Beranda / Rekomendasi Terbit / Survei Pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survei Pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah
Tanggal Terbit 29 Mei 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3300.001
Judul Kegiatan :
Survei Pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga Provinsi Jawa Tengah
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Ki Mangunsarkoro No. 12 Semarang
Telepon:
0895414318080
Faksmile:
0895414318080
Email:
ahmadmuthohar25@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Anton Asfihani, SS.
Jabatan:
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah
Alamat:
Jalan Ki Mangunsarkoro No. 12 Semarang
Telepon:
081337077007
Faksmile:
-
Email:
anton.han79@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun anggaran 2026 akan melakukan survey Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) dengan sampel seluruh Kab./Kota di Jawa Tengah.  

Mengukur keberhasilan pembangunan olahraga bukanlah hal yang sederhana karena konsep tersebut bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, sumber daya manusia, infrastruktur, literasi fisik, hingga partisipasi masyarakat. Selama ini, ukuran keberhasilan olahraga seringkali hanya didasarkan pada perolehan medali atau tingkat partisipasi, yang meskipun relevan, belum mampu menggambarkan kondisi pembangunan olahraga secara menyeluruh. Perolehan medali, misalnya, sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan jumlah penduduk, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, diperlukan suatu instrumen pengukuran yang lebih komprehensif dan berbasis multidimensi. Survei Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) dilaksanakan untuk menyediakan data yang objektif dan terukur mengenai capaian pembangunan olahraga berdasarkan sembilan dimensi utama yang mencerminkan tiga pilar pembinaan olahraga, yaitu olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, dan olahraga prestasi. Hasil survei ini diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan, evaluasi program, serta perencanaan pembangunan olahraga yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Hasil survey IPO 2026 menjadi data yang diperlukan untuk mengevaluasi kebijakaan keolahragaan di daerah. Data yang diperoleh merupakan informasi yang berbasis data akurat, sehingga keputusan dan kebijakan yang diambil pemangku kepentingan bisa tepat sasaran.

Adapun pengumpulan data dan penghitungan IPO menggunakan multistage random sampling dengan sample seluruh Kab./kota di Jawa Tengah.

Ada 35 Kab./kota di Jawa Tengah, masing-masing Kab./Kota akan diambil satu desa/kelurahan yang menjadi lokasi dan sampel survey IPO 2026. Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah tentu butuh kolaborasi dengan dinas Olahraga Kab./kota setempat, sehingga pelaksanaan survey IPO terlaksana dengan baik.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah juga akan membentuk Tim Ahli yang memiliki tugas melakukan penelitian/rist/survey. Dalam pengambilan data IPO juga akan ada petugas lapangan dimasing-masing lokasi pengambilan data.

Setiap kabupaten/kota terambil 30 orang responden yang diperoleh secara random dan mengikuti kriteria komposisi jenis kelamin, serta kelompok usia anak-anak, remaja, pemuda, dan pra-lansia.

Terdapat 9 (sembilan) dimensi IPO yang merupakan data komprehensif keolahragaan, terdiri dari: SDM Olahraga, ruang terbuka olahraga, literasi fisik, partisipasi, kebugaran, perkembangan personal, kesehatan, performa, dan ekonomi.

 

3.2. Tujuan Kegiatan:

a. Mendapatkan informasi kondisi seluruh dimensi IPO diseluruh Kab./kota di Jawa Tengah yang akurat dan aktual.

b. Evaluasi perkembangan IPO Jawa Tengah

c. Dasar pengambilan Keputusan dan kebijakan Pembangunan keolahragaan di Jawa Tengah.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
02 Juni 2026
30 Juni 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
01 Juli 2026
31 Oktober 2026
C. Pengolahan
01 November 2026
30 November 2026
D. Analisis
01 November 2026
30 November 2026
E. Penyajian
01 Desember 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Sumber Daya Manusia merujuk pada pelatih, guru pendidikan jasmani, instruktur, dan relawan olahraga yang merupakan komponen utama dalam sistem pembinaan dan pengembangan olahraga. Indikator SDM Olahraga di suatu wilayah adalah rasio jumlah pelatih, guru pendidikan jasmani, instruktur, dan relawan olahraga dengan jumlah penduduk usia 10 (sepuluh) tahun ke atas di wilayah tersebut. 1 tahun
2 Ruang Terbuka suatu tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas olahraga, baik indoor maupun outdoor. Ruang terbuka merupakan tempat yang menjadi kebutuhan dasar bagi siapa pun untuk melakukan aktivitas olahraga. Ruang terbuka yang memadai menjadi syarat terbentuknya partisipasi dalam aktivitas olahraga. Indikator ruang terbuka di suatu wilayah adalah rasio antara ketersediaan ruang terbuka dengan jumlah penduduk usia 10 (sepuluh) tahun ke atas di wilayah tersebut 1 tahun
3 Literasi Fisik serangkaian pengetahuan, keterampilan, keterlibatan, dan tanggung jawab seseorang dalam melakukan aktivitas fisik untuk hidup yang berkualitas sepanjang hayat. Indikator utama dari literasi fisik adalah pengetahuan, sikap, dan kompetensi fisik dari individu. Individu yang memiliki literasi fisik yang bagus akan melibatkan diri dalam aktivitas fisik secara lebih intens dan berkelanjutan. 1 tahun
4 Partisipasi keterlibatan individu dalam olahraga/aktivitas fisik dalam satu minggu terakhir. Indikator partisipasi aktif merujuk pada angka partisipasi anggota masyarakat berusia 10 (sepuluh) sampai dengan 60 (enam puluh) tahun yang melakukan aktivitas olahraga paling sedikit 3 (tiga) kali per minggu. 1 tahun
5 Kebugaran kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Indikator kebugaran adalah angka kebugaran yang ditunjukkan dengan V02max, yakni berupa derajat kapasitas konsumsi aerobik maksimum. Semakin tinggi V02max, menunjukkan semakin tinggi tingkat kebugaran seseorang. 1 tahun
6 Perkembangan Personal Perkembangan aspek-aspek kepribadian yang dibutuhkan seseorang untuk menjalani kehidupan yang konstruktif, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Ada dua aspek yang diukur dalam perkembangan personal, yakni keuletan/ketangguhan/daya tahan (resilience) dan modal sosial. Keuletan/ketangguhan/daya tahan (resilience) adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan. Sementara itu, modal sosial adalah perasaan bersama sebagai warga bangsa yang memungkinkan mereka percaya satu sama lain. 1 tahun
7 Kesehatan mencakup sehat secara fisik dan psikis yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif. Seseorang dinyatakan sehat secara fisik jika terbebas dari penyakit dan mampu bekerja secara produktif. Sementara itu, sehat secara psikis mengacu pada kesejahteraan psikis, yakni suatu kondisi di mana individu dapat bertindak secara otonom, dapat menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, dan memiliki tujuan hidup yang jelas. 1 tahun
8 Performa capaian olahragawan atau sekelompok olahragawan termasuk penyandang disabilitas sebagai hasil dari pembinaan olahraga prestasi pada suatu wilayah. Performa dalam konteks ini diukur dengan dua hal, yakni perolehan medali dalam suatu kejuaraan dan populasi atlet elit di suatu daerah. 1 tahun
9 Ekonomi pengeluaran individu terkait aktivitas olahraga, baik dalam bentuk barang maupun jasa, dalam satu tahun. Belanja barang dapat berupa peralatan dan perlengkapan olahraga. Peralatan olahraga dapat berupa raket, stick atau pemukul, glove, bola dan lainnya. Sedangkan perlengkapan olahraga dapat berupa pakaian olahraga, sepatu dan lainnya. Sementara itu, jasa olahraga bisa berupa pembayaran tiket, konsultan, jasa pelatihan dan sebagainya. Kemampuan membayar terhadap barang atau jasa merupakan indikator penting dari ekonomi seseorang dalam kurun waktu satu tahun terakhir. 1 tahun
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Cross Sectional
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
  • Mengisi Kuesioner Sendiri
  • Lainnya : pengukuruan dengan metode MFT (Multistage Fitness Test)
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Multi Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Quota Sampling
5.7. Unit Sampel:
individu
5.8. Unit Observasi:
individu usia 10-60 tahun
5.9. Jumlah Responden:
1050
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara Dan Mitra Atau Tenaga Kontrak
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sma Atau Smk
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 35 orang
Pengumpul data/enumerator
: 280 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Kunjungan Kembali
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Individu
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Provinsi
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak