Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Statistik Tanaman Pangan Provinsi Bengkulu Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Statistik Tanaman Pangan Provinsi Bengkulu Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu
Tanggal Terbit 13 April 2026
Identitas Rekomendasi K-26.1700.009
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Statistik Tanaman Pangan Provinsi Bengkulu
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.13 Padang Jati Bengkulu 38228
Telepon:
(0736)21410
Faksmile:
(0736)21017
Email:
dtphp@bengkuluprov.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Rosmala Dewi,SP.,M.Si
Jabatan:
Kepala Bidang Tanaman Pangan
Alamat:
Jl. Jenderal Basuki Rahmat No. 13 Padang Jati - Bengkulu
Telepon:
0736-21410
Faksmile:
-
Email:
bidangproduksitp@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan cukup penting
dalam perekonomian Indonesia. Salah satu subsektor pertanian yang mempunyai peranan yang
sangat strategis adalah tanaman pangan yang meliputi tanaman padi dan palawija. Subsektor
tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan
masyarakat. Karena itu, informasi mengenai produksi tanaman pangan dan informasi pendukung
lainnya yang akurat dan terkini sangat dibutuhkan oleh pemerintah sebagai masukan dalam
formulasi dan penentuan kebijakan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan pangan
masyarakat.

Salah satu informasi penting yang dibutuhkan dalam perhitungan produksi tanaman
pangan adalah informasil luas tanaman padi dan palawija (luas tanam, luas panen, dan luas puso)
yang dikumpulkan secara rutin melalui kegiatan Statistik Pertanian (SP). Selain informasi
mengenai luas tanaman padi dan palawija, dalam kegiatan SP juga dikumpulkan sejumlah
informasi pendukung, seperti luas lahan pertanian.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Tujuan pengumpulan data tanaman pangan adalah sebagai berikut:
a. Memperoleh informasi mengenai luas tanaman komoditas tanaman pangan (padi dan
palawija).
b. Memperoleh informasi penggunaan lahan.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2026
30 April 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
04 Mei 2026
08 Februari 2027
C. Pengolahan
06 Mei 2026
11 Maret 2027
D. Analisis
08 Mei 2026
25 Maret 2027
E. Penyajian
30 Juni 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Luas tanaman akhir bulan yang lalu luas tanaman pada tanggal terakhir dari bulan laporan yang lalu. Besarnya luas ini sama dengan luas tanaman pada awal bulan laporan. Di sini luas tanaman benih tidak dimasukkan bulanan
2 Luas panen luas tanaman yang dipungut hasilnya setelah tanaman tersebut cukup umur dan hasilnya paling sedikit 11% dari keadaan normal. Khusus untuk jagung dan kedelai, luas tanaman yang dipanen adalah yang bertujuan menghasilkan pipilan kering (jagung) dan biji kering (kedelai). bulanan
3 Luas panen muda luas tanaman yang dipungut hasilnya dengan tujuan tidak menghasilkan pipilan kering (jagung) atau biji kering (kedelai) bulanan
4 Luas panen untuk hijauan pakan ternak luas tanaman jagung yang dipungut hasilnya dalam bentuk daun, batang dan buah (seluruh bagian tanaman) dengan tujuan digunakan untuk pakan ternak bulanan
5 Luas tanam luas tanaman yang betul-betul ditanam (sebagai tanaman baru) pada bulan laporan, baik penanaman yang bersifat normal maupun penanaman yang dilakukan untuk mengganti tanaman yang dibabat/dimusnahkan karena terserang OPT atau sebab- sebab lain bulanan
6 Luas puso/rusak luas tanaman yang mengalami puso/kerusakan yang diakibatkan oleh serangan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan), DPI (Dampak Perubahan Iklim) dan/atau oleh sebab lainnya (gempa bumi, dll), sedemikian rupa sehingga hasilnya kurang dari atau sama dengan 11 % dari keadaan normal tanpa melihat kerusakan terjadi sebelum atau sesudah masa generatif. bulanan
7 Luas tanaman akhir bulan laporan luas tanaman pada akhir bulan laporan bulanan
8 Lahan sawah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperoleh status lahan tersebut. Lahan tersebut termasuk lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan, Iuran Pembangunan Daerah, lahan bengkok, lahan serobotan, lahan rawa yang ditanami padi dan lahan bekas tanaman tahunan yang telah dijadikan sawah, baik yang ditanami padi maupun palawija tahunan
9 Lahan sawah irigasi lahan sawah yang sumber air utamanya berasal dari air irigasi. Lahan sawah irigasi terdiri dari irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi sederhana, irigasi desa/non PU, termasuk juga sawah sistem surjan yaitu sawah yang sumber air utamanya berasal dari air irigasi atau air reklamasi rawa pasang surut (bukan lebak) dengan sistem tanam pada guludan tahunan
10 Lahan sawah tadah hujan lahan sawah tadah hujan adalah lahan sawah yang sumber air utamanya berasal dari curah hujan. tahunan
11 Lahan sawah rawa pasang surut lahan sawah rawa pasang surut adalah lahan sawah yang pengairannya tergantung pada air sungai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut, termasuk juga disini polder yaitu lahan sawah yang terdapat di delta sungai. tahunan
12 Lahan sawah rawa lebak lahan sawah rawa lebak adalah lahan sawah yang mempunyai genangan hampir sepanjang tahun, minimal selama tiga bulan dengan ketinggian genangan minimal 50 cm tahunan
13 Lahan pertanian bukan sawah semua lahan pertanian selain lahan sawah. Lahan pertanian bukan sawah terdiri dari tegal/kebun, ladang/huma, perkebunan, lahan yang ditanami pohon/hutan rakyat, padang penggembalaan, padang rumput, lahan yang sementara tidak diusahakan, dan lahan pertanian bukan sawah lainnya (tambak, kolam, empang). tahunan
14 Lahan bukan pertanian rumah, bangunan dan halaman sekitarnya, rawa-rawa (yang tidak ditanami), lahan bukan pertanian lainnya (jalan, sungai, danau, lahan tandus, dll), termasuk lahan pertanian bukan sawah yang tidak ditanami apapun selama lebih dari 2 tahun tahunan
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Bulanan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
  • Mengisi Kuesioner Sendiri
  • Pengamatan
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara Dan Mitra Atau Tenaga Kontrak
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sarjana
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 10 orang
Pengumpul data/enumerator
: 129 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif Dan Analisis Inferensia
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : lahan sawah, lahan bukan sawah
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Provinsi
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak