Beranda / Rekomendasi Terbit / Pengumpulan Data Ketersediaan Air Irigasi Untuk Pertanian Pada Sistem Irigasi Kewenangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Pengumpulan Data Ketersediaan Air Irigasi Untuk Pertanian Pada Sistem Irigasi Kewenangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Pendataan Lengkap
Instansi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur
Tanggal Terbit 03 Juni 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3500.025
Judul Kegiatan :
Pengumpulan Data Ketersediaan Air Irigasi Untuk Pertanian Pada Sistem Irigasi Kewenangan Provinsi Jawa Timur
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Pendataan Lengkap
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Gayung Kebonsari No.169, Ketintang, Kec. Gayungan, Kota SBY, Jawa Timur 60235
Telepon:
(031) 8292419
Faksmile:
(031) 8292419
Email:
dpuair@jatimprov.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
ANTON DHARMA PUSAKA MAS, S.T.,M.T.
Jabatan:
Plt. Kepala Bidang Irigasi
Alamat:
Jalan Gayungsari Kebonsari No.169, Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya
Telepon:
(031) 8292419
Faksmile:
(031) 8292419
Email:
pusda@jatimprov.go.id
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Jumlah air yang tersedia sebagai debit aliran sungai bervariasi menurut waktu. Untuk mengakomodasi variabilitas debit, maka digunakan debit andalan dengan kemungkinan terlampaui tertentu. Perhitungan debit andalan memerlukan data runtut-waktu yang panjang, yang diurutkan sehingga diperoleh nilai kemungkinan terlampaui. Penyediaan air irigasi memerlukan keandalan Q80%, dan air bersih Q90%. Tingkat keandalan penyediaan air dapat ditingkatkan dengan tampungan air, alih aliran antar DAS, dan kelestarian daerah tangkapan air.

Pada pengelolaan alokasi air di wilayah sungai, data kebutuhan air irigasi dapat diperoleh dari pengelola wilayah sungai, misalnya Dinas Pekerjaan Umum Pengairan (DPUP) Kabupaten/ Kota, atau Dinas Sumber Daya Air Provinsi, atau Balai dan Balai Besar Wilayah Sungai, sebagai masukan untuk pengelolaan alokasi air. Besarnya kebutuhan air irigasi di lapangan ini dapat diperiksa kebenarannya dengan bantuan model komputer untuk menghitung kebutuhan air irigasi, berdasarkan parameter-parameter yang mempengaruhi, antara lain pola dan jadwal tanam, curah hujan efektif, perkolasi, efisiensi, golongan, dan sebagainya berdasarkan kriteria perencanaan jaringan irigasi KP01 dari Direktorat Jenderal Pengairan (1985). Kebutuhan air di sawah untuk padi bergantung pada faktor-faktor: penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air, curah hujan efektif, dan efisiensi irigasi. Kebutuhan air di sawah ini dapat dinyatakan dalam satuan mm/hari atau liter/s/ha.   Oleh karena itu, pengumpulan data ketersediaan air irigasi sangat penting untuk memahami kondisi aktual dan kebutuhan yang ada, serta untuk merumuskan strategi pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Data ini akan mendukung Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait dalam memastikan pasokan air irigasi yang memadai untuk pertanian, memperbaiki infrastruktur irigasi, dan meningkatkan efisiensi distribusi air.
 

3.2. Tujuan Kegiatan:

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan ketersediaan air irigasi pada sistem irigasi kewenangan Provinsi Jawa Timur, menyediakan data yang mendukung perencanaan dan pengelolaan sumber daya air yang efisien, dan memastikan distribusi air yang tepat untuk mendukung produktivitas pertanian.

 

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Desember 2025
31 Desember 2025
B. Pelaksanaan Lapangan
01 Juni 2026
31 Desember 2026
C. Pengolahan
01 Juni 2026
31 Desember 2026
D. Analisis
01 Juni 2026
31 Desember 2026
E. Penyajian
01 Juni 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Debit_Kebutuhan_Air_Irigasi Jumlah air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan irigasi tanaman dalam satuan meter kubik per detik (m³/s) pada lahan pertanian yang tercakup dalam sistem irigasi Satu tahun terakhir
2 Debit_Ketersediaan_Air_Irigasi Jumlah air yang tersedia dari sumber air seperti sungai, waduk, atau saluran irigasi dalam satuan meter kubik per detik (m³/s) yang dapat digunakan untuk irigasi pertanian Satu tahun terakhir
3 Persentase_Ketersediaan_Air_Irigasi Perbandingan antara jumlah air yang tersedia untuk irigasi dengan jumlah air yang dibutuhkan, dinyatakan dalam persentase (%), untuk mengevaluasi kecukupan pasokan air irigasi bagi lahan pertanian. Satu tahun terakhir
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Bulanan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Longitudinal Panel
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengamatan
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
  • Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Ya
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Sma Atau Smk
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 53 orang
Pengumpul data/enumerator
: 403 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Ya
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Bidang Irigasi
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Provinsi
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Ya