Beranda / Rekomendasi Terbit / Kompilasi Data Statistik Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Tahun 2026

Rancangan Kegiatan Statistik

Judul Kompilasi Data Statistik Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Tahun 2026
Cara Pengumpulan Data Kompromin
Instansi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung
Tanggal Terbit 15 April 2026
Identitas Rekomendasi K-26.1800.002
Judul Kegiatan :
Kompilasi Data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung
Tahun:
2026
Cara Pengumpulan Data:
Kompromin
I. Penyelenggara
1.1. Instansi Penyelenggara:
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung
1.2. Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara:
Jl. Cut Meutia no. 23B Gulak Galik Bandar Lampung
Telepon:
0721-487311
Faksmile:
Email:
disnakkeswanlampung@gmail.com
II. Penanggung Jawab
2.2. Penanggung Jawab Teknis (setingkat Eselon 3):
Nama:
Mughni Emirhan, S.IP., M.M.
Jabatan:
Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung
Alamat:
Jl. Cut Mutia No. 23B Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung
Telepon:
0721487311
Faksmile:
Email:
disnakkeswanlampung@gmail.com
III. Perencanaan dan Persiapan
3.1. Latar Belakang Kegiatan:

Kegiatan Kompilasi Data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung dilatarbelakangi oleh kebutuhan data statistik yang akurat, mutakhir, dan terstruktur sebagai dasar perencanaan, evaluasi, serta pengambilan kebijakan di sektor peternakan dan kesehatan hewan. Dalam era keterbukaan informasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, penyediaan data yang transparan dan dapat diakses publik menjadi hal yang esensial. Oleh karena itu, kehadiran data statistik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan informasi bagi para pemangku kepentingan di Provinsi Lampung. Merujuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dinyatakan bahwa perencanaan pembangunan didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Selanjutnya Perpres No. 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia mengamanatkan agar setiap instansi pemerintah harus membenahi tata kelola data pemerintah agar dihasilkan data yang berkualitas yaitu data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antar Instansi Pusat dan Instansi Daerah melalui pemenuhan Standar Data, Metadata, Interoperabilitas Data, dan menggunakan Kode Referensi dan Data Induk yang sama.

Dalam rangka menyediakan data dan informasi peternakan dan kesehatan hewan yang berkualitas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan Kompilasi Data Statistik yang meliputi pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi peternakan dan kesehatan hewan yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Hasil rekapitulasi di tingkat provinsi selanjutnya akan dikirimkan ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk diverifikasi dan validasi, diolah, dan disajikan dalam bentuk publikasi berupa Buku Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 14087/Kpts/OT.040/F/11/2019 tentang Petunjuk Teknis Pengumpulan, Pengolahan, dan Penyajian Data Peternakan dan Kesehatan Hewan. Petunjuk teknis tersebut disusun bersama dengan Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik sebagai panduan bagi para petugas data peternakan dalam melaksanakan kegiatan pengumpulan data di lapangan. Petugas pengelola data peternakan di daerah merupakan petugas khusus Dinas yang Membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang ditugaskan melaksanakan Kegiatan Pengumpulan, Pengolahan, dan Penyajian Data Peternakan dan Kesehatan Hewan di daerah. 

3.2. Tujuan Kegiatan:
  1. Tujuan Umum : Memperoleh data statistik di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang lengkap dan akurat dengan cakupan di seluruh Provinsi Lampung pada tahun t-1 (tahun lalu) sebagai angka tetap dan tahun t (tahun berjalan) sebagai angka sementara.
  2. Tujuan Khusus : Kegiatan Kompilasi Data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung dilaksanakan untuk mendapatkan data statistik antara lain jumlah populasi ternak; jumlah pemotongan ternak (tercatat dan tidak tercatat); serta jumlah produksi ternak (daging, telur, dan susu).
3.3. Rencana Jadwal Kegiatan:
Kegiatan Tanggal Mulai Tanggal Selesai
A. Perencanaan/Persiapan
01 Januari 2026
14 April 2026
B. Pelaksanaan Lapangan
15 April 2026
30 Juni 2026
C. Pengolahan
01 Juli 2026
30 September 2026
D. Analisis
01 Oktober 2026
31 Oktober 2026
E. Penyajian
01 November 2026
31 Desember 2026
3.4. Variabel yang Dikumpulkan:
No.
Nama Variabel
Definisi
Referensi Waktu
1 Populasi Ternak Kumpulan atau jumlah ternak yang hidup pada wilayah dan satu waktu tertentu, kecuali ayam ras pedaging. Populasi ayam ras pedaging (broiler) adalah populasi ayam ras pedaging yang hidup dan pernah hidup di dalam usaha budidaya selama 1 tahun. Populasi ayam ras pedaging (broiler) adalah populasi ayam ras pedaging komersial yang hidup dan pernah hidup di dalam usaha budidaya selama setahun. Referensi waktu pendataan adalah tanggal yang ditetapkan sebagai titik pencatatan populasi, yaitu 31 Desember tahun sebelumnya (t-1), kecuali ayam ras pedaging yaitu populasi ayam ras pedaging yang hidup dan pernah hidup di dalam usaha budidaya selama 1 tahun.
2 Pemotongan Ternak Tercatat Pemotongan ternak yang dilakukan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), Rumah Potong Hewan Babi (RPH-B), dan Rumah Potong Hewan Unggas (RPH-U) baik milik pemerintah maupun swasta, serta tempat pemotongan hewan lainnya selain RPH yang dilaporkan kepada dinas atau dicatat oleh Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan setempat. Pemotongan tercatat juga mencakup pemotongan pada saat hari raya Idul Adha yang dilaporkan oleh petugas. 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
3 Pemotongan Ternak Tidak Tercatat Pemotongan yang dilakukan oleh orang perorangan yang tidak dilaporkan kepada dinas atau tidak dicatat oleh Dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan setempat. 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
4 Produksi Daging Produksi daging (selain ayam ras pedaging/broiler) yang merupakan karkas hasil pemotongan ternak di wilayah tersebut ditambah dengan bagian yang dapat dimakan (edible portion) selama waktu tertentu. Edible portion adalah organ-organ dan bagian selain karkas yang dapat dikonsumsi, meliputi jeroan (edible offal) dan daging variasi (fancy meat). Produksi daging ayam ras pedaging (broiler) adalah volume produksi daging ayam yang dihitung berdasarkan data jumlah DOC Final Stock (FS) ayam ras pedaging yang dilaporkan oleh perusahaan pembibit, didistribusikan ke tiap provinsi yang hidup dan pernah hidup dibudidayakan selama setahun dengan perhitungan menggunakan parameter teknis secara nasional. 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
5 Produksi Telur Produksi telur (selain ayam ras petelur/layer) yang merupakan jumlah produksi telur unggas (ayam buras, itik, itik manila, dan burung puyuh) selama setahun, termasuk yang ditetaskan, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi dan diberikan ke orang lain. Produksi telur ayam ras petelur (layer) adalah volume produksi telur yang dihasilkan dari populasi induk produktif (mulai umur 19 minggu – afkir), tersebar di provinsi yang hidup dan pernah hidup hasil budidaya selama periode pemeliharaan tertentu dengan perhitungan menggunakan parameter teknis secara nasional. 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
6 Produksi Susu Jumlah air susu yang keluar dan sapi betina selama satu tahun, termasuk yang diberikan kepada pedet/anak sapi, rusak, diperdagangkan, dikonsumsi, dan diberikan kepada orang lain. 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
7 Jenis Ternak Ternak yang dicakup meliputi ternak besar (kerbau, kuda, sapi perah, sapi potong); ternak kecil (kambing, domba, babi); dan ternak unggas (ayam lokal, ayam ras pedaging, ayam ras petelur, itik, itik manila) Referensi waktu pendataan adalah tanggal yang ditetapkan sebagai titik pencatatan populasi, yaitu 31 Desember tahun sebelumnya (t-1), kecuali ayam ras pedaging yaitu populasi ayam ras pedaging yang hidup dan pernah hidup di dalam usaha budidaya selama 1 tahun.
8 Berat Hidup Berat/bobot ternak sesaat sebelum disembelih 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
9 Berat Karkas Berat karkas ternak yang dibedakan berdasarkan jenis ternak 1. Karkas ternak besar dan kecil kecuali kuda dan babi adalah bagian tubuh ruminansia sehat yang telah disembelih sesuai kaidah dan/atau secara halal, dikuliti, dikeluarkan jeroan, dipisahkan kepala, kaki mulai dari karpus/tarsus ke bawah, organ reproduksi dan ambing, ekor, serta lemak yang berlebih. 2. Karkas kuda adalah bagian tubuh kuda sehat yang telah disembelih sesuai kaidah dan/atau secara halal, dikuliti, dikeluarkan jeroan, dipisahkan kepala, kaki mulai dari karpus/tarsus ke bawah, organ reproduksi dan ambing, ekor, serta lemak yang berlebih. 3. Karkas babi adalah bagian dari tubuh babi sehat yang disembelih sesuai kaidah, dihilangkan bulunya, dikeluarkan jeroannya, serta dipisahkan kepala dan kaki mulai dari karpus/tarsus ke bawah. 4. Karkas unggas adalah bagian tubuh unggas sehat yang disembelih sesuai kaidah dan/atau secara halal, dicabut bulunya, dikeluarkan jeroan, dipisahkan kepala-leher dari tubuh, serta kaki mulai dari tarsus ke bawah. 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
10 Berat Daging Murni Berat daging murni: berat daging murni dibedakan berdasarkan jenis ternak 1. Daging murni ruminansia adalah bagian dari otot skeletal karkas termasuk jaringan ikat dan jaringan lemaknya yang lazim, aman, dan layak dikonsumsi oleh manusia. 2. Daging murni kuda adalah bagian dari otot skeletal karkas termasuk jaringan ikat dan jaringan lemaknya yang lazim, aman, dan layak dikonsumsi oleh manusia. 3. Daging murni babi adalah bagian dari otot skeletal karkas termasuk jaringan ikat, jaringan lemak, dan kulit yang lazim, aman, dan layak dikonsumsi oleh manusia. 4. Daging murni unggas adalah karkas unggas dengan atau tanpa kulit termasuk jaringan ikat dan jaringan lemaknya yang lazim, aman, dan layak dikonsumsi oleh manusia. tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
11 Berat Jeroan Berat organ dalam selain karkas yang lazim, layak, dan aman dikonsumsi manusia. Jeroan mencakup jeroan merah yang terdiri dari hati, jantung, paru termasuk tenggorokan, limpa, dan ginjal serta jeroan hijau yang terdiri dari saluran pencernaan termasuk kerongkongan dan saluran reproduksi 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
12 Persentase betina laktasi terhadap populasi Perbandingan jumlah betina laktasi terhadap jumlah populasi ternak dalam persen. Betina laktasi adalah betina yang sedang memproduksi dan mengeluarkan susu dari kelenjar susu di payudaranya 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
13 Berat Daging Variasi Berat bagian dari non karkas yang dapat dikonsumsi pada bagian kepala, ekor, dan kaki 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
14 Persentase jeroan terhadap karkas Perbandingan berat jeroan terhadap berat karkas dalam satuan persen. 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
15 Persentase pemotongan terhadap populasi Perbandingan jumlah pemotongan terhadap jumlah populasi dalam satuan persen 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
16 Deplesi Perbandingan jumlah kematian terhadap jumlah populasi dalam satuan persen 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
17 Bobot panen livebird Bobot hidup terpanen ayam ras pedaging dalam satuan kg 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
18 Konversi livebird ke karkas Rata-rata bobot karkas terhadap bobot panen livebird dalam satuan persen 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
19 Produktivitas Susu Rata-rata produksi susu per tahun dalam satuan kg/ekor/tahun yang dihitung berdasarkan rata-rata produksi susu per hari per ekor dikali jumlah hari produksi susu selama satu tahun 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
20 Produktivitas Telur Rata-rata produksi telur per tahun dalam satuan kg/ekor/tahun yang dihitung berdasarkan rata-rata produksi telur per hari per ekor dikali jumlah hari produksi telur selama satu tahun 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
21 Persentase Betina Produktif terhadap Populasi Perbandingan jumlah betina produktif terhadap jumlah populasi ternak dalam persen. Betina produktif adalah Ternak betina yang organ reproduksinya masih berfungsi secara normal dan dapat beranak 1 tahun yang lalu (1 Januari s.d. 31 Desember tahun t-1).
IV. Desain Kegiatan
4.1. Kegiatan Ini Dilakukan:
Berulang
4.2. Frekuensi Penyelenggaraan:
Tahunan
4.4. Cakupan Wilayah Pengumpulan Data:
Sebagian Wilayah Indonesia
4.5. Wilayah Kegiatan:
Nama Provinsi
Kabupaten/Kota
4.6. Metode Pengumpulan Data:
  • Pengumpulan Data Sekunder
4.7. Sarana Pengumpulan Data:
  • Lainnya : Saat ini menggunakan form excel karena aplikasi sim ditjenpkh (menu SIM Data Pokok) sedang dalam pengembangan
VI. Pengumpulan Data
6.1. Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Study)?
Tidak
6.6. Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data:
  • Supervisi
VII. Pengolahan Dan Analisis
7.1. Tahapan Pengolahan Data:
Penyuntingan (Editing)
: Tidak
Penyandian (Coding)
: Tidak
Data Entry
: Ya
Penyahihan (Validasi)
: Ya
7.2. Metode Analisis:
Analisis Deskriptif
7.3. Unit Analisis:
  • Lainnya : Ternak per Wilayah Administratif
7.4. Tingkat Penyajian Hasil Analisis:
  • Provinsi
  • Kabupaten Atau Kota
VIII. Diseminasi Hasil
8.1. Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Tercetak (Hardcopy)
: Ya
Digital (Softcopy)
: Ya
Data Mikro
: Tidak