Beranda / Rekomendasi Terbit / Survei Kecakapan Digital Pengguna Layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Yogyakarta Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survei Kecakapan Digital Pengguna Layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Yogyakarta Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Yogyakarta
Tanggal Terbit 18 Juni 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3471.008
Judul Kegiatan :
Survei Kecakapan Digital Pengguna Layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Yogyakarta
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Yogyakarta
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Kenari No. 56 Yogyakarta
Telepon:
(0274) 515865
Faksmile:
(0274) 561270
Email:
kominfosandi@jogjakota.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Triandri Komarozzaman, S.T., M.T.
Jabatan:
Direktur CV. Branggah Hita
Alamat:
Jl Babaran Timur Gg Cepoko 762A RT 015 RW 004 Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Yogyakarta
Telepon:
(0274) 2830642
Faksmile:
Email:
branggahhita2015@yahoo.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Era transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan tidak lagi sekadar diukur dari penyediaan infrastruktur atau jumlah unduhan aplikasi. Di Kota Yogyakarta, layanan Jogja Smart Service (JSS) telah menjadi pintu tunggal integrasi layanan digital bagi masyarakat. Namun, keberhasilan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) memerlukan evaluasi kritis terhadap kedalaman dampak yang dirasakan warga, bukan sekadar tingkat penerimaan teknologi.

Sesuai dengan arahan strategis Pemerintah Kota Yogyakarta, orientasi evaluasi SPBE saat ini bergeser dari pengukuran acceptance menuju pengukuran tingkat kapabilitas dan kesiapan digital (digital readiness) warga. Oleh karena itu, diperlukan sebuah survei komprehensif yang tidak terbatas pada performa aplikasi tertentu, melainkan mengukur sejauh mana kecakapan digital masyarakat mampu memanfaatkan infrastruktur yang tersedia, khususnya WiFi publik, untuk tujuan produktif, serta korelasinya terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Tingginya penetrasi infrastruktur digital seperti WiFi publik gratis di berbagai titik di Kota Yogyakarta memunculkan anomali traffic data yang tinggi. Perlu diukur apakah pemanfaatan tersebut bersifat produktif (ekonomi/pendidikan) atau sekadar konsumtif. Selain itu, terdapat kebutuhan untuk mengukur korelasi (irisan) antara tingkat literasi/kapabilitas digital masyarakat dengan upaya pengentasan kemiskinan (Rasio Gini), khususnya pada kelompok Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS).

Survei pihak ketiga sebelumnya lebih fokus pada penerimaan layanan (adopsi), sehingga Pemerintah Kota Yogyakarta perlu mengisi celah data spesifik terkait digital readiness, ekspektasi layanan, dan kapabilitas warga secara umum tanpa bias penilaian aplikasi spesifik yang tata kelolanya belum sempurna. Hasil survei ini juga dipertimbangkan untuk diintegrasikan sebagai bagian dari indikator standar penilaian layanan digital secara nasional (Kemenpan RB).

3.2. Tujuan Kegiatan:
  1. Mengukur tingkat kecakapan digital pengguna layanan JSS secara umum.
  2. Membedakan pola pemanfaatan infrastruktur digital (WiFi Publik/JSS) antara penggunaan produktif dan non-produktif.
  3. Menganalisis dampak ekosistem digital terhadap efisiensi waktu, biaya, serta potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat (terutama kelompok rentan/KSJPS).
  4. Mendapatkan justifikasi data kewilayahan sebagai dasar arah kebijakan SPBE selanjutnya.
  5. Mendukung proses pengambilan kebijakan berbasis data dalam rangka penguatan ekosistem layanan digital Pemerintah Kota Yogyakarta.
3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
09 April 2026
12 Juni 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
15 Juni 2026
23 Juni 2026
C. Pengolahan
24 Juni 2026
10 Juli 2026
D. Analisis
13 Juli 2026
31 Juli 2026
E. Penyajian
03 Agustus 2026
07 Agustus 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Nama Panggilan lengkap seseorang sesuai dengan nama yang tercantum pada kartu keluarga (KK) atau kartu tanda penduduk (KTP). Saat survei
2 Rentang Usia pengelompokan atau interval umur yang dibatasi oleh batas bawah (usia minimum) dan batas atas (usia maksimum) tertentu Saat survei
3 Jenis Kelamin penggolongan seseorang secara fisiologis menurut jenis dan kemampuan organ reproduksi yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu Saat survei
4 Pendidikan Terakhir tingkatan pendidikan yang dicapai seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi pada jenjang pendidikan tertinggi yang diikutinya dengan mendapatkan tanda tamat sekolah (ijazah) Saat survei
5 Asal Kemantren daerah bagian kabupaten/kota yang membawahkan beberapa desa atau kelurahan dan dikepalai oleh seorang camat Saat survei
6 Asal Kelurahan daerah pemerintahan yang paling bawah yang dipimpin oleh seorang lurah Saat survei
7 Kategori Responden kategori pengguna layanan yang menjadi sasaran yaitu Warga Miskin/KSJPS, Pelaku UKM, RT, RW, LPMK, PKK, Karang Taruna, Kelompok Rentan, dan Anak Sekolah/Siswa Saat survei
8 Perangkat Digital Utama yang Digunakan alat elektronik yang paling sering dipakai untuk aktivitas harian, seperti smartphone, laptop, komputer, atau tablet Saat survei
9 Sumber akses internet utama layanan atau jaringan yang paling sering digunakan untuk terhubung ke internet, misalnya Wi-Fi rumah, data seluler, hotspot, atau Wi-Fi kantor/sekolah Saat survei
10 Titik Wifi Pemkot yang sering digunakan lokasi layanan WiFi gratis milik pemerintah kota yang paling sering dipakai seseorang untuk mengakses internet, misalnya di taman, balai kota, atau fasilitas umum lainnya Saat survei
11 Durasi penggunaan akses internet WiFi per hari lama waktu seseorang menggunakan koneksi WiFi untuk mengakses internet dalam satu hari dihitung dalam jam Saat survei
12 Mengoperasikan fungsi dasar perangkat digital kemampuan menggunakan fitur utama pada perangkat seperti menyalakan, membuka aplikasi, mengetik, menyimpan file, atau menghubungkan ke internet Saat survei
13 unduh dan instal aplikasi dari Play Store/App Store proses mengambil dan memasang aplikasi ke perangkat digital melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store Saat survei
14 pengaturan dasar perangkat kemampuan mengelola fitur penting pada perangkat digital, seperti menghubungkan WiFi, mengatur notifikasi, dan memperbarui aplikasi agar perangkat dapat digunakan dengan baik dan aman Saat survei
15 membedakan antara pesan/link yang aman dan yang mencurigakan kemampuan mengenali apakah suatu pesan atau tautan dapat dipercaya atau berpotensi menipu, misalnya meminta data pribadi, password, atau mengarahkan ke situs palsu Saat survei
16 mengganti password akun penting dan tidak menggunakan password yang sama untuk semua akun kebiasaan menjaga keamanan akun digital dengan membuat kata sandi yang berbeda dan rutin diperbarui agar akun lebih aman dari peretasan Saat survei
17 memahami pentingnya menjaga privasi data pribadi di internet kesadaran untuk melindungi informasi pribadi, seperti KTP, nomor HP, atau lokasi, agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain di dunia online Saat survei
18 menggunakan aplikasi komunikasi digital kemampuan memakai aplikasi komunikasi online untuk mengirim pesan, berbagi informasi, belajar, bekerja, atau melakukan pertemuan virtual seperti WhatsApp, Email, Zoom/Google Meet Saat survei
19 mencari informasi di internet dan memverifikasi kebenarannya kemampuan menemukan informasi online lalu mengecek apakah informasi tersebut benar dan terpercaya, sehingga dapat membedakan berita asli dengan hoaks atau informasi palsu Saat survei
20 menggunakan layanan transaksi digital kemampuan melakukan pembayaran atau transfer uang secara online menggunakan aplikasi atau layanan digital melalui smartphone seperti transfer bank via HP, QRIS, e-wallet seperti OVO/GoPay/Dana Saat survei
21 melakukan pembayaran online untuk tagihan/belanja secara mandiri kemampuan membayar kebutuhan seperti listrik, internet, atau belanja melalui internet tanpa bantuan orang lain Saat survei
22 percaya diri dalam menggunakan teknologi digital keyakinan diri dalam memakai perangkat dan layanan digital untuk kebutuhan harian, seperti komunikasi, belajar, bekerja, atau transaksi online Saat survei
23 kesediaan dan ketertarikan untuk mempelajari teknologi digital baru yang bermanfaat sikap terbuka dan mau belajar menggunakan teknologi baru yang dapat membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah atau efektif Saat survei
24 Mengakses layanan pemerintah secara online kemampuan menggunakan portal atau aplikasi resmi pemerintah untuk mengurus surat, mendaftar layanan, atau mengakses informasi publik secara online Saat survei
25 Mengisi formulir digital secara online kemampuan mengisi dan mengirimkan formulir berbasis web atau aplikasi untuk keperluan pendaftaran, pengaduan, atau permohonan layanan Saat survei
26 Melacak status permohonan/pengaduan secara digital kemampuan memantau perkembangan permohonan atau pengaduan yang diajukan melalui sistem digital tanpa perlu mendatangi kantor pemerintah Saat survei
27 Menggunakan perangkat digital untuk pekerjaan/usaha/tugas kemampuan memanfaatkan perangkat dan aplikasi digital untuk menyelesaikan pekerjaan, usaha, atau tugas seperti membuat dokumen, spreadsheet, atau presentasi Saat survei
28 Menggunakan platform digital untuk kegiatan ekonomi produktif kemampuan memanfaatkan platform online untuk aktivitas yang menghasilkan nilai ekonomi seperti berjualan online, mencari pekerjaan, atau menawarkan jasa freelance Saat survei
29 Menggunakan media sosial secara strategis untuk tujuan produktif kemampuan memanfaatkan media sosial atau platform digital secara terarah untuk keperluan produktif seperti promosi usaha, jaringan profesional, atau edukasi Saat survei
30 Bekerja sama secara digital menggunakan platform kolaborasi kemampuan berkoordinasi dan bekerja bersama orang lain melalui platform digital seperti Google Drive, dokumen bersama, atau grup kerja online Saat survei
31 Mengelola dan menyimpan data/dokumen secara digital kemampuan mengorganisir dan menyimpan data atau dokumen digital secara terstruktur menggunakan cloud storage atau folder yang terkelola Saat survei
32 Mengatasi masalah teknis sederhana pada perangkat digital kemampuan menyelesaikan gangguan umum pada perangkat secara mandiri seperti restart, membersihkan cache, atau memeriksa koneksi internet Saat survei
33 Mencari solusi teknis di internet secara mandiri kemampuan menemukan jawaban atas masalah teknologi digital dengan mencari informasi di internet secara mandiri Saat survei
34 Pengenalan dan instalasi aplikasi JSS tingkat pengetahuan dan adopsi responden terhadap aplikasi Jogja Smart Service (JSS) sebagai layanan digital Pemerintah Kota Yogyakarta Saat survei
35 Layanan JSS yang paling sering digunakan jenis layanan dalam aplikasi JSS yang paling sering diakses responden seperti surat pengantar, pengaduan, informasi kesehatan, atau perizinan Saat survei
36 Kemudahan tampilan dan navigasi aplikasi JSS penilaian pengguna terhadap kemudahan memahami dan menggunakan antarmuka serta navigasi aplikasi JSS Saat survei
37 Kesesuaian layanan JSS dengan kebutuhan pengguna penilaian pengguna terhadap relevansi layanan yang tersedia di JSS dengan kebutuhan sehari-hari Saat survei
38 Kecepatan proses layanan JSS dibandingkan datang langsung persepsi pengguna tentang efisiensi waktu menggunakan layanan JSS dibandingkan mengurus keperluan langsung ke kantor pemerintahan Saat survei
39 Penghematan waktu dari layanan digital manfaat yang dirasakan pengguna berupa penghematan waktu karena tidak perlu mengantre di kantor pemerintahan berkat layanan JSS Saat survei
40 Keandalan teknis aplikasi JSS tingkat kestabilan teknis aplikasi JSS dalam penggunaan sehari-hari diukur dari frekuensi gangguan atau error yang dialami pengguna Saat survei
41 Kelengkapan dan kemudahan menemukan informasi di JSS penilaian pengguna terhadap kelengkapan konten dan kemudahan navigasi untuk menemukan informasi yang dibutuhkan dalam aplikasi JSS Saat survei
42 Kendala utama dalam menggunakan JSS hambatan utama yang dihadapi pengguna saat mengakses aplikasi JSS seperti tampilan membingungkan, error, atau layanan yang tidak tersedia Saat survei
43 Frekuensi membuka media sosial hiburan seberapa sering responden menggunakan media sosial seperti TikTok, Instagram, atau YouTube untuk tujuan hiburan Saat survei
44 Frekuensi bermain game online seberapa sering responden menggunakan internet untuk bermain game secara online Saat survei
45 Frekuensi menonton streaming hiburan seberapa sering responden menonton film, musik, atau video non-edukasi secara streaming melalui internet Saat survei
46 Frekuensi mengakses layanan publik digital seberapa sering responden menggunakan internet untuk mengakses layanan pemerintah digital seperti JSS, antrean RS, atau pembayaran pajak online Saat survei
47 Frekuensi mencari informasi pekerjaan/pendidikan/tugas seberapa sering responden menggunakan internet untuk mencari informasi terkait lowongan kerja, pendidikan, atau tugas sekolah Saat survei
48 Frekuensi berjualan online atau mencari informasi bisnis seberapa sering responden memanfaatkan internet untuk kegiatan jual beli online atau mendapatkan informasi terkait usaha dan bisnis Saat survei
49 Frekuensi komunikasi digital untuk pekerjaan/organisasi seberapa sering responden menggunakan email, grup WhatsApp kerja, atau platform video conference untuk keperluan pekerjaan atau organisasi Saat survei
50 Frekuensi mengakses konten edukasi/pelatihan online seberapa sering responden menggunakan internet untuk mengikuti kursus, pelatihan, atau mengakses konten edukatif secara online Saat survei
51 Manfaat WiFi Publik bagi pengeluaran kuota persepsi warga KSJPS tentang sejauh mana WiFi publik Pemkot membantu mengurangi pengeluaran untuk pulsa atau kuota internet Saat survei
52 Kemampuan mengakses informasi bansos via HP kemampuan mandiri warga KSJPS mengakses informasi bantuan sosial menggunakan smartphone misalnya melalui aplikasi JSS Saat survei
53 Peluang penghasilan tambahan dari akses internet pengalaman warga KSJPS mendapatkan peluang penghasilan baru seperti jualan online atau jasa freelance setelah memiliki akses internet Saat survei
54 Informasi program bantuan pemerintah melalui internet sejauh mana akses internet membantu warga KSJPS mendapatkan informasi tentang program bantuan pemerintah yang sebelumnya tidak diketahui Saat survei
55 Perkiraan pengeluaran rumah tangga per bulan kisaran total pengeluaran bulanan rumah tangga warga KSJPS sebagai indikator tingkat ekonomi keluarga Saat survei
56 Kendala mengakses layanan digital pemerintah hambatan utama warga KSJPS dalam mengakses layanan digital pemerintah seperti tidak punya HP, tidak paham aplikasi, atau akses internet terbatas Saat survei
57 Kebutuhan pelatihan digital untuk kesejahteraan jenis pelatihan digital yang paling dibutuhkan warga KSJPS untuk meningkatkan kemampuan digital dan kesejahteraan Saat survei
58 Pemanfaatan WiFi publik untuk aktivitas usaha seberapa rutin pelaku UMKM memanfaatkan WiFi publik untuk mendukung kegiatan usaha seperti mengunggah produk atau membalas pesan pelanggan Saat survei
59 Dampak literasi digital terhadap pendapatan usaha persepsi pelaku UMKM tentang kontribusi kemampuan menggunakan WA Bisnis, media sosial, dan QRIS terhadap peningkatan pendapatan usaha Saat survei
60 Adopsi pembayaran digital dari pelanggan tingkat penggunaan metode pembayaran digital seperti QRIS, transfer bank, atau e-wallet oleh pelaku UMKM dalam menerima pembayaran pelanggan Saat survei
61 Perluasan jangkauan pasar melalui platform digital persepsi pelaku UMKM tentang sejauh mana platform digital telah memperluas pasar dan meningkatkan jumlah pelanggan usaha Saat survei
62 Platform digital yang digunakan untuk usaha jenis platform atau aplikasi digital yang digunakan pelaku UMKM untuk menjalankan dan mengembangkan usaha Saat survei
63 Hambatan mengembangkan usaha secara digital kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengadopsi dan mengembangkan usaha melalui platform digital Saat survei
64 Kemudahan layanan digital Pemkot persepsi pengurus RT tentang sejauh mana layanan digital seperti JSS memudahkan pemberian layanan surat pengantar bagi warga Saat survei
65 Penggunaan media digital untuk menginformasikan program Pemkot intensitas penggunaan media digital seperti grup WhatsApp oleh pengurus RT untuk menyampaikan informasi program pemerintah kepada warga Saat survei
66 Penggunaan perangkat digital untuk administrasi RT sejauh mana pengurus RT memanfaatkan perangkat digital untuk pencatatan administrasi seperti data warga, iuran, dan laporan kegiatan RT Saat survei
67 Dampak digitalisasi terhadap efisiensi administrasi RT persepsi pengurus RT tentang sejauh mana digitalisasi layanan membantu mempercepat proses administrasi di tingkat RT Saat survei
68 Kendala adopsi layanan digital untuk pelayanan warga hambatan utama yang dihadapi pengurus RT dalam mengadopsi layanan digital untuk melayani warga di lingkungannya Saat survei
69 Kebutuhan pelatihan digital untuk pengurus RT jenis pelatihan digital yang paling dibutuhkan pengurus RT untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Saat survei
70 Kemudahan layanan digital Pemkot untuk koordinasi RW persepsi pengurus RW tentang sejauh mana layanan digital seperti JSS memudahkan koordinasi kegiatan antar-RT di wilayah RW Saat survei
71 Penggunaan media digital untuk menginformasikan program Pemkot intensitas penggunaan media digital seperti grup WhatsApp oleh pengurus RW untuk menyampaikan informasi kepada pengurus RT dan warga Saat survei
72 Digitalisasi kegiatan musyawarah/rapat di tingkat RW tingkat pemanfaatan perangkat digital dalam kegiatan rapat RW seperti undangan via WA, notulensi digital, atau laporan online Saat survei
73 Dampak digitalisasi terhadap efisiensi koordinasi RW persepsi pengurus RW tentang kontribusi digitalisasi dalam meningkatkan efisiensi koordinasi dan transparansi di tingkat RW Saat survei
74 Kendala adopsi layanan digital untuk koordinasi RW hambatan utama yang dihadapi pengurus RW dalam mengadopsi layanan digital untuk koordinasi di wilayahnya Saat survei
75 Penggunaan perangkat digital untuk Musrenbang LPMK seberapa sering pengurus LPMK menggunakan perangkat digital untuk mencari referensi atau menyusun usulan program pembangunan kelurahan Saat survei
76 Dampak pendataan elektronik terhadap efisiensi kerja LPMK persepsi pengurus LPMK tentang sejauh mana sistem pendataan elektronik mempercepat dan memperlancar pekerjaan LPMK Saat survei
77 Keaktifan saluran informasi digital LPMK tingkat keberadaan dan keaktifan LPMK dalam menggunakan saluran komunikasi digital seperti website, media sosial, atau grup WhatsApp untuk berkomunikasi dengan masyarakat Saat survei
78 Dampak teknologi digital terhadap kualitas perencanaan pembangunan kelurahan persepsi pengurus LPMK tentang kontribusi teknologi digital dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan kelurahan Saat survei
79 Hambatan LPMK dalam menggunakan teknologi digital kendala utama yang dihadapi LPMK dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung perencanaan pembangunan kelurahan Saat survei
80 Kebutuhan pelatihan digital untuk LPMK jenis pelatihan digital yang paling dibutuhkan pengurus LPMK untuk meningkatkan kapasitas dalam menjalankan fungsi perencanaan dan koordinasi pembangunan Saat survei
81 Penggunaan internet untuk informasi kesehatan keluarga seberapa sering anggota PKK menggunakan internet untuk mencari informasi tentang kesehatan keluarga, stunting, atau gizi Saat survei
82 Digitalisasi pelaporan kegiatan PKK tingkat konsistensi penggunaan format digital atau online dalam pelaporan kegiatan PKK di wilayah masing-masing Saat survei
83 Penggunaan aplikasi digital untuk pencatatan data posyandu/PKK sejauh mana kegiatan posyandu atau kader PKK telah memanfaatkan aplikasi digital untuk pencatatan data seperti data balita atau ibu hamil Saat survei
84 Dampak digitalisasi terhadap efektivitas program PKK persepsi anggota PKK tentang kontribusi digitalisasi dalam meningkatkan efektivitas program PKK di wilayah mereka Saat survei
85 Kendala adopsi teknologi digital bagi pengurus PKK hambatan utama yang dihadapi pengurus PKK dalam mengadopsi teknologi digital seperti usia lanjut, keterbatasan pelatihan, atau sarana yang kurang memadai Saat survei
86 Kebutuhan pelatihan digital untuk pengurus PKK jenis pelatihan digital yang paling dibutuhkan pengurus PKK untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas program Saat survei
87 Pemanfaatan WiFi/Internet untuk informasi lowongan kerja tingkat pemanfaatan WiFi publik dan internet oleh anggota Karang Taruna untuk mencari informasi lowongan kerja atau pelatihan keterampilan Saat survei
88 Penggunaan perangkat digital untuk koordinasi Karang Taruna tingkat penggunaan platform kerja digital seperti Google Drive, Canva, atau Zoom dalam mengoordinasikan kegiatan komunitas Karang Taruna Saat survei
89 Keaktifan media sosial Karang Taruna untuk promosi tingkat keaktifan Karang Taruna dalam menggunakan media sosial untuk mempromosikan kegiatan atau potensi wilayah Saat survei
90 Penghasilan dari keterampilan digital anggota Karang Taruna tingkat keberhasilan anggota Karang Taruna dalam menghasilkan pendapatan dari keterampilan digital seperti desain grafis, konten kreator, atau penjualan online Saat survei
91 Kebutuhan pelatihan digital untuk Karang Taruna jenis pelatihan digital yang paling dibutuhkan anggota Karang Taruna untuk mengembangkan keterampilan dan potensi ekonomi digital Saat survei
92 Kemudahan tampilan aplikasi layanan publik Pemkot bagi lansia/disabilitas penilaian kelompok rentan tentang kemudahan membaca dan menggunakan antarmuka aplikasi layanan publik Pemkot seperti JSS Saat survei
93 Kemandirian akses layanan digital bagi lansia/disabilitas kemampuan kelompok rentan mengakses layanan digital seperti pendaftaran fasilitas kesehatan secara mandiri tanpa bantuan orang lain Saat survei
94 Ketersediaan pendamping digital bagi lansia/disabilitas tingkat ketersediaan pendamping seperti keluarga, relawan, atau kader yang secara rutin membantu kelompok rentan mengakses layanan pemerintah online Saat survei
95 Ketercukupan aksesibilitas aplikasi pemerintah bagi lansia/disabilitas penilaian kelompok rentan terhadap kecukupan fitur aksesibilitas aplikasi pemerintah seperti ukuran huruf besar atau tampilan yang sederhana Saat survei
96 Kebutuhan fitur aksesibilitas pada aplikasi layanan Pemkot jenis fitur aksesibilitas yang dibutuhkan kelompok rentan pada aplikasi layanan Pemkot seperti teks besar, panduan suara, atau tampilan kontras tinggi Saat survei
97 Kendala terbesar dalam menggunakan teknologi digital hambatan utama yang dihadapi kelompok rentan dalam menggunakan teknologi digital seperti keterbatasan fisik, kurangnya pengetahuan, atau rasa takut Saat survei
98 Manfaat WiFi Publik untuk tugas sekolah persepsi siswa tentang sejauh mana WiFi publik di sekitar tempat tinggal membantu mengerjakan PR atau tugas sekolah Saat survei
99 Intensitas penggunaan internet untuk belajar seberapa sering siswa menggunakan internet khusus untuk keperluan belajar minimal satu jam per hari Saat survei
100 Kemandirian penggunaan platform belajar online kemampuan siswa menggunakan platform pembelajaran online secara mandiri seperti YouTube edukasi, Google Classroom, atau Ruangguru Saat survei
101 Pemahaman keamanan diri di internet tingkat pemahaman siswa tentang cara melindungi diri saat berinteraksi di internet termasuk menghindari cyberbullying dan konten negatif Saat survei
102 Platform belajar online yang sering digunakan jenis platform atau situs belajar online yang paling sering digunakan siswa untuk keperluan pendidikan Saat survei
103 Kebutuhan pelatihan digital untuk siswa jenis pelatihan digital yang paling diinginkan siswa untuk mengembangkan keterampilan di era digital Saat survei
104 Penghematan biaya transportasi dan komunikasi dari WiFi publik persepsi responden tentang kontribusi WiFi publik di lingkungan mereka dalam menghemat pengeluaran untuk transportasi dan komunikasi sehari-hari Saat survei
105 Dukungan fasilitas digital Kota Yogyakarta terhadap kegiatan produktif penilaian responden tentang apakah fasilitas digital di Kota Yogyakarta telah mendukung kegiatan ekonomi dan pendidikan warga, bukan sekadar hiburan Saat survei
106 Kontribusi internet dan layanan digital terhadap kesejahteraan keluarga persepsi responden tentang sejauh mana akses internet dan layanan digital pemerintah membantu mendapatkan informasi yang meningkatkan penghasilan atau kesejahteraan keluarga Saat survei
107 Kebutuhan pelatihan kecakapan digital dari pemerintah penilaian responden tentang pentingnya pelatihan kecakapan digital dari pemerintah agar warga dapat memanfaatkan layanan SPBE secara optimal Saat survei
108 Peran layanan digital pemerintah dalam pemerataan akses informasi persepsi responden tentang kontribusi layanan digital pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses informasi bagi semua kalangan masyarakat Saat survei
109 Masukan untuk pengembangan layanan digital JSS pendapat, saran, atau harapan responden terkait perbaikan dan pengembangan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) di Kota Yogyakarta Saat survei
110 Masukan untuk pengembangan WiFi Publik pendapat, saran, atau harapan responden terkait pengembangan infrastruktur dan layanan WiFi publik di Kota Yogyakarta Saat survei
111 Kebutuhan pelatihan atau pendampingan digital jenis pelatihan atau pendampingan digital yang paling dibutuhkan responden untuk meningkatkan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi dan layanan digital Saat survei
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Hanya Sekali
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Cross Sectional
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Single Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Quota Sampling
5.7. Unit Sampel:
Pengguna aplikasi Jogja Smart Service (JSS) yang memiliki KTP Kota yogyakarta dan berdomisili di Kota Yogyakarta
5.8. Unit Observasi:
Individu pengguna layanan pada 9 klaster sasaran (Warga Miskin/KSJPS, Pelaku UKM, RT, RW, LPMK, PKK, Karang Taruna, Kelompok Rentan, dan Anak Sekolah/Siswa) yang mewakili ekosistem masyarakat di 14 Kemantren di Kota Yogyakarta
5.9. Jumlah Responden:
800
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Mitra Atau Tenaga Kontrak
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sma Atau Smk
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 2 orang
Pengumpul data/enumerator
: 8 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Individu
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak