Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat
Tanggal Terbit 09 Juni 2026
Identitas Rekomendasi K-26.1903.005
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Barat
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Kompleks Perkantoran Terpadu Pemerintah Kabupaten Bangka Barat
Telepon:
(0716) 7323040
Faksmile:
(0716) 7323040
Email:
Dinkes.babar@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Muhammad Putra Kusuma, SKM.,M.Epid
Jabatan:
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat
Alamat:
Mentok
Telepon:
08117171174
Faksmile:
-
Email:
datindinkesbabar@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya yang ditandai dengan meningkatnya umur harapan hidup, menurunnya angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan status gizi, dan menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Hal tersebut selaras dengan komitmen internasional yang dituangkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) dan Sustainable Development Goals (SDGs). Amanat Undang-undang Dasar 1945 Pasal 34 menyatakan bahwa negara/ pemerintah bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayananan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Sejalan itu pula pembangunan kesehatan diarahkan untuk setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya terwujud bagi investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial ekonomi. Orientasi pembangunan kesehatan 5 (lima) tahun, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) berbagai kegiatan yang harus dicapai. Pembangunan manusia sebagai ukuran kinerja pembangunan secara keseluruhan dibentuk melalui pendekatan tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan sehat, berpengetahuan, dan memiliki kehidupan yang layak. Masing-masing dimensi direpresentasikan oleh indikator. Umur panjang dan sehat direpresentasikan oleh indikator angka harapan hidup; pengetahuan direpresentasikan oleh indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah; serta kehidupan yang layak direpresentasikan oleh indikator kemampuan daya beli. Semua indikator yang merepresentasikan ketiga dimensi pembangunan manusia ini terangkum dalam suatu nilai tunggal, yaitu IndeksPembangunan Manusia (human development index). Sedangkan pembangunan kesehatan adanya upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dalam konstitusi organisasi kesehatan dunia yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) disebutkan bahwa salah satu hak asasi manusia adalah memperoleh manfaat, mendapatkan, dan atau merasakan derajat kesehatan setinggi-tingginya, sehingga Kementerian Kesehatan dalam menjalankan kebijakan dan program pembangunan kesehatan tidak hanya berpihak pada kaum tidak punya, namun juga berorientasi pada pencapaian MDGs (Millennium Development Goals), begitu juga dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten. Dari 8 (delapan) agenda pencapaian MDGs, 5 (lima) di antaranya merupakan bidang kesehatan, terdiri dari memberantas kemiskinan dan kelaparan (Tujuan 1); menurunkan angka kematian anak (Tujuan 4); meningkatkan kesehatan ibu (Tujuan 5); memerangi HIV/AIDS, Malaria dan penyakit lainnya (Tujuan 6); melestarikan lingkungan hidup (Tujuan 7). Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Barat 2025 disusun berdasarkan data dan informasi yang didapatkan dari Puskesmas, pengelola program di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, lintas sektor terkait, serta sumber data dan informasi lainnya yang selanjutnya dibandingkan antara pencapaian pada tahun 2025 ini terhadap target Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, dan SPM seperti tertera pada tabel lampiran. Profil Kesehatan Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil pemantauan dan evaluasi terhadap pencapaian hasil pembangunan kesehatan, termasuk kinerja dari penyelenggaraan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan dan pencapaian target indikator Millenium Development Goals bidang kesehatan, serta berbagai upaya yang terkait dengan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan lintas sektor seperti Badan Pusat Statistik, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

3.2. Tujuan Kegiatan:

1. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan informasi mengenai data dan Informasi Keseshatan di Bangka Barat 

2. Pemantauan dan evaluasi kinerja Pembangunan kesehatan Tingkat daerah

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
05 Januari 2026
20 Januari 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
26 Mei 2026
21 Juni 2026
C. Pengolahan
22 Juni 2026
22 Oktober 2026
D. Analisis
23 Oktober 2026
23 November 2026
E. Penyajian
24 November 2026
30 November 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Luas Wilayah Luas Wilayah adalah daerah yang tercakup dalam kekuasaan territorial sebuah Negara baik itu wilayah daratan maupun lautan yang di dalamnya diberlakukan yurisdiksi Negara tersebut 1 tahun yang lalu
2 Desa kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2018) 1 tahun yang lalu
3 Rumah Tangga seseorang atau sekelompok orang yang tinggal bersama dalam satu pengelolaan makan/minum dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari 1 tahun yang lalu
4 Kepadatan Penduduk Jumlah penduduk di satu wilayah per-km2 Jumlah penduduk dapat bersumber dari BPS atau Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dengan memperhatikan konsistensi antar variabel terkait 1 tahun yang lalu
5 Rasio Jenis Kelamin Perbandingan banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu 1 tahun yang lalu
6 Melek Huruf Penduduk berusia 15 tahun ke atas yang memiliki kemampuan membaca dan menulis kalimat sederhana dalam huruf latin, huruf arab, dan huruf lainnya (seperti huruf jawa, kanji, dll) 1 tahun yang lalu
7 Rumah Sakit Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perseorangan secara paripurna melalui pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat 1 tahun yang lalu
8 Rumah sakit umum Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit 1 tahun yang lalu
9 Rumah sakit khusus Rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya 1 tahun yang lalu
10 Puskesmas rawat inap Puskesmas yang diberi tambahan sumberdaya untuk menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan 1 tahun yang lalu
11 Jumlah tempat tidur Jumlah tempat tidur di ruang rawat inap dan tempat tidur di ruang pasca persalinan 1 tahun yang lalu
12 Puskesmas non rawat inap Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normal 1 tahun yang lalu
13 Puskesmas Keliling Puskesmas Keliling merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang sifatnya bergerak (mobile), untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas 1 tahun yang lalu
14 Puskesmas pembantu Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas Pembantu merupakan bagian integral Puskesmas, yang harus dibina secara berkala oleh Puskesmas. 1 tahun yang lalu
15 Apotek Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker. Apotek memiliki fungsi yaitu menyelenggarakan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai serta pelayanan farmasi klinik 1 tahun yang lalu
16 Klinik Pratama Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan primer 1 tahun yang lalu
17 Klinik Utama Klinik yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan lanjutan dan dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan primer. 1 tahun yang lalu
18 Kunjungan Rawat Jalan Jumlah orang yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perseorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik tanpa tinggal di ruang rawat inap untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu. Kunjungan rawat jalan puskesmas termasuk kunjungan ke jaringan puskesmas, dalam gedung maupun luar gedung (puskesmas keliling, puskesmas pembantu, bidan desa, pemeriksaan anak sekolah, dsb). 1 tahun yang lalu
19 Kunjungan Rawat Inap Jumlah orang yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perseorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik, dan tinggal di ruang rawat inap untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu. 1 tahun yang lalu
20 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) Angka kematian umum untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1000. Nilai GDR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1 1 tahun yang lalu
21 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) Angka kematian ≥ 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir yaitu < 25 per 1000. Nilai GDR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3. 1 tahun yang lalu
22 Bed Turn Over (BTO) Jumlah pasien keluar hidup dan keluar mati (dalam waktu < 48 jam maupun ≥ 48 jam dirawat ) selama 1 tahun 1 tahun yang lalu
23 Posyandu Siklus Hidup Salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat atau yang dilaksanakan oleh kader dan/atau masyarakat termasuk pelayanan kesehatan seluruh siklus hidup sesuai standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, dan partisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kesehatan di desa/kelurahan. Tugas Posyandu adalah: 1. Penggerakan kunjungan Posyandu bagi sasaran ibu, bayi, balita, anak usia pra sekolah, usia sekolah remaja, dewasa dan lanjut usia; 2. penyuluhan kesehatan dan giziibu, bayi, balita, anak usia pra sekolah, usia sekolah remaja, dewasa dan lanjut usia; 3. deteksi dini risiko masalah kesehatan ibu, bayi, balita, anak usia pra sekolah, usia sekolah remaja, dewasa dan lanjut usia; 4. rujukan ke unit kesehatan Desa/Kelurahan atau pusat kesehatan masyarakat bagi ibu, bayi, balita, anak usia pra sekolah, usia sekolah remaja, dewasa dan lanjut usiIa yang memiliki risiko masalah kesehatan; 5. pemantauan perilaku kepatuhan keluarga mendapatkan pelayanan kesehatan minimal, melaksanakan pengobatan hipertensi, diabetes, tuberculosis dan gangguan jiwa, serta menjaga kesehatan lingkungan rumah; dan 6. penjangkauan akses yang terdiri atas: imunisasi, vitamin A, dan tablet tambah darah, di Posyandu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan 1 tahun yang lalu
24 Posyandu Siklus Hidup Aktif Posyandu yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Melakukan kegiatan rutin posyandu minimal 8 kali/tahun yaitu melakukan kegiatan hari buka layanan posyandu setiap bulan atau minimal 8 kali/tahun dalam bulan berbeda 2. Posyandu memiliki kader minimal 5 orang disahkan dengan surat keputusan Kepala Desa/Lurah 3. Memberikan pelayanan kesehatan untuk semua siklus hidup (ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, lansia) 4. Setiap Posyandu memiliki alat pertumbuhan (alat ukur panjang badan bayi, alat ukur tinggi badan, timbangan bayi, timbangan dacin, timbangan dewasa, dan perlengkapannya) dan perkembangan (sesuai panduan di dalam buku KIA). 1 tahun yang lalu
25 Rasio Dokter Spesialis per 1000 Penduduk Rasio Dokter Spesialis per 1.000 penduduk adalah dokter spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 1.000 penduduk 1 tahun yang lalu
26 Rasio Dokter Sub Spesialis per 1000 Penduduk Rasio Dokter Subspesialis per 1.000 penduduk adalah dokter subspesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 1.000 penduduk 1 tahun yang lalu
27 Rasio Dokter Gigi Spesialis per 1000 Penduduk Rasio Dokter Gigi Spesialis per 1.000 penduduk adalah dokter gigi spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 1.000 penduduk 1 tahun yang lalu
28 Rasio Dokter Gigi Sub Spesialis per 1000 Penduduk Rasio Dokter Gigi Subspesialis per 1.000 penduduk adalah dokter gigi subspesialis yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 1.000 penduduk 1 tahun yang lalu
29 Perawat Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. 1 tahun yang lalu
30 Bidan Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kebidanan sebagaimana adalah bidan terdiri atas bidan vokasi dan bidan profesi. Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 1 tahun yang lalu
31 Tenaga Kesehatan Masyarakat Tenaga kesehatan masyarakat adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat yang terdiri dari tenaga kesehatan masyarakat, epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan. sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 1 tahun yang lalu
32 Tenaga Kesehatan Lingkungan Tenaga kesehatan lingkungan adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan lingkungan yang terdiri dari sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 1 tahun yang lalu
33 Tenaga Gizi Tenaga gizi adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang gizi yang terdiri dari nutririonis dan dietisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 1 tahun yang lalu
34 Tenaga Kefarmasian Tenaga kefarmasian adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kefarmasian yang terdiri dari tenaga vokasi farmasi, apoteker dan apoteker spesialis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 1 tahun yang lalu
35 Tenaga Psikologi Klinis Tenaga Psikologi Klinis adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang Psikologi Klinis yang terdiri dari Psikolog Klinis. 1 tahun yang lalu
36 Tenaga Kesehatan Tradisional Tenaga kesehatan tradisional adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan tradisional yang terdiri dari tenaga kesehatan tradisional ramuan atau jamu, tenaga kesehatan tradisional pengobat tradisional, dan tenaga kesehatan tradisional interkontinental. 1 tahun yang lalu
37 Tenaga Tehnik Biomedika Tenaga teknik biomedika adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang teknik biomedika yang terdiri dari radiografer, elektromedis, tenaga laboratorium medik, fisikawan medik, dan ortotik prostetik. 1 tahun yang lalu
38 Tenaga Tehnik Keterapian Fisik Tenaga keterapian fisik adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang keterapian fisik yang terdiri dari fisioterapis, okupasi terapis/terapis okupasional, terapis wicara, dan akupunktur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku 1 tahun yang lalu
39 Tenaga Keteknisan Medis Tenaga keteknisian medis adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang keteknisian medis yang terdiri dari perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, teknisi pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata anestesi (perawat anestesi), terapis gigi dan mulut (perawat gigi), dan audiologis. 1 tahun yang lalu
40 Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Program nasional yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupa jaminan perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. 1 tahun yang lalu
41 Anggaran kesehatan anggaran kesehatan merupakan alokasi dana pemerintah untuk layanan kesehatan masyarakat yang diprioritaskan untuk kelompok rentan. 1 tahun yang lalu
42 Lahir Hidup Bayi yang pada saat dilahirkan menunjukkan tanda-tanda kehidupan (walaupun misalnya hanya beberapa saat setelah dilahirkan). Pada saat ini Indonesia menetapkan batasan usia gestasi di atas 20 minggu untuk bayi lahir hidup. 1 tahun yang lalu
43 Lahir Mati Kematian janin yang terjadi sejak kehamilan 28 minggu sampai dengan sebelum dilahirkan (atau berat janin > 1000 gram dan/atau panjang badan >35 cm) Pada Profil kesehatan di tingkat provinsi, data yang ditampilkan adalah Angka Lahir Mati. Sedangkan Profil Kesehatan di tingkat kabupaten/kota menampilkan Jumlah Lahir Mati 1 tahun yang lalu
44 Kematian Ibu Kematian perempuan yang terjadi pada kehamilan sampai 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat penyebab yang terkait dengan, atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan/cedera atau kejadian insidental. Pada Profil kesehatan di tingkat provinsi, data yang ditampilkan adalah Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, dan Angka Kematian Balita. Sedangkan Profil Kesehatan di tingkat kabupaten/kota menampilkan Jumlah Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, dan Angka Kematian Balit 1 tahun yang lalu
45 Kunjungan Ibu Hamil (K1) Persentase Ibu hamil yang memperoleh pelayanan antenatal pertama selama kehamilan trimester 1 sesuai standar dalam kurun waktu 1 tahun yang sama di suatu wilayah kerja. Standar pelayanan antenatal pertama yang didapat ibu hamil adalah sebagai berikut: 1. Timbang berat badan dan tinggi badan 2. Ukur tekanan darah 3. Ukur lingkar lengan atas 4. Skrining status imunisasi Tetanus Toksoid (TT) dan pemberian imunisasi TT bila diperlukan 5. Pemberian Tablet tambah darah dibagi MMS 6. Pemeriksaan Laboratorium (sekurang-kurangnya tes kehamilan, golongan darah, tes kadar hb, tes gluko-proteinurin, dan triple eliminasi, serta tes lainnya atas indikasi sesuai pedoman) 7. Pemeriksaan oleh Dokter untuk skrining adanya faktor risiko atau komplikasi, konseling/temu wicara menggunakan buku kia atau media kie lainnya. 8. Skrining kesehatan jiwa 9. tata laksana/penanganan kasus sesuai hasil pemeriksaan (termasuk rujukan) 1 tahun yang lalu
46 Kunjungan Ibu Hamil (K6) Persentase Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit enam kali, dengan distribusi pemberian pelayanan adalah satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua dan tiga kali pada trimester ketiga dengan diperiksa oleh dokter minimal 1 kali pada trimester 1 dan minimal 1 kali pada trimester ke-3 1 tahun yang lalu
47 Persalinan di Fasyankes Persentase ibu yang bersalin di fasilitas kesehatan di suatu wilayah pada kurun waktu yang tertentu sesuai standar. Persalinan sebagaimana dimaksud dilakukan oleh tim paling sedikit 1 (satu) orang Tenaga Medis dan 2 (dua) orang Tenaga Kesehatan. Dalam hal terdapat keterbatasan akses persalinan di fasyankes sebagaimana dimaksud diatas, persalinan tanpa komplikasi dapat dilakukan oleh tim paling sedikit 2 (dua) orang Tenaga Kesehatan, yang terdiri atas bidan dan perawat atau 2 (dua) orang bidan 1 tahun yang lalu
48 Pelayanan Ibu Nifas KF Lengkap Persentase ibu nifas yang mendapatkan pelayanan nifas minimal 4 kali secara lengkap sesuai standar dengan ketentuan minimal 1 kali pada 6-48 jam setelah melahirkan, 1 kali pada hari 3-7, 1 kali pada hari ke 8 -28, dan 1 kali pada hari ke 29-42 setelah melahirkan di suatu wilayah pada kurun waktu yang tertentu 1 tahun yang lalu
49 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A Persentase ibu baru melahirkan sampai hari ke-42 yang mendapat 2 kapsul vitamin A yang mengandung vitamin A dosis 200.000 Satuan Internasional (SI), satu kapsul diberikan segera setelah melahirkan dan kapsul kedua diberikan minimal 24 jam setelah pemberian pertama dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah kerja. 1 tahun yang lalu
50 Ibu hamil dengan imunisasi Td2+ Persentase ibu hamil yg sudah memiliki status imunisasi Td2+ di satu wilayah dalam kurun waktu satu tahun 1 tahun yang lalu
51 Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Tambah Darah 180 Tablet Ibu hamil yang mengonsumsi suplementasi gizi dalam bentuk tablet tambah darah atau Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) sesuai standar minimal 180 tablet di suatu wilayah kerja Catatan: distribusi MMS pada wilayah yang menerima MMS Tahun 2025 1 tahun yang lalu
52 Bumil dengan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani Kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi 1 tahun yang lalu
53 Peserta KB Aktif Modern Peserta KB baru dan lama yang masih memakai salah satu metode kontrasepsi metode modern (kondom, pil, suntik, AKDR, Implan, MOW, MOP dan MAL) untuk menjarangkan kehamilan atau mengakhiri kesuburan 1 tahun yang lalu
54 Peserta KB Pasca Persalinan Pasangan usia subur yang mulai menggunakan alat kontrasepsi segera setelah melahirkan (0-42 hari pasca melahirkan) dengan semua metode modern 1 tahun yang lalu
55 Kematian Neonatal Kematian bayi baru lahir sampai usia 28 hari dengan batasan usia gestasi di atas 20 minggu 1 tahun yang lalu
56 Kematian Bayi Kematian bayi sebelum mencapai umur 1 tahun di suatu wilayah dan kurun waktu tertentu 1 tahun yang lalu
57 Angka Kematian Balita Kematian anak usia 0-4 tahun (0-59 bulan) pada tahun tertentu Pada Profil kesehatan di tingkat provinsi, data yang ditampilkan adalah Angka Lahir Mati, sedangkan Profil Kesehatan di tingkat kabupaten/kota menampilkan Jumlah Lahir Mati. 1 tahun yang lalu
58 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) Bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan neonatal sesuai standar pada 6-48 jam setelah dilahirkan pada wilayah dan kurun waktu yang tertentu 1 tahun yang lalu
59 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) Bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan neonatal sesuai standar sebanyak 3 kali dengan ketentuan minimal 1x pada 6-48 jam, 1x pada hari ke 3-7 dan 1x pada hari ke 8-28 setelah dilahirkan pada wilayah dan kurun waktu yang tertentu. Standar pelayanan pada kunjungan neonatal meliputi: - Pemeriksaan neonatus menggunakan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) - Perawatan metode Kanguru (PMK) untuk bayi BBLR 1 tahun yang lalu
60 Bayi yang diberi ASI Eksklusif Bayi usia 0-5 bulan yang diberikan ASI saja tanpa diberikan makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral. Catatan: 1. Pencatatan dilakukan berdasarkan recall 24 jam pada minimal 80% sasaran bayi usia 0-5 bulan dan konfirmasi akhir bayi tidak mendapat makanan atau cairan lain selain ASI, obat, vitamin, dan mineral. 2. Pelaporan pemberian ASI dilakukan pada Februari dan Agustus, maka perhitungan persentase bayi 0-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif dihitung dengan mengakumulasi pembilang (bayi 0-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif) dan penyebut (jumlah bayi 0-6 bulan yang tercatat dalam register pencatatan pemberian ASI) berdasarkan laporan bulan Februari dan Agustus. 3. Recall dan entri data dilakukan setiap bulan. Rekapitulasi laporan dilakukan bulan Februari dan Agustus. Laporan tahunan diperoleh melalui penjumlahan data bulan Februari dan Agustus dengan pertimbangan balita yang di-recall pada bulan Februari berbeda dengan bayi yang di-recall pada bulan Agustus 1 tahun yang lalu
61 Imunisasi Campak/Rubela pada Bayi Persentase Anak Usia 12-23 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi Campak Rubella 1 tahun yang lalu
62 Imunisasi dasar lengkap pada bayi Persentase bayi (0-11 bulan) yang mendapatkan imunisasi lengkap di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu Adapun imunisasi lengkap yang dimaksud meliputi 1 dosis Hepatitis B pada usia 0-7 hari, 1 dosis BCG, 4 dosis Polio tetes (bOPV), 1 dosis Polio suntik (IPV), 3 dosis DPT-HB-Hib, serta 1 dosis Campak Rubela (MR) di satu wilayah dalam kurun waktu 1 tahun 1 tahun yang lalu
63 Bayi Mendapat Vitamin A Bayi usia 6-11 bulan mendapat suplementasi kapsul vitamin A sesuai dosis usianya 1 tahun yang lalu
64 Anak Balita Mendapat Vitamin A Balita usia 12-59 bulan mendapat suplementasi vitamin A 2 kali dalam 1 tahun program berjalan 1 tahun yang lalu
65 Balita Memiliki Buku KIA Balita yang memiliki Buku KIA (berdasarkan pengakuan dari hasil anamnesis), baik bisa menunjukkan maupun tidak dapat menunjukkan Buku KIA. Sasaran Balita memiliki Buku KIA adalah anak balita (usia 0-59 bulan). 1 tahun yang lalu
66 Balita Dipantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Balita (12-59 bulan) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang sedikitnya 8 kali dalam satu tahun, diukur panjang badan atau tinggi badannya sedikitnya 2 kali dalam satu tahun dan dipantau perkembangan sedikitnya 2 kali dalam satu tahun. Pemantauan perkembangan menggunakan ceklis Buku KIA atau Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) atau instrument baku lainnya 1 tahun yang lalu
67 Balita ditimbang Balita yang ditimbang berat badannya di sarana pelayanan kesehatan termasuk di posyandu dan tempat penimbangan lainnya 1 tahun yang lalu
68 Balita Gizi Kurang (BB/TB) Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score kurang dari -2 SD sampai dengan -3 SD 1 tahun yang lalu
69 Balita Gizi Buruk (BB/TB) Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score kurang dari -3 SD 1 tahun yang lalu
70 Pemeriksaan Kesehatan Gratis Siswa Kelas 1 SD/MI SD/MI/sederajat yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga kesehatan sesuai standar 1 tahun yang lalu
71 Pemeriksaan Kesehatan Gratis Siswa Kelas 7 SMP/MTs SMP/MTs/sederajat yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga kesehatan sesuai standar 1 tahun yang lalu
72 Pemeriksaan Kesehatan Gratis Siswa Kelas 10 SMA/MA SMA/MA/sederajat yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga kesehatan sesuai standar 1 tahun yang lalu
73 Penderita Diare pada Semua Umur Dilayani Jumlah penderita diare semua umur yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun 1 tahun yang lalu
74 Penderita Diare pada Balita Dilayani Jumlah penderita diare Balita (umur < 5 Tahun) yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun 1 tahun yang lalu
75 Ibu hamil diperiksa Hepatitis Penyakit menular dalam bentuk peradangan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil dilakukan melalui pemeriksaan HbsAg. HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) merupakan antigen permukaan yang ditemukan pada virus hepatitis B yang memberikan arti adanya infeksi hepatitis B Saat ini Program pemerintah untuk Deteksi Dini Hepatitis B menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) HbsAg 1 tahun yang lalu
76 Kasus Baru Kusta Seseorang yang mempunyai satu atau lebih tanda utama kusta, yaitu : 1. Kelainan kulit/lesi dapat berbentuk bercak putih atau kemerahan yang mati rasa 2. Penebalan saraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi saraf. Gangguan fungsi saraf bisa berupa gangguan fungsi sensoris, gangguan fungsi motoris, atau gangguan fungsi otonom 3. Adanya basil tahan asam (BTA) di dalam kerokan jaringan kulit (slit skin smear) 1 tahun yang lalu
77 Kasus Baru Kusta anak < 15 Tahun Kasus kusta baru anak usia 0-<15 tahun 1 tahun yang lalu
78 AFP Rate (non polio) < 15 tahun Jumlah kasus AFP Non Polio yang ditemukan diantara 100.000 penduduk berusia <15 tahun di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 1 tahun yang lalu
79 Jumlah kasus difteri Penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium Diphtheria ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan bagian atas, hidung, dan juga kulit. 1 tahun yang lalu
80 Jumlah kasus pertusis Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menyerang saluran pernafasan dan biasanya terjadi pada anak berusia dibawah 1 tahun. 1 tahun yang lalu
81 Angka kesakitan (incidence rate)DBD Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu per 100000 penduduk 1 tahun yang lalu
82 Angka kematian (case fatality rate) DBD Jumlah Kematian yang di akibatkan infeksi DBD 1 tahun yang lalu
83 sarana air minum yang memenuhi syarat Sarana air minum diawasi /diperiksa kualitas air minumnya sesuai standar (aman) Pengawasan eksternal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 1 tahun yang lalu
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Lainnya : Tabel Spreadsheet
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
  • Lainnya : Tabel Spreadsheet
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Fasilitas Pelayanan Kesehatan
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Ya