Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Pengumpulan Data Ketersediaan Air Irigasi Untuk Pertanian Pada Sistem Irigasi Kewenangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Pendataan Lengkap |
| Instansi | Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur |
| Tanggal Terbit | 03 Juni 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.3500.025 |
Jumlah air yang tersedia sebagai debit aliran sungai bervariasi menurut waktu. Untuk mengakomodasi variabilitas debit, maka digunakan debit andalan dengan kemungkinan terlampaui tertentu. Perhitungan debit andalan memerlukan data runtut-waktu yang panjang, yang diurutkan sehingga diperoleh nilai kemungkinan terlampaui. Penyediaan air irigasi memerlukan keandalan Q80%, dan air bersih Q90%. Tingkat keandalan penyediaan air dapat ditingkatkan dengan tampungan air, alih aliran antar DAS, dan kelestarian daerah tangkapan air.
Pada pengelolaan alokasi air di wilayah sungai, data kebutuhan air irigasi dapat diperoleh dari pengelola wilayah sungai, misalnya Dinas Pekerjaan Umum Pengairan (DPUP) Kabupaten/ Kota, atau Dinas Sumber Daya Air Provinsi, atau Balai dan Balai Besar Wilayah Sungai, sebagai masukan untuk pengelolaan alokasi air. Besarnya kebutuhan air irigasi di lapangan ini dapat diperiksa kebenarannya dengan bantuan model komputer untuk menghitung kebutuhan air irigasi, berdasarkan parameter-parameter yang mempengaruhi, antara lain pola dan jadwal tanam, curah hujan efektif, perkolasi, efisiensi, golongan, dan sebagainya berdasarkan kriteria perencanaan jaringan irigasi KP01 dari Direktorat Jenderal Pengairan (1985). Kebutuhan air di sawah untuk padi bergantung pada faktor-faktor: penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air, curah hujan efektif, dan efisiensi irigasi. Kebutuhan air di sawah ini dapat dinyatakan dalam satuan mm/hari atau liter/s/ha. Oleh karena itu, pengumpulan data ketersediaan air irigasi sangat penting untuk memahami kondisi aktual dan kebutuhan yang ada, serta untuk merumuskan strategi pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan. Data ini akan mendukung Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait dalam memastikan pasokan air irigasi yang memadai untuk pertanian, memperbaiki infrastruktur irigasi, dan meningkatkan efisiensi distribusi air.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan ketersediaan air irigasi pada sistem irigasi kewenangan Provinsi Jawa Timur, menyediakan data yang mendukung perencanaan dan pengelolaan sumber daya air yang efisien, dan memastikan distribusi air yang tepat untuk mendukung produktivitas pertanian.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Desember 2025
|
31 Desember 2025
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
01 Juni 2026
|
31 Desember 2026
|
| C. | Pengolahan |
01 Juni 2026
|
31 Desember 2026
|
| D. | Analisis |
01 Juni 2026
|
31 Desember 2026
|
| E. | Penyajian |
01 Juni 2026
|
31 Desember 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Debit_Kebutuhan_Air_Irigasi | Jumlah air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan irigasi tanaman dalam satuan meter kubik per detik (m³/s) pada lahan pertanian yang tercakup dalam sistem irigasi | Satu tahun terakhir |
| 2 | Debit_Ketersediaan_Air_Irigasi | Jumlah air yang tersedia dari sumber air seperti sungai, waduk, atau saluran irigasi dalam satuan meter kubik per detik (m³/s) yang dapat digunakan untuk irigasi pertanian | Satu tahun terakhir |
| 3 | Persentase_Ketersediaan_Air_Irigasi | Perbandingan antara jumlah air yang tersedia untuk irigasi dengan jumlah air yang dibutuhkan, dinyatakan dalam persentase (%), untuk mengevaluasi kecukupan pasokan air irigasi bagi lahan pertanian. | Satu tahun terakhir |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengamatan
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Supervisi
- Lainnya : Bidang Irigasi
- Provinsi
- Kabupaten Atau Kota