Beranda / Rekomendasi Terbit / Survey Koefisien Variasi Harga Antar Waktu Kota Depok Tahun 2027

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survey Koefisien Variasi Harga Antar Waktu Kota Depok Tahun 2027
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Perdagangan dan Perindustrian
Tanggal Terbit 07 Juli 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3276.002
Judul Kegiatan :
Survey koefisien variasi harga antar waktu Kota Depok
Tahun:
2027
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Perdagangan dan Perindustrian
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
-
Telepon:
00000000
Faksmile:
000000
Email:
ipdsbpsdepok@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
DEWI RETNO UTAMI
Jabatan:
SEKRETARIS DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN
Alamat:
JL MARGONDA RAYA NO 54
Telepon:
02129402273
Faksmile:
-
Email:
disperdagin.depok@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Pemerintah Pusat menetapkan jenis Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting berdasarkan alokasi pengeluaran rumah tangga secara nasional untuk barang tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Penetapan jenis Barang Kebutuhan Pokok selain dilakukan berdasarkan alokasi pengeluaran rumah tangga juga memperhatikan ketentuan bahwa barang tersebut memiliki pengaruh terhadap tingkat inflasi dan/atau memiliki kandungan gizi tinggi untuk kebutuhan hidup sehari hari manusia.

Adapun Jenis barang kebutuhan pokok terdiri dari :
1.    Barang kebutuhan pokok hasil pertanian : beras, kedelai bahan baku tahu dan tempe, cabe, bawang merah.
2.    Barang kebutuhan pokok hasil industri : gula, minyak goreng dan tepung terigu.
3.    Barang kebutuhan pokok hasil peternakan dan perikanan : daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar, yaitu bandeng, kembung dan tongkol/tuna/cakalang.
 

Pemerintah bertugas menjamin ketersediaan kebutuhan pokok tersebut dan mengelola resiko dalam penyediaannya. Peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok karena pertumbuhan populasi, peningkatan konversi produk pangan menjadi bahan baku energi, dan perubahan stok karena faktor cuaca merupakan hal hal yang dapat menggangu terjaminnya ketersediaan barang pokok dan barang penting. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertugas antara lain mengelola stok dan logistik. 
Oleh karena itu pemantauan harga dan ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting pada Pasar Rakyat yang terintegrasi Sistem informasi Perdagangan di Kota Depok yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian menjadi penting dalam menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok juga barang penting  dalam upaya Pengendalian Inflasi di Kota Depok. 
Selanjutnya tersedianya data pelaporan harga dan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting saat pemantauan harga ke pedagang pasar yang dilakukan petugas pada waktu yang ditentukan sangat membantu dalam mengetahui kenaikan harga Bapokting melalui Sistem informasi perdagangan yang dimiliki oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok. 
Melalui Sub Kegiatan Pemantauan Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting pada Pasar Rakyat yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Perdagangan adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memantau harga dan stok/ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok Dan Barang Penting (Bapokting) pada pasar rakyat di Kota Depok serta  menginput data harga komoditas Barang Kebutuhan Pokok yang diperoleh ke dalam Sistem informasi Perdagangan. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting melalui Pemantauan  Harga dan Stok Bapokting yang diperoleh dari pedagang di 5 UPT pasar rakyat  di Kota Depok. Selanjutnya data harga dan stok  dilaporkan diinput oleh petugas dalam Sistem Informasi Perdagangan .
Selanjutnya data tersebut dapat dilihat di Depok Single Window (DSW) dan telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Pengendalian Inflasi Jawa barat (SILINDA JABAR) untuk Pasar Pantauan yang ada di Kota Depok

3.2. Tujuan Kegiatan:

Maksud dilaksanakannya pekerjaan Pemantauan Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting pada Pasar Rakyat yang Terintegrasi dalam Sistem Informasi Perdagangan adalah melakukan pemantauan harga dan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting yang beredar di wilayah Kota Depok untuk diintegrasikan ke dalam sistem informasi perdagangan.
Tujuan pelaksanaan pekerjaan ini yaitu menjamin tersedianya informasi kestabilan harga dan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting di wilayah Kota Depok.

Sasaran dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah terjaminnya informasi kestabilan harga dan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting di wilayah Kota Depok.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
22 April 2026
31 Juli 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
01 Januari 2027
31 Desember 2027
C. Pengolahan
01 Desember 2027
31 Desember 2027
D. Analisis
01 Januari 2028
15 Januari 2028
E. Penyajian
16 Januari 2028
31 Januari 2028
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 harga beras nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas beras 1 tahun
2 harga gula pasir nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas gula pasir 1 tahun
3 harga minyak goreng nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas minyak goreng 1 tahun
4 harga daging sapi nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas daging sapi 1 tahun
5 harga daging ayam nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas daging ayam 1 tahun
6 harga telur nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas telur 1 tahun
7 harga tepung terigu nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas tepung terigu 1 tahun
8 harga cabe merah nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas cabe merah 1 tahun
9 harga bawang merah nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas bawang merah 1 tahun
10 harga ikan kembung banjar nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas ikan kembung banjar 1 tahun
11 harga kedelai nilai atau jumlah uang yang harus dibayar pada komoditas kedelai 1 tahun
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Harian
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Panel
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Single Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Purposive Sampling
5.7. Unit Sampel:
Pedagang Eceran
5.8. Unit Observasi:
Pedagang Eceran
5.9. Jumlah Responden:
165
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sma Atau Smk
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 1 orang
Pengumpul data/enumerator
: 5 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Kunjungan Kembali
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Usaha Dan Perusahaan
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Ya