Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Pengelolaan Air Limbah Domestik Kabupaten Kediri Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman |
| Tanggal Terbit | 22 Mei 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3506.021 |
anitasi yang layak merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Namun, hingga saat ini masih banyak rumah tangga yang belum memiliki sistem pengelolaan air limbah domestik yang memadai. Limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, terutama sumber air tanah, serta menimbulkan berbagai penyakit berbasis lingkungan.
Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S), yaitu sistem pengolahan air limbah yang dilakukan secara individu di tingkat rumah tangga. SPALD-S umumnya berupa penggunaan tangki septik yang memenuhi standar teknis dan ramah lingkungan.
Keterbatasan pengetahuan masyarakat, kondisi ekonomi, serta minimnya sarana prasarana menjadi faktor utama masih rendahnya kepemilikan SPALD-S yang layak. Banyak masyarakat yang masih menggunakan sistem pembuangan limbah sederhana yang tidak memenuhi standar kesehatan, bahkan membuang limbah secara langsung ke lingkungan.
Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pembangunan dan peningkatan SPALD-S guna mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan akses sanitasi layak, menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan, dan mewujudkan permukiman yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya kegiatan SPALD-S, diharapkan masyarakat dapat memiliki sistem sanitasi yang aman, sehingga kualitas kesehatan dan lingkungan hidup dapat meningkat secara signifikan.
Kegiatan SPALD-S bertujuan untuk:
- Meningkatkan akses sanitasi layak
Memberikan fasilitas pengelolaan air limbah rumah tangga yang aman dan sesuai standar kesehatan. - Melindungi kualitas lingkungan
Mengurangi pencemaran tanah dan air akibat pembuangan limbah domestik yang tidak terkelola. - Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
Mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, dan penyakit lainnya. - Mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara benar. - Meningkatkan kualitas permukiman
Mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, nyaman, dan layak huni. - Mendukung program pemerintah di bidang sanitasi
Berkontribusi dalam pencapaian target nasional akses sanitasi aman dan berkelanjutan. - Memberdayakan masyarakat
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, pemeliharaan, dan pengelolaan sarana sanitasi.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Maret 2026
|
31 Maret 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
25 Mei 2026
|
30 Mei 2026
|
| C. | Pengolahan |
26 Mei 2026
|
31 Mei 2026
|
| D. | Analisis |
01 Juni 2026
|
30 Juni 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Juli 2026
|
31 Juli 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) | kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak, khususnya kebutuhan akan hunian yang layak dan terjangkau. | satu bulan |
| 2 | Warga tidak punya jamban layak | kondisi di mana suatu rumah tangga tidak mempunyai fasilitas buang air besar (BAB) yang memenuhi standar kesehatan dan sanitasi yang aman. | satu bulan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Pengamatan
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Kunjungan Kembali
- Individu
- Kabupaten Atau Kota