Beranda / Rekomendasi Terbit / Survei Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM) Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survei Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM) Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Batu
Tanggal Terbit 07 April 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3579.011
Judul Kegiatan :
Survei Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM)
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Batu
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Balai Kota Among Tani - Jl. Panglima Sudirman No. 507 Kota Batu
Telepon:
Faksmile:
Email:
vvirgacandhika@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Suwoko
Jabatan:
Plt. Kepala Pelaksana
Alamat:
Jl. Panglima Sudirman 507
Telepon:
082139101828
Faksmile:
Email:
suwokokaka@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Kesiapsiagaan masyarakat atau Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM) sebagai salah satu komponen kapasitas daerah merupakan penilaian tingkat kesiapsiagaan yang dilakukan melalui metode survei

 

𝑅=𝐻 𝑥 𝑉𝐶

Keterangan :

R : Risk (Risiko)

H : Hazard (Bahaya)

V : Vulnerability (Kerentanan)

C : Capacity (Kapasitas)

Pengaruh masing-masing komponen (H, V, C) dalam penentuan indeks risiko bencana adalah komponen bahaya (H) 40%, komponen kerentanan (V) 30% dan komponen kapasitas (C) 30%. Jadi berdasarkan pengaruh dari ketiga komponen penyusun indeks risiko bencana, maka komponen kerentanan berupa coping capacities dan kapasitas merupakan komponen yang paling memungkinkan dilaksanakan untuk menurunkan indeks risiko bencana.

Kapasitas (capacity) adalah kombinasi keseluruhan kekuatan, kelengkapan dan sumberdaya masyarakat, kelompok sosial atau organisasi yang dapat digunakan untuk meraih tujuan yang disepakati, termasuk hal-hal berkaitan dengan pengurangan risiko bencana (Oxfam, 2012).  Kapasitas daerah Kota Batu terdiri dari dua komponen utama, yaitu ketahanan daerah dan kesiapsiagaan masyarakat. Ketahanan daerah dinilai berdasarkan capaian para pemangku kebijakan di level kabupaten. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai berdasarkan capaian masyarakat di level desa/kelurahan.  Adapun bobot dari Indeks Ketahanan Daerah (IKD) adalah 40% dalam penentuan kapasitas, sedangkan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat sebesar 60%.
 

Tabel 3.10 Penilaian Bobot dan Indeks Komponen Kapasitas Daerah

 

KomponenBobot (%)Kelas  

Rendah 

(0-0.333)

Sedang

(0.334-0.666)

Tinggi

(0.667-1.000)

  

Ketahanan Daerah

40

Transformasi nilai

0-0.40

Transformasi nilai

0.41-0.80

Transformasi nilai

0.81-1

Kesiapsiagaan Masyarakat

60

<0.33

0.34-0.66

0.67-1

Sumber: BNPB, 2019

3.2. Tujuan Kegiatan:

Tujuan Umum :

Mengetahui level atau nilai kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana di tingkat Kelurahan atau Desa.

Tujuan Khusus :

1.     Memberikan acuan dan rekomendasi bagi Kelurahan/Desa dalam menentukan intervensi penanggulangan bencana di tingkat komunitas.

2.     Memberikan acuan dan rekomendasi bagi Kabupaten/Kota arah kebijakan penanggulangan bencana secara spesifik.

3.   Sebagai salah satu komponen yang dibutuhkan dalam Pengkajian Resiko Bencana di tingkat Kabupaten/Kota.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2026
31 Januari 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
02 Agustus 2026
30 Oktober 2026
C. Pengolahan
01 November 2026
30 November 2026
D. Analisis
01 Desember 2026
31 Desember 2026
E. Penyajian
01 Desember 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Kesiapsiagaan Serangkaian kegiatan dan langkah yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan berkelanjutan untuk menjamin kemampuan masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait dalam menghadapi potensi bencana secara efektif. 12 bulan
2 Tanggap Darurat Upaya cepat dan terkoordinasi yang dilakukan segera setelah terjadi bencana untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kerusakan lanjutan, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. 12 bulan
3 Risiko Bencana Potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. 12 bulan
4 Partisipasi Masyarakat Keterlibatan aktif individu, kelompok, atau komunitas dalam seluruh tahapan manajemen bencana — mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan. 12 bulan
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Panel
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Wawancara
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Single Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Purposive Sampling
5.7. Unit Sampel:
48
5.8. Unit Observasi:
48
5.9. Jumlah Responden:
48
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sarjana
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 1 orang
Pengumpul data/enumerator
: 1 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Kunjungan Kembali
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Tidak
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : BPBD
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Nasional
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak