Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Angka Kematian Bayi (AKB) Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2027 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat |
| Tanggal Terbit | 15 Juli 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3200.073 |
Data awal tahun 2025 menunjukkan tantangan serius pada angka kematian bayi (AKB), dengan laporan kematian neonatal di beberapa wilayah mencapai 2,6–7,27 kematian per 1.000 kelahiran hidup, yang terutama disebabkan oleh infeksi, prematuritas, dan asfiksia. Di tingkat global, meskipun kematian anak balita telah menurun secara signifikan selama beberapa dekade terakhir, laju penurunannya mulai melambat. UNICEF memperkirakan sekitar 27,3 juta kematian anak balita akan terjadi secara kumulatif pada periode 2025–2030 apabila upaya percepatan penurunan kematian tidak diperkuat.
Poin Kunci Kematian Bayi & Anak :
- Kematian Neonatal (0-28 hari): Data awal 2025 menunjukkan tingkat kematian neonatal di beberapa studi kasus adalah 2,6 per 1.000 kelahiran hidup, dengan target ambisius menurunkan ke 1 per 1.000 pada akhir tahun.
- Kasus Lokal (Indonesia): Di beberapa daerah, angka kematian bayi per September 2025 tercatat 7,27 per 1.000 kelahiran hidup, dengan penyebab utama infeksi perinatal, prematuritas, dan asfiksia
- Tren Global: Tren global menunjukkan peningkatan risiko kematian anak di bawah lima tahun, diperkirakan mencapai 4,8 juta pada 2025
- Fokus Pemerintah: Upaya penurunan AKB difokuskan pada penguatan layanan antenatal, penanganan kegawatdaruratan di rumah sakit, dan sistem rujukan.
Tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan data yang akurat dan lengkap serta dapat memberikan gambaran yang jelas tentang situasi kesehatan bayi di suatu wilayah, sehingga memungkinkan kita untuk:
Mengidentifikasi masalah: Data kematian dapat mengidentifikasi faktor risiko dan penyebab kematian yang paling umum, sehingga kita dapat menargetkan intervensi yang tepat.
Memantau perkembangan: Data yang terkumpul secara berkala memungkinkan kita untuk memantau perkembangan penurunan angka kematian bayi serta efektivitas program yang telah dilaksanakan.
Mengevaluasi program: Data dapat digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan program-program kesehatan bayi yang telah berjalan dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
Merencanakan program: Data yang akurat dan lengkap akan membantu dalam perencanaan program kesehatan bayi yang lebih efektif dan efisien.
Membuat kebijakan: Data kematian bayi dapat menjadi dasar dalam pembuatan kebijakan kesehatan yang berpihak pada bayi.
Meningkatkan akuntabilitas: Data yang transparan dan dapat diakses oleh publik akan meningkatkan akuntabilitas pemerintah dan penyedia layanan kesehatan.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Juli 2026
|
31 Desember 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Januari 2027
|
31 Desember 2027
|
| C. | Pengolahan |
01 Januari 2028
|
31 Maret 2028
|
| D. | Analisis |
01 Januari 2028
|
31 Maret 2028
|
| E. | Penyajian |
01 April 2028
|
30 April 2028
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Kelahiran Hidup | Peristiwa keluarnya hasil konsepsi secara lengkap dari rahim ibu yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan—seperti bernapas, detak jantung, denyut tali pusat, atau gerakan otot—tanpa memandang usia kehamilan, apakah tali pusat sudah dipotong atau belum, dan terlepas dari apakah bayi tersebut bertahan hidup selamanya | Tahunan |
| 2 | Kematian Neonatal | Kematian yang terjadi pada bayi hidup dalam rentang waktu 0 hingga 28 hari pertama kehidupan | Tahunan |
| 3 | Kematian Bayi | Kematian bayi sebelum mencapai umur 1 tahun di suatu wilayah dan kurun waktu tertentu | Tahunan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Lainnya : Computer Assisted Web Interviewing
- Supervisi
- Lainnya : Kabupaten/Kota, Provinsi
- Provinsi
- Kabupaten Atau Kota