Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu
Tanggal Terbit 12 Maret 2026
Identitas Rekomendasi K-26.1402.001
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Lintas Timur Sumatera – Rengat Barat
Telepon:
(0769) 341332
Faksmile:
Email:
dinkesinhu@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Sepriadi, SKM
Jabatan:
Sekretaris
Alamat:
Pematang Reba
Telepon:
081276456900
Faksmile:
-
Email:
dinkesinhu2013@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Kebutuhan data mengenai profil kesehatan di Kabupaten Indragiri Hulu

3.2. Tujuan Kegiatan:

Memperoleh data mengenai profil kesehatan di Kabupaten Indragiri Hulu

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Desember 2025
12 Desember 2025
B. Pelaksanaan Lapangan
16 Maret 2026
30 Maret 2026
C. Pengolahan
01 April 2026
30 April 2026
D. Analisis
01 Mei 2026
29 Mei 2026
E. Penyajian
01 Juni 2026
30 Juni 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Kunjungan rawat jalan Kunjungan baru rawat jalan di sarana pelayanan kesehatan di wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Kunjungan rawat jalan ini meliputi kunjungan rawat jalan di puskesmas dan kunjungan rawat jalan di rumah sakit. 2025
2 Kunjungan rawat inap Kunjungan rawat inap adalah kunjungan baru rawat inap di sarana pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Kunjungan rawat inap ini meliputi kunjungan rawat inap di puskesmas, kunjungan rawat inap di rumah sakit, dan kunjungan rawat inap di sarana pelayanan kesehatan lain. 2025
3 Angka Kematian Indikator hasil kinerja dari sebuah proses pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, dimana ada kematian di bawah 48 jam dan kematian di atas 48 jam 2025
4 Bed Occupaion Rate/BOR Merupakan persentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Indikator ini dipergunakan untuk menilai kinerja Rumah Sakit pada suatu waktu tertentu 2025
5 Bed Turn Over/BTO Frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, beberapa kali tempat dipakai dalam satu satuan waktu tertentu 2025
6 Jumlah dan Rasio Tenaga Medis Perbandingan antara jumlah tenaga medis yang tersedia dengan jumlah penduduk di suatu wilayah 2025
7 Jumlah dan Angka Kematian Ibu Kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamannya kehamilan 2025
8 Angka Kematian Bayi (AKB) Jumlah penduduk yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama 2025
9 Angka Kematian Balita (AKABA) Jumlah anak yang meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun dalam 1.000 kelahiran hidup 2025
10 Jumlah Posyandu Banyaknya suatu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang bertujuan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. 2025
11 Posbindu PTM Kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu 2025
12 Jumlah Tenaga Gizi Banyaknya tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang gizi yang terdiri dari nutrisionis dan dietisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 2025
13 Jumlah Ahli Teknologi Laboratorium Medik Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi melakukan analisis terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia untuk menghasilkan informasi tentang kesehatan perorangan dan masyarakat 2025
14 Jumlah Tenaga Teknik Biomedika Lainnya Banyaknya tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang teknik biomedis yang terdiri atas radiografer, elektromedis, ahli teknologi laboratorium medis, fisikawan medis, radioterapis, dan ortotik prostetik 2025
15 Jumlah Tenaga Keterapian Fisik Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam terapi fisik, mencakup fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupuntur 2025
16 Jumlah Tenaga Keteknisan Medis Banyaknya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi keteknisan medis, mencakup perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, teknisi pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata anestesi, terapis gigi dan mulut, dan audiologis 2025
17 Jumlah Tenaga Kefarmasian Banyaknya tenaga kesehatan yang melakukan pekerjaan kefarmasian yang terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian 2025
18 Luas Wilayah Luas geografis suatu wilayah administratif — biasanya diukur dalam satuan luas (misalnya km²). Menunjukkan total area daratan (dan/atau daratan + perairan sesuai definisi wilayah administratif) dari wilayah tersebut 2025
19 Jumlah Desa/Kelurahan Banyaknya unit administrasi tingkat desa atau kelurahan dalam wilayah yang bersangkutan. Menunjukkan tingkat pembagian wilayah administratif di tingkat lokal 2025
20 Jumlah Penduduk Total jumlah orang yang tinggal di wilayah tersebut pada periode tertentu. 2025
21 Rata-rata jiwa/rumah tangga Rata-rata jumlah individu (jiwa) per rumah tangga di wilayah tersebut 2025
22 Kepadatan Penduduk (per km²) Rasio antara jumlah penduduk dengan luas wilayah, menunjukkan berapa banyak orang tinggal per satuan luas 2025
23 Rasio Beban Tanggungan (Dependency Ratio / Beban Ketergantungan) Rasio yang menggambarkan perbandingan antara jumlah penduduk “dependen” (kelompok usia non-produktif — misalnya anak-anak dan usia lanjut) terhadap jumlah penduduk usia produktif 2025
24 Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio / Rasio L/P) Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk perempuan di suatu wilayah pada waktu tertentu 2025
25 Penduduk 15 tahun ke atas melek huruf Jumlah atau persentase penduduk umur 15 tahun ke atas yang bisa membaca dan menulis (melek huruf) 2025
26 Jumlah Rumah Sakit Umum Banyaknya unit rumah sakit umum (RSU) di wilayah tertentu 2025
27 Jumlah Rumah Sakit Khusus Banyaknya rumah sakit yang berspesialisasi dalam kondisi/penyakit tertentu (misalnya rumah sakit bersalin, rumah sakit mata, rumah sakit jiwa, dsb) di wilayah tersebut 2025
28 Jumlah Puskesmas Rawat Inap Banyaknya unit Puskesmas di suatu wilayah yang memiliki fasilitas rawat inap, artinya puskesmas yang bisa menerima pasien untuk menginap / dirawat dalam jangka waktu tertentu 2025
29 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap Banyaknya puskesmas yang hanya menyediakan pelayanan rawat jalan / pelayanan kesehatan dasar tanpa fasilitas tempat tidur/rawat inap 2025
30 Jumlah Puskesmas Keliling Banyaknya unit layanan puskesmas keliling (mobile health clinics) yaitu puskesmas yang tidak berbasis gedung permanen saja, tetapi bisa bergerak, menjangkau area terpencil/terluar/daerah dengan akses pelayanan kesehatan terbatas 2025
31 Jumlah Puskesmas Pembantu Banyaknya unit puskesmas “pembantu”, yaitu fasilitas kesehatan tambahan, biasanya di lokasi kecil/terpencil, yang mendukung puskesmas utama untuk memperluas cakupan layanan kesehatan masyarakat. 2025
32 Jumlah Apotek Banyaknya apotek (pharmacy / drugstore) di wilayah tersebut, fasilitas komersial atau publik yang menyediakan obat-obatan / pelayanan farmasi kepada masyarakat 2025
33 Jumlah Klinik Pratama Banyaknya klinik pratama (klinik umum / primer) di wilayah tersebut, yaitu fasilitas kesehatan primer (non-rumah sakit) yang menyediakan layanan kesehatan dasar seperti konsultasi umum, pemeriksaan ringan, perawatan jalan, perawatan ibu & anak, dan layanan kesehatan dasar lainnya 2025
34 Jumlah Klinik Utama Banyaknya klinik utama, yang biasanya merujuk pada fasilitas klinik dengan layanan lebih lengkap daripada klinik pratama standar (mungkin dengan layanan spesialis atau layanan tambahan) 2025
35 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 Banyaknya rumah sakit (RS) di wilayah tersebut yang memiliki kemampuan pelayanan gawat darurat (emergency services) setingkat “level 1”, artinya RS mampu menangani kasus emergensi dasar dan menyediakan layanan rawat inap serta gawat darurat sesuai standar minimal 2025
36 Angka kematian kasar / Gross Death Rate (GDR) di RS Rasio jumlah pasien rawat inap yang meninggal (termasuk bayi baru lahir jika dihitung) sepanjang periode tertentu terhadap seluruh pasien rawat inap keluar (discharge, baik hidup maupun meninggal) 2025
37 Angka kematian murni / Net Death Rate (NDR) di RS Rasio jumlah pasien yang meninggal setelah minimal 48 jam perawatan rawat inap terhadap seluruh pasien rawat inap keluar (discharge). 2025
38 Turn Over Interval (TOI) di RS Rata-rata hari kosong (tidak dihuni) dari suatu tempat tidur antara saat satu pasien keluar dan pasien berikutnya masuk 2025
39 Average Length of Stay (ALOS) di RS Rata-rata lama waktu perawatan rawat inap: rata-rata jumlah hari pasien dirawat dari masuk sampai keluar (hidup atau meninggal). 2025
40 Puskesmas dengan ketersediaan obat vaksin & esensial Proporsi atau jumlah fasilitas puskesmas di wilayah tertentu yang memiliki stok/tersedia obat esensial dan vaksin sesuai daftar nasional — artinya masyarakat dapat memperoleh obat dasar dan layanan imunisasi 2025
41 Persentase Ketersediaan Obat Esensial Persentase jenis obat-obat esensial (sesuai daftar obat esensial nasional) yang tersedia di fasilitas layanan kesehatan (puskesmas/apotek) dibandingkan dengan total daftar obat esensial 2025
42 Persentase kabupaten/kota dengan ketersediaan vaksin IDL Proporsi kabupaten/kota dalam suatu wilayah (provinsi/negara) yang memiliki fasilitas dengan ketersediaan vaksin IDL (atau vaksin tertentu sesuai kriteria nasional) 2025
43 Posyandu Aktif Jumlah Posyandu di wilayah tertentu yang aktif memberikan layanan (penimbangan balita, imunisasi, kesehatan ibu-anak, dan penyuluhan) sesuai jadwal. Sumber: Dinas Kesehatan / BPS (Kabupaten/Kota dalam Angka) 2025
44 Rasio Posyandu per 100 Balita Rasio jumlah Posyandu per 100 balita di wilayah tertentu 2025
45 Jumlah Dokter Spesialis Total tenaga medis berkualifikasi spesialis yang bekerja di fasilitas kesehatan (RS, klinik, puskesmas rujukan) 2025
46 Jumlah Dokter Umum Total tenaga medis dokter umum (non-spesialis) yang bertugas di fasilitas kesehatan wilayah tersebut 2025
47 Rasio Dokter (Spesialis + Umum) Rasio total dokter (spesialis + umum) per jumlah penduduk 2025
48 Jumlah Dokter Gigi (termasuk Spesialis) Total tenaga dokter gigi (umum dan spesialis) yang bekerja di fasilitas kesehatan wilayah tersebut. 2025
49 Rasio Dokter Gigi (termasuk Spesialis) Rasio dokter gigi terhadap jumlah penduduk. 2025
50 Jumlah Bidan Total tenaga bidan yang terdaftar dan aktif di fasilitas kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit, atau praktik mandiri). 2025
51 Rasio Bidan per 100.000 Penduduk Rasio jumlah bidan terhadap jumlah penduduk 2025
52 Jumlah Perawat Total tenaga perawat yang bekerja di fasilitas kesehatan wilayah tersebut (RS, puskesmas, klinik, dan lain-lain) 2025
53 Rasio Perawat per 100.000 Penduduk Rasio jumlah perawat terhadap jumlah penduduk 2025
54 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat Total tenaga kesehatan masyarakat (promotif, preventif, surveilans, edukasi kesehatan) yang bertugas di puskesmas/dinas kesehatan wilayah tersebut 2025
55 Jumlah Tenaga Kesehatan Lingkungan Total tenaga kesehatan lingkungan (sanitarian, petugas higiene, pengelolaan limbah, dan pengawasan lingkungan) di wilayah tersebut 2025
56 Jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian Total tenaga teknis farmasi (asisten apoteker, teknisi farmasi) yang bekerja di fasilitas farmasi atau layanan kesehatan. 2025
57 Jumlah Tenaga Apoteker Total tenaga apoteker profesional yang bekerja di apotek, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan wilayah tersebut. 2025
58 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Jumlah penduduk yang terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan 2025
59 Total Anggaran Kesehatan Total Anggaran Kesehatan 2025
60 APBD Kesehatan terhadap APBD Kabupaten/Kota Persentase anggaran kesehatan terhadap total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025
61 Anggaran Kesehatan Per Kapita Total anggaran kesehatan dibagi jumlah penduduk wilayah tersebut 2025
62 Jumlah Lahir Hidup Jumlah bayi yang lahir dengan tanda-tanda kehidupan (bernapas, detak jantung, atau gerakan otot) selama periode tertentu 2025
63 Angka Lahir Mati (dilaporkan) Rasio jumlah kelahiran mati (bayi lahir tanpa tanda kehidupan setelah 22 minggu kehamilan atau berat ≥500 gram) terhadap jumlah kelahiran hidup dalam periode yang sama 2025
64 Kunjungan Ibu Hamil (K1) Proporsi ibu hamil yang pertama kali memeriksakan kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan 2025
65 Kunjungan Ibu Hamil (K4) Proporsi ibu hamil yang telah mendapatkan empat kali pemeriksaan kehamilan lengkap sesuai standar 2025
66 Kunjungan Ibu Hamil (K6) Proporsi ibu hamil yang mendapatkan enam kali kunjungan pemeriksaan kehamilan sesuai standar terbaru pelayanan ANC (antenatal care) 2025
67 Persalinan di Fasyankes Persentase persalinan yang dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas, rumah sakit, klinik). Indikator ini menunjukkan tingkat keamanan persalinan. 2025
68 Pelayanan Ibu Nifas KF Lengkap Proporsi ibu nifas yang mendapatkan kunjungan pelayanan nifas lengkap (KF1–KF4) sesuai standar waktu pasca-persalinan. 2025
69 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A Persentase ibu nifas yang menerima kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000 IU) dalam masa 42 hari setelah melahirkan. 2025
70 Ibu Hamil dengan Imunisasi Td2–Td4 Persentase ibu hamil yang menerima minimal dua dosis vaksin tetanus difteri (Td) untuk pencegahan tetanus neonatorum. 2025
71 Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) ≥90 tablet Persentase ibu hamil yang mendapatkan minimal 90 tablet zat besi selama masa kehamilan dari fasilitas kesehatan. 2025
72 Bumil dengan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani Persentase ibu hamil dengan komplikasi kebidanan (misalnya perdarahan, preeklampsia, infeksi, partus macet) yang mendapat penanganan sesuai standar di fasilitas kesehatan. 2025
73 Peserta KB Aktif Modern Persentase pasangan usia subur yang aktif menggunakan metode kontrasepsi modern (IUD, implant, suntik, pil, kondom, MOW/MOP) pada periode pelaporan 2025
74 Peserta KB Pasca Persalinan Persentase ibu pasca-persalinan yang menggunakan alat/obat kontrasepsi dalam 42 hari setelah melahirkan. 2025
75 Jumlah Kematian Neonatal Jumlah kematian bayi umur 0–28 hari. 2025
76 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) Rasio kematian neonatal per 1.000 lahir hidup. 2025
77 Jumlah Bayi Mati Jumlah kematian bayi (0–11 bulan). 2025
78 Jumlah Balita Mati Jumlah kematian anak usia 0–59 bulan. 2025
79 Bayi Baru Lahir Ditimbang Persentase bayi baru lahir yang ditimbang dalam 24 jam pertama 2025
80 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) Persentase bayi lahir dengan BB < 2.500 gram. 2025
81 Kunjungan Neonatus 1 (KN1) Proporsi bayi neonatus yang mendapat kunjungan pertama (0–6 hari). 2025
82 Kunjungan Neonatus Lengkap (KN 3 kali) Neonatus yang mendapat ≥ 3 kunjungan (0–28 hari). 2025
83 Bayi diberi ASI Eksklusif Persentase bayi 0–6 bulan yang hanya mendapat ASI. 2025
84 Pelayanan Kesehatan Bayi Bayi yang mendapat layanan pemantauan kesehatan rutin. 2025
85 Desa/Kelurahan UCI Persentase desa/kelurahan dengan cakupan imunisasi dasar lengkap ≥ 80%. 2025
86 Cakupan Imunisasi Campak/Rubela pada Bayi Bayi yang mendapat vaksin Campak/Rubela (MR). 2025
87 Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Bayi yang mendapat BCG, DPT-HB-Hib, Polio, Campak/Rubela 2025
88 Bayi Mendapat Vitamin A Bayi 6–11 bulan yang mendapat Vitamin A biru 2025
89 Balita Mendapat Vitamin A Balita 12–59 bulan yang mendapat Vitamin A merah. 2025
90 Anak Balita Mendapat Vitamin A Balita 12–59 bulan yang mendapat Vitamin A merah. 2025
91 Balita Memiliki Buku KIA Persentase balita dengan buku KIA aktif digunakan. 2025
92 Balita Dipantau Pertumbuhan & Perkembangan Balita yang mengikuti pemantauan tumbuh kembang di Posyandu 2025
93 Balita Ditimbang (D/S) Balita yang ditimbang dibagi balita sasaran (D/S). 2025
94 Balita Berat Badan Kurang (BB/U) Balita dengan BB < standar umur 2025
95 Balita Pendek (TB/U) Balita dengan TB < standar umur (stunting). 2025
96 Balita Gizi Kurang (BB/TB) Balita dengan indikator BB/TB antara -3 s.d. -2 SD. 2025
97 Balita Gizi Buruk (BB/TB) Balita dengan BB/TB < -3 SD. 2025
98 Pelayanan Kesehatan Usia Pendidikan Dasar Siswa SD–SMA yang mendapat pelayanan kesehatan menyeluruh (PMT, imunisasi, pemeriksaan). 2025
99 Catin Mendapatkan Layanan Kesehatan Calon pengantin yang mendapat pemeriksaan kesehatan pra-nikah (TTD, Konseling, Tes HIV, dsb.) 2025
100 Pelayanan Kesehatan Usila (≥ 60 tahun) Penduduk usia ≥ 60 tahun yang mendapat pelayanan kesehatan rutin. 2025
101 Orang Terduga TBC Mendapat Pelayanan Sesuai Standar Persentase suspek TBC yang menjalani pemeriksaan diagnostik dan penanganan sesuai pedoman nasional. 2025
102 Sarana Air Minum yang Diawasi/Diperiksa Kualitas Air Minumnya Sesuai Standar (Aman) Persentase sarana air minum (sumur, PDAM, SPAM, dll.) yang diperiksa kualitas airnya dan memenuhi standar kesehatan air minum berdasarkan parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi. 2025
103 KK Stop BABS (SBS) Persentase rumah tangga yang sudah tidak buang air besar sembarangan (BABS), baik di sungai, kebun, maupun tempat terbuka. Indikator utama pilar pertama STBM. 2025
104 KK dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak Persentase rumah tangga yang memiliki atau menggunakan jamban sehat dengan pembuangan tinja aman. 2025
105 KK dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman Persentase rumah tangga dengan fasilitas sanitasi yang tidak mencemari lingkungan dan memenuhi kriteria aman (kedap air, terhubung ke tangki septik, dan pengelolaan limbah sesuai standar). 2025
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Lainnya : Menggunakan google spreadsheet untuk menhinput data
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
  • Lainnya : Rekonsiliasi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Tidak
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Unit pelayanan kesehatan
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak