Beranda / Rekomendasi Terbit / Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat Kabupaten Pasuruan Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat Kabupaten Pasuruan Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Tanggal Terbit 26 Februari 2026
Judul Kegiatan :
Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat Kabupaten Pasuruan
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl Raya Km 9 Bangil, Pasuruan
Telepon:
0343-748383
Faksmile:
0343-748383
Email:
dinasperpuskabpas@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
R. DIDIK SUBIHANDOKO, S.Kom., M.AP
Jabatan:
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Alamat:
Jl Raya Raci Km 9 Bangil, Pasuruan
Telepon:
0343-748383
Faksmile:
0343-748383
Email:
dinasperpuskabpas@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) merupakan indikator penting untuk menggambarkan kondisi dan perkembangan budaya baca masyarakat di Kabupaten Pasuruan. Pengukuran TKM diperlukan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program literasi yang tepat sasaran, berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Memperoleh gambaran objektif tingkat kegemaran membaca masyarakat Kabupaten Pasuruan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program literasi daerah.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
03 Agustus 2026
07 Agustus 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
10 Agustus 2026
30 September 2026
C. Pengolahan
01 Oktober 2026
20 November 2026
D. Analisis
23 November 2026
18 Desember 2026
E. Penyajian
28 Desember 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
Minat Membaca Intrinsik Keinginan untuk membaca karena kesenangan atau rasa ingin tahu,tanpa imbalan eksternal. Saat Responden di wawancarai
Tujuan Membaca(Goal Orientation) Sasaran atau tujuan yang ingin dicapai anak melalui membaca (mis. mencari informasi, hiburan, atau tugas sekolah). Saat Responden di wawancarai
Keyakinan Diri (ReadingSelf- Efficacy) Sejauh mana peserta yakin dapat memahami dan menyelesaikan teks bacaan dengan baik Saat Responden di wawancarai
Motivasi Ekstrinsik Faktor pendorong dari luar diri, misalnya pujianguru/orangtua,nilai,penghargaan untuk melakukan kegiatan membaca. Saat Responden di wawancarai
Ketersediaan BahanBacaan Jumlah dan jenis bahan bacaan yang mudah diakses (di rumah, perpustakaan, digital). Saat Responden di wawancarai
Durasi Membaca Rata-rata waktu yang dihabiskan untuk membaca setiap kali sesi. Saat Responden di wawancarai
Lingkungan Mendukung Adanya dukungan fisik (ruang tenang, penerangan baik) dan sosial(didampingi orang tua/guru) saat membaca Saat Responden di wawancarai
Modeling Orang Tua Seberapa sering orang tua atau pengasuh terlihat membaca dan mendorong anak meniru. Saat Responden di wawancarai
Pengarahan Tokoh Publik Frekuensi Tokoh Publik (influencer, politisi, dutabaca,tokomasyarakat,dll)memberikan arahan, rekomendasi buku, atau melakukan kegiatan membaca bersama di kelas. Saat Responden di wawancarai
Pengaruh Teman Sebaya Dukungan atau dorongan teman sebaya untuk membaca misalnya diskusi kelompok bacaan, rekomendasi buku. Saat Responden di wawancarai
Sosialisasi Literasi Kegiatan bersama (klub buku, story time) di manaanakbelajarbudayamembacamelalui interaksi sosial. Saat Responden di wawancarai
Nilai Sosial Terhadap Membaca Persepsi anak tentang pentingnya membaca dalam konteks keluarga dan masyarakat Saat Responden di wawancarai
Norma Budaya Membaca Kebiasaan dan tradisi lokal misalnya gotong royong membaca, perayaan literasi yang membentuk sikap terhadap membaca Saat Responden di wawancarai
Partisipasi Komunitas Keterlibatan anak dalam acara atau program literasi komunitas (kampanye membaca, lomba membaca). Saat Responden di wawancarai
Akses ke Media Budaya Ketersediaan sumber bacaan alternatif (media audio,videoliterasi) yang mencerminkan nilai budaya setempat dan mendorong keragaman pengalaman membaca Saat Responden di wawancarai
Fokus Perhatian Tingkat konsentrasi pembaca terhadap teks selama proses membaca misalnya kemampuan mempertahankan perhatian tanpa terganggu Saat Responden di wawancarai
Strategi Pemahaman Penggunaan teknik kognitif:merangkumisi, memprediksi kelanjutan teks, mengajukan pertanyaan, menyimpulkan makna Saat Responden di wawancarai
Interaksi dengan Teks Aktivitas anotasi:memberi tanda,mencatat di margin, atau menyorot kata/frasa penting untuk mendukung pemahaman Saat Responden di wawancarai
Pemantauan Pemahaman Kemampuan pembaca mengecek dan memperbaiki pemahaman diri sendiri, misal berhenti untuk mereview bagian yang kurang jelas. Saat Responden di wawancarai
Diskusi Teks Partisipasi aktif dalam dialog mengenai isi, ide,dan implikasi teks dengan teman atau kelompok belajar. Saat Responden di wawancarai
Kolaborasi Membaca Kegiatan membaca bersama(pairedreading, klub buku kecil) di mana pembaca saling mendukung dan berbagi pemahaman Saat Responden di wawancarai
Negosiasi Makna Proses tawar-menawar interpretasi teks antar pembaca,misalmenyepakatiartiistilah,tema, atau pesan penulis Saat Responden di wawancarai
Praktik Sosial Kontekstual Keterlibatan dalam praktik budaya literasi (storycircle,dramabaca,presentasikutipan) dalam komunitas atau lingkungan sosial pembaca Saat Responden di wawancarai
Perkembangan Kognitif Meningkatnya kemampuan memahami teks, berpikir kritis, dan keterampilan berbahasa setelah kegiatan membaca Saat Responden di wawancarai
Perkembangan Sosial Peningkatan keterampilan interaksi, komunikasi,dan kolaborasi melalui diskusi atau kegiatan membaca bersama. Saat Responden di wawancarai
Perkembangan Emosional Perubahan regulasi emosi, empati, dan motivasi emosional sebagai respons terhadap konten bacaan. Saat Responden di wawancarai
Ekspektansi Keberhasilan Keyakinan diri/prediksi keberhasilan dalam memahami dan menyelesaikan teks bacaan Saat Responden di wawancarai
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Cross Sectional
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Mengisi Kuesioner Sendiri
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
  • Computer-assisted Telephones Interviewing (CATI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Single Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Accidental Sampling
5.7. Unit Sampel:
individu di sekolah, di wilayah kabupaten yang memiliki pendidikan, usia, jenis kelamin yang ditentukan
5.8. Unit Observasi:
Anak sekolah, guru, pegawai, masyarakat umum
5.9. Jumlah Responden:
400
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Ya
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sarjana
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 1 orang
Pengumpul data/enumerator
: 2 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Task Force
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Tidak
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Tidak
Penyahihan (Validasi)
: Tidak
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif Dan Analisis Inferensia
7.3. Unit Analisis:
  • Individu
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Nasional
  • Provinsi
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak