |
| 6 | Kesehatan | Kesehatan mencakup sehat secara fisik dan psikis yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif. Seseorang dinyatakan sehat secara fisik jika terbebas dari penyakit dan mampu bekerja secara produktif. Sementara itu, sehat secara psikis mengacu pada kesejahteraan psikis, yakni suatu kondisi di mana individu dapat bertindak secara otonom, dapat menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, dan memiliki tujuan hidup yang jelas | Tahunan |
| 7 | Perkembangan Personal | Perkembangan personal adalah aspek-aspek kepribadian yang dibutuhkan seseorang untuk menjalani kehidupan yang konstruktif, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Ada dua aspek yang diukur dalam perkembangan personal, yakni keuletan/ketangguhan/daya tahan (resilience) dan modal sosial. Keuletan/ketangguhan/daya tahan (resilience) adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan. Sementara itu, modal sosial adalah perasaan bersama sebagai warga bangsa yang memungkinkan mereka percaya satu sama lain | Tahunan |
| 8 | Ekonomi | Ekonomi adalah pengeluaran individu terkait aktivitas olahraga, baik dalam bentuk barang maupun jasa, dalam satu tahun. Belanja barang dapat berupa peralatan dan perlengkapan olahraga. Peralatan olahraga dapat berupa raket, stick atau pemukul, glove, bola dan lainnya. Sedangkan perlengkapan olahraga dapat berupa pakaian olahraga, sepatu dan lainnya. Sementara itu, jasa olahraga bisa berupa pembayaran tiket, konsultan, jasa pelatihan dan sebagainya. Kemampuan membayar terhadap barang atau jasa merupakan indikator penting dari ekonomi seseorang dalam kurun waktu satu tahun terakhir | Tahunan |
| 9 | Performa | Performa adalah capaian olahragawan atau sekelompok olahragawan termasuk penyandang disabilitas sebagai hasil dari pembinaan olahraga prestasi pada suatu wilayah. Performa dalam konteks ini diukur dengan dua hal, yakni perolehan medali dalam suatu kejuaraan dan populasi atlet elit di suatu daerah | Tahunan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Pengamatan
- Pengumpulan Data Sekunder
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Supervisi
- Individu
- Kabupaten Atau Kota