Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Statistik Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Statistik Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Tanggal Terbit 06 Mei 2026
Identitas Rekomendasi K-26.1900.004
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Statistik Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Komplek Perkantoran Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Jalan Pulau Bangka, Air Itam Pangkalpinang 33149
Telepon:
0717439492
Faksmile:
Email:
distan@babelprov.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
DONNY RENALDI
Jabatan:
Sekretaris Dinas
Alamat:
Jl.Pulau Pongok Air itam
Telepon:
081367608520
Faksmile:
0717439492
Email:
statistikbabel@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Dalam upaya mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan tetap mengacu pada arah kebijakan nasional dan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD/RPD 2025–2030 serta arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, kebijakan pertanian pada periode ini difokuskan pada penguatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya pertanian secara optimal. Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan pokok-pokok arah kebijakan pembangunan pertanian yang disusun berdasarkan skala prioritas guna mendukung percepatan pelaksanaan rencana strategis (RPJPD) tahun 2025–2045.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Secara umum penyedian data statistik pertanian ditujukan untuk menyediakan data dan informasi pertanian yang akurat dan mutakhir dan memberikan bahan referensi dalam penyusunan dan perumusan program pembangunan pertanian.
Secara khusus tujuan yang kami ingin capai adalah sebagai berikut:

1. Mendukung proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan pertanian.
2. Menjadi sarana bagi masyarakat untuk memantau perkembangan pembangunan pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
3. Mendukung pengambilan kebijakan dan keputusan yang berbasis data statistik.
4. Penyediaan data penggunaan lahan, penyediaan data subsektor tanaman pangan, subsektor tanaman hortikultura, subsektor perkebunan, subsektor peternakan

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2026
30 April 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
06 Mei 2026
31 Agustus 2026
C. Pengolahan
01 Agustus 2026
31 Agustus 2026
D. Analisis
01 September 2026
30 September 2026
E. Penyajian
01 Oktober 2026
31 Oktober 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Penggunaan Lahan Pertanian dan Bukan Pertanian Lahan pertanian adalah bidang tanah yang digunakan untuk budidaya tanaman, peternakan, atau perikanan darat. Lahan bukan pertanian adalah tanah yang digunakan untuk keperluan selain usaha tani, seperti permukiman, industri, jalan, atau hutan lindung. Tahun Sebelumnya (angka tetap)
2 Luas Tanam, Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Komoditas Tanaman Padi Luas Tanam (Area Planted): Total area atau luas lahan yang ditanami padi dalam satu periode waktu tertentu, biasanya diukur dalam hektar (ha). Luas Panen (Harvested Area): Luas tanaman padi yang dipungut hasilnya (dipanen) setelah tanaman cukup umur, dengan hasil minimal 11% dari kondisi normal, dalam hektar (ha). Produksi (Production): Total jumlah hasil panen yang diperoleh dari luas panen tertentu, diukur dalam satuan berat seperti ton atau kuintal gabah kering giling (GKG). Produktivitas (Productivity/Yield): Rata-rata hasil produksi per satuan luas lahan (hasil per hektar), biasanya diukur dalam ton per hektar (ton/ha). Tahun Sebelumnya (angka tetap)
3 Luas Tanam, Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman PADI Menurut Kabupaten/Kota Luas Tanam (Ha): Total area yang digunakan untuk menanam padi dalam satu periode tertentu, termasuk yang kemudian gagal panen. Luas Panen (Ha): Luas lahan tanaman padi yang dipungut hasilnya (panen) setelah cukup umur, minimal 11% dari kondisi normal. Produksi (Ton): Total jumlah hasil panen padi yang diperoleh (biasanya dalam Gabah Kering Giling/GKG) dari luas panen tertentu. Produktivitas/Hasil (Ku/Ha atau Ton/Ha): Rata-rata hasil panen per hektar (produktivitas), dihitung dari total produksi dibagi luas panen. Tahun Sebelumnya (angka tetap)
4 Perkembangan Data Statistik Tanaman PADI rangkaian data yang disusun secara sistematis dan berkala (time series) mengenai perubahan luas panen, produktivitas, dan total produksi gabah/beras dalam satu kurun waktu tertentu Tahun Sebelumnya (angka tetap)
5 Luas Tanam, Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Buah-buahan dan Sayuran Tahunan Luas Tanam (Area Planted) Definisi: Jumlah luas lahan (hektar) yang digunakan untuk menanam tanaman buah-buahan atau sayuran tahunan pada kurun waktu tertentu, termasuk tanaman yang belum menghasilkan. Konteks: Sering kali data yang lebih krusial adalah "Luas Tanaman Menghasilkan" (TM) untuk tanaman buah tahunan. Luas Panen (Harvested Area) Definisi: Total area lahan pertanian yang menghasilkan buah-buahan atau sayuran yang siap dipanen pada periode laporan (biasanya bulanan atau tahunan). Konteks: Khusus buah/sayuran tahunan, ini mencakup luas tanaman yang sudah matang/produktif dan dipanen. Produksi (Production) Definisi: Jumlah total hasil panen dari setiap tanaman buah-buahan atau sayuran yang diambil dari luas yang dipanen (biasanya diukur dalam kuintal atau ton). Konteks: Angka ini mencerminkan total tonase yang tersedia dari hasil budidaya. Produktivitas/Hasil (Yield/Productivity) Definisi: Rata-rata jumlah produksi per hektar luas panen (kuintal/ha atau ton/ha). Tahun Sebelumnya (angka tetap)
6 Data Series Alpukat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan rangkaian data statistik historis yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) atau Dinas Pertanian setempat, mencakup informasi mengenai luas panen, jumlah tanaman menghasilkan, dan total produksi (dalam kuintal atau ton) buah alpukat menurut tahun dan kabupaten/kota di wilayah tersebut. Tahun Sebelumnya (angka tetap)
7 Data Series Duku/Langsat rangkaian data statistik yang disusun secara berurutan berdasarkan waktu (time series) mengenai produksi, luas panen, atau produktivitas tanaman buah Lansium domesticum (termasuk duku, langsat, kokosan). Tahun Sebelumnya (angka tetap)
8 Data Series Durian kumpulan data statistik yang disusun berurutan berdasarkan waktu (time series) atau berdasarkan klasifikasi tertentu mengenai komoditas durian. Data ini biasanya mencakup indikator seperti jumlah produksi (dalam ton), luas panen, produktivitas, dan jumlah tanaman menghasilkan. Tahun Sebelumnya (angka tetap)
9 Data Series Jeruk Siam/Keprok kumpulan data statistik yang disusun secara kronologis (berurutan berdasarkan waktu) mengenai aspek-aspek produksi, luas panen, atau produktivitas tanaman jeruk siam (Citrus nobilis) dan jeruk keprok (Citrus reticulata) di suatu wilayah tertentu dalam periode tahun ke tahun. Tahun Sebelumnya (angka tetap)
10 Data Series Mangga kumpulan data statistik yang mencatat total volume atau jumlah produksi buah mangga di suatu wilayah tertentu (seperti kabupaten, provinsi, atau negara) secara teratur selama kurun waktu tertentu, biasanya diukur secara tahunan atau musiman Tahun Sebelumnya (angka tetap)
11 Data Series Nangka/Cempedak kumpulan data statistik yang disusun secara berurutan berdasarkan waktu (time series) atau wilayah, yang mencakup informasi mengenai jumlah tanaman, jumlah tanaman menghasilkan, produksi, luas panen, dan produktivitas buah nangka dan/atau cempedak Tahun Sebelumnya (angka tetap)
12 Data Series Nanas kumpulan data statistik yang disusun secara berurutan berdasarkan waktu (time series) atau wilayah, yang mencakup informasi mengenai jumlah tanaman, jumlah tanaman menghasilkan, produksi, luas panen, dan produktivitas buah nanas Tahun Sebelumnya (angka tetap)
13 Data Series Pisang kumpulan data statistik yang disusun secara berurutan berdasarkan waktu (time series) atau wilayah, yang mencakup informasi mengenai jumlah tanaman, jumlah tanaman menghasilkan, produksi, luas panen, dan produktivitas buah pisang Tahun Sebelumnya (angka tetap)
14 Data Series Rambutan kumpulan data statistik yang disusun secara berurutan berdasarkan waktu (time series) atau wilayah, yang mencakup informasi mengenai jumlah tanaman, jumlah tanaman menghasilkan, produksi, luas panen, dan produktivitas buah rambutan Tahun Sebelumnya (angka tetap)
15 Data Series Sirsak kumpulan data statistik yang disusun secara berurutan berdasarkan waktu (time series) atau wilayah, yang mencakup informasi mengenai jumlah tanaman, jumlah tanaman menghasilkan, produksi, luas panen, dan produktivitas buah sirsak Tahun Sebelumnya (angka tetap)
16 Luas Tanam, Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Sayuran dan Buah Semusim Luas Tanam (area penanaman awal), Luas Panen (area yang berhasil dipanen, biasanya dalam hektar/ha), Produksi (total hasil panen dalam ton), dan Produktivitas (hasil per satuan luas, ton/ha) pada tanaman buah/sayur semusim Tahun Sebelumnya (angka tetap)
17 Data Series Bawang Merah kumpulan data statistik yang disusun secara berurutan berdasarkan waktu (time series) atau wilayah, yang mencakup informasi mengenai jumlah tanaman, jumlah tanaman menghasilkan, produksi, luas panen, dan produktivitas bawang merah Tahun Sebelumnya (angka tetap)
18 Luas Tanam, Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Hias Luas Tanam (Planted Area) Luas tanam tanaman hias adalah total area atau lahan yang digunakan untuk menanam bibit tanaman hias (baik di tanah, pot, atau polybag) dalam satu periode tertentu. Pada tanaman hias hamparan atau pot, luas ini dihitung berdasarkan luas bidang lahan/fasilitas produksi yang disiapkan. 2. Luas Panen (Harvested Area) Luas panen tanaman hias adalah total area lahan yang berhasil dipanen hasilnya (seperti bunga potong, tanaman pot, atau daun hias) setelah mencapai umur dan standar kematangan yang cukup selama satu tahun atau periode tertentu. Catatan: Tanaman hias yang dipanen hanya dihitung jika jarak tanamnya tidak lebih dari 3 kali jarak tanam normal (tidak terlalu jarang). 3. Produksi (Production) Produksi tanaman hias adalah total jumlah hasil panen yang diperoleh dari seluruh luas panen dalam satu kurun waktu tertentu. Hasil produksi ini biasanya diukur berdasarkan satuan berat (kg/ton) atau satuan unit (batang/pot). 4. Produktivitas (Yield) Produktivitas tanaman hias adalah rata-rata hasil produksi yang diperoleh per satuan luas panen (misalnya: m²/ha atau pot/ha) Tahun Sebelumnya (angka tetap)
19 Luas Tanam, Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Obat-Obatan Luas Tanam (Planted Area) Luas tanam adalah total area lahan (biasanya dalam hektar) yang ditanami oleh jenis tanaman obat/biofarmaka tertentu pada periode waktu tertentu. Ini mencakup seluruh lahan yang benihnya sudah disemai atau ditanam, terlepas dari apakah lahan tersebut akan berhasil dipanen atau tidak. 2. Luas Panen (Harvested Area) Luas panen adalah luas area lahan tanaman obat yang dipungut hasilnya atau dipanen, setelah tanaman tersebut cukup umur. Karakteristik: Luas panen sering kali merupakan luas kotor dari tanaman yang sudah dibongkar seluruhnya (terutama untuk jenis rimpang/umbi). Perbedaan: Luas panen bisa berbeda dengan luas tanam jika terjadi gagal panen (puso) akibat hama atau bencana. 3. Produksi (Production) Produksi adalah jumlah total hasil panen dari tanaman obat/biofarmaka yang dipanen (baik yang dipanen habis/dibongkar) dalam bentuk hasil yang wajar (biasanya dalam bentuk berat basah/segar) per satuan waktu. Contoh: Hasil rimpang jahe, kunyit, temulawak, atau daun/herba tanaman obat lainnya. 4. Produktivitas (Yield) Produktivitas adalah nilai yang menunjukkan rata-rata hasil produksi per satuan luas panen tanaman obat pada satu periode tertentu. Tahun Sebelumnya (angka tetap)
20 Luas Areal Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Menurut Kabupaten dan Keadaan Tanaman total lahan perkebunan lada yang diusahakan oleh petani, yang diukur dalam satuan hektar (Ha) dan diklasifikasikan berdasarkan keadaan tanaman (belum menghasilkan, menghasilkan, atau rusak) Tahun Sebelumnya (angka tetap)
21 Produksi dan Produktivitas Lada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Produksi lada adalah jumlah total hasil panen lada (biasanya lada putih/Muntok White Pepper) yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat dalam kurun waktu tertentu (biasanya per tahun) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Produktivitas lada adalah tingkat efisiensi atau jumlah hasil produksi lada yang diperoleh dari setiap satu satuan luas lahan perkebunan (ton/hektar) dalam satu musim panen. Tahun Sebelumnya (angka tetap)
22 Tanaman Menghasilkan (TM) ,Produksi dan Produktivitas Tanaman Lada `Tanaman Menghasilkan (TM) adalah areal tanaman lada yang sudah mencapai umur produktif dan sudah menghasilkan buah lada, Produksi lada adalah jumlah total hasil panen lada (biasanya dalam satuan ton atau kilogram lada putih/hitam kering) yang diperoleh dari suatu areal perkebunan lada (PR) dalam kurun waktu satu tahun Produktivitas tanaman lada adalah tingkat efisiensi hasil panen lada yang diperoleh dari setiap satu hektar tanaman menghasilkan (TM) Tahun Sebelumnya (angka tetap)
23 Produksi dan Produktivitas Karet Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Produksi karet di Kepulauan Bangka Belitung adalah total hasil panen bahan olah karet (bokar) seperti karet rakyat (lump/sit) yang dihasilkan dari perkebunan karet (perkebunan rakyat ) dalam kurun waktu tertentu, biasanya dihitung dalam ton per tahun. Produktivitas karet di Kepulauan Bangka Belitung adalah rata-rata jumlah hasil karet (kg atau ton) yang dihasilkan per satuan luas lahan (hektar) dalam satu tahun (kg/ha/tahun) Tahun Sebelumnya (angka tetap)
24 Luas Areal Kelapa Sawit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung total ukuran wilayah atau lahan yang ditanami tanaman kelapa sawit (baik tanaman menghasilkan, belum menghasilkan, atau tua/rusak), biasanya diukur dalam hektar (ha) Tahun Sebelumnya (angka tetap)
25 Populasi, Kelahiran, Kematian dan Pemasukan Ternak Populasi Ternak Populasi ternak adalah jumlah keseluruhan hewan ternak (seperti sapi, kambing, domba, babi, atau unggas) yang dipelihara atau hidup di suatu wilayah tertentu pada periode waktu tertentu. Populasi ini bersifat dinamis dan dapat berubah berdasarkan faktor kelahiran, kematian, pemasukan, dan pengeluaran. Kelahiran (Births/Calving) Kelahiran adalah jumlah ternak muda yang lahir dari induk di wilayah pemeliharaan dalam kurun waktu tertentu, yang berkontribusi meningkatkan jumlah populasi secara alami. Kematian (Deaths/Mortality) Kematian adalah jumlah ternak yang mati akibat penyakit, kecelakaan, atau faktor umur, yang berkontribusi menurunkan jumlah populasi. Pemasukan Ternak (In-migration/Purchasing) Pemasukan ternak adalah jumlah ternak yang didatangkan ke suatu wilayah atau masuk ke dalam kelompok peternakan, baik melalui pembelian maupun mutasi, yang menambah jumlah populasi aktual Tahun Sebelumnya (angka tetap)
26 Produksi Ternak Produksi ternak adalah kegiatan budidaya, pemeliharaan, dan pengelolaan hewan ternak (seperti sapi, kambing, ayam) melalui rekayasa fisiologi, genetik, dan lingkungan untuk menghasilkan produk hewani (daging, susu, telur) serta jasa secara efisien Tahun Sebelumnya (angka tetap)
27 Pemotongan Ternak proses penjagalan hewan (seperti sapi, kambing, babi, unggas) yang dilakukan secara higienis, halal, dan sesuai prosedur untuk menghasilkan daging, kulit, dan produk turunan lainnya Tahun Sebelumnya (angka tetap)
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Lainnya : Dashboard SIMTP, Sipedas Hortikultura, dan Lembar Kerja Tabulasi Excel
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Kab/Kota
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Provinsi
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak