Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Survei Pola Pangan Harapan Kabupaten Lamongan 2026 Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan |
| Tanggal Terbit | 21 April 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3524.022 |
Pola Pangan Harapan merupakan instrumen untuk mengukur kualitas dan keragaman pangan yang dikonsumsi penduduk, berdasarkan proporsi energi dari kelompok pangan yang ideal. Skor PPH digunakan untuk menilai sejauh mana pola konsumsi sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Skor yang rendah menunjukkan ketergantungan pada satu jenis pangan tertentu, sedangkan skor tinggi mencerminkan keragaman pangan yang baik.
Pentingnya pencapaian skor PPH diamanatkan oleh Undang-Undang (UU) Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Dalam pasal 60 UU No 18 tahun 2012 disebutkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Tercapainya penganekaragaman konsumsi pangan tersebut diukur melalui pencapaian nilai, komposisi, pola pangan dan gizi seimbang, dengan indikator yang ada saat ini adalah Pola Pangan Harapan (PPH). Terkait dengan hal tersebut, pencapaian Skor Pola Pangan Harapan (PPH) merupakan indikator kunci yang perlu diukur dan dianalisis secara periodik, baik ditingkat pusat dan di daerah, sesuai dengan amanat UU No 18 Tahun 2012 tersebut diperlukan adanya Penyusunan Kajian Pola Pangan Harapan (PPH) di Kabupaten Lamongan.
Mengetahui situasi konsumsi atau ketersediaan pangan, baik jumlah dan komposisi/keragaman pangan di Kabupaten Lamongan.
Menghitung skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Kabupaten Lamongan.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
24 September 2026
|
30 September 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Oktober 2026
|
23 Oktober 2026
|
| C. | Pengolahan |
26 Oktober 2026
|
30 Oktober 2026
|
| D. | Analisis |
02 November 2026
|
20 November 2026
|
| E. | Penyajian |
23 November 2026
|
27 November 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Jumlah anggota keluarga | Seluruh jumlah anggota keluarga rumah tangga yang tinggal dan makan dari satu dapur dengan kelompok penduduk yang sudah termasuk dalam kelompok tenaga kerja | Tahunan |
| 2 | Pengeluaran untuk konsumsi (Rp) | Pengeluaran atas barang dan jasa oleh rumah tangga residen untuk tujuan konsumsi akhir. | Tahunan |
| 3 | Waktu makan pagi | Kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. | Tahunan |
| 4 | Nama hidangan/makanan pagi | Makanan yang umumnya dikonsumsi pada waktu pagi hari | Tahunan |
| 5 | Komposisi bahan makanan pagi | Susunan dari beberapa bahan baku makanan yang diproses menjadi suatu olahan yang dapat disajikan pada pagi hari | Tahunan |
| 6 | Cara pengolahan makanan pagi | Proses pengolahan makanan yang berasal dari bahan baku tumbuhan atau hewan menjadi produk yang bisa dikonsumsi | Tahunan |
| 7 | Ukuran rumah tangga (URT) makanan pagi | Ukuran yang lazim digunakan di rumah tangga sehari-hari untuk menaksir jumlah pangan yang dikonsumsi atau dimasak pada pagi hari | Tahunan |
| 8 | Waktu makan siang | Waktu untuk makan di tengah hari antara pukul 12.00 hingga 13.00 | Tahunan |
| 9 | Nama hidangan/makanan siang | Makanan yang umumnya dikonsumsi pada waktu siang hari | Tahunan |
| 10 | Komposisi bahan makanan siang | Susunan dari beberapa bahan baku makanan yang diproses menjadi suatu olahan yang dapat disajikan pada siang hari | Tahunan |
| 11 | Cara pengolahan makanan siang | Proses pengolahan makanan yang berasal dari bahan baku tumbuhan atau hewan menjadi produk yang bisa dikonsumsi | Tahunan |
| 12 | Ukuran rumah tangga (URT) makanan siang | Ukuran yang lazim digunakan di rumah tangga sehari-hari untuk menaksir jumlah pangan yang dikonsumsi atau dimasak pada siang hari | Tahunan |
| 13 | Waktu makan sore/malam | Waktu untuk makan di malam hari sekitar pukul 18.00 hingga 20.00 untuk memenuhi energi setelah beraktivitas | Tahunan |
| 14 | Nama hidangan/makanan sore/malam | Makanan yang umumnya dikonsumsi pada waktu malam hari | Tahunan |
| 15 | Komposisi bahan makanan sore/malam | Susunan dari beberapa bahan baku makanan yang diproses menjadi suatu olahan yang dapat disajikan pada malam hari | Tahunan |
| 16 | Cara pengolahan makanan sore/malam | Proses pengolahan makanan yang berasal dari bahan baku tumbuhan atau hewan menjadi produk yang bisa dikonsumsi | Tahunan |
| 17 | Ukuran rumah tangga (URT) makanan sore/malam | Ukuran yang lazim digunakan di rumah tangga sehari-hari untuk menaksir jumlah pangan yang dikonsumsi atau dimasak pada malam hari | Tahunan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Mengisi Kuesioner Sendiri
- Pengumpulan Data Sekunder
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Kunjungan Kembali
- Supervisi
- Rumah Tangga
- Kabupaten Atau Kota