Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Status Gizi Balita Berdasarkan Indeks BB/U, TB/U, Dan BB/TB Serta Tatalaksana Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2027 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat |
| Tanggal Terbit | 17 Juli 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3200.077 |
Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun, mengelola, dan menyajikan data status gizi balita secara terstandar dan berkelanjutan melalui Bulan Penimbangan Balita (BPB). BPB merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan secara serentak setiap bulan Februari dan Agustus di seluruh Posyandu dengan melakukan penimbangan berat badan serta pengukuran panjang atau tinggi badan pada balita usia 0–59 bulan.
Pelaksanaan BPB menghasilkan data yang komprehensif mengenai status gizi balita berdasarkan hasil pengukuran antropometri, yang selanjutnya digunakan untuk menghitung berbagai indikator status gizi, seperti berat badan menurut umur (BB/U), panjang atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U), berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB atau BB/TB), serta indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Indikator-indikator tersebut digunakan untuk menggambarkan kondisi pertumbuhan dan status gizi balita, termasuk mengidentifikasi balita yang mengalami gizi kurang, gizi buruk, stunting, wasting, maupun gizi lebih.
Data yang diperoleh melalui BPB berperan penting dalam pemantauan pertumbuhan balita, deteksi dini masalah gizi, serta evaluasi pelaksanaan program perbaikan gizi di tingkat daerah. Selain itu, data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan berbagai intervensi gizi yang tepat sasaran, seperti pemberian makanan tambahan, suplementasi, edukasi gizi kepada keluarga, serta penguatan kegiatan promotif dan preventif di masyarakat.
Sebagai wali data bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan pengelolaan, verifikasi, validasi, dan analisis data hasil BPB untuk memastikan tersedianya informasi yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi tersebut dimanfaatkan sebagai dasar pemantauan capaian program, evaluasi kondisi status gizi balita, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dalam upaya percepatan penurunan masalah gizi dan peningkatan derajat kesehatan anak di Provinsi Jawa Barat.
Melalui pencatatan data yang terstruktur, akurat, dan berkesinambungan, kegiatan ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala sehingga permasalahan gizi dapat dideteksi sejak dini. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar dalam menentukan tindak lanjut yang diperlukan guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Data yang dihasilkan juga berfungsi sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program kesehatan dan gizi, termasuk penyusunan intervensi yang tepat sasaran, seperti pemberian makanan tambahan, suplementasi gizi, edukasi gizi kepada keluarga, serta upaya pencegahan dan penanganan stunting maupun bentuk malnutrisi lainnya. Selain itu, data tersebut mendukung penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dalam rangka meningkatkan status gizi balita serta mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan produktif.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
03 Juli 2026
|
29 Desember 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
13 April 2027
|
29 Desember 2027
|
| C. | Pengolahan |
04 Januari 2028
|
29 Maret 2028
|
| D. | Analisis |
04 Januari 2028
|
29 Maret 2028
|
| E. | Penyajian |
05 April 2028
|
20 April 2028
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Balita berat badan kurang dan sangat kurang (BB/U) | Kondisi status gizi anak (0-60 bulan) berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U) yang berada di bawah standar kurva pertumbuhan. Kondisi ini menunjukkan masalah gizi yang meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang dan infeksi berat | Tahunan |
| 2 | Balita yang diukur tinggi badan | Anak usia 24 bulan atau lebih (2 tahun ke atas) dengan posisi berdiri menggunakan alat stadiometer. | Tahunan |
| 3 | Balita Pendek dan Sangat Pendek (TB/U) | Kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U) berada di bawah standar kurva pertumbuhan WHO, sering disebut sebagai stunting. | Tahunan |
| 4 | Balita yang diukur berat badan dan tinggi badan | Prosedur antropometri untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi risiko stunting atau gizi buruk. Pengukuran dilakukan rutin setiap bulan di Posyandu untuk membandingkan hasil dengan grafik perkembangan standar. | Tahunan |
| 5 | Balita Gizi Kurang dan Gizi Buruk (BB/TB) | Kondisi kurus (wasting) akibat kurang gizi akut/kronis, ditandai berat badan tidak sesuai dengan tinggi badannya. Kategori ini diukur menggunakan standar deviasi (SD) WHO. | Tahunan |
| 6 | Balita Gizi Kurang (BB/TB : <-3 SD) Usia 0-59 Bulan | Anak usia 0-59 bulan dengan berat badan menurut panjang/tinggi badan kurang dari -3 SD | Tahunan |
| 7 | Balita Gizi Buruk (BB/TB : <-3 SD) Usia 0-59 Bulan | keadaan gizi balita yang ditandai dengan kondisi sangat kurus, disertai atau tidak edema pada kedua punggung kaki, berat badan menurut panjang badan atau berat badan dibanding tinggi badan kurang dari -3 standar deviasi dan/atau lingkar lengan atas kurang dari 11,5 cm pada Anak usia 6-59 bulan | Tahunan |
| 8 | Balita Gizi Kurang Mendapat Makanan Tambahan | Program intervensi nutrisi (bukan pengganti makanan utama) berupa kudapan atau makanan lengkap tinggi protein hewani, lokal maupun pabrikan, yang diberikan selama 90 hari untuk meningkatkan status gizi dan berat badan, serta mencegah stunting. | Tahunan |
| 9 | Balita Gizi Buruk Mendapat Tatalaksana | Serangkaian intervensi medis dan nutrisi terstruktur yang bertujuan menyelamatkan nyawa dan memulihkan status gizi anak. | Tahunan |
| 10 | Balita Ditimbang | Proses pengukuran berat badan anak usia 0-59 bulan yang dilakukan secara rutin, biasanya setiap bulan, di Posyandu atau sarana kesehatan lainnya. | Tahunan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Lainnya : Computer Assisted Web Interviewing
- Supervisi
- Lainnya : Kabupaten/Kota, Provinsi
- Provinsi
- Kabupaten Atau Kota