Beranda / Rekomendasi Terbit / Survei Kualitas Air Sumatera Barat Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survei Kualitas Air Sumatera Barat Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat
Tanggal Terbit 12 Maret 2026
Identitas Rekomendasi V-26.1300.004
Judul Kegiatan :
Survei Kualitas Air Sumatera Barat
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Khatib Sulaiman No. 22 Padang
Telepon:
0751-7055231
Faksmile:
0751-445232
Email:
dlh@sumbarprov.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Desrizal
Jabatan:
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan LH
Alamat:
Jl. Khatib Sulaiman No. 22 Padang
Telepon:
0751 7055231
Faksmile:
0751 445232
Email:
dlh@sumbarprov.go.id
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Provinsi Sumatera Barat memiliki lebih dari 606 buah sungai besar dan kecil, yang melintasi daerah kabupaten/kota dan provinsi. Dari hasil pemantauan yang telah dilakukan selama ini, kondisi sungai di Provinsi Sumatera Barat sungguh sangat memprihatinkan. Sungai dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup manusia, sungai juga dijadikan tempat pembuangan limbah dari berbagai kegiatan seperti kegiatan industri, buangan air sawah, perkebunan, permukiman dan lain-lain. Besarnya beban pencemar yang diterima sungai akibat pembuangan limbah akhirnya dapat melewati daya tampung yang dimiliki sungai sehingga mengakibatkan terjadinya pencemaran sungai. Agar kualitas air sungai tersebut dapat menjamin kelangsungan kehidupan manusia, maka perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian kualitas air sungai secara intensif dan berkesinambungan.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Melakukan pengambilan sampel kualitas air sungai  untuk selanjutnya dianalisis di laboratorium untuk mendapatkan data kualitas airnya sebagai acuan dalam menyusun kebijakan umum pengelolaan sungai tingkat provinsi untuk mendukung penataan ruang yang lebih baik

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2026
28 Maret 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
30 Maret 2026
31 Oktober 2026
C. Pengolahan
01 April 2026
30 November 2026
D. Analisis
01 Desember 2026
30 Desember 2026
E. Penyajian
31 Desember 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
Derajat keasaman derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau ke basaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Skala pH menunjukkan konsentrasi ion hidrogen [H+] dalam larutan. Skala dari pH terdiri dari angka 1 hingga 14. Larutan dengan pH kurang dari 7 dianggap bersifat asam, sedangkan larutan dengan pH lebih dari 7 dianggap bersifat basa atau alkali. Air murni memiliki pH 7 dan dianggap netral 1 tahun
kebutuhan oksigen biokimiawi biologis (khususnya aktivitas mikroorganisme yang berlangsung di dalam air. Nilai BOD merupakan suatu pendekatan umum yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan zat organik terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi di dalam air. Di dalam pemantauan kualitas air, BOD merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran air 1 tahun
kebutuhan oksigen kimiawi jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang ada dalam 1 L sampel air melalui reaksi kimia. Dalam hal ini bahan buangan organik akan dioksidasi oleh Kalium Bikarbonat menjadi gas CO2 dan H2O serta sejumlah Ion Krom 1 tahun
padatan tersuspensi total residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2µm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. Yang termasuk TSS adalah lumpur, tanah liat, logam oksida, sulfida, ganggang, bakteri dan jamur 1 tahun
oksigen terlarut oksigen yang terlarut dalam air dan dapat diukur dengan satuan miligram per liter (mg/L). DO sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di dalam air seperti ikan dan tumbuhan air. Kadar DO yang rendah dapat menyebabkan kematian pada makhluk hidup tersebut. 1 tahun
nitrat senyawa yang terdiri dari unsur-unsur oksigen dan nitrogen, dan merupakan sumber nitrogen yang penting untuk kehidupan tumbuhan dan hewan. Nitrat juga dapat ditemukan dalam air minum dan dapat membahayakan kesehatan manusia jika terlalu banyak 1 tahun
total fosfat jumlah fosfat yang terdapat dalam air dan dapat diukur dengan satuan miligram per liter (mg/L). Fosfat sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di dalam air seperti ikan dan tumbuhan air. Kadar fosfat yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan dan merusak ekosistem air 1 tahun
total nitrogen jumlah nitrogen yang terdapat dalam air dan dapat diukur dengan satuan miligram per liter (mg/L). Nitrogen sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di dalam air seperti ikan dan tumbuhan air. Kadar nitrogen yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan dan merusak ekosistem air 1 tahun
fecal coliform bakteri yang terdapat dalam feses (tinja) dan merupakan indikator pencemaran oleh bahan organik yang berasal dari manusia atau hewan. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Kadar fecal coliform yang tinggi dalam air menunjukkan adanya kontaminasi oleh bahan organik yang berasal dari feses manusia atau hewan 1 tahun
minyak dan lemak kandungan minyak dan lemak dalam air 1 tahun
amonia total jumlah amonia yang terdapat dalam air dan dapat diukur dengan satuan miligram per liter (mg/L). Amonia sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di dalam air seperti ikan dan tumbuhan air. Kadar amonia yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada makhluk hidup tersebut 1 tahun
ortofosfat kandungan ortofosfat dalam air. Kadar ortofosfat yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan dan merusak ekosistem air 1 tahun
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Panel
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengamatan
  • Lainnya : pengambilan dan pemeriksaan sampel di laboratorium
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Lainnya : pemeriksaan laboratorium
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Multi Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Purposive Sampling
5.7. Unit Sampel:
sungai lintas kabupaten/kota
5.8. Unit Observasi:
air sungai
5.9. Jumlah Responden:
100
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
  • Lainnya : rapat verifikasi data
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : sungai
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Provinsi
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Ya