Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | PENYUSUNAN PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN PANGAN Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Dinas Ketahanan Pangan |
| Tanggal Terbit | 13 Mei 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.7403.001 |
Kegiatan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) atau Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan merupakan salah satu instrumen penting dalam perencanaan pembangunan ketahanan pangan yang terarah dan berbasis data. FSVA bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang rentan terhadap kerawanan pangan melalui analisis berbagai indikator yang mencakup aspek ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Dengan adanya pemetaan ini, pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi riil ketahanan pangan pada tingkat kecamatan maupun desa.
Ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Masih adanya wilayah yang menghadapi keterbatasan akses pangan, rendahnya daya beli masyarakat, serta kerentanan terhadap bencana alam dan perubahan iklim menuntut adanya kebijakan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, penyusunan FSVA menjadi langkah strategis dalam mendukung perencanaan program penanganan daerah rawan pangan secara lebih efektif dan efisien.
Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/FSVA Tujuan utamanya adalah menyediakan informasi akurat mengenai situasi pangan untuk mendeteksi wilayah rentan rawan pangan. FSVA memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah untuk memprioritaskan intervensi program seperti pengentasan kemiskinan, penurunan stunting dan bantuan pangan di wilayah rentan pangan.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
02 Juni 2026
|
30 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Juli 2026
|
30 September 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 September 2026
|
30 September 2026
|
| D. | Analisis |
01 September 2026
|
31 Oktober 2026
|
| E. | Penyajian |
01 September 2026
|
31 Oktober 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Penyusunan Peta Ketahanan Rasio Luas Lahan pertanian terhadap jumlah pendudukdan Kerentanan Pangan/FSVA Tujuan utamanya adalah menyediakan informasi akurat mengenai situasi pangan untuk mendeteksi wilayah rentan rawan pangan. FSVA memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah untuk memprioritaskan intervensi program seperti pengentasan kemiskinan, penurunan stunting dan bantuan pangan di wilayah rentan pangan. | Rasio lahan pRasio lahan pertanian terhadap jumlah penduduk sbg indikator aspek ketersediaan pangan karena lahan pertanian memiliki korelasi yang positif terhadap tingkat ketersediaan pangan dengan mempengaruhi kapasitas produksi pangan. ertanian terhadap jumlah penduduk sbg indikator aspek ketersediaan pangan karena lahan pertanian memiliki korelasi yang positif terhadap tingkat ketersediaan pangan dengan mempengaruhi kapasitas produksi pangan. | 1 (satu) tahun |
| 2 | Rasio Jumlah saranRasio Jumlah sarana dan prasarana penyedia pangana dan prasarana penyedia pangan | Sarana dan prasarana penyedia pangan sbg tempat penyimpanan Sarana dan prasarana penyedia pangan sbg tempat penyimpanan pangan yang diperoleh oleh petani sbg produsen pangan maupun dari luar wilayah yang disediakan bagi masyarakat untuk dikonsumsipangan yang diperoleh oleh petani sbg produsen pangan maupun dari luar wilayah yang disediakan bagi masyarakat untuk dikonsumsi | 1 (satu) tahun |
| 3 | Rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk | Penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah diasumsikan tidak memiliki daya beli yang memadai untuk mengakses pangan yang cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar hidupnya sehingga akan mempengaruhi status kerawanan pangan | 1 (satu) tahun |
| 4 | Desa yang tidak memiliki akses penghubung memadai melalui darat, air dan udara | Kriteria akses penghubung yang digunakan 1. Dapat dilalui sepanjang tahun 2. Dapat dilalui sepanjang tahun kecuali saat tertentu ketika turun hujan 3. Dapat dilalui selama musim kemarau 4. Tidak dapat dilalui sepanjang tahun | 1 (satu) tahun |
| 5 | Rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga | Rumah tangga yang tidak memiliki akses ke air minum yang berasal dari air isi ulang, leding/PAM, sumur bor/pompa air, sumur terlindung serta mata air yang terlindung dengan memperhatikan jarak ke tempat penampungan limbah/kotoran/tinja terdekat minimal 10 meter | 1 (satu) tahun |
| 6 | Rasio jumlah penduduk pertenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk | Kemampuan jumlah tenaga kesehatan yang ada diwilayah desa untuk melayani masyarakat dalam rangka menurunkan angka kesakitan penduduk dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman | 1 (satu) tahun |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Supervisi
- Rumah Tangga
- Kecamatan