Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Pelaksanaan Surveilans Gizi Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Pendataan Lengkap |
| Instansi | Dinas Kesehatan Kota Tangerang |
| Tanggal Terbit | 24 Februari 2026 |
Pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lndonesia, sehingga perlu dilakukan pemenuhan gizi untuk generasi di masa depan. Permasalahan gizi di lndonesia masih cukup tinggi diantaranya gizi kurang (underweight), pendek (stunting) maupun kurus (wasting) serta masalah kegemukan yang saat ini sudah mulai meningkat. Stunting mencerminkan kondisi gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Gizi kronis dapat terjadi sejak bayi di dalam kandungan hingga usia dua tahun atau pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sehingga akan berdampak pada gangguan perkembangan. Oleh karena itu, untuk mencegah permasalahan perlu dilakukan kegiatan pemantauan pertumbuhan pada balita setiap bulan dan pemantauan perkembangan minimal dua kali setahun serta penanggulangan masalah gizi lainnya melalui pendekatan 1000 HPK.
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita di Posyandu merupakan bagian dari standar pelayanan Kesehatan pada balita sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 6 tahun 2025 tentang Standar Teknis Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Kesehatan, dan bagian dari strategi untuk menurunkan prevalensi masalah gizi yang menjadi sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 serta implementasi dari salah satu intervensi spesifik yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dengan demikian, pemantauan pertumbuhan perlu disertai dengan pemantauan perkembangan untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan formal, sehingga untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan diarahkan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi serta perkembangan anak.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 tahun 2019 tentang Pelaksanaan Teknis Surveilans Gizi dan Surat Edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/I/1371/2021 tentang Kegiatan Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Balita maka dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan rutin yang diinput kedalam aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).
Memantau pertumbuhan dan perkembangan Balita di Kota Tangerang
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
05 Februari 2026
|
28 Februari 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Maret 2026
|
31 Desember 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 Maret 2026
|
31 Desember 2026
|
| D. | Analisis |
01 Maret 2026
|
31 Desember 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Maret 2026
|
31 Maret 2027
|
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|
| NIK Balita | NIK terdiri dari 16 (enam belas) digit dan kode penyusunannya terdiri dari 6 (enam) digit pertama provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan, 6 (enam) digit kedua adalah tanggal, bulan, tahun kelahiran dan 4 (empat) digiti terakhir merupakan nomor urut penerbitan NIK yang diproses secara otomatis dengan SIAK | 2026 |
| Nama Balita | Nama Balita sesuai dengan yang tertera di Kartu Keluarga (KK) | 2026 |
| Nama Orang Tua | Nama Orang Tua sesuai dengan yang tertera di Kartu Keluarga (KK) | 2026 |
| Tanggal Lahir | Tanggal lahir adalah tanggal ketika balita dilahirkan | 2026 |
| Jenis Kelamin | Jenis kelamin adalah perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan | 2026 |
| Tinggi Badan | Tinggi badan adalah ukuran pertumbuhan seseorang yang diukur menggunakan alat pengukur panjang badan atau tinggi badan yang dinyatakan dalam satuan centimeter (cm) | 2026 |
| Berat Badan | Berat badan merupakan jumlah keseluruhan dari cairan, lemak, otot, dan mineral tulang di dalam tubuh manusia yang diketahui dengan melakukan penimbangan menggunakan timbangan berat badan yang dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg). | 2026 |
| Alamat | Alamat adalah tempat tinggal balita dan keluarga saat ini | 2026 |
| Status Gizi BB/U | Status gizi balita berdasarkan indeks berat badan menurut umur yang terdiri dari kategori: - Berat badan sangat kurang (severely underweight), jika z-score BB/U <-3 SD; - Berat badan normal , jika z-score BB/U <-2 SD s.d. +1 SD; - Risiko berat badan lebih, jika z-score BB/U >+1 SD | 2026 |
| Status Gizi TB/U | Status gizi balita berdasarkan indeks panjang badan atau tinggi badan menurut umur yang terdiri dari kategori: - Sangat pendek (severely stunted), jika z-score TB/U <-3 SD; - Pendek (stunted), jika z-score TB/U -3 SD s.d. <-2 SD; - Normal, jika z-score TB/U <-2 SD s.d. +3 SD | 2026 |
| Status Gizi BB/TB | Status gizi balita berdasarkan indeks berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan yang terdiri dari kategori: -Gizi buruk (severely wasted), jika z-score BB/TB <-3 SD; - Gizi kurang (wasted), jika z-score BB/TB -3 SD s.d. <-2 SD; - Gizi baik (normal), jika z-score BB/TB <-2 SD s.d. +1 SD; - Berisiko gizi lebih (possible risk of overweight), jika z-score BB/TB >+1 SD s.d +2 SD; - Gizi lebih (overweight), jika z-score BB/TB >+2 SD s.d +3 SD; - Obesitas (obese) , jika z-score BB/TB >+3 SD | 2026 |
| Status Gizi Balita Sangat Pendek | Z-Score TB/U < -3 SD | 2026 |
| Status Gizi Balita Pendek | Z-Score TB/U < -2 SD | 2026 |
| Status Gizi Balita Normal | Z-Score TB/U -2 SD s.d 2 SD | 2026 |
| Status Gizi Balita Tinggi | Z-Score TB/U > 2 SD | 2026 |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Mengisi Kuesioner Sendiri
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Kunjungan Kembali
- Supervisi
- Individu
- Kabupaten Atau Kota