Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Survei Indeks Pembangunan Kebudayaan Kota Serang 2026 Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang |
| Tanggal Terbit | 15 Juni 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3673.009 |
Pembangunan nasional tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai sekadar kemajuan materialistis dan pembangunan infrastruktur fisik, melainkan berfokus pada manusia seutuhnya. Pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menandai pergeseran paradigma fundamental ini, yang secara yuridis menegaskan bahwa kebudayaan merupakan pilar dan haluan utama pembangunan. Kebudayaan kini diakui secara luas sebagai pilar keempat pembangunan berkelanjutan, yang memiliki peran strategis untuk memperkuat identitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong inovasi. Melalui pendekatan ini, kebudayaan dipandang sebagai investasi esensial untuk membangun peradaban dan masa depan bangsa, bukan sekadar warisan masa lalu yang pasif.
Di tingkat daerah, orientasi kebijakan di Kota Serang juga telah mengalami pergeseran konseptual dari yang awalnya sekadar melindungi aset warisan beralih menjadi upaya membangun ekosistem kebudayaan secara aktif. Hal ini secara eksplisit selaras dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang, yakni “Terwujudnya Kota Peradaban yang Berdaya dan Berbudaya”. Dalam konteks pembangunan kebudayaan, Kota Serang memiliki posisi sentral dan multidimensional karena kota ini merupakan ahli waris langsung dari peradaban agung Kesultanan Banten. Oleh karena itu, kebudayaan di Kota Serang diposisikan sebagai fondasi identitas kota sekaligus sumber daya strategis untuk membangun daya saing manusia dan tata kelola pemerintahannya.
Meskipun memiliki peran yang sangat penting, pembangunan kebudayaan seringkali masih dianggap sebagai domain yang abstrak, kualitatif, dan sulit untuk diukur secara konkret jika dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur atau ekonomi. Persepsi ini justru menghadirkan tantangan kebijakan yang sangat serius bagi pemerintah daerah. Tanpa adanya tolok ukur yang jelas, intervensi dan program pemajuan kebudayaan berisiko menjadi tidak terarah. Selain itu, alokasi sumber daya berpotensi menjadi tidak efisien dan signifikansi kebudayaan dalam pembangunan daerah secara keseluruhan bisa terabaikan.
Untuk menjawab tantangan kuantifikasi tersebut, ketersediaan data statistik yang terukur dalam bentuk Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) menjadi sangat krusial. Instrumen indeks ini secara teknokratis dirancang sebagai alat diagnostik sistematis yang mampu merangkum berbagai kompleksitas dimensi kebudayaan—seperti ekonomi budaya, pendidikan, ketahanan sosial, warisan, ekspresi, hingga literasi—ke dalam sebuah angka komposit yang dapat dianalisis. Tujuan utama penyusunan indeks ini bukanlah untuk mereduksi kekayaan budaya menjadi statistik yang kaku, melainkan untuk memvalidasi dan memberikan visibilitas atas kontribusi nyata kebudayaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tersedianya data terukur ini pada akhirnya akan mentransformasi perumusan kebijakan kebudayaan di Kota Serang menjadi lebih transparan, akuntabel, dan sepenuhnya berbasis bukti (evidence-based).
- Mengukur Capaian Pembangunan Kebudayaan Daerah Menghitung nilai komposit Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kota Serang secara kuantitatif untuk mengetahui capaian riil serta memetakan status capaian dari setiap dimensi pembangunan kebudayaan yang ada di daerah.
- Menyediakan Data Makro Kebudayaan yang Valid dan Akurat Menyediakan basis data statistik sektoral di bidang kebudayaan yang valid, reliabel, dan terukur sebagai instrumen diagnostik bagi pemerintah daerah demi mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi.
- Menjadi Dasar Evaluasi dan Perumusan Kebijakan Berbasis Bukti (Evidence-Based Policy) Menyediakan rekomendasi strategis bagi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dalam menyusun program, mengalokasikan anggaran, serta mengintervensi kebijakan pemajuan kebudayaan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
- Memotret Dampak Kebudayaan Terhadap Dimensi Sosial dan Ekonomi Menganalisis keterkaitan dan kontribusi nyata dari aspek kebudayaan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, pelestarian adat lokal, penguatan literasi, pemertahanan kohesi sosial, hingga pengembangan ekonomi kreatif di Kota Serang.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Juni 2026
|
21 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
22 Juni 2026
|
31 Juli 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 Agustus 2026
|
21 Agustus 2026
|
| D. | Analisis |
22 Agustus 2026
|
15 September 2026
|
| E. | Penyajian |
16 September 2026
|
05 Oktober 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | bulan, tahun lahir | bulan, tahun lahir responden | Pada saat pencacahan |
| 2 | usia responden | usia responden | Pada saat pencacahan |
| 3 | jenis kelamin | jenis kelamin responden : laki-laki ; perempuan | Pada saat pencacahan |
| 4 | status perkawinan | status perkawinan : belum menikah; sudah pernah menikah | Pada saat pencacahan |
| 5 | Pendidikan terakhir yang ditamatkan | Pendidikan terakhir yang ditamatkan: tidak/belum pernah bersekolah; SD/MI/MTs/Paket B; SMA/MA/SMK/Paket C; D1; D2; D3; D4/S1; S2; S3 | Pada saat pencacahan |
| 6 | Lama pendidikan | jumlah tahun yang ditempuh untuk menempuh semua jenjang pendidikan yang pernah dijalani | Pada saat pencacahan |
| 7 | Status pekerjaan | satus pekerjaan : bekerja; tidak bekerja | Pada saat pencacahan |
| 8 | Toleransi kegiatan dari agama lain | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persepsi rumah Tangga terhadap kekhawatiran terkait keamanan saat berjalan kaki sendirian di malam hari dalam setahun terakhir serta kepercayaan rumah tangga untuk menitipkan rumah kepada tetangga | satu tahun terakhir |
| 9 | Toleransi kegiatan dari suku lain | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persepsi rumah tangga terhadap sekelompok orang dari suku lain yang melakukan kegiatan di lingkungan sekitar tempat tinggal | satu tahun terakhir |
| 10 | Persahabatan dengan beda agama | Pertanyaan ini digunakan untuk megetahui persepsi rumah tangga jika salah satu anggota rumah tangga bersahabat dengan orang lain yang beda agama | satu tahun terakhir |
| 11 | Persahabatan dengan beda suku | Pertanyaan ini digunakan untuk megetahui persepsi rumah tangga jika salah satu anggota rumah tangga bersahabat dengan orang lain yang beda suku | satu tahun terakhir |
| 12 | keterlibatan kegiatan sosial | pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui keterlibatan penduduk yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan, | satu tahun terakhir |
| 13 | keikutsertaan gotong royong | pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui keterlibatan dalam kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar dalam tiga bulan terakhir | tiga bulan terakhir |
| 14 | Rasa aman terhadap lingkungan | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persepsi rumah Tangga terhadap kekhawatiran terkait keamanan saat berjalan kaki sendirian di malam hari dalam setahun terakhir | satu tahun terakhir |
| 15 | Rasa aman untuk menitipkan rumah | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persepsi rumah Tangga terhadap kepercayaan masyarakat untuk menitipkan rumah kepada tetangga | satu tahun terakhir |
| 16 | Bahasa daerah | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui Persentase penduduk usia 5 tahun ke atas yang menggunakan bahasa daerah di rumah atau dalam pergaulan sehari-hari | satu tahun terakhir |
| 17 | Pertunjukkan seni | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang menonton secara langsung pertunjukkan seni | satu tahun terakhir |
| 18 | Peninggalan sejarah | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang mengunjungi peninggalan sejarah | satu tahun terakhir |
| 19 | Produk tradisional | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase rumah tangga yang menggunakan produk tradisional | satu tahun terakhir |
| 20 | Saran dan pendapat | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang memberikan saran atau pendapat dalam kegiatan rapat selama satu tahun terakhir | satu tahun terakhir |
| 21 | Organisasi | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang aktif mengikuti kegiatan organisasi | satu tahun terakhir |
| 22 | Pelaku/pendukung pertunjukkan seni | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang pernah terlibat sebagai pelaku/pendukung pertunjukkan seni | satu tahun terakhir |
| 23 | Upacara adat | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase rumah tangga yang menyelenggarakan upacara adat | satu tahun terakhir |
| 24 | Minat baca | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang membaca selain kitab suci baik cetak maupun elektronik dalam satu minggu terakhir | satu minggu terakhir |
| 25 | Akses internet | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang mengakses internet dalam tiga bulan terakhir | tiga bulan terakhir |
| 26 | Kunjungan perpustakaan | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang mengunjungi perpustakaan/ memanfaatkan taman bacaan masyarakat | satu tahun terakhir |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Mengisi Kuesioner Sendiri
- Pengumpulan Data Sekunder
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Kunjungan Kembali
- Supervisi
- Individu
- Kabupaten Atau Kota