Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Survei Koordinasi Dan Pengumpulan Data Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, Dan Perkebunan Kabupaten Tana Tidung Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan |
| Tanggal Terbit | 25 Juni 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.6503.009 |
UU nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik. Bab II Pasal 3
Kegiatan statistik diarahkan untuk :
a. mendukung pembangunan nasional;
b. mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien;
c. meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik; dan
d. mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, hal yang pelaksanaan survei ini dipicu oleh beberapa kondisi dan tantangan riil di lapangan, antara lain:
1.Latar Belakang
- Keterbatasan Data yang Akurat dan Terintegrasi: Selama ini, data sektor pertanian sering kali masih parsial, tersebar di berbagai instansi, atau menggunakan metodologi yang belum standar. Hal ini memicu risiko terjadinya asimetri informasi dalam pengambilan keputusan.
- Alih Fungsi Lahan dan Perubahan Iklim: Dinamika perubahan penggunaan lahan (misalnya untuk pemukiman atau sektor lain) serta pola iklim yang tidak menentu sangat memengaruhi produktivitas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Tanpa survei berkala, pemerintah tidak dapat memetakan kondisi riil luas tanam dan luas panen.
- Karakteristik Wilayah yang Spesifik: Kabupaten Tana Tidung memiliki potensi geografis yang besar untuk sektor perkebunan (seperti kelapa sawit dan karet) serta hortikultura. Namun, potensi ini belum terpetakan secara digital dan kuantitatif dengan akurasi tinggi.
- Lemahnya Koordinasi Lintas Sektoral: Perlunya wadah koordinasi yang kuat antara Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, dan penyuluh lapangan agar tidak terjadi dualisme atau tumpang tindih data statistik sektoral.
2. Kebutuhan Data Sektor Pertanian
Untuk membangun kebijakan yang tepat sasaran, Kabupaten Tana Tidung membutuhkan rumpun data yang valid, yang meliputi:
Tanaman Pangan
- Luas tambah tanam, luas panen, dan produktivitas per hektar (khususnya padi dan jagung).
- Estimasi produksi gabah/beras untuk menghitung neraca pangan daerah.
Hortikultura
- Volume produksi komoditas sayuran dan buah-buahan unggulan lokal.
- Jumlah pohon menghasilkan/luas panen tanaman hortikultura tahunan dan semusim.
Perkebunan
- Luas areal tanaman (Tanaman Belum Menghasilkan/TBM, Tanaman Menghasilkan/TM, dan Tanaman Tua/Rusak/TTR).
- Jumlah produksi komoditas perkebunan rakyat (seperti sawit, karet, atau kakao) serta jumlah rumah tangga petani yang terlibat.
3. Urgensi Pengumpulan Data
Mengapa pengumpulan data ini sifatnya mendesak (urgent)?
- Dasar Penyaluran Subsidi dan Bantuan: Data yang akurat merupakan kunci utama agar bantuan pemerintah (seperti pupuk bersubsidi, bibit gratis, dan alat mesin pertanian/alsintan) jatuh ke tangan petani yang tepat (by name, by address), guna menghindari pemborosan anggaran.
- Antisipasi Krisis Pangan: Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Kabupaten Tana Tidung harus memiliki early warning system terkait ketersediaan pangan lokal agar tidak ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
- Akselerasi Pembangunan Daerah: Sebagai kabupaten berkembang, Tana Tidung memerlukan basis data spasial dan kuantitatif yang kuat untuk menarik investasi di sektor agroindustri dan perkebunan.
4. Pemanfaatan Hasil Survei
Hasil dari Survei Koordinasi dan Pengumpulan Data Statistik ini akan menjadi aset dokumen strategis yang dimanfaatkan dalam tiga tahapan manajemen pembangunan:
a. Perencanaan
- Menjadi bahan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tana Tidung, khususnya pada sektor pertanian.
- Menentukan klasterisasi atau zonasi wilayah komoditas unggulan (misalnya, wilayah mana yang difokuskan untuk padi, dan wilayah mana untuk perkebunan).
b. Pemantauan
- Mengawal jalannya musim tanam secara real-time untuk melihat apakah target luas tanam yang ditetapkan pemerintah daerah sudah tercapai atau mengalami kendala (seperti kekeringan atau serangan hama).
- Memantau stabilitas pasokan komoditas hortikultura di pasar lokal guna menekan laju inflasi daerah.
c. Evaluasi
- Mengukur capaian indikator kinerja utama (IKU) Dinas Pertanian, seperti pertumbuhan PDRB sektor pertanian dan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) di Kabupaten Tana Tidung.
- Menilai efektivitas program pembangunan pertanian yang telah berjalan, sehingga pemerintah tahu program apa yang perlu dilanjutkan, diperbaiki, atau dihentikan.
UU nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik. Bab II Pasal 4
Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat, dan mutakhir
dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien guna
mendukung pembangunan nasional.
Secara lebih rinci dan terukur, pelaksanaan Survei Koordinasi dan Pengumpulan Data Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tana Tidung dirancang untuk mencapai beberapa tujuan spesifik berikut:
1.Menyediakan basis data sektoral yang Akurat dan Valid
- Mengukur Luas Lahan Aktif: Memperoleh data riil mengenai Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Panen per komoditas secara periodik (bulanan/musiman) untuk tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
- Menghitung Volume Produksi dan Produktivitas: Menghasilkan angka estimasi Produksi (ton/kuintal) dan Produktivitas (hasil per hektar) yang akurat melalui sinkronisasi metode ubinan atau pencatatan struktural di lapangan.
- Pembaruan Data Tanaman Perkebunan: Memetakan kondisi riil tegakan tanaman perkebunan secara spesifik, yang dibagi menjadi:
- Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
- Tanaman Menghasilkan (TM)
- Tanaman Tua/Rusak (TTR)
2.Membangun satu data Pertanian Kabupaten Tana Tidung
- Menghilangkan Ego sektoral dan Dualisme Data: Menyelaraskan perbedaan data yang sering terjadi antar instansi (misalnya antara catatan penyuluh lapangan Dinas Pertanian dengan hasil survei BPS) melalui forum koordinasi yang standar.
- Integrasi Data Spasial dan Teknis: Menyediakan satu platform atau dokumen rujukan data statistik pertanian yang legal, terintegrasi, dan diakui secara nasional untuk mempermudah akses lintas dinas di Kabupaten Tana Tidung.
3.Menyusun Indikator Makro Ekonomi dan Kesejahteraan Pertanian
Mengukur Kesejahteraan Petani: Menyediakan variabel data pendukung guna analisis Nilai Tukar Petani (NTP) lokal, sebagai indikator daya beli dan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani di wilayah Tana Tidung.
4.Menyediakan instrumen kebijakan intervensi yang tepat sasaran
- Akurasi Distribusi Input Pertanian: Memperoleh data jumlah petani aktif dan luas garapan sebagai dasar penyusunan e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) untuk distribusi pupuk bersubsidi, benih, dan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan).
- Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM): Menghasilkan data pasokan pangan lokal untuk menganalisis status ketahanan pangan daerah, mendeteksi potensi defisit pangan, dan merancang strategi importasi atau distribusi antar Kecamatan.
5.Menyediakan Bahan baku perencanaan, monitoring, dan evaluasi strategis
- Bahan Perencanaan: Menjadi dasar ilmiah dalam menetapkan target indikator kinerja makro pada dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Renstra Dinas Pertanian Kabupaten Tana Tidung.
- Bahan Evaluasi: Menilai tingkat keberhasilan program-program prioritas daerah (seperti program peningkatan produksi padi, penguatan komoditas unggulan daerah, atau peremajaan sawit rakyat) apakah telah mencapai target efisiensi dan produktivitas yang diharapkan.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
03 November 2025
|
31 Desember 2025
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
04 Juni 2026
|
31 Desember 2026
|
| C. | Pengolahan |
05 Juni 2026
|
25 Desember 2026
|
| D. | Analisis |
28 Desember 2026
|
31 Desember 2026
|
| E. | Penyajian |
04 Januari 2027
|
29 Januari 2027
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Luas panen Sayur Buah Semusim | Ukuran dari total area lahan pertanian yang digunakan untuk menanam berbagai tanaman pangan dalam satu periode panen tertentu. | Pada Saat Pengumpulan Data |
| 2 | Produksi Sayur Buah Semusim | Kemampuan tanaman untuk menghasilkan hasil atau produk dalam unit waktu tertentu dan di bawah kondisi tertentu. | Pada Saat Pengumpulan Data |
| 3 | Luas Tanam | Luas dari lahan yang akan di tanami suatu komoditi | Pada Saat Pengumpulan Data |
| 4 | Luas Lahan | Ukuran total area tanah yang dimiliki, mencakup seluruh permukaan termasuk halaman, taman, dan area kosong yang belum dibangun. | Pada Saat Pengumpulan Data |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Mengisi Kuesioner Sendiri
- Pengamatan
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Kunjungan Kembali
- Lainnya : Kelompok Tani
- Kabupaten Atau Kota
- Kecamatan