Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu |
| Tanggal Terbit | 12 Maret 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.1402.001 |
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu
1.2. Alamat Lengkap Instansi
Penyelenggara:
Jl. Lintas Timur Sumatera – Rengat Barat
Telepon:
(0769) 341332
Faksmile:
Email:
dinkesinhu@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat
Eselon 3):
Nama:
Sepriadi, SKM
Jabatan:
Sekretaris
Alamat:
Pematang Reba
Telepon:
081276456900
Faksmile:
-
Email:
dinkesinhu2013@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:
Kebutuhan data mengenai profil kesehatan di Kabupaten Indragiri Hulu
3.2. Tujuan Kegiatan:
Memperoleh data mengenai profil kesehatan di Kabupaten Indragiri Hulu
3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Desember 2025
|
12 Desember 2025
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
16 Maret 2026
|
30 Maret 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 April 2026
|
30 April 2026
|
| D. | Analisis |
01 Mei 2026
|
29 Mei 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Juni 2026
|
30 Juni 2026
|
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Kunjungan rawat jalan | Kunjungan baru rawat jalan di sarana pelayanan kesehatan di wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Kunjungan rawat jalan ini meliputi kunjungan rawat jalan di puskesmas dan kunjungan rawat jalan di rumah sakit. | 2025 |
| 2 | Kunjungan rawat inap | Kunjungan rawat inap adalah kunjungan baru rawat inap di sarana pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Kunjungan rawat inap ini meliputi kunjungan rawat inap di puskesmas, kunjungan rawat inap di rumah sakit, dan kunjungan rawat inap di sarana pelayanan kesehatan lain. | 2025 |
| 3 | Angka Kematian | Indikator hasil kinerja dari sebuah proses pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, dimana ada kematian di bawah 48 jam dan kematian di atas 48 jam | 2025 |
| 4 | Bed Occupaion Rate/BOR | Merupakan persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini dipergunakan untuk menilai kinerja Rumah Sakit pada suatu waktu tertentu | 2025 |
| 5 | Bed Turn Over/BTO | Frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, beberapa kali tempat dipakai dalam satu satuan waktu tertentu | 2025 |
| 6 | Jumlah dan Rasio Tenaga Medis | Perbandingan antara jumlah tenaga medis yang tersedia dengan jumlah penduduk di suatu wilayah | 2025 |
| 7 | Jumlah dan Angka Kematian Ibu | Kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamannya kehamilan | 2025 |
| 8 | Angka Kematian Bayi (AKB) | Jumlah penduduk yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama | 2025 |
| 9 | Angka Kematian Balita (AKABA) | Jumlah anak yang meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun dalam 1.000 kelahiran hidup | 2025 |
| 10 | Jumlah Posyandu | Banyaknya suatu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. | 2025 |
| 11 | Posbindu PTM | Kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu | 2025 |
| 12 | Jumlah Tenaga Gizi | Banyaknya tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang gizi yang terdiri dari nutrisionis dan dietisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku | 2025 |
| 13 | Jumlah Ahli Teknologi Laboratorium Medik | Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi melakukan analisis terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia untuk menghasilkan informasi tentang kesehatan perorangan dan masyarakat | 2025 |
| 14 | Jumlah Tenaga Teknik Biomedika Lainnya | Banyaknya tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang teknik biomedis yang terdiri atas radiografer, elektromedis, ahli teknologi laboratorium medis, fisikawan medis, radioterapis, dan ortotik prostetik | 2025 |
| 15 | Jumlah Tenaga Keterapian Fisik | Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam terapi fisik, mencakup fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupuntur | 2025 |
| 16 | Jumlah Tenaga Keteknisan Medis | Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi keteknisan medis, mencakup perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, teknisi pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata anestesi, terapis gigi dan mulut, dan audiologis | 2025 |
| 17 | Jumlah Tenaga Kefarmasian | Banyaknya tenaga kesehatan yang melakukan pekerjaan kefarmasian yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian | 2025 |
| 18 | Luas Wilayah | Luas geografis suatu wilayah administratif — biasanya diukur dalam satuan luas (misalnya km²). Menunjukkan total area daratan (dan/atau daratan + perairan sesuai definisi wilayah administratif) dari wilayah tersebut | 2025 |
| 19 | Jumlah Desa/Kelurahan | Banyaknya unit administrasi tingkat desa atau kelurahan dalam wilayah yang bersangkutan. Menunjukkan tingkat pembagian wilayah administratif di tingkat lokal | 2025 |
| 20 | Jumlah Penduduk | Total jumlah orang yang tinggal di wilayah tersebut pada periode tertentu. | 2025 |
| 21 | Rata-rata jiwa/rumah tangga | Rata-rata jumlah individu (jiwa) per rumah tangga di wilayah tersebut | 2025 |
| 22 | Kepadatan Penduduk (per km²) | Rasio antara jumlah penduduk dengan luas wilayah, menunjukkan berapa banyak orang tinggal per satuan luas | 2025 |
| 23 | Rasio Beban Tanggungan (Dependency Ratio / Beban Ketergantungan) | Rasio yang menggambarkan perbandingan antara jumlah penduduk “dependen” (kelompok usia non-produktif — misalnya anak-anak dan usia lanjut) terhadap jumlah penduduk usia produktif | 2025 |
| 24 | Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio / Rasio L/P) | Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu wilayah pada waktu tertentu | 2025 |
| 25 | Penduduk 15 tahun ke atas melek huruf | Jumlah atau persentase penduduk umur 15 tahun ke atas yang bisa membaca dan menulis (melek huruf) | 2025 |
| 26 | Jumlah Rumah Sakit Umum | Banyaknya unit rumah sakit umum (RSU) di wilayah tertentu | 2025 |
| 27 | Jumlah Rumah Sakit Khusus | Banyaknya rumah sakit yang berspesialisasi dalam kondisi/penyakit tertentu (misalnya rumah sakit bersalin, rumah sakit mata, rumah sakit jiwa, dsb) di wilayah tersebut | 2025 |
| 28 | Jumlah Puskesmas Rawat Inap | Banyaknya unit Puskesmas di suatu wilayah yang memiliki fasilitas rawat inap, artinya puskesmas yang bisa menerima pasien untuk menginap / dirawat dalam jangka waktu tertentu | 2025 |
| 29 | Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap | Banyaknya puskesmas yang hanya menyediakan pelayanan rawat jalan / pelayanan kesehatan dasar tanpa fasilitas tempat tidur/rawat inap | 2025 |
| 30 | Jumlah Puskesmas Keliling | Banyaknya unit layanan puskesmas keliling (mobile health clinics) yaitu puskesmas yang tidak berbasis gedung permanen saja, tetapi bisa bergerak, menjangkau area terpencil/terluar/daerah dengan akses pelayanan kesehatan terbatas | 2025 |
| 31 | Jumlah Puskesmas Pembantu | Banyaknya unit puskesmas “pembantu”, yaitu fasilitas kesehatan tambahan, biasanya di lokasi kecil/terpencil, yang mendukung puskesmas utama untuk memperluas cakupan layanan kesehatan masyarakat. | 2025 |
| 32 | Jumlah Apotek | Banyaknya apotek (pharmacy / drugstore) di wilayah tersebut, fasilitas komersial atau publik yang menyediakan obat-obatan / pelayanan farmasi kepada masyarakat | 2025 |
| 33 | Jumlah Klinik Pratama | Banyaknya klinik pratama (klinik umum / primer) di wilayah tersebut, yaitu fasilitas kesehatan primer (non-rumah sakit) yang menyediakan layanan kesehatan dasar seperti konsultasi umum, pemeriksaan ringan, perawatan jalan, perawatan ibu & anak, dan layanan kesehatan dasar lainnya | 2025 |
| 34 | Jumlah Klinik Utama | Banyaknya klinik utama, yang biasanya merujuk pada fasilitas klinik dengan layanan lebih lengkap daripada klinik pratama standar (mungkin dengan layanan spesialis atau layanan tambahan) | 2025 |
| 35 | RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 | Banyaknya rumah sakit (RS) di wilayah tersebut yang memiliki kemampuan pelayanan gawat darurat (emergency services) setingkat “level 1”, artinya RS mampu menangani kasus emergensi dasar dan menyediakan layanan rawat inap serta gawat darurat sesuai standar minimal | 2025 |
| 36 | Angka kematian kasar / Gross Death Rate (GDR) di RS | Rasio jumlah pasien rawat inap yang meninggal (termasuk bayi baru lahir jika dihitung) sepanjang periode tertentu terhadap seluruh pasien rawat inap keluar (discharge, baik hidup maupun meninggal) | 2025 |
| 37 | Angka kematian murni / Net Death Rate (NDR) di RS | Rasio jumlah pasien yang meninggal setelah minimal 48 jam perawatan rawat inap terhadap seluruh pasien rawat inap keluar (discharge). | 2025 |
| 38 | Turn Over Interval (TOI) di RS | Rata-rata hari kosong (tidak dihuni) dari suatu tempat tidur antara saat satu pasien keluar dan pasien berikutnya masuk | 2025 |
| 39 | Average Length of Stay (ALOS) di RS | Rata-rata lama waktu perawatan rawat inap: rata-rata jumlah hari pasien dirawat dari masuk sampai keluar (hidup atau meninggal). | 2025 |
| 40 | Puskesmas dengan ketersediaan obat vaksin & esensial | Proporsi atau jumlah fasilitas puskesmas di wilayah tertentu yang memiliki stok/tersedia obat esensial dan vaksin sesuai daftar nasional — artinya masyarakat dapat memperoleh obat dasar dan layanan imunisasi | 2025 |
| 41 | Persentase Ketersediaan Obat Esensial | Persentase jenis obat-obat esensial (sesuai daftar obat esensial nasional) yang tersedia di fasilitas layanan kesehatan (puskesmas/apotek) dibandingkan dengan total daftar obat esensial | 2025 |
| 42 | Persentase kabupaten/kota dengan ketersediaan vaksin IDL | Proporsi kabupaten/kota dalam suatu wilayah (provinsi/negara) yang memiliki fasilitas dengan ketersediaan vaksin IDL (atau vaksin tertentu sesuai kriteria nasional) | 2025 |
| 43 | Posyandu Aktif | Jumlah Posyandu di wilayah tertentu yang aktif memberikan layanan (penimbangan balita, imunisasi, kesehatan ibu-anak, dan penyuluhan) sesuai jadwal. Sumber: Dinas Kesehatan / BPS (Kabupaten/Kota dalam Angka) | 2025 |
| 44 | Rasio Posyandu per 100 Balita | Rasio jumlah Posyandu per 100 balita di wilayah tertentu | 2025 |
| 45 | Jumlah Dokter Spesialis | Total tenaga medis berkualifikasi spesialis yang bekerja di fasilitas kesehatan (RS, klinik, puskesmas rujukan) | 2025 |
| 46 | Jumlah Dokter Umum | Total tenaga medis dokter umum (non-spesialis) yang bertugas di fasilitas kesehatan wilayah tersebut | 2025 |
| 47 | Rasio Dokter (Spesialis + Umum) | Rasio total dokter (spesialis + umum) per jumlah penduduk | 2025 |
| 48 | Jumlah Dokter Gigi (termasuk Spesialis) | Total tenaga dokter gigi (umum dan spesialis) yang bekerja di fasilitas kesehatan wilayah tersebut. | 2025 |
| 49 | Rasio Dokter Gigi (termasuk Spesialis) | Rasio dokter gigi terhadap jumlah penduduk. | 2025 |
| 50 | Jumlah Bidan | Total tenaga bidan yang terdaftar dan aktif di fasilitas kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit, atau praktik mandiri). | 2025 |
| 51 | Rasio Bidan per 100.000 Penduduk | Rasio jumlah bidan terhadap jumlah penduduk | 2025 |
| 52 | Jumlah Perawat | Total tenaga perawat yang bekerja di fasilitas kesehatan wilayah tersebut (RS, puskesmas, klinik, dan lain-lain) | 2025 |
| 53 | Rasio Perawat per 100.000 Penduduk | Rasio jumlah perawat terhadap jumlah penduduk | 2025 |
| 54 | Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat | Total tenaga kesehatan masyarakat (promotif, preventif, surveilans, edukasi kesehatan) yang bertugas di puskesmas/dinas kesehatan wilayah tersebut | 2025 |
| 55 | Jumlah Tenaga Kesehatan Lingkungan | Total tenaga kesehatan lingkungan (sanitarian, petugas higiene, pengelolaan limbah, dan pengawasan lingkungan) di wilayah tersebut | 2025 |
| 56 | Jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian | Total tenaga teknis farmasi (asisten apoteker, teknisi farmasi) yang bekerja di fasilitas farmasi atau layanan kesehatan. | 2025 |
| 57 | Jumlah Tenaga Apoteker | Total tenaga apoteker profesional yang bekerja di apotek, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan wilayah tersebut. | 2025 |
| 58 | Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan | Jumlah penduduk yang terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan | 2025 |
| 59 | Total Anggaran Kesehatan | Total Anggaran Kesehatan | 2025 |
| 60 | APBD Kesehatan terhadap APBD Kabupaten/Kota | Persentase anggaran kesehatan terhadap total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) | 2025 |
| 61 | Anggaran Kesehatan Per Kapita | Total anggaran kesehatan dibagi jumlah penduduk wilayah tersebut | 2025 |
| 62 | Jumlah Lahir Hidup | Jumlah bayi yang lahir dengan tanda-tanda kehidupan (bernapas, detak jantung, atau gerakan otot) selama periode tertentu | 2025 |
| 63 | Angka Lahir Mati (dilaporkan) | Rasio jumlah kelahiran mati (bayi lahir tanpa tanda kehidupan setelah 22 minggu kehamilan atau berat ≥500 gram) terhadap jumlah kelahiran hidup dalam periode yang sama | 2025 |
| 64 | Kunjungan Ibu Hamil (K1) | Proporsi ibu hamil yang pertama kali memeriksakan kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan | 2025 |
| 65 | Kunjungan Ibu Hamil (K4) | Proporsi ibu hamil yang telah mendapatkan empat kali pemeriksaan kehamilan lengkap sesuai standar | 2025 |
| 66 | Kunjungan Ibu Hamil (K6) | Proporsi ibu hamil yang mendapatkan enam kali kunjungan pemeriksaan kehamilan sesuai standar terbaru pelayanan ANC (antenatal care) | 2025 |
| 67 | Persalinan di Fasyankes | Persentase persalinan yang dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas, rumah sakit, klinik). Indikator ini menunjukkan tingkat keamanan persalinan. | 2025 |
| 68 | Pelayanan Ibu Nifas KF Lengkap | Proporsi ibu nifas yang mendapatkan kunjungan pelayanan nifas lengkap (KF1–KF4) sesuai standar waktu pasca-persalinan. | 2025 |
| 69 | Ibu Nifas Mendapat Vitamin A | Persentase ibu nifas yang menerima kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000 IU) dalam masa 42 hari setelah melahirkan. | 2025 |
| 70 | Ibu Hamil dengan Imunisasi Td2–Td4 | Persentase ibu hamil yang menerima minimal dua dosis vaksin tetanus difteri (Td) untuk pencegahan tetanus neonatorum. | 2025 |
| 71 | Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) ≥90 tablet | Persentase ibu hamil yang mendapatkan minimal 90 tablet zat besi selama masa kehamilan dari fasilitas kesehatan. | 2025 |
| 72 | Bumil dengan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani | Persentase ibu hamil dengan komplikasi kebidanan (misalnya perdarahan, preeklampsia, infeksi, partus macet) yang mendapat penanganan sesuai standar di fasilitas kesehatan. | 2025 |
| 73 | Peserta KB Aktif Modern | Persentase pasangan usia subur yang aktif menggunakan metode kontrasepsi modern (IUD, implant, suntik, pil, kondom, MOW/MOP) pada periode pelaporan | 2025 |
| 74 | Peserta KB Pasca Persalinan | Persentase ibu pasca-persalinan yang menggunakan alat/obat kontrasepsi dalam 42 hari setelah melahirkan. | 2025 |
| 75 | Jumlah Kematian Neonatal | Jumlah kematian bayi umur 0–28 hari. | 2025 |
| 76 | Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) | Rasio kematian neonatal per 1.000 lahir hidup. | 2025 |
| 77 | Jumlah Bayi Mati | Jumlah kematian bayi (0–11 bulan). | 2025 |
| 78 | Jumlah Balita Mati | Jumlah kematian anak usia 0–59 bulan. | 2025 |
| 79 | Bayi Baru Lahir Ditimbang | Persentase bayi baru lahir yang ditimbang dalam 24 jam pertama | 2025 |
| 80 | Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) | Persentase bayi lahir dengan BB < 2.500 gram. | 2025 |
| 81 | Kunjungan Neonatus 1 (KN1) | Proporsi bayi neonatus yang mendapat kunjungan pertama (0–6 hari). | 2025 |
| 82 | Kunjungan Neonatus Lengkap (KN 3 kali) | Neonatus yang mendapat ≥ 3 kunjungan (0–28 hari). | 2025 |
| 83 | Bayi diberi ASI Eksklusif | Persentase bayi 0–6 bulan yang hanya mendapat ASI. | 2025 |
| 84 | Pelayanan Kesehatan Bayi | Bayi yang mendapat layanan pemantauan kesehatan rutin. | 2025 |
| 85 | Desa/Kelurahan UCI | Persentase desa/kelurahan dengan cakupan imunisasi dasar lengkap ≥ 80%. | 2025 |
| 86 | Cakupan Imunisasi Campak/Rubela pada Bayi | Bayi yang mendapat vaksin Campak/Rubela (MR). | 2025 |
| 87 | Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) | Bayi yang mendapat BCG, DPT-HB-Hib, Polio, Campak/Rubela | 2025 |
| 88 | Bayi Mendapat Vitamin A | Bayi 6–11 bulan yang mendapat Vitamin A biru | 2025 |
| 89 | Balita Mendapat Vitamin A | Balita 12–59 bulan yang mendapat Vitamin A merah. | 2025 |
| 90 | Anak Balita Mendapat Vitamin A | Balita 12–59 bulan yang mendapat Vitamin A merah. | 2025 |
| 91 | Balita Memiliki Buku KIA | Persentase balita dengan buku KIA aktif digunakan. | 2025 |
| 92 | Balita Dipantau Pertumbuhan & Perkembangan | Balita yang mengikuti pemantauan tumbuh kembang di Posyandu | 2025 |
| 93 | Balita Ditimbang (D/S) | Balita yang ditimbang dibagi balita sasaran (D/S). | 2025 |
| 94 | Balita Berat Badan Kurang (BB/U) | Balita dengan BB < standar umur | 2025 |
| 95 | Balita Pendek (TB/U) | Balita dengan TB < standar umur (stunting). | 2025 |
| 96 | Balita Gizi Kurang (BB/TB) | Balita dengan indikator BB/TB antara -3 s.d. -2 SD. | 2025 |
| 97 | Balita Gizi Buruk (BB/TB) | Balita dengan BB/TB < -3 SD. | 2025 |
| 98 | Pelayanan Kesehatan Usia Pendidikan Dasar | Siswa SD–SMA yang mendapat pelayanan kesehatan menyeluruh (PMT, imunisasi, pemeriksaan). | 2025 |
| 99 | Catin Mendapatkan Layanan Kesehatan | Calon pengantin yang mendapat pemeriksaan kesehatan pra-nikah (TTD, Konseling, Tes HIV, dsb.) | 2025 |
| 100 | Pelayanan Kesehatan Usila (≥ 60 tahun) | Penduduk usia ≥ 60 tahun yang mendapat pelayanan kesehatan rutin. | 2025 |
| 101 | Orang Terduga TBC Mendapat Pelayanan Sesuai Standar | Persentase suspek TBC yang menjalani pemeriksaan diagnostik dan penanganan sesuai pedoman nasional. | 2025 |
| 102 | Sarana Air Minum yang Diawasi/Diperiksa Kualitas Air Minumnya Sesuai Standar (Aman) | Persentase sarana air minum (sumur, PDAM, SPAM, dll.) yang diperiksa kualitas airnya dan memenuhi standar kesehatan air minum berdasarkan parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. | 2025 |
| 103 | KK Stop BABS (SBS) | Persentase rumah tangga yang sudah tidak buang air besar sembarangan (BABS), baik di sungai, kebun, maupun tempat terbuka. Indikator utama pilar pertama STBM. | 2025 |
| 104 | KK dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak | Persentase rumah tangga yang memiliki atau menggunakan jamban sehat dengan pembuangan tinja aman. | 2025 |
| 105 | KK dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman | Persentase rumah tangga dengan fasilitas sanitasi yang tidak mencemari lingkungan dan memenuhi kriteria aman (kedap air, terhubung ke tangki septik, dan pengelolaan limbah sesuai standar). | 2025 |
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
4.6. Metode Pengumpulan Data:
- Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
- Lainnya : Menggunakan google spreadsheet untuk menhinput data
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot
Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas
Pengumpulan Data:
- Supervisi
- Lainnya : Rekonsiliasi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
:
Tidak
Penyandian (Coding)
:
Tidak
Data Entry
:
Ya
Penyahihan (Validasi)
:
Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
- Lainnya : Unit pelayanan kesehatan
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
- Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk
Umum
Tercetak (Hardcopy)
:
Ya
Digital (Softcopy)
:
Ya
Data Mikro
:
Tidak