Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) Dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu |
| Tanggal Terbit | 02 April 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.1810.001 |
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menegaskan kewajiban pemerintah dan seluruh penyelenggara layanan publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang berlandaskan asas profesionalitas, akuntabilitas, keterbukaan, serta penghormatan terhadap hak masyarakat. Seiring meningkatnya tuntutan publik terhadap pelayanan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan, setiap instansi pemerintah dituntut untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna memastikan pelayanan yang prima.
Sebagai instansi pelayanan publik, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu melaksanakan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) untuk mengukur tingkat kepuasan sekaligus persepsi masyarakat terhadap integritas layanan. Pelaksanaan survei ini mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 90 Tahun 2021. Hasil survei menjadi dasar dalam menyusun strategi peningkatan mutu pelayanan dan penguatan budaya antikorupsi yang lebih terarah, berkesinambungan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tujuan pelaksanaan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) adalah untuk mengukur tingkat kepuasan serta persepsi masyarakat terhadap mutu layanan dan integritas penyelenggaraan pelayanan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu. Hasil survei ini menjadi dasar evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat komitmen antikorupsi.
Adapun sasarannya adalah:
- Mengetahui nilai Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan (IPKP) atas pelaksanaan pelayanan publik;
- Mengetahui nilai Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) sebagai gambaran tingkat integritas layanan;
- Menjadi bahan perumusan kebijakan peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan budaya antikorupsi.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
04 Maret 2026
|
31 Maret 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 April 2026
|
30 Juni 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 Juli 2026
|
10 Juli 2026
|
| D. | Analisis |
13 Juli 2026
|
17 Juli 2026
|
| E. | Penyajian |
20 Juli 2026
|
24 Juli 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Informasi pelayanan | Ketersediaan dan kemudahan akses sistem informasi pelayanan, termasuk kejelasan informasi, kemudahan penggunaan, serta adanya fitur interaktif dan FAQ untuk membantu pengguna layanan. | Pada saat memperoleh layanan |
| 2 | Persyaratan Pelayanan | Kejelasan dan kesesuaian informasi persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh produk/jenis layanan serta konsistensi penerapannya. | Pada saat memperoleh layanan |
| 3 | Prosedur/Alur Pelayanan | Kejelasan informasi mengenai tahapan atau alur pelayanan serta kesesuaian pelaksanaan prosedur dengan informasi yang disampaikan. | Pada saat memperoleh layanan |
| 4 | Waktu Penyelesaian Pelayanan | Kejelasan informasi jangka waktu penyelesaian, kewajaran durasi pelayanan, dan kesesuaian realisasi waktu dengan standar yang diinformasikan. | Pada saat memperoleh layanan |
| 5 | Tarif/Biaya Pelayanan | Kejelasan informasi biaya/tarif pelayanan serta kesesuaian biaya yang dibayarkan dengan ketentuan yang diinformasikan, termasuk layanan yang dinyatakan gratis. | Pada saat memperoleh layanan |
| 6 | Sarana dan Prasarana | Ketersediaan dan kelayakan fasilitas pendukung pelayanan, termasuk sistem layanan daring, yang mempermudah, mempercepat, dan menghemat biaya pelayanan. | Pada saat memperoleh layanan |
| 7 | Petugas Pelayanan | Kemampuan, kecepatan, keramahan, serta profesionalitas petugas dalam memberikan pelayanan, termasuk kemudahan identifikasi petugas. | Pada saat memperoleh layanan |
| 8 | Layanan Konsultasi dan Pengaduan | Ketersediaan, kemudahan akses, dan kecepatan tindak lanjut layanan konsultasi serta pengaduan sesuai prosedur yang berlaku. | Pada saat memperoleh layanan |
| 9 | Diskriminasi Pelayanan | Persepsi adanya perlakuan berbeda dalam pelayanan berdasarkan faktor suku, agama, kekerabatan, almamater, atau latar belakang lainnya yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan pelayanan publik. | Pada saat memperoleh layanan |
| 10 | Pelayanan di Luar Prosedur/Kecurangan | Persepsi adanya pemberian pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, seperti penyerobotan antrean, percepatan layanan tanpa prosedur, pengurangan syarat/denda, atau bentuk penyimpangan lainnya. | Pada saat memperoleh layanan |
| 11 | Penerimaan Imbalan Uang/Barang/Fasilitas | Persepsi adanya permintaan atau penerimaan imbalan oleh petugas di luar ketentuan resmi, baik berupa uang, barang, maupun fasilitas, yang berkaitan dengan pemberian layanan. | Pada saat memperoleh layanan |
| 12 | Pungutan Liar/Pungli | Persepsi adanya permintaan pembayaran di luar tarif resmi atas pelayanan yang diterima, yang sering disamarkan dengan istilah seperti uang administrasi, uang rokok, atau uang terima kasih. | Pada saat memperoleh layanan |
| 13 | Percaloan/Perantara | Persepsi adanya praktik percaloan, baik yang dilakukan oleh oknum internal maupun pihak luar, yang menawarkan bantuan pengurusan layanan dengan imbalan tertentu. | Pada saat memperoleh layanan |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Mengisi Kuesioner Sendiri
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
- Kunjungan Kembali
- Individu
- Kabupaten Atau Kota