Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Produk Administrasi Capaian Indikator Mutu Pelayanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | RSUD NGUDI WALUYO WLINGI |
| Tanggal Terbit | 07 April 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3505.027 |
Latar Belakang
Pelayanan rumah sakit merupakan salah satu aspek penting dalam sistem kesehatan yang bertujuan untuk memberikan layanan medis yang optimal kepada masyarakat. Untuk memastikan mutu dan keselamatan pasien, rumah sakit harus memiliki indikator-indikator pelayanan yang dapat diukur dan dievaluasi secara berkala. Indikator-indikator ini mencakup berbagai aspek, seperti Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (ALOS), Turnover Interval (TOI), Gross Death Rate (GDR), Net Death Rate (NDR), dan Bed Turnover (BTO).
Indikator-indikator tersebut berperan dalam menilai efisiensi dan efektivitas layanan rumah sakit. BOR menunjukkan tingkat keterisian tempat tidur, ALOS mengukur rata-rata lama perawatan pasien, TOI menggambarkan waktu tunggu antara penggunaan tempat tidur oleh pasien yang berbeda, GDR dan NDR mengindikasikan tingkat kematian secara umum dan khusus, sedangkan BTO mengukur frekuensi penggunaan tempat tidur dalam periode tertentu.
Pelaporan mengenai capaian indikator pelayanan rumah sakit menjadi sangat penting untuk mengidentifikasi kinerja layanan, menemukan akar permasalahan, serta merancang strategi perbaikan yang tepat. Dengan adanya sistem pelaporan yang transparan dan sistematis, rumah sakit dapat meningkatkan mutu layanannya, memastikan keselamatan pasien, serta memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga akreditasi kesehatan.
Oleh karena itu, penyusunan laporan mengenai capaian indikator pelayanan rumah sakit diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak manajemen rumah sakit, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengambil kebijakan yang tepat guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.
Tujuan
- Menilai kinerja pelayanan rumah sakit berdasarkan indikator BOR, ALOS, TOI, GDR, NDR, dan BTO.
- Mengidentifikasi potensi permasalahan dalam pelayanan rumah sakit yang dapat mempengaruhi efisiensi dan efektivitas layanan.
- Memberikan data yang akurat dan transparan sebagai bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit dan pemangku kepentingan.
- Merancang strategi perbaikan yang tepat guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.
- Memastikan rumah sakit memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga akreditasi kesehatan.
- Meningkatkan keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
30 Desember 2025
|
31 Desember 2025
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
10 April 2026
|
31 Desember 2026
|
| C. | Pengolahan |
02 Januari 2027
|
03 Januari 2027
|
| D. | Analisis |
04 Januari 2027
|
06 Januari 2027
|
| E. | Penyajian |
08 Januari 2027
|
09 Januari 2027
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | BOR (Bed Occupancy Ratio = Angka penggunaan tempat tidur) | BOR adalah prosentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85% | 1 tahun |
| 2 | AVLOS (Average Length of Stay = Rata-rata lamanya pasien dirawat) | AVLOS menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang lebih lanjut. Secara umum nilai AVLOS yang ideal antara 6-9 hari | 1 tahun |
| 3 | TOI (Turn Over Interval) = Tenggang perputaran tempat tidur | TOI adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari telah diisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong tidak terisi pada kisaran 1-3 hari | 1 tahun |
| 4 | BTO (Bed Turn Over) = Angka perputaran tempat tidur | BTO adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu. Idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali | 1 tahun |
| 5 | NDR (Net Death Rate) | NDR adalah angka kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini memberikan gambaran mutu pelayanan di rumah sakit. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 | 1 tahun |
| 6 | GDR (Gross Death Rate) | GDR adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar Nilai GDR seyogyanya tidak lebih dari 45 per 1000 penderita keluar | 1 tahun |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Lainnya : data rekam medik RSUD
- Lainnya : data diambil dari data rekam medik yang terekam pada E Rekam Medik
- Lainnya : unit Rekam Medik RSUD
- Lainnya : Rumah Sakit