Beranda / Rekomendasi Terbit / Survei Apresiasi Masyarakat Terhadap Kebudayaan Kota Yogyakarta Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Survei Apresiasi Masyarakat Terhadap Kebudayaan Kota Yogyakarta Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Survei
Instansi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta
Tanggal Terbit 02 Juni 2026
Identitas Rekomendasi V-26.3471.004
Judul Kegiatan :
Survei Apresiasi Masyarakat Terhadap Kebudayaan Kota Yogyakarta
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Survei
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Kemasan No.39 Kotagede Yogyakarta 55173
Telepon:
(0274) 370188
Faksmile:
(0274) 370188
Email:
kebudayaan@jogjakota.go.id
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Tri Sotya Atmi, S.Sos.
Jabatan:
Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta
Alamat:
Jalan Kemasan Nomor 39, Kotagede, Kota Yogyakarta
Telepon:
(0274) 370188
Faksmile:
(0274) 370188
Email:
kebudayaan@jogjakota.go.id
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan urusan pemerintahan urusan keistimewaan di bidang kebudayaan. Dalam pelaksanaan pelestarian kebudayaan sesuai tugas dan fungsinya tersebut, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Perdais DIY Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan.

Pada periode 2025–2029 sebagaimana tercantum dalam dokumen Renstra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Tahun 2025–2029, Sasaran Strategis Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menetapkan sasaran strategis, yaitu “Meningkatnya Pelestarian Kebudayaan sebagai Identitas Kota Yogyakarta”. Sasaran Strategis ini dihitung dengan dengan indikator kinerja “Tingkat Apresiasi Masyarakat terhadap Kebudayaan”. 

Tingkat Apresiasi Masyarakat terhadap Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai tingkat apresiasi dan literasi masyarakat terhadap objek-objek kebudayaan. Tingkat apresiasi tersebut diasumsikan dibangun melalui tiga tingkatan berikut.

  1. Kesadaran (Awareness): tingkat pengenalan dasar terhadap keberadaan budaya sebagai warisan leluhur.

  2. Pemahaman (Literacy): tingkat literasi atau pemahaman kognitif terhadap makna dan konteks budaya.

  3. Apresiasi (Appreciation): tingkat penilaian (sikap) dan keterlibatan aktif (perilaku) terhadap pelestarian budaya.

Indikator kinerja ini menjadi cara untuk mengetahui tingkat keberhasilan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta dalam pelestarian kebudayaan. Komponen dalam pengukuran indikator kinerja Sasaran Strategis ini yaitu tingkat pengenalan masyarakat terhadap warisan budaya; tingkat literasi masyarakat terhadap bahasa sastra sejarah dan permuseuman; serta tingkat apresiasi masyarakat terhadap adat tradisi, lembaga budaya, dan seni.

Pengukuran kinerja “Tingkat Apresiasi Masyarakat terhadap Kebudayaan” dilaksanakan melalui survei. Survei ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi, literasi, dan apresiasi masyarakat terhadap nilai-nilai dan warisan budaya. Survei ini juga berkaitan dengan partisipasi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Yogyakarta dalam upaya pelestarian kebudayaan. Melalui survei ini dapat diketahui sejauh mana masyarakat Kota Yogyakarta dalam menjaga identitas budayanya di tengah arus globalisasi dan modernisasi.

3.2. Tujuan Kegiatan:

Maksud dari kegiatan survei tingkat apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan adalah mengukur tingkat literasi dan apresiasi masyarakat Kota Yogyakarta terhadap kelestarian objek kebudayaan yang menjadi ciri khas kekayaan budaya Kota Yogyakarta. Adapun tujuan kegiatan survei ini sebagai berikut.

  1. Menganalisis sikap masyarakat, termasuk nilai-nilai, minat, dan pandangan mereka terhadap pelestarian budaya.

  2. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan lokal.

  3. Menyediakan data yang dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan atau program yang relevan untuk meningkatkan apresiasi budaya.

  4. Mengetahui peran serta masyarakat dalam upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kota Yogyakarta.

  5. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap objek kebudayaan Kota Yogyakarta.

  6. Mengukur partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pelestarian kebudayaan.

3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
04 Mei 2026
29 Mei 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
02 Juni 2026
31 Agustus 2026
C. Pengolahan
01 September 2026
18 September 2026
D. Analisis
21 September 2026
30 September 2026
E. Penyajian
01 Oktober 2026
30 Oktober 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Usia Lama waktu hidup sejak dilahirkan yang dihitung dalam tahun menurut sistem kalender Masehi dengan pembulatan ke bawah atau umur ulang tahun yang terakhir. Saat Pendataan
2 Jenis Kelamin Perbedaan antara perempuan dengan laki-laki secara fisiologis yang ditandai dengan ciri-ciri fisik tertentu. Jenis kelamin terbagi atas perempuan dan laki-laki. Saat Pendataan
3 Domisili Tempat tinggal atau alamat tempat seseorang atau sesuatu berada secara tetap atau sementara. Saat Pendataan
4 Pendidikan Terakhir Tingkat pendidikan yang dicapai seseorang setelah mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi pada jenjang pendidikan tertinggi yang diikutinya dengan mendapatkan tanda tamat sekolah (ijazah). Saat Pendataan
5 Pekerjaan Pekerjaan yang menggunakan waktu terbanyak atau memberikan penghasilan terbesar, jika sama besar maka pekerjaan utama mengikuti pengakuan responden. Saat Pendataan
6 Kawasan Cagar Budaya Kawasan cagar budaya adalah satuan ruang geografis yang memiliki dua Situs Cagar Budaya atau lebih yang letaknya berdekatan dan/atau memperlihatkan ciri tata ruang yang khas serta telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Saat Pendataan
7 Bangunan cagar budaya Bangunan cagar budaya adalah bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Saat Pendataan
8 Pengetahuan terhadap situs cagar budaya di Kota Yogyakarta Pengetahuan responden mengenai Taman Sari yang merupakan situs cagar budaya di Kota Yogyakarta. Saat Pendataan
9 Pengetahuan terhadap Warisan Budaya Dunia di Kota Yogyakarta Pengetahuan responden mengenai Sumbu Filosofi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Saat Pendataan
10 Minat Informasi Cagar Budaya Ketertarikan responden untuk mencari informasi mengenai cerita atau sejarah di balik bangunan cagar budaya. Saat Pendataan
11 Partisipasi Jelajah Cagar Budaya Responden pernah berpartisipasi dalam kegiatan mengunjungi bangunan, struktur, situs, dan kawasan cagar budaya. Saat Pendataan
12 Warisan Budaya Tak Benda Warisan Budaya Tak Benda adalah segala bentuk pengetahuan, keterampilan, praktik, representasi, ekspresi, dan ruang budaya yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Saat Pendataan
13 Pengetahuan terhadap Warisan Budaya Tak Benda Kota Yogyakarta Pengetahuan responden mengenai kipo dan legomoro yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Yogyakarta. Saat Pendataan
14 Minat Belajar Warisan Budaya Tak Benda Ketertarikan responden untuk belajar segala bentuk pengetahuan, keterampilan, praktik, representasi, ekspresi, dan ruang budaya yang dilestarikan dari generasi ke generasi serta telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Saat Pendataan
15 Frekuensi menggunakan batik Seberapa sering responden menggunakan batik sebagai salah satu warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO. Saat Pendataan
16 Tembang Macapat Tembang macapat adalah karya sastra bahasa Jawa yang disusun dengan aturan tertentu, seperti jumlah baris (guru gatra), jumlah suku kata (guru wilangan), dan bunyi akhir suku kata (guru lagu). Saat Pendataan
17 Pemahaman penggunaan bahasa Jawa Kemampuan responden dalam memahami percakapan berbahasa Jawa. Saat Pendataan
18 Kemampuan membaca tulisan aksara Jawa Kemampuan responden mengidentifikasi huruf, mengeja, dan memahami makna tulisan aksara Jawa. Saat Pendataan
19 Kemampuan Berbahasa Jawa Kelancaran dan konsistensi responden dalam menggunakan Bahasa Jawa pada interaksi keluarga sehari-hari. Saat Pendataan
20 Kemampuan Berbahasa Jawa Krama Kemampuan responden dalam menggunakan ragam bahasa Jawa Krama secara tepat saat berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau dihormati, mencakup pemilihan kosa kata, struktur kalimat, serta kesesuaian konteks sosial dan budaya. Saat Pendataan
21 Monumen Sejarah Bangunan atau struktur yang menandai peristiwa penting di Kota Yogyakarta. Saat Pendataan
22 Museum Museum adalah tempat untuk menyimpan, merawat, dan memamerkan benda-benda bersejarah, seni, dan ilmiah agar dapat dilihat dan dipelajari oleh publik. Saat Pendataan
23 Pengetahuan Peran Kesultanan Yogyakarta Pengetahuan responden terkait tokoh, peristiwa, dan kontribusi Kesultanan Yogyakarta dalam sejarah Indonesia. Saat Pendataan
24 Ketertarikan mempelajari sejarah Sejauh mana responden aktif mencari informasi melalui media pembelajaran, literatur, museum, situs sejarah, atau sumber digital terkait sejarah Kota Yogyakarta. Saat Pendataan
25 Frekuensi Kunjungan Situs Sejarah Seberapa sering responden melakukan kegiatan mengunjungi museum, situs sejarah, atau tempat bersejarah dalam periode waktu tertentu. Saat Pendataan
26 Upacara adat dan tradisi Serangkaian kegiatan atau ritual yang dilakukan secara turun-temurun oleh suatu masyarakat sesuai dengan tradisi dan aturan yang berlaku, dengan tujuan untuk merayakan peristiwa penting, menghormati leluhur, mengungkapkan rasa syukur, atau menjaga keseimbangan alam. Saat Pendataan
27 Pemahaman Rangkaian Upacara adat Mitoni Pengetahuan responden mengenai rangkaian tindakan seremonial, tata cara, makna simbolik, dan prosesi yang dilakukan dalam upacara adat Mitoni sebagai tradisi Jawa untuk merayakan kehamilan yang memasuki usia tujuh bulan. Saat Pendataan
28 Pengetahuan Jamasan atau Siraman Pusaka Tingkat pemahaman responden mengenai tradisi pembersihan dan penyucian benda-benda pusaka seperti keris, tombak, dan senjata tradisional lainnya yang dilakukan sebagai bentuk penghormat-an, pelestarian nilai budaya, serta pemaknaan spiritual dalam tradisi masyarakat Jawa. Saat Pendataan
29 Frekuensi mengikuti upacara adat dan tradisi Seberapa sering responden menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan upacara adat dan tradisi di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk keterlibatan dalam mengikuti seluruh rangkaian prosesi upacara adat. Saat Pendataan
30 Pengetahuan sanggar/lembaga budaya Tingkat pemahaman responden mengenai keberadaan, fungsi, dan peran kelompok atau organisasi yang memiliki ketertarikan dan berfokus pada pelestarian, pengembangan, dan kegiatan seni serta budaya di masyarakat. Saat Pendataan
31 Persepsi Peran Sanggar Budaya Tingkat apresiasi responden terhadap kontribusi dan peran penting sanggar atau lembaga budaya dalam pelestarian, pengembangan, dan pewarisan budaya kepada masyarakat. Saat Pendataan
32 Kesenian khas Kota Yogyakarta Berbagai bentuk ekpresi budaya seni tradisional yang menjadi identitas dan ciri khas masyarakat Yogyakarta, meliputi seni pertunjukan, seni musik, seni tari, seni rupa, serta bentuk kesenian lainnya yang berkembang dan dilestarikan di wilayah Yogyakarta. Saat Pendataan
33 Apresiasi pameran karya seni Tingkat penghargaan, pemahaman, dan sikap responden terhadap karya seni yang dipamerkan, baik dalam bentuk respons emosional, minat, maupun penilaian terhadap nilai estetika, kreativitas, dan makna karya tersebut. Saat Pendataan
34 Frekuensi menonton pertunjukan seni budaya Seberapa sering responden menghadiri atau menonton pertunjukan seni dan budaya, seperti teater, tari tradisional, wayang, karawitan, atau konser musik tradisional, dalam periode waktu tertentu, misal dalam setahun menonton pertunjukan seni sebanyak 4–5 kali. Saat Pendataan
35 Frekuensi Kunjungan Ruang Publik Budaya Seberapa sering responden mengunjungi ruang-ruang publik yang menyediakan aktivitas seni dan budaya, seperti Taman Budaya, galeri seni, gedung pertunjukan, atau pusat kebudayaan, untuk menikmati suasana, kegiatan, atau pameran budaya. Saat Pendataan
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.3. Tipe Pengumpulan Data:
Cross Sectional
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Mengisi Kuesioner Sendiri
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
  • Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
V. Desain Sampel
5.1. Jenis Rancangan Sampel:
Single Stage
5.2. Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir:
Sampel Nonprobabilitas
5.3. Metode Yang Digunakan:
Purposive Sampling
5.7. Unit Sampel:
Pelaku seni budaya dan masyarakat yang mengikuti kegiatan pelestarian kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta serta masyarakat yang mengakses layanan kebudayaan di Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta.
5.8. Unit Observasi:
Pelaku seni budaya dan masyarakat yang mengikuti kegiatan pelestarian kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta serta masyarakat yang mengakses layanan kebudayaan di Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta.
5.9. Jumlah Responden:
400
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.2. Petugas Pengumpulan Data:
Staf Instansi Penyelenggara
6.3. Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data:
Diploma
6.4. Jumlah Petugas:
Supervisor/penyelia/pengawas
: 2 orang
Pengumpul data/enumerator
: 4 orang
6.5. Apakah Melakukan Pelatihan Petugas?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Ya
Penyandian (Coding)
: Ya
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Individu
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Tidak
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak