Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | KAJIAN OPTIMALISASI OPERASIONAL FASILITAS PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH (FPPS) ORGANIK DI KOTA PANGKAL PINANG Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Survei |
| Instansi | Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kota Pangkal Pinang |
| Tanggal Terbit | 25 Juni 2026 |
| Identitas Rekomendasi | V-26.1971.002 |
Masalah pengolahan sampah merupakan tantangan besar yang dihadapi oleh kota-kota di Indonesia, termasuk Kota Pangkal Pinang, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan data yang ada, Kota Pangkal Pinang memproduksi sampah 105,87 ton/hari, merupakan jumlah yang terbilang tinggi dan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, yang disebabkan oleh jumlah penduduk yang relatif tinggi sebagai pengaruh dari pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Selain itu juga disebabkan oleh adanya peningkatan konsumsi masyarakat dan tingkat pelayanan pengelolaan sampah yang sudah mencapai 100% sehingga menyebabkan peningkatan volume sampah setiap tahunnya. Sebagai ibu kota provinsi, hal ini merupakan perkembangan yang wajar, seiring dengan pertumbuhan kota dan peningkatan aktivitas ekonomi. Kondisi ini juga berimbas pada peningkatan jumlah sampah yang harus dikelola setiap harinya. Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kota Pangkal Pinang sudah mencapai kapasitas maksimal. TPA yang ada saat ini masih menggunakan pola pengelolaan kumpul-angkut-buang, tanpa didukung teknologi pengolahan sampah yang memadai. Dibangun pada tahun 2009, TPA ini menghadapi tantangan serius terkait overload, yang mengakibatkan perlunya peningkatan kapasitas dan evaluasi pengelolaan sampah di sumber untuk mengurangi beban di tahap akhir pemrosesan.
Tujuan dilaksanakannya Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dengan Tema Kajian Optimalisasi Operasional Fasilitas Pemilahan dan Pengolahan Sampah (FPPS) Organik di Kelurahan Bukit Besar Kota Pangkal Pinang adalah untuk memberikan masukan kebijakan yang tepat terkait pengolahan sampah organik di wilayah kelurahan dengan menjadikan Kelurahan Bukit Besar sebagai prototype dan rujukan untuk kelurahan lainnya dalam pemilahan dan pengolahan sampah organik dengan cara mengembangkan strategi optimalisasi keberlanjutan FPPS organik di Kelurahan Bukit Besar Kota Pangkal Pinang melalui identifikasi kondisi eksisting, potensi, dan tantangan operasionalisasi FPPS baik yang dikelola masyarakat maupun Pemerintah Kota Pangkal Pinang.
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
15 Juni 2026
|
26 Juni 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
29 Juni 2026
|
10 Juli 2026
|
| C. | Pengolahan |
13 Juli 2026
|
31 Juli 2026
|
| D. | Analisis |
03 Agustus 2026
|
30 September 2026
|
| E. | Penyajian |
05 Oktober 2026
|
31 Desember 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Masyarakat melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah | Sampah Organik | Juni - Juli 2026 |
| 2 | Keadaan sampah ditempat penampungan sampah yang dimiliki warga berserakan | Sampah Organik | Juni - Juli 2026 |
| 3 | Ada wadah tempat sampah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik yang dimiliki warga | Sampah Organik | Juni - Juli 2026 |
| 4 | Volume wadah tempat sampah memadai untuk menampung seluruh sampah yang dihasilkan | Sampah Organik | Juni - Juli 2026 |
| 5 | Warga telah memahami tata cara pemilahan sampah organik dan organik | Sampah Organik | Juni - Juli 2026 |
| 6 | Jumlah sampah organik lebih banyak dibandingkan sampah anorganik | Sampah Organik | Juni - Juli 2026 |
| 7 | Memiliki kelompok swadaya masyarakat | Inisiatif Lokal | Juni - Juli 2026 |
| 8 | Memiliki Bank Sampah | Inisiatif Lokal | Juni - Juli 2026 |
| 9 | Jika memiliki Bank Sampah, Bank Sampah beroperasi secara berkelanjutan | Inisiatif Lokal | Juni - Juli 2026 |
| 10 | Memiliki sumberdaya lokal yang aktif dan berminat dalam mengelola sampah | Inisiatif Lokal | Juni - Juli 2026 |
| 11 | Memiliki sistem pengolahan sampah mandiri | Inisiatif Lokal | Juni - Juli 2026 |
| 12 | Masyarakat memanfaatkan atau menjual sampah daur ulang ke Bank Sampah | Inisiatif Lokal | Juni - Juli 2026 |
| 13 | Memiliki unit pengelolaan kompos | Inisiatif Lokal | Juni - Juli 2026 |
| 14 | Mengetahui tentang manfaat maggot | Potensi Mitra | Juni - Juli 2026 |
| 15 | Memiliki masyarakat yang berusaha di bidang peternakan ayam/budidaya ikan dengan jumlah: | Potensi Mitra | Juni - Juli 2026 |
| 16 | Memiliki masyarakat sebagai petani | Potensi Mitra | Juni - Juli 2026 |
| 17 | Petani membutuhkan pupuk kompos | Potensi Mitra | Juni - Juli 2026 |
| 18 | Terdapat peraturan dalam pengelolaan sampah | Dukungan Aparat | Juni - Juli 2026 |
| 19 | Terdapat sumberdaya dari kelurahan yang spesifik menangani sampah | Dukungan Aparat | Juni - Juli 2026 |
| 20 | Terdapat standar operasional prosedur tentang alur pengelolaan sampah dari rumah tangga ke TPA | Dukungan Aparat | Juni - Juli 2026 |
| 21 | Ada partisipasi aktif masyarakat (seperti gotong royong) dalam pengelolaan sampah | Dukungan Aparat | Juni - Juli 2026 |
| 22 | Ada edukasi dari kelurahan/Bank Sampah mengenai 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada masyarakat | Dukungan Aparat | Juni - Juli 2026 |
| 23 | Memiliki lahan minimal berukuran 10 m x 10 m dengan ketentuan yaitu 3 m x 3 m untuk kandang lalat BSF, 2 m x 2 m untuk biopon (wadah pembesaran maggot), dan 2 m x 2 m untuk mesin pembubur pakan maggot. | Ketersediaan Lahan | Juni - Juli 2026 |
| 24 | Lahan jauh dari permukiman warga | Ketersediaan Lahan | Juni - Juli 2026 |
| 25 | Bersedia menerapkan teknologi pengolahan maggot | Kesediaan Kelurahan | Juni - Juli 2026 |
| 26 | Bersedia sebagai kelurahan sister untuk mengadopsi teknologi pembiakan maggot | Kesediaan Kelurahan | Juni - Juli 2026 |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Wawancara
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Task Force
- Individu
- Kabupaten Atau Kota