Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Penyusunan Neraca Bahan Makanan Kota Probolinggo Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Probolinggo |
| Tanggal Terbit | 11 Juni 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3574.022 |
Penyediaan pangan yang cukup, beragam, bergizi dan berimbang, baik secara kuantitas maupun kualitas merupakan fondasi yang sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun demikian, penyediaan pangan yang sesuai dengan kebutuhan gizi penduduk baik jumlah maupun mutunya, merupakan masalah terbesar sepanjang sejarah kehidupan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya atau cara yang cepat, teliti dan mudah untuk memahami situasi dan mengembangkan ketersediaan pangan di suatu wilayah pada periode tertentu. Salah satu cara/instrumen untuk memperoleh gambaran situasi tersebut dapat dituangkan dalam suatu neraca atau tabel yang disebut dengan Neraca Bahan Makanan (NBM) atau food balance sheet (FBS).
Situasi ketersediaan pangan wilayah antara lain tercermin dari jumlah ketersediaan pangan, yang digambarkan dari tingkat ketersediaan pangan maupun mutu keanekaragaman ketersediaan pangan yang ditunjukkan oleh Skor Pola Pangan Harapan (PPH). Informasi yang tepat dan didukung dengan data yang akurat akan memberikan hasil analisis yang obyektif untuk memahami situasi dan permasalahan dalam sistem pangan di wilayah. Berdasarkan pemahaman tersebut para pengambil kebijakan dapat menyusun perencanaan dan merumuskan kebijakan serta program yang tepat untuk mewujudkan ketahanan pangan.
1. Mengetahui jumlah penyediaan pangan, penggunaan pangan dan ketersediaan pangan per kapita untuk konsumsi penduduk
2. Mengevaluasi pengadaan dan penggunaan pangan
3. Mengevaluasi tingkat ketersediaan pangan berdasarkan rekomendasi kecukupan gizi dan pola pangan harapan dari aspek ketersediaan
4. Bahan acuan dalam perencanaan produksi/pengadaan pangan
5. Bahan penyusunan kebijakan pangan dan gizi
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
06 Februari 2026
|
13 Maret 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
22 Juni 2026
|
30 Juni 2026
|
| C. | Pengolahan |
20 Juli 2026
|
05 Agustus 2026
|
| D. | Analisis |
10 Agustus 2026
|
07 September 2026
|
| E. | Penyajian |
14 September 2026
|
18 September 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Jenis Bahan Makanan | Semua jenis bahan makanan yang menjadi sasaran analisa | Tahunan |
| 2 | Produksi | Jumlah produksi bahan pangan bersih dalam bentuk yang siap dikonsumsi oleh masyakat | Tahunan |
| 3 | Perubahan Stok | Selisih antara stok akhir tahun dengan stok awal tahun. Perubahan stok ini hasilnya bisa negatif (-) dan bisa positif (+). Makna negatif (-), berarti ada penurunan stok akibat pelepasan stok ke pasar, dengan demikian komoditas yang beredar di pasar bertambah. Makna positif (+), berarti ada peningkatan stok yang berasal dari komoditas yang beredar di pasar, dengan demikian komoditas yang beredar di pasar menjadi menurun. | Tahunan |
| 4 | Impor | Sejumlah bahan makanan, baik yang belum maupun yang sudah mengalami pengolahan, yang didatangkan/masuk Indonesia, dengan tujuan untuk diperdagangkan, diedarkan, atau disimpan. Untuk penghitungan NBM daerah yang termasuk impir adalah bahan makanan yang didatangkan/masuk dari wilayah daerah administratif ke dalam wilayah daerah administratif yang bersangkutan (perdagangan antar pulau atau antar provinsi) | Tahunan |
| 5 | Ekspor | Sejumlah bahan makanan, baik yang belum maupun yang sudah mengalami pengolahan, yang dikeluarkan / keluar dari wilayah Republik Indonesia. Untuk penghitungan NBM Regional / Provinsi, yang termasuk ekspor adalah bahan makanan yang dikeluarkan/keluar dari suatu wilayah daerah administratif langsung ke luar wilayah Negara Republik Indonesia; dan atau bahan makanan yang dikeluarkan / keluar dari suatu wilayah daerah administratif ke wilayah daerah adminstratif lain. | Tahunan |
| 6 | Total Penyediaan Pangan Dalam Negeri | Sejumlah bahan makanan yang berasal dari produksi keluaran (output) dikurangi perubahan stok ditambah impor dikurangi ekspor. | Tahunan |
| 7 | Pakan | Sejumlah bahan makanan yang langsung diberikan kepada ternak peliharaan baik ternak besar, ternak kecil, unggas, maupun ikan. | Tahunan |
| 8 | Bibit/ Benih | Sejumlah bahan makanan yang digunakan untuk keperluan reproduksi. | Tahunan |
| 9 | Diolah untuk Makanan | Sejumlah bahan makanan yang masih mengalami proses pengolahan lebih lanjut melalui industri makanan dan hasilnya dimanfaatkan untuk makanan manusia dalam bentuk lain. | Tahunan |
| 10 | Tercecer | Sejumlah bahan makanan yang hilang atau rusak sehingga tidak dapat dimakan oleh manusia, yang terjadi secara tidak sengaja mulai dari panen, pengolahan pasca panen, penyimpanan, pendistribusian hingga tersedia di pasar. | Tahunan |
| 11 | Penggunaan Lain | Bahan makanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan turis, pengungsi, sekolah / asrama / pesantren, food tourist, stok masyarakat dan swasta, serta penggunaan industri pangan dan industry non pangan yang besaran jumlahnya belum diketahui karena data penggunaannya tidak tersedia. | Tahunan |
| 12 | Bahan Makanan | Sejumlah bahan makanan yang tersedia untuk dikonsumsi oleh penduduk suatu negara atau daerah, pada tingkat pedagang pengecer dalam suatu kurun waktu tertentu. | Tahunan |
| 13 | Jumlah Penduduk | Total banyaknya orang yang bertempat tinggal atai berdomisili di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu | Tahunan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
- Supervisi
- Lainnya : Kota
- Kabupaten Atau Kota