Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Penghitungan Indeks Pembangunan Pemuda Nasional Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Kementerian Pemuda dan Olahraga |
| Tanggal Terbit | 17 Juni 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.0000.058 |
Penyelenggaraan pembangunan pemuda tidak hanya sekadar agenda yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk memastikan keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pemahaman tentang konsep pembangunan pemuda yang mumpuni diperlukan untuk menciptakan sinergi dan mencegah fragmentasi atau tumpang tindih kebijakan yang dapat menyebabkan inefektivitas pembangunan pemuda. Pemahaman yang mendalam mengenai situasi, tantangan, serta konsep dan prinsip pembangunan pemuda menjadi langkah awal dalam memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pemuda di berbagai wilayah Indonesia.
Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur kinerja pembangunan pemuda; IPP dikembangkan untuk mengukur kinerja pembangunan pemuda secara komprehensif. IPP mengukur secara langsung pada aspek-aspek utama dalam pembangunan pemuda, yaitu pendidikan dan pelatihan, kesehatan, ketenagakerjaan layak, partisipasi dan kepemimpinan, serta inklusivitas dan kesetaraan gender. Dengan memanfaatkan IPP, pemangku kepentingan dapat memperoleh informasi terkait kualitas pemuda secara menyeluruh dan dapat dibandingkan antar wilayah. Dalam sebuah tahapan proses pembangunan pemuda, IPP juga memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi akar masalah, merumuskan kebijakan berbasis bukti, dan menyusun instrumen pemantauan dan evaluasi yang andal.
Untuk diperoleh Indeks Pembangunan Pemuda Nasional yang dapat dimanfaatkan para pemangku kepentingan dalam memperoleh informasi mengenai kualitas pemuda secara menyeluruh dan dapat dibandingkan antar wilayah. Adapun secara rinci tujuan kegiatan Kompilasi Data Penghitungan Indeks Pembangunan Pemuda Nasional sebagai berikut:
1. Memberikan Informasi mengenai Indikasi secara keseluruhan – lintas wilayah dan lintas sektor – tentang kemajuan pembangunan pemuda.
2. Menjadi pengarah dan insentif bagi domain atau Indikator tertentu yang memerlukan perhatian khusus para pemangku kepentingan-pemerintah Pusat dan Daerah, Organisasi Masyarakat, Serta Kelompok Pemuda Sendiri.
3. Sebagai Instrumen evaluasi dan menjadi dasar dalam penetapan target dan kebijakan pembangunan kepemudaan
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
08 Juni 2026
|
19 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
19 Juni 2026
|
26 Juni 2026
|
| C. | Pengolahan |
26 Juni 2026
|
15 Juli 2026
|
| D. | Analisis |
16 Juli 2026
|
31 Juli 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Agustus 2026
|
19 Agustus 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Persentase pemuda mendapatkan pelatihan bersertifikat | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang pernah mengikuti pelatihan/kursus/training dan memperoleh sertifikat, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun | 2025 |
| 2 | Persentase pemuda yang memiliki ijazah SMA/sederajat atau lebih tinggi | Persentase pemuda umur 19–30 tahun yang menamatkan pendidikan (ijazah tertinggi) minimal jenjang SMA/SMK sederajat (termasuk pendidikan tinggi), terhadap seluruh pemuda umur 19–30 tahun | 2025 |
| 3 | Persentase pemuda dengan keterampilan TIK | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang menggunakan ponsel, atau komputer, atau mengakses internet dalam tiga bulan terakhir, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun | 2025 |
| 4 | Angka kesakitan pemuda | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang memiliki keluhan kesehatan yang mengganggu kegiatan sehari-hari dalam sebulan terakhir, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun | 2025 |
| 5 | Persentase pemuda yang merokok | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang merokok tembakau atau rokok elektrik dalam sebulan terakhir, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun | 2025 |
| 6 | Persentase pemuda yang berolahraga | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang melakukan olahraga dalam seminggu terakhir, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun | 2025 |
| 7 | Persentase remaja perempuan yang sedang hamil | Persentase remaja perempuan pernah kawin umur 15–18 tahun yang sedang hamil, terhadap seluruh remaja perempuan pernah kawin umur 15–18 tahun | 2025 |
| 8 | Persentase pemuda NEET | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang tidak sedang bersekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun | 2025 |
| 9 | Persentase pemuda pekerja tidak penuh | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun yang bekerja | 2025 |
| 10 | Rasio kewirausahaan pemuda | Proporsi pemuda umur 16–30 tahun yang bekerja dibantu buruh tetap/dibayar dibagi dengan populasi angkatan kerja pemuda umur 16–30 tahun dikalikan 100 | 2025 |
| 11 | Persentase pemuda mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungan sekitar dalam tiga bulan terakhir, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun | 2025 |
| 12 | Persentase pemuda aktif mengikuti organisasi | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang ikut serta aktif dalam kegiatan organisasi selain di tempat kerja/sekolah, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun | 2025 |
| 13 | Persentase pemuda yang menduduki posisi manajerial | Persentase pemuda umur 16–30 tahun yang bekerja dan menduduki posisi manajerial, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun yang bekerja | 2025 |
| 14 | Rasio TPAK pemuda perempuan terhadap laki-laki | Proporsi tingkat partisipasi angkatan kerja pemuda perempuan umur 16–30 tahun terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja pemuda laki-laki umur 16–30 tahun dikali 100 | 2025 |
| 15 | Persentase pemuda penyandang disabilitas yang bekerja | Persentase pemuda umur 16–30 tahun penyandang disabilitas yang bekerja, terhadap seluruh pemuda umur 16–30 tahun penyandang disabilitas | 2025 |
| 16 | Persentase perkawinan anak | Persentase perempuan pernah kawin umur 20– 24 tahun yang perkawinan pertamanya di bawah usia 18 tahun, terhadap seluruh perempuan pernah kawin usia 20–24 tahun | 2025 |
- Pengumpulan Data Sekunder
- Lainnya : Data Publikasi dari website BPS pada URL https://www.bps.go.id/id/publication dan Pengajuan Data Katalog melalui Silastik BPS
- Lainnya : Rapat Validasi Data melalui FGD bersama BPS dan Bappenas
- Lainnya : Wilayah
- Nasional
- Provinsi
- Kabupaten Atau Kota