Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | DINAS KESEHATAN PROVINSI BENGKULU |
| Tanggal Terbit | 07 April 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.1700.008 |
Profil kesehatan sebagai salah satu produk dari hasil pengelolaan data dan informasi merupakan gambaran atau potret kesehatan secara komprehensif. Profil kesehatan menyajikan data, informasi, dan indikator terkait kesehatan yang meliputi: (1) Gambaran Umum; (2) Sarana Kesehatan; (3) SDM Kesehatan; (4) Pembiayaan Kesehatan; (5) Kesehatan Keluarga; (6) Pengendalian Penyakit; dan (7) Kesehatan Lingkungan. Data dan informasi yang ditampilkan pada Profil Kesehatan Provinsi Bengkulu ini dapat membantu dalam membandingkan capaian pembangunan kesehatan antara satu kabupaten/kota dengan kabupaten/kota lainnya dalam Provinsi Bengkulu, dan mengukur capaian pembangunan kesehatan di Provinsi Bengkulu, serta sebagai dasar untuk perencanaan program pembangunan kesehatan selanjutnya.
Tujuan disusunnya buku Profil Kesehatan Provinsi Bengkulu ini adalah memberikan gambaran kesehatan yang menyeluruh di setiap tingkat administrasi dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Januari 2026
|
31 Maret 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
13 April 2026
|
31 Mei 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 Juni 2026
|
30 Juni 2026
|
| D. | Analisis |
01 Juli 2026
|
31 Juli 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Agustus 2026
|
31 Agustus 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Jumlah Rumah Sakit | Banyaknya institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. | Tahunan |
| 2 | Jumlah Puskesmas | Banyaknya fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya | Tahunan |
| 3 | Jumlah Tenaga Medis | Banyaknya tenaga kesehatan yang berhubungan dengan bidang kedokteran, mencakup dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis. | Tahunan |
| 4 | Jumlah Tenaga Keperawatan | Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan berdasarkan kompetensi untuk melakukan asuhan keperawatan serta tindakan kolaborasi keperawatan dengan tenaga kesehatan lain sesuai kualifikasinya (tenaga kesehatan lulusan keperawatan dan kebidanan) | Tahunan |
| 5 | Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan | Banyaknya penduduk yang mendapatkan perlindungan kesejahteraan dari pemerintah | Tahunan |
| 6 | Jumlah Kematian Ibu | Banyaknya perempuan yang meninggal dunia selama masa kehamilan, persalinan, atau dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan), yang disebabkan oleh gangguan kehamilan atau penanganannya, bukan karena kecelakaan, cedera, atau kejadian insidental (kebetulan) pada suatu periode waktu tertentu | Tahunan |
| 7 | Jumlah Kematian Neonatal | Banyaknya kematian bayi yang terjadi pada usia 0 sampai dengan 28 hari pertama kehidupan (periode neonatal), tidak termasuk kematian akibat kecelakaan atau bencana pada suatu periode waktu tertentu | Tahunan |
| 8 | Jumlah Kematian Bayi | Banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai usia tepat 1 tahun (0-11 bulan 29 hari) tapi tidak mencakup kematian akibat kecelakaan atau bencana pada suatu periode waktu tertentu | Tahunan |
| 9 | Jumlah Kematian Balita | Banyaknya kematian anak usia 0-59 bulan (di bawah 5 tahun), namun tidak mencakup kecelakaan atau bencana pada suatu periode waktu tertentu | Tahunan |
| 10 | Jumlah Balita Stunting | Banyaknya Balita (0-59 bulan) dengan tinggi badan menurut umur (TB/U) < -2 SD (standar deviasi) dari kurva pertumbuhan WHO, yang mengindikasikan kurang gizi kronis | Tahunan |
| 11 | Jumlah Balita Wasting | Banyaknya Balita usia 0-59 bulan (atau 6-59 bulan dalam beberapa survei) yang memiliki status gizi kurus (wasted) dan sangat kurus (severely wasted), berdasarkan indikator antropometri berat badan menurut tinggi badan (BB/TB atau BB/PB) dengan nilai Z-score kurang dari -2 standar deviasi (<-2 SD) dari kurva pertumbuhan standar WHO | Tahunan |
| 12 | Jumlah kasus TB yang sembuh dan pengobatan lengkap | Banyaknya kasus tuberkulosis (TB) yang sembuh dan pengobatan lengkap di antara semua kasus TB yang diobati dan dilaporkan dalam program pengendalian TB nasional pada kurun waktu tertentu | Tahunan |
| 13 | Jumlah Kasus HIV AIDS | Banyaknya kasus HIV dihitung berdasarkan individu yang dinyatakan positif terinfeksi virus Human Immunodeficiency Virus melalui tes diagnostik (serologis) di fasilitas pelayanan kesehatan resmi, yang tercatat dalam sistem informasi kesehatan. | Tahunan |
| 14 | Jumlah Kasus Demam Berdarah | Banyaknya kasus infeksi virus Dengue yang didiagnosis secara klinis dan/atau dikonfirmasi laboratorium (serologi NS1/IgM/IgG), yang dilaporkan dari fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit) ke sistem surveilans dalam suatu wilayah | Tahunan |
| 15 | Jumlah Kasus Malaria | Banyaknya kasus positif malaria yang dibuktikan dengan pemeriksaan sediaan darah di suatu wilayah | Tahunan |
| 16 | Jumlah penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standard | Jumlah penduduk umur 15 tahun ke atas dengan hasil pengukuran tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik lebih besar dari 90 mmHg yang mendapatkan pelayanan standar di fasyankes | Tahunan |
| 17 | Jumlah penderita Diabetes Melitus yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan | Tahunan |
| 18 | Jumlah lansia yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar | Jumlah lansia yang mendapatkan pelayanan skrining kesehatan usia lanjut sesuai standar minimal satu kali dalam kurun waktu satu tahun untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular meliputi: (1) pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut; (2) pengukuran tekanan darah; (3) pemeriksaan gula darah; (4) pemeriksaan gangguan mental; (5) pemeriksaan gangguan kognitif; (6) pemeriksaan tingkat kemandirian usia lanjut; dan (7) anamnesa perilaku berisiko | Tahunan |
| 19 | Jumlah KK Dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak | Banyaknya keluarga yang memiliki fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan, antara lain kloset leher angsa, tempat pembuangan akhir tinjanya menggunakan tangki septik (septic tank) atau sistem pengolahan air limbah (SPAL), yang digunakan oleh keluarga sendiri atau bersama dengan keluarga lain tertentu | Tahunan |
| 20 | Jumlah bayi yang mendapat IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) | Banyaknya bayi berusia 0-11 bulan yang telah menerima dosis lengkap vaksin wajib: 1 dosis HB-0, 1 dosis BCG, 3 dosis Polio (OPV/IPV), 3 dosis DPT-HB-Hib, dan 1 dosis Campak/MR sebelum usia satu tahun | Tahunan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Lainnya : pengumpulan data berasal dari data rutin yang dilaporkan dari fasyankes (puskesmas dan RS) ke Dinas Kesehatan Kabupaten dan Dinas Kesehatan Provinsi melalui penanggung jawab program masing-masing
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Lainnya : whatapp, email, pengisian data melalui google sheet
- Supervisi
- Lainnya : koordinasi dengan pengelola program di dinas kesehatan provinsi bengkulu
- Lainnya : kabupaten dan provinsi
- Provinsi