Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | ANALISIS KESEJAHTERAAN PETANI MELALUI PERHITUNGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) KABUPATEN LAMONGAN Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Lamongan |
| Tanggal Terbit | 25 April 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3524.026 |
Sektor pertanian sebagai salah satu sektor pendukung perekonomian Indonesia merupakan sektor yang relatif lebih tahan dan lebih fleksibel terhadap krisis ekonomi dibandingkan sektor lainnya. Mengingat bahwa mayoritas penduduk Kabupaten Lamongan tinggal di daerah perdesaan dan sebagian besar masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, maka sangat diharapkan sektor pertanian ini menjadi motor penggerak pertumbuhan yang mampu meningkatkan pendapatan para petani dan mampu mengentaskan kemiskinan. Sektor pertanian sebagai salah satu sektor pendukung utama perekonomian Kabupaten Lamongan yang memiliki kontribusi besar terhadap PDRB Kabupaten Lamonganpada tahun 2025yakni mencapai 31,53%. Pada situasi krisis pangan saat ini sektor pertanian berperan sangat penting dalam pembangunan nasional antara lain melalui penyediaan kebutuhan pangan pokok, perolehan devisa melalui ekspor, dan penampung tenaga kerja khususnya di daerah pedesaan. Untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk secara menyeluruh berarti harus meningkatkan kesejahteraan penduduk perdesaan dengan memperhatikan pembangunan di sektor pertanian. Selain data pertumbuhan ekonomi, untuk mengetahui keberhasilan pembangunan dibutuhkan pula data pengukur tingkat kesejahteraan penduduk khususnya petani. Salah satu indikator yang menunjukkankesejahteraan petani dan kondisi perekonomian perdesaan adalah Nilai Tukar Petani (NTP).
NTP merupakan rasio atau perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). Secara konseptual NTP adalah pengukur kemampuan tukar barang-barang (produk) pertanian yang dihasilkan petani terhadap barang/jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan kebutuhan dalam memproduksi hasil pertanian. Indeks harga yang diterima petani sebagai indeks harga produsen, merupakan indeks harga dari berbagai komoditas hasil produksi pertanian (farm gate price), sedangkan indeks harga yang dibayar petani sebagai indeks harga konsumen (retail price), merupakan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani serta indeks harga biaya produksi yang dikeluarkan petani dalam memproduksi hasil pertanian. Apabila NTP lebih besar dari angka 100, berarti petani mengalami surplus, artinya pendapatan petani lebih besar dari pengeluarannya. Bila NTP sama dengan 100, berarti petani mengalami kondisi impas (break even point), artinya kenaikan atau penurunan harga produksinya sama dengan persentase kenaikan atau penurunan harga barang yang dikonsumsi petani. Indeks NTP mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam proses produksi dan konsumsi rumah tangga petani. Selain itu, dari angka NTP dapat pula diketahui tingkat daya saing suatu produk pertanian yang dihasilkan petani dibandingkan dengan produk lain, sehingga arah pengembangan kebijakan pada spesialisasi produk unggulan wilayah yang berkualitas dapat dilakukan. Perhitungan NTP mencakup seluruh jenis komoditi pertanian. Di Kabupaten Lamongan, untuk komoditi subsektor tanaman pangan mencakup padi dan palawija; subsektor hortikultura mencakup tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan dan tanaman obat-obatan; subsektor tanaman perkebunan rakyat (TPR) mencakup tanaman tebudan tembakau; untuk subsektor peternakan mencakup ternak besar (sapi), ternak kecil (kambing), unggas (ayam dan itik);serta subsektor perikanan baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Nilai tukar petani (NTP) ini juga merupakan bagian dari penentu indikator aspek daya saing daerah yang fokus pada kemampuan ekonomi daerah yang telah tertuang pada Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
Tujuan dari penyusunan analisis kesejahteraan petani melalui perhitungan nilai tukar petani (NTP) pada Kabupaten Lamongan adalah:
Untuk memperoleh data harga produsen maupun harga konsumen
Untuk memperoleh data inflasi
Untuk mengetahui data NTP per sub sektor maupun NTP semua sub sektor (gabungan).
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 April 2026
|
24 April 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
27 April 2026
|
16 Desember 2026
|
| C. | Pengolahan |
27 April 2026
|
20 Desember 2026
|
| D. | Analisis |
21 Desember 2026
|
22 Desember 2026
|
| E. | Penyajian |
23 Desember 2026
|
24 Desember 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Indeks Harga yang Diterima | Indeks yang dapat menunjukkan perkembangan harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani yang disusun berdasarkan nilai hasil produksi pertanian. Indeks ini juga digunakan sebagai data penunjang dalam penghitungan pendapatan sektor pertanian. | 2026 |
| 2 | Indeks Harga yang Dibayar | Indeks yang disusun berdasarkan nilai pengeluaran petani untuk menghasilkan produksi pertanian termasuk didalamnya konsumsi rumah tangga. Indeks yang menggambarkan fluktuasi harga-harga barang yang dikonsumsi petani serta fluktuasi harga barang yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian. | 2026 |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Pengamatan
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Kunjungan Kembali
- Supervisi
- Individu
- Kabupaten Atau Kota