Beranda / Rekomendasi Terbit / Pendataan Lengkap Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Operasi Timbang Di Kota Bontang Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Pendataan Lengkap Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Operasi Timbang Di Kota Bontang Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Pendataan Lengkap
Instansi Dinas Kesehatan Kota Bontang
Tanggal Terbit 07 Juni 2026
Identitas Rekomendasi V-26.6474.002
Judul Kegiatan :
Pendataan Lengkap Status Gizi Balita Melalui Kegiatan Operasi Timbang di Kota Bontang
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Pendataan Lengkap
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Kesehatan Kota Bontang
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Moh. Roem Gedung Graha Taman Praja Blok Ii Lantai 1, Bontang Lestari, Bontang Selatan, Kota Bontang
Telepon:
-
Faksmile:
-
Email:
healthpromotion.dkkbontang@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Bambang Sri Mulyono, S.Kep, Ns, M.Kep
Jabatan:
Kepala Bidang Kesehatan Primer Masyarakat Komunitas
Alamat:
Gedung Praja Blok II Jl.Moch Roem Bontang Lestari
Telepon:
081223935609
Faksmile:
-
Email:
perencanaandinkesbontang@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Pemerintah Indonesia, melalui berbagai program nasional, terus berupaya keras untuk menurunkan angka stunting dan masalah gizi lainnya. Salah satu strategi kunci dalam upaya ini adalah pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala dan akurat melalui penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi/panjang badan. Data yang diperoleh dari kegiatan ini sangat krusial untuk mengidentifikasi dini balita yang berisiko atau telah mengalami masalah gizi, sehingga intervensi yang tepat dapat segera diberikan.

Merespons urgensi tersebut, serta dalam rangka mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting dan perbaikan gizi masyarakat. di Kota Bontang berinisiasi untuk melaksanakan Operasi Timbang Serentak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan penimbangan balita secara menyeluruh, memastikan setiap balita di wilayah kerja kami terpantau tumbuh kembangnya, serta memberikan edukasi dan konseling gizi yang diperlukan bagi para orang tua. Dengan terlaksananya operasi timbang serentak ini, diharapkan data status gizi balita di Bontang akan lebih komprehensif, menjadi dasar kuat untuk perencanaan program intervensi gizi yang lebih efektif, serta mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan generasi penerus bangsa

 

3.2. Tujuan Kegiatan:

Meningkatkan cakupan pemantauan tumbuh kembang balita secara komprehensif dan mendapatkan data status gizi balita yang akurat sebagai dasar intervensi gizi yang tepat dan berkelanjutan serta meningkatan cakupan D/S diposyandu

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
25 Mei 2026
05 Juni 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
09 Juni 2026
15 Juni 2026
C. Pengolahan
09 Juni 2026
05 Juli 2026
D. Analisis
09 Juni 2026
05 Juli 2026
E. Penyajian
15 Juli 2026
15 Juli 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Nomor urut data Nomor urut data 1 Bulan
2 Nomor Induk Kependudukan(NIK) Nomor identitas Penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal, dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia. 1 Bulan
3 Nama balita Nama lengkap balita yang ditulis tanpa singkatan, tanpa gelar, sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen identitas resmi (KTP, Kartu Keluarga, atau Akta Kelahiran). 1 Bulan
4 Jenis Kelamin Penggolongan seseorang secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. 1 Bulan
5 Tanggal lahir balita Tanggal kalender di mana seseorang atau sesuatu dilahirkan 1 Bulan
6 Berat Badan Lahir Berat badan lahir adalah berat badan bayi yang ditimbang dalam 1 jam pertama setelah lahir 1 Bulan
7 Tinggi Badan Lahir Panjang badan lahir diukur sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan untuk menilai status gizi, di mana untuk bayi usia 0-24 bulan, pengukuran dilakukan dengan posisi terlentang (panjang badan) 1 Bulan
8 Nama orang tua Nama lengkap orang tua dari balita yang ditulis tanpa singkatan, tanpa gelar, sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen identitas resmi (KTP, Kartu Keluarga, atau Akta Kelahiran). 1 Bulan
9 Provinsi Daerah otonom yang juga berfungsi sebagai wilayah administratif yang dipimpin oleh seorang gubernur 1 Bulan
10 Kabupaten/Kota Bagian dari daerah provinsi sebagai suatu kesatuan masyarakat hukum yang diberi kewenangan khusus untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1 Bulan
11 Kecamatan Bagian wilayah dari daerah kabupaten/kota yang dipimpin oleh camat 1 Bulan
12 Pusat Kesehatan Masyarakat Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif di wilayah kerjanya 1 Bulan
13 Desa atau Kelurahan Kelurahan adalah bagian wilayah dari Kecamatan sebagai perangkat Kecamatan 1 Bulan
14 Pos Pelayanan Terpadu Posyandu adalah bagian dari lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan sebagai wadah partisipasi masyarakat yang merupakan mitra pemerintah desa/kelurahan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan serta meningkatkan pelayanan desa. 1 Bulan
15 Rukun Tetangga RT merupakan bagian dari lembaga kemasyarakatan desa yang bertugas membantu pemerintah desa dan merupakan mitra dalam memberdayakan masyarakat desa. 1 Bulan
16 Rukun Warga RW merupakan bagian dari lembaga kemasyarakatan desa yang bertugas membantu pemerintah desa dan merupakan mitra dalam memberdayakan masyarakat desa. 1 Bulan
17 Alamat lengkap Alamat dalam dokumen kependudukan (KTP/KK) merujuk pada domisili, yaitu tempat tinggal resmi yang sah secara hukum dan tercatat dalam sistem informasi administrasi kependudukan 1 Bulan
18 Usia balita saat pengukuran Usia anak dalam bulan yang dihitung berdasarkan selisih tanggal lahir dengan tanggal pelaksanaan penimbangan/pengukuran 1 Bulan
19 Tanggal pelaksanaan pengukuran Hari, bulan, dan tahun saat balita melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan (Puskesmas/Posyandu) untuk ditimbang berat badannya dan diukur panjang atau tinggi badannya 1 Bulan
20 Berat badan saat pengukuran Hasil penimbangan massa tubuh anak menggunakan alat timbang standar pada saat kunjungan pemantauan pertumbuhan. Parameter ini merupakan ukuran antropometri yang paling labil dan sensitif untuk mendeteksi perubahan status gizi akut atau kejadian penyakit dalam waktu singkat. 1 Bulan
21 Tinggi badan saat pengukuran Hasil pengukuran linear (panjang atau tinggi) tubuh anak yang dilakukan pada saat kunjungan pemantauan pertumbuhan untuk menentukan status gizi kronis. 1 Bulan
22 Metode pengukuran Prosedur teknis standar yang dilakukan untuk mendapatkan data ukuran tubuh (antropometri) yang akurat dan valid. Metode ini dibedakan berdasarkan usia dan kemampuan motorik anak 1 Bulan
23 Lingkar Lengan Atas Ukuran antropometri yang digunakan untuk menilai status gizi kronis dan cadangan lemak serta otot pada anak. Ukuran ini sangat efektif untuk mendeteksi dini risiko Gizi Buruk (Wasting) pada balita, terutama dalam situasi darurat atau screening massal 1 Bulan
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Panel
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
  • Lainnya : Melakukan penimbangan atau pengukuran di posyandu, faskes kesehatan dan lainnya
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
  • Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara Dan Mitra Atau Tenaga Kontrak
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Smp
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 30 orang
Pengumpul data/enumerator
: 617 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Individu
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak