Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Pangan Dan Pertanian Kota Salatiga Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Pangan dan Pertanian |
| Tanggal Terbit | 18 Mei 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3373.013 |
Sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Salatiga. Meskipun dikenal sebagai kota dengan karakteristik urban yang kuat, Salatiga tetap memiliki potensi pertanian yang signifikan, terutama di sektor hortikultura, peternakan rakyat, perikanan air tawar, dan perkebunan skala kecil.
Untuk dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan, pemerintah daerah membutuhkan data dan informasi yang akurat, mutakhir, dan komprehensif mengenai kondisi serta perkembangan sektor pertanian di wilayahnya. Oleh karena itu, penyusunan Buku Statistik Sektor Pertanian Kota Salatiga menjadi langkah strategis dalam mendukung perencanaan, evaluasi program, serta pengambilan keputusan yang berbasis data (evidence-based policy).
Kompilasi data ini disusun dengan tujuan:
Menyajikan data statistik yang meliputi subsektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, serta sarana dan prasarana pendukung pertanian. Data yang ditampilkan merupakan hasil kompilasi dari hasil survei lapangan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga.
Menyediakan data statistik yang digunakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi kinerja Pemerintah Kota Salatiga yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Menyediakan data statistik yang digunakan dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi di internal Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja (Renja), Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) dll.
Dengan adanya data ini, diharapkan dapat menjadi referensi yang berguna bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum, dalam memahami potensi, tantangan, serta arah pembangunan sektor pertanian di Kota Salatiga secara lebih menyeluruh dan terukur melalui berbagai indikator/ variabel diantaranya:
Pola Pangan Harapan (PPH)
Produktivitas Tanaman Utama Padi Jagung
Produksi Peternakan
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
31 Desember 2025
|
30 April 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
12 Mei 2026
|
08 Januari 2027
|
| C. | Pengolahan |
01 Juli 2026
|
16 Januari 2027
|
| D. | Analisis |
17 Juli 2026
|
25 Maret 2027
|
| E. | Penyajian |
31 Juli 2026
|
31 Maret 2027
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Skor Pola Pangan Harapan (PPH) | Angka yang menggambarkan jumlah dan komposisi atau ketersediaan pangan. Nilai ini diperoleh dari perkalian persentase angka kecukupan energi setiap golongan bahan pangan dengan bobotnya. Jika skor konsumsi pangan mencapai 100,maka wilayah tersebut dikatakan tahan pangan. | Januari - Desember 2026 |
| 2 | Jumlah Ternak | Banyaknya hewan yang dipelihara atau diusahakan, yang produknya diperuntukkan sebagai penghasil pangan, bahan baku industri, jasa, dan/ atau hasil ikutannya, termasuk ternak hobi | Januari - Desember 2026 |
| 3 | Jumlah Ternak yang dipotong | Banyaknya ternak yang dijagal/dipotong dengan tujuan untuk mendapatkan daging, kulit, dan produk lainnya yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Ternak | Januari - Desember 2026 |
| 4 | Jumlah produksi daging | Banyaknya daging hasil pemotongan ternak termasuk bagian yang dapat dimakan (edible portion), misalnya jeroan dan daging variasi [K00338] Daging (Meatyield) | Januari - Desember 2026 |
| 5 | Jumlah Produksi Telur Unggas | Banyaknya telur yang dihasilkan oleh unggas, termasuk yang ditetaskan, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain | Januari - Desember 2026 |
| 6 | Jumlah Produksi Susu | Banyaknya susu yang diproduksi oleh ternak, termasuk yang diberikan kepada anak ternak, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain | Januari - Desember 2026 |
| 7 | Luas Panen | Luas area tanaman yang telah diambil hasilnya setelah tanaman tersebut cukup umur. | Januari - Desember 2026 |
| 8 | Jumlah Produksi Palawija | Kuantitas hasil budi daya tanaman palawija yang diukur berdasarkan luas panen dan produktivitas per hektare | Januari - Desember 2026 |
| 9 | Jumlah Petani | Banyaknya perseorangan dan/atau keluarganya yang melakukan usaha pertanian tanaman pangan, tanaman hortikultura, atau tanaman perkebunan, dan/atau usaha peternakan | Januari - Desember 2026 |
| 10 | Jumlah Realisasi Pupuk Bersubsidi | Banyaknya penyaluran pupuk dengan bantuan dari pemerintah untuk kebutuhan petani yang dilaksanakan atas dasar program pemerintah di sektor pertanian. | Januari - Desember 2026 |
| 11 | Jumlah Cadangan Pangan Pemerintah | Banyaknya persediaan bahan pangan pokok yang dikuasai dan dikelola oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. | Januari - Desember 2026 |
| 12 | Jumlah produksi bibit ikan | Banyaknya bibit hasil kegiatan pembiakan ikan dalam media baik air tawar, air laut, maupun air payau sampai umur, bentuk, dan ukuran tertentu, yang peruntukannya sebagai input untuk kegiatan budi daya pembesaran ikan | Januari - Desember 2026 |
| 13 | Luas Lahan Pertanian | Besarnya luasan Lahan yang digunakan untuk mengusahakan tanaman pangan dan memelihara ternak. | Januari - Desember 2026 |
| 14 | Luas Lahan Sawah | Besarnya luasan Lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi tanpa memandang dimana diperoleh/status lahan tersebut. Lahan tersebut termasuk lahan yang terdaftar di Pajak Bumi & Bangunan (PBB), iuran pembangunan daerah, lahan bengkok, lahan serobotan, lahan rawa yang ditanami padi dan lahan bekas tanaman tahunan yang telah dijadikan sawah, baik yang ditanami padi maupun palawija. | Januari - Desember 2026 |
| 15 | Luas Baku Wadah Budi Daya Ikan Air Tawar | Luas permukaan tempat atau bangunan atau bejana yang berupa lahan, perairan, kurungan, jaring, dan/atau rakit yang digunakan untuk membudidayakan ikan Air Tawar | Januari - Desember 2026 |
| 16 | Jumlah Produksi Pembudidayaan Ikan Air Tawar | Banyaknya ikan konsumsi, ikan hias, dan rumput laut yang telah dipanen dari tempat pemeliharaan yang diusahakan oleh pelaku usaha budi daya ikan air tawar | Januari - Desember 2026 |
| 17 | Jumlah Pengelola Usaha Perikanan Ikan Air Tawar | Banyaknya orang yang memiliki tanggung jawab teknis, yuridis, dan ekonomis pada unit usaha perikanan (air tawar), baik secara langsung atau pun dengan pendelegasian pengelolaan kerja sehari-hari kepada seorang manajer. | Januari - Desember 2026 |
| 18 | Luas Baku Wadah pembenihan Ikan Air Tawar | Luas permukaan tempat atau bangunan atau bejana yang berupa lahan, perairan, kurungan, jaring, dan/atau rakit yang digunakan untuk pembenihan ikan Air Tawar | Januari - Desember 2026 |
| 19 | Jumlah Produksi Tanaman | Banyaknya hasil dari setiap tanaman menurut bentuk produksi (hasil) yang diambil berdasarkan luas yang dipanen pada bulan/triwulan/semester laporan. | Januari - Desember 2026 |
| 20 | Jumlah Kelompok Pembudidayaan Ikan (Pokdakan) | Banyaknya kumpulan petani budidaya ikan yang dibentuk oleh para petani atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya, kesamaan komoditas, dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. | Januari - Desember 2026 |
| 21 | Jumlah Kelompok Pengolah Ikan (Poklahsar) Kota Salatiga | Banyaknya kumpulan petani pengolah ikan yang dibentuk oleh para petani atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan sumberdaya, kesamaan komoditas, dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. | Januari - Desember 2026 |
| 22 | Jumlah Kelompok Pengguna Layanan Penghasil Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) | Banyaknya pangan yang belum mengalami pengolahan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pengolahan Pangan. | Januari - Desember 2026 |
| 23 | Jumlah Pengembangan Industri Pangan Lokal (IPL) | Banyaknya pengembangan usaha pengolahan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal dengan skala usaha yang lebih besar dengan fokus untuk menghasilkan bahan baku industri pengolahan pangan berbasis tepung. | Januari - Desember 2026 |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengamatan
- Pengumpulan Data Sekunder
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Supervisi
- Lainnya : Validasi data
- Usaha Dan Perusahaan
- Lainnya : Wilayah Kecamatan
- Kabupaten Atau Kota
- Kecamatan