Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data StatistikTenaga Kerja Ekonomi Kreatif Di Indonesia Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif |
| Tanggal Terbit | 24 April 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.0000.047 |
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data StatistikTenaga Kerja Ekonomi Kreatif di Indonesia
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
1.2. Alamat Lengkap Instansi
Penyelenggara:
Autograph Tower Lantai 33 Kompleks Thamrin Nine Jalan M.h. Thamrin No. 10, Jakarta Pusat 10230
Telepon:
081362316525
Faksmile:
Email:
pusdatin@ekraf.go.id
II. Penanggung Jawab
2.1. Unit Eselon Penanggung Jawab:
Eselon 1:
Sekretariat Kementerian
Eselon 2:
Pusat Data dan Informasi
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat
Eselon 3):
Nama:
Siti Qomariana
Jabatan:
Pranata Komputer Ahli Madya
Alamat:
Autograph Tower Lantai 33 Kompleks Thamrin Nine Jalan M.h. Thamrin No. 10, Jakarta Pusat 10230
Telepon:
0811846806
Faksmile:
-
Email:
pusdatin@ekraf.go.id
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:
| Sektor ekonomi kreatif berperan signifikan terhadap perekonomian Indonesia, baik terhadap nilai tambah, penghasil devisa, maupun sebagai pencipta lapangan kerja. Lanskap Indonesia dengan sektor ekonomi kreatif berpotensi untuk menjadi lokomotif peningkatan penyerapan tenaga kerja. Dalam upaya meningkatkan kinerja sektor ekonomi kreatif, ketersediaan data menjadi salah satu tantangan sekaligus kebutuhan bagi pemerintah dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Ketersediaan data statistik ketenagakerjaan dibutuhkan dalam menyiapkan langkah strategis guna terciptanya peningkatan produktivitas dan kualitas tenaga kerja sektor ekonomi kreatif. Jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif merupakan lndikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) dari salah satu Sasaran Strategis (SS) Kementerian Ekraf/Badan Ekraf dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026-2029, yaitu Meningkatnya kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional - Jumlah Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif. |
3.2. Tujuan Kegiatan:
| Tujuan Kegiatan Statistik Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2021-2025 adalah untuk menghasilkan statistik data jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif dan melihat perkembangan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pada tahun 2021-2025, serta mengetahui karakteristik tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pada tahun 2021-2025, baik dari sisi demografi maupun karakteristik pekerjaannya. |
3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
10 April 2026
|
30 April 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Mei 2026
|
31 Agustus 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 September 2026
|
30 September 2026
|
| D. | Analisis |
01 Oktober 2026
|
31 Oktober 2026
|
| E. | Penyajian |
01 November 2026
|
31 Desember 2026
|
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Subsektor Ekonomi Kreatif | Ruang lingkup sektor ekonomi kreatif yang dibagi menjadi 16 subsektor | Setahun Yang Lalu |
| 2 | Kategori Generasi | Kategorisasi umur penduduk usia kerja diatas 15 tahun yang dikelompokan berdasarkan tahun lahir | Setahun Yang Lalu |
| 3 | Tingkat Pendidikan | Tingkat pendidikan yang dicapai seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi pada jenjang pendidikan tertinggi yang diikutinya dengan mendapatkan tanda tamat sekolah (ijazah) yang dibagi menjadi 3 kategori | Setahun Yang Lalu |
| 4 | Status Pekerjaan | Kedudukan seseorang dalam melakukan pekerjaan di suatu unit usaha/kegiatanan | Setahun Yang Lalu |
| 5 | Setengah Pengangguran | macam pekerjaan yang dilakukmereka yang bekerja dengan jam kerja dibawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam dalam seminggu), dan masih mencari pekerjaan atau menerima pekerjaan atau mempersiapkan usaha baru (dahulu disebut setengah pengangguran terpaksa). | Setahun Yang Lalu |
| 6 | Kategori White/Blue collar | Penentuan penduduk yang bekerja sebagai White/Blue collar dilihat berdasarkan kategori-kategori pada jenis pekerjaan. White Collar adalah karyawan yang melakukan pekerjaan administratif di kantor dan memiliki gaji dengan tarif yang tetap sedangkan Blue Collar adalah karyawan yang melakukan jenis pekerjaan manual dan mendapat upah per jam atau harian | Setahun Yang Lalu |
| 7 | Home-Based Worker | disebut juga pekerja berbasis rumahan merujuk pada dua jenis pekerja yang melaksanakan pekerjaan berbayar di sekitar rumah mereka yaitu Pekerja rumahan: Pekerja subkontrak yang dependen yang bekerja secaralangsung atau tidak langsung untuk pemberi kerja atau perantaranya, biasanya secara borongan–yang juga dikenal sebagai pekerja borongan, pekerja luar atau pekerja dalam sistem putting-out dan Pekerja wiraswasta yang mandiri: Pekerja independen yang merancang, memproduksi dan memasarkan produk mereka sendiri tetapi tidak bisa dianggap menjalankan usaha kecil. | Setahun Yang Lalu |
| 8 | Kegiatan Formal/Informal | Pengelompokan lanjutan status pekerjaan yang dilihat dari status tenaga kerja tersebut dalam memperoleh pendapatan, perlindungan fisik dan ekonomi, serta jaminan sosial. | Setahun Yang Lalu |
| 9 | Jenis Pekerjaan | pengelompokan pekerjaan berdasarkan kriteria cara tenaga kerja dalam kelompok tersebut memperoleh gaji/pendapatan, perlindungan fisik dan ekonomi, serta jaminan sosial | Setahun Yang Lalu |
| 10 | Kelompok Umur | Umur penduduk usia kerja diatas 15 tahun yang dikelompokan menjadi 4 kategori | Setahun Yang Lalu |
| 11 | Jam Kerja Berlebih | Seseorang yang bekerja di atas jam kerja normal (48 jam) dalam seminggu. | Setahun Yang Lalu |
| 12 | Jam Kerja | Jangka waktu yang dinyatakan dalam satuan jam, digunakan untuk bekerja / melakukan kegiatan usaha (tidak termasuk istirahat resmi) dimulai dari menyiapkan pekerjaan sampai selesai dalam sehari | Setahun Yang Lalu |
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Seluruh Wilayah Indonesia
4.6. Metode Pengumpulan Data:
- Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot
Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas
Pengumpulan Data:
- Lainnya : melakukan pengecekan pengumpulan data berdasarkan cakupan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Sektor Ekraf
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
:
Ya
Penyandian (Coding)
:
Ya
Data Entry
:
Ya
Penyahihan (Validasi)
:
Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
- Individu
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
- Nasional
- Provinsi
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk
Umum
Tercetak (Hardcopy)
:
Ya
Digital (Softcopy)
:
Ya
Data Mikro
:
Tidak