Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Angka Kematian Ibu (AKI) Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2027 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat |
| Tanggal Terbit | 15 Juli 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3200.074 |
Kompilasi data angka kematian ibu (AKI) dilaksanakan untuk memantau indikator derajat kesehatan, mengevaluasi efektivitas program kesehatan reproduksi (KB, ANC), serta merencanakan perbaikan intervensi medis/kebijakan untuk menurunkan angka kematian yang masih tinggi. Data ini penting untuk mendeteksi dini komplikasi dan memenuhui target nasional/global.
Berikut adalah poin-poin utama latar belakang dilaksanakannya kompilasi data angka kematian ibu:
- Indikator Kesejahteraan Bangsa: AKI mencerminkan derajat kesehatan masyarakat, kualitas pelayanan kesehatan, dan hasil pembangunan suatu negara.
- Tingginya Angka Kematian: Kasus kematian ibu di Jawa Barat masih tinggi yang perlu dipantau secara ketat.
- Bahan Evaluasi Kebijakan: Data kompilasi digunakan untuk mengevaluasi kinerja program kesehatan keluarga, baik di tingkat puskesmas, kabupaten/kota maupun provinsi.
- Identifikasi Penyebab Kematian: Membantu mengidentifikasi penyebab utama (seperti perdarahan, hipertensi/preeklampsia, dan infeksi) untuk intervensi yang tepat.
- Target Capaian Global/Nasional: Upaya mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu menurunkan AKI menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.
- Meningkatkan Kualitas Pelayanan: Mendukung perbaikan sistem rujukan, serta mendorong persalinan dibantu tenaga kesehatan terlatih
Tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan data yang akurat dan lengkap serta dapat memberikan gambaran yang jelas tentang situasi kesehatan ibu di suatu wilayah, sehingga memungkinkan kita untuk:
Mengidentifikasi masalah: Data kematian dapat mengidentifikasi faktor risiko dan penyebab kematian yang paling umum, sehingga kita dapat menargetkan intervensi yang tepat.
Memantau perkembangan: Data yang terkumpul secara berkala memungkinkan kita untuk memantau perkembangan penurunan angka kematian ibu serta efektivitas program yang telah dilaksanakan.
Mengevaluasi program: Data dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan program-program kesehatan ibu yang telah berjalan dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
Merencanakan program: Data yang akurat dan lengkap akan membantu dalam perencanaan program kesehatan ibu yang lebih efektif dan efisien.
Membuat kebijakan: Data kematian ibu dapat menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan kesehatan yang berpihak pada ibu.
Meningkatkan akuntabilitas: Data yang transparan dan dapat diakses oleh publik akan meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan penyedia layanan kesehatan.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Juli 2026
|
31 Desember 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Januari 2027
|
31 Desember 2027
|
| C. | Pengolahan |
01 Januari 2028
|
31 Maret 2028
|
| D. | Analisis |
01 Januari 2028
|
31 Maret 2028
|
| E. | Penyajian |
01 April 2028
|
30 April 2028
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Kelahiran Hidup | Peristiwa keluarnya janin dari rahim ibu secara lengkap—tanpa memandang usia kehamilan—yang menunjukkan tanda kehidupan (bernafas, detak jantung, tali pusat berdenyut, atau gerak otot) | Tahunan |
| 2 | Kematian Ibu | Kematian perempuan yang terjadi pada kehamilan sampai 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat penyebab yang terkait dengan, atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cedera atau kejadian insidental. | Tahunan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Lainnya : Computer Assisted Web Interviewing
- Supervisi
- Lainnya : Kabupaten/Kota, Provinsi
- Provinsi
- Kabupaten Atau Kota