Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Penanggulangan Bencana Kota Cimahi Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cimahi |
| Tanggal Terbit | 11 Maret 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.3277.005 |
Penyusunan Rencana Kontingensi ini didasarkan pada pemahaman bahwa keberadaan dan keberlanjutan sebuah kota tidak semata-mata ditentukan oleh pertumbuhan infrastruktur fisik dan aktivitas ekonomi, melainkan oleh sejauh mana kota tersebut mampu menjamin keselamatan jiwa, martabat manusia, serta keberlangsungan kehidupan sosial masyarakatnya. Dalam konteks manajemen risiko bencana, perencanaan kontingensi merupakan instrumen strategis untuk mengantisipasi kejadian berisiko tinggi melalui pengorganisasian sumber daya, kelembagaan, dan mekanisme respons secara terstruktur dan terpadu. Kota Cimahi, sebagai bagian integral dari kawasan metropolitan Bandung Raya, memiliki karakteristik geografis, topografis, dan demografis yang membentuk tingkat kerentanan tertentu terhadap bencana hidrometeorologis. Dengan luas wilayah sekitar 4.243 Ha (Perda Kota Cimahi No 4 tahun 2024), Kota Cimahi didominasi oleh kawasan permukiman padat dan aktivitas industri yang berkembang pesat. Kondisi tersebut mencerminkan dinamika ruang urban yang intensif, namun sekaligus meningkatkan eksposur penduduk, aset, dan infrastruktur terhadap potensi bahaya alam. Secara topografis, posisi Kota Cimahi yang berada pada wilayah cekungan dan dipengaruhi oleh sistem perbukitan di sekitarnya turut memengaruhi dinamika atmosfer lokal, sehingga memperbesar kerentanan terhadap fenomena cuaca ekstrem. Dalam beberapa tahun terakhir, risiko bahaya cuaca ekstrem, khususnya angin kencang, menunjukkan kecenderungan peningkatan baik dari sisi frekuensi maupun intensitas, sejalan dengan fenomena perubahan iklim global. Peristiwa ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kejadian musiman yang sporadis, melainkan sebagai ancaman nyata yang berpotensi menimbulkan dampak signifikan. Pada kawasan perkotaan dengan kepadatan bangunan yang tinggi dan keterbatasan ruang terbuka hijau seperti Kota Cimahi, angin kencang dapat menyebabkan kerusakan fisik berupa tumbangnya pohon, gangguan jaringan utilitas, terhambatnya aksesibilitas jalan utama, serta kerusakan atap dan struktur bangunan hunian warga. Dampak tersebut berpotensi melumpuhkan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat dan meningkatkan kerentanan sosial, termasuk tekanan psikologis pada kelompok masyarakat yang terdampak langsung.
Tujuan utama penyusunan Rencana Kontingensi Cuaca Ekstrem Kota Cimahi adalah menyediakan kerangka kerja yang komprehensif dan terintegrasi sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah Kota Cimahi beserta seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana cuaca ekstrem, khususnya angin kencang . Dokumen ini berfungsi sebagai acuan bersama dalam perencanaan dan pelaksanaan kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta transisi darurat ke pemulihan, guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan terhadap keselamatan jiwa, aset, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat. Dengan adanya Rencana Kontingensi Cuaca Ekstrem ini, diharapkan: 8 1) Sebagai Landasan Strategis dan Operasional Dokumen ini menjadi dasar penetapan strategi dan langkah-langkah operasional penanganan kedaruratan akibat cuaca ekstrem. Rencana kontingensi ini memberikan panduan yang jelas mengenai peran dan tanggung jawab, waktu pelaksanaan, serta mekanisme koordinasi antar unsur yang terlibat, sehingga respons kedaruratan dapat berlangsung secara terstruktur, cepat, dan efektif. 2) Mengoptimalkan Pengerahan dan Pemanfaatan Sumber Daya Rencana kontingensi ini menjadi pedoman dalam mobilisasi dan alokasi sumber daya, baik sumber daya manusia, logistik, peralatan, maupun pendanaan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan perencanaan yang terkoordinasi, pengerahan sumber daya dapat dilakukan secara sinergis, tepat waktu, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan. 3) Meningkatkan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dan Pemangku Kepentingan Dokumen ini mendukung penguatan kapasitas Pemerintah Daerah Kota Cimahi dan pihak terkait dalam menghadapi potensi keadaan darurat akibat cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan tersebut mencakup kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, sistem logistik, serta mekanisme komando dan koordinasi, sehingga respons kedaruratan dapat dilakukan secara tangguh dan adaptif. 4) Mewujudkan Kerangka Kerja Penanganan Bersama yang Terpadu Rencana kontingensi ini menyediakan kerangka kerja bersama yang menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana cuaca ekstrem. Melalui kesamaan pemahaman dan koordinasi lintas sektor, diharapkan terwujud sistem penanganan bencana yang terintegrasi dan solid, mulai dari fase kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga transisi menuju pemulihan
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
02 Februari 2026
|
23 Februari 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
03 Maret 2026
|
23 Maret 2026
|
| C. | Pengolahan |
24 Maret 2026
|
31 Maret 2026
|
| D. | Analisis |
01 April 2026
|
22 April 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Mei 2026
|
12 Mei 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | 1. Variabel Kejadian Bencana | Jenis bencana (banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran, angin kencang, dll.) Waktu kejadian (tanggal & jam) Lokasi kejadian (kelurahan, kecamatan) Durasi kejadian Sumber penyebab (curah hujan tinggi, pergerakan tanah, dll.) Skala kejadian (kecil/sedang/besar) Durasi hujan (jam/hari) Akumulasi hujan harian/bulanan Hujan sangat lebat (≥ 50–100 mm/hari) | Tahun 2026 |
| 2 | 2.Variabel Dampak Bencana | Jumlah korban meninggal Jumlah korban luka Jumlah pengungsi Jumlah KK terdampak Kerusakan rumah (ringan/sedang/berat) Kerusakan fasilitas umum (sekolah, puskesmas, jalan) Estimasi kerugian ekonomi | Tahun 2026 |
| 3 | 3. Variabel Kerentanan | Kepadatan penduduk Persentase lansia, anak-anak, disabilitas Tingkat kemiskinan Kondisi infrastruktur Akses terhadap layanan kesehatan | Tahun 2026 |
| 4 | 4. Variabel Ancaman (Hazard) | Curah hujan Peta rawan banjir Peta rawan longsor Riwayat kejadian bencana Kondisi topografi | Tahun 2026 |
| 5 | 5. Variabel Kapasitas | Jumlah relawan kebencanaan Ketersediaan posko Ketersediaan logistik Alat berat dan kendaraan evakuasi Sistem peringatan dini | Tahun 2026 |
| 6 | 6. Variabel Respon & Penanganan | Waktu respon awal Instansi terlibat Bantuan yang disalurkan Lama masa tanggap darurat Proses rehabilitasi & rekonstruksi | Tahun 2026 |
| 7 | 7. Variabel Administratif | Sumber data Petugas pencatat Nomor laporan kejadian Status verifikasi data | Tahun 2026 |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Lainnya : Mengisi Data melalui Matrik
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
- Supervisi
- Lainnya : Focus Group Discussion (FGD) Perangkat Daerah
- Lainnya : Perangkat Daerah
- Kabupaten Atau Kota