Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Statistik Tanaman Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Barat |
| Tanggal Terbit | 25 Maret 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.1300.018 |
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis dalam pembangunan ekonomi daerah yang berperan dalam penyediaan pangan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pengembangan wilayah perdesaan. Salah satu subsektor yang memiliki kontribusi penting dalam pembangunan pertanian adalah subsektor hortikultura yang meliputi komoditas sayuran, buah-buahan, tanaman obat, serta tanaman hias.
Provinsi Sumatera Barat memiliki potensi yang besar dalam pengembangan komoditas hortikultura karena didukung oleh kondisi agroklimat yang sesuai serta keragaman komoditas yang cukup tinggi. Berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, kentang, kubis, jeruk, manggis, dan aneka buah tropis lainnya menjadi komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan pengendalian inflasi pangan daerah.
Dalam mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan sektor hortikultura, ketersediaan data statistik yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan yang sangat penting. Data statistik hortikultura diperlukan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan peningkatan produksi, pengembangan kawasan hortikultura, stabilisasi pasokan dan harga komoditas hortikultura, serta dalam proses monitoring dan evaluasi program pembangunan pertanian.
Sejalan dengan implementasi kebijakan Satu Data Indonesia, penyelenggaraan statistik sektoral di daerah perlu dilaksanakan secara terintegrasi dan mengikuti standar statistik nasional yang dibina oleh Badan Pusat Statistik. Dalam hal ini, perangkat daerah sebagai produsen data sektoral memiliki tanggung jawab dalam menghimpun, mengolah, dan menyajikan data statistik hortikultura yang berkualitas serta dapat digunakan sebagai rujukan resmi dalam perencanaan pembangunan.
Namun demikian, dalam pengelolaan data statistik hortikultura masih terdapat beberapa tantangan, antara lain perbedaan metode pengumpulan data, keterbatasan kapasitas pengelola data di tingkat daerah, serta perlunya peningkatan koordinasi dalam proses validasi dan sinkronisasi data antara provinsi dan kabupaten/kota. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kualitas dan konsistensi data yang dihasilkan.
Oleh karena itu, diperlukan kegiatan Kompilasi Data Statistik Tanaman Hortikultura yang bertujuan untuk menghimpun, mengintegrasikan, serta memverifikasi data statistik hortikultura dari berbagai sumber data yang tersedia. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dihasilkan basis data statistik hortikultura yang lebih akurat, konsisten, dan terintegrasi sebagai dasar dalam perumusan kebijakan serta perencanaan pembangunan subsektor hortikultura di Provinsi Sumatera Barat.
- Menghimpun data statistik tanaman hortikultura dari kabupaten/kota.
- Melakukan verifikasi dan validasi data luas tanam, luas panen, produksi, dan produktivitas hortikultura.
- Meningkatkan koordinasi pengelolaan statistik sektoral hortikultura antara provinsi dan kabupaten/kota.
- Menyediakan data statistik hortikultura yang berkualitas untuk mendukung perencanaan pembangunan pertanian.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
16 Februari 2026
|
28 Maret 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
29 Maret 2026
|
05 April 2026
|
| C. | Pengolahan |
06 April 2026
|
22 April 2026
|
| D. | Analisis |
23 April 2026
|
29 April 2026
|
| E. | Penyajian |
30 April 2026
|
22 Mei 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Luas Tanam | Luas Penanaman Baru (Tambah Tanam) adalah luas tanaman yang betul-betul ditanam (sebagai tanaman baru) pada bulan/triwulan laporan, baik penanaman yang bersifat normal maupun penanaman yang dilakukan untuk mengganti tanaman yang dicabut/dimusnahkan karena terserang OPT atau sebab-sebab lain, walaupun pada bulan/triwulan tersebut tanaman yang baru ditanam dibongkar kembali. | setahun yang lalu |
| 2 | Luas Panen | -Luas panen SBS (untuk tanaman dibongkar habis / panen habis) seperti bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, kubis, kembang kol, petsai/sawi, wortel, lobak adalah luas panen habis Januari sd Desember. Luas panen untuk tanaman panen berulang seperti : kacang panjang, cabai keriting, cabai rawit, tomat, terung, buncis, ketimun, kangkung, bayam melon, semangka adalah luas panen habis dari Januari sd Desember ditambah dengan luas panen belum habis di bulan Desember. - Luas panen BST atau jumlah tanaman yang menghasilkan dalam satu tahun diperoleh dari jumlah tanaman yang menghasilkan terbesar diantara triwulan pada tahun tersebut -Luas panen TBF dan TH dalam satu tahun adalah luas panen yang di panen habis pada periode Triwulan I sd IV .(Pedum SPH Kementan Dirjen TP dan BPS). | setahun yang lalu |
| 3 | Produksi | Produksi adalah banyaknya hasil dari setiap tanaman hortikultura menurut bentuk produksi (hasil) yang diambil berdasarkan luas yang dipanen pada bulan/triwulan laporan. Produksi dibedakan menjadi dua untuk jenis tanaman yang dipanen berulang kali yaitu: 1) Produksi dipanen habis / dibongkar Produksi Dipanen Habis/Dibongkar adalah hasil panen dari luas panen tanaman sayuran dan buah-buahan semusim, tanaman biofarmaka, atau tanaman hias yang dipanen habis/ dibongkar pada periode pelaporan. 2) Produksi belum habis Produksi Belum Habis adalah hasil panen dari luas panen tanaman sayuran dan buahbuahan semusim, tanaman biofarmaka, atau tanaman hias yang dipanen lebih dari sekali dan pada periode pelaporan tanamannya belum dibongkar. | setahun yang lalu |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Lainnya : Ambil dari aplikasi SIPEDAS
- Lainnya : aplikasi SIPEDAS
- Supervisi
- Rumah Tangga
- Provinsi
- Kabupaten Atau Kota