Beranda / Rekomendasi Terbit / Penyusunan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Penyusunan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan Kabupaten Barito Selatan Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Barito Selatan
Tanggal Terbit 23 April 2026
Identitas Rekomendasi K-26.6204.002
Judul Kegiatan :
Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kabupaten Barito Selatan
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Barito Selatan
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Pahlawan Km 6
Telepon:
0525 21530
Faksmile:
Email:
barseldistanbun@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
SUSANTI, S.Gz., M.AP
Jabatan:
SEKRETARIS
Alamat:
JL. BUNTOK-AMPAH KM 3 NO. 60 BUNTOK
Telepon:
081257910191
Faksmile:
Email:
susanti.24583@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Kabupaten Barito Selatan merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah yang terdiri dari 6 kecamatan, 86 desa, dan 7 kelurahan. Secara geografis, wilayah ini memanjang mengikuti Sungai Barito dengan kondisi topografi yang didominasi dataran rendah di bagian selatan dan perbukitan di bagian utara. Iklimnya tropis dengan dua musim, serta didukung oleh kondisi alam yang cukup potensial untuk kegiatan pertanian dan pemanfaatan sumber daya alam.

Jumlah penduduk pada tahun 2024 mencapai 135.909 jiwa dengan kepadatan relatif rendah. Secara ekonomi, terjadi peningkatan kinerja yang ditunjukkan oleh kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor pertambangan dan sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan menjadi penyumbang utama perekonomian daerah. Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan, tingkat kemiskinan masih menunjukkan fluktuasi sehingga memerlukan perhatian lebih.

Dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang ketahanan pangan, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan sistem informasi yang akurat dan terintegrasi. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA), yang berfungsi untuk mengidentifikasi wilayah rentan pangan hingga tingkat desa. Informasi ini penting sebagai dasar perencanaan, pengambilan kebijakan, serta penentuan prioritas intervensi pembangunan.

Dengan demikian, penyusunan FSVA Kabupaten Barito Selatan menjadi sangat penting untuk mengetahui kondisi kerentanan pangan secara lebih detail serta merumuskan kebijakan yang tepat dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

3.2. Tujuan Kegiatan:

FSVA Kabupaten Barito Selatan memberikan kerangka acuan bagi para pengambil kebijakan dalam meningkatkan pencapaian sasaran dan memberikan informasi dalam proses pembuatan kebijakan di bidang ketahanan pangan dan gizi. Sedangkan secara khusus, tujuan penyusunan FSVA Kabupaten sebagai berikut:

  1. Mengetahui kondisi kerentanan terhadap kerawanan pangan sampai dengan tingkat desa.
  2. Menyusun rekomendasi kebijakan pencegahan dan penanganan kerentanan pangan pada tingkat desa.
3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2026
01 Mei 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
31 Mei 2026
01 Oktober 2026
C. Pengolahan
01 Juni 2026
31 Oktober 2026
D. Analisis
01 Juli 2026
31 Oktober 2026
E. Penyajian
01 November 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Rasio luas lahan pertanian terhadap jumlah penduduk Luas lahan pertanian dibandingkan jumlah Penduduk desa Saat pengumpulan data
2 Rasio jumlah sarana dan prasarana ekonomi terhadap jumlah rumah tangga Jumlah sarana dan prasarana ekonomi (pasar, minimarket, toko, warung, restoran dll) dibandingkan jumlah rumah tangga desa Saat pengumpulan data
3 Rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk desa Jumlah penduduk dengan status kesejahteraan terendah (penduduk dengan tingkat kesejahteraan pada Desil 1 dan Desil 2) dibandingkan jumlah penduduk desa Saat pengumpulan data
4 Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai melalui darat atau air atau udara Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai dengan kriteria:(1) Desa dengan sarana transportasi darat tidak dapat dilalui sepanjang tahun; (2) Desa dengan sarana transportasi air atau udara namun tidak tersedia angkutan umum Saat pengumpulan data
5 Rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga desa Jumlah rumah tangga desil 1 s/d 4 dengan sumber air bersih tidak terlindung dibandingkan jumlah rumah tangga desa Saat pengumpulan data
6 Rasio jumlah tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk desa Jumlah tenaga kesehatan terdiri atas: 1) Dokter umum/spesialis; 2) dokter gigi; 3) bidan; 4) tenaga kesehatan lainnya (perawat, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, apoteker/asisten apoteker) dibandingkan jumlah penduduk desa Saat pengumpulan data
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara Dan Mitra Atau Tenaga Kontrak
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sarjana
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 2 orang
Pengumpul data/enumerator
: 9 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Kunjungan Kembali
  • Supervisi
  • Task Force
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif Dan Analisis Inferensia
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Desa
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
  • Kecamatan
  • Lainnya : Desa
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak