Beranda / Rekomendasi Terbit / SURVEI INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) KABUPATEN TUBAN Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul SURVEI INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) KABUPATEN TUBAN Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban
Tanggal Terbit 20 Mei 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3523.006
Judul Kegiatan :
SURVEI INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH) KABUPATEN TUBAN
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Veteran No. 27 Tuban
Telepon:
0356321026
Faksmile:
0356321026
Email:
dlhp@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
ANDI SETIAWAN, ST.MT
Jabatan:
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan
Alamat:
Jl. Veteran No. 27 Tuban
Telepon:
08123401896
Faksmile:
-
Email:
andistya310@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Perlunya mengetahui kondisi kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Tuban secara berkala sebagai informasi kepada masyarakat dan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Memberikan Informasi mengenai kondisi kualitas lingkungan hidup pada tingkat Kabupaten, dan sebagai bahan evaluasi untuk menetapkan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan tanpa merusak ekosistem alam.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2026
31 Maret 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
21 Mei 2026
01 Desember 2026
C. Pengolahan
02 Desember 2026
14 Desember 2026
D. Analisis
16 Desember 2026
20 Desember 2026
E. Penyajian
21 Desember 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
Derajat Keasaman (pH) Ukuran untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Oksigen Terlarut (DO) Jumlah gas oksigen bebas yang terkandung di dalam air dan dapat diakses oleh organisme akuatik. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (BOD) Jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan zat organik terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi di dalam air. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD) Jumlah total oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi seluruh bahan organik dan anorganik di dalam air secara kimia. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Padatan Tersuspensi Total (TSS) Residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2µm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. Yang termasuk TSS adalah lumpur, tanah liat, logam oksida, sulfida, ganggang, bakteri dan jamur. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Nitrat (sebagai N) Jumlah kandungan unsur Nitrogen (N) murni yang terdapat di dalam senyawa nitrat (NO3). 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Total Fosfat (sebagai P) parameter yang mengukur seluruh bentuk fosfor (baik yang terlarut maupun tersuspensi) dalam suatu sampel air, yang dikonversi dan dilaporkan dalam satuan konsentrasi atom Fosfor (P). Fosfat di alam atau air limbah terdiri dari tiga fraksi utama yaitu, ortofosfat, polifosfat, dan fosfat organik. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Fecal Coliform Bakteri yang terdapat dalam feses (tinja) dan merupakan indikator pencemaran oleh bahan organik yang berasal dari manusia atau hewan. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Kadar fecal coliform yang tinggi dalam air menunjukkan adanya kontaminasi oleh bahan organik yang berasal dari feses manusia atau hewan. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Sulfur dioksida (SO2) Sulfur dioksida adalah salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur (SOx). Gas ini sangat mudah terlarut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna,SO2 dan gas-gas oksida sulfur lainnya terbentuk saat terjadi pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur. Sulfur sendiri terdapat dalam hampir semua material mentah yang belum diolah seperti minyak mentah, batu bara, dan bijih-bijih yang mengandung metal seperti alumunium, tembaga,seng,timbal dan besi. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Nitrogen dioksida (NO2) Nitrogen dioksida adalah senyawa kimia berupa gas beracun yang menjadi salah satu polutan udara utama. Gas ini dikenal memiliki warna cokelat kemerahan, berbau tajam, sangat reaktif, dan mudah larut dalam air. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
Particulate matter (PM2,5) Partikel udara berukuran sangat halus, yaitu kurang dari 2,5 mikrometer atau sekitar 3% dari diameter rambut manusia. Karena ukurannya yang renik, PM2,5 melayang di udara dan bisa terhirup, menembus saluran pernapasan bawah, hingga masuk ke dalam aliran darah. 2 Kali dalam Setahun (Semesteran)
22 (dua puluh dua) Kelas penutupan lahan 22 (dua puluh dua) Kelas penutupan lahan meliputi Hutan lahan kering primer, Hutan rawa primer, Hutan mangrove primer, Hutan lahan kering sekunder/bekas tebangan, Hutan rawa sekunder/bekas tebangan, Hutan mangrove sekunder/bekas tebangan, Hutan tanaman, Belukar rawa, Belukar, Perkebunan/kebun, Pertanian lahan kering, Pertanian lahan kering campur semak/kebun campur, Rawa, Savanna, Sawah, Transmigrasi, Bandara/pelabuhan, Tambak, Tubuh air, Lahan terbuka, Permukiman/lahan terbangun, dan Pertambangan. 1 Tahun
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah lahan, ruang, atau kawasan yang didominasi oleh unsur-unsur vegetasi, baik yang tumbuh secara alami maupun yang dibudidayakan yang bertujuan pelestarian fungsi lingkungan dan ekologis, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. 1 Tahun
Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan. Tujuannya agar daya dukung, produktivitas, serta peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan dan keseimbangan ekosistem tetap terjaga. 1 Tahun
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Cross Sectional
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengamatan
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Single Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Quota Sampling
5.7. Unit Sampel:
IKA: 41 Titik sampling sungai di Kabupaten Tuban IKU: Titik sampling udara meliputi balai desa merkawang, kantor kecamatan jatirogo, kantor kecamatan singgahan sama perumnas tasikmadu IKL: Delineasi tutupan lahan di kabupaten Tuban
5.8. Unit Observasi:
IKA: 41 Titik sampling sungai di Kabupaten Tuban IKU: Titik sampling udara meliputi balai desa merkawang, kantor kecamatan jatirogo, kantor kecamatan singgahan sama perumnas tasikmadu IKL: Delineasi tutupan lahan di kabupaten Tuban
5.9. Jumlah Responden:
46
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Diploma
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 2 orang
Pengumpul data/enumerator
: 14 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Inferensia
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Kondisi Lingkungan
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Ya