Rancangan Kegiatan Statistik
| Judul | Kompilasi Data Kejadian Penyelamatan Kabupaten Barru Tahun 2026 |
| Cara Pengumpulan Data | Kompromin |
| Instansi | Satuan Polisi Pamong Praja, Damkar dan Penyelamatan |
| Tanggal Terbit | 02 Juli 2026 |
| Identitas Rekomendasi | K-26.7310.020 |
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) selama ini identik dengan tugas penanggulangan dan pemadaman api. Namun, seiring dengan dinamika kebutuhan masyarakat dan perkembangan regulasi, peran petugas Damkar telah bertransformasi secara signifikan. Berdasarkan tugas pokok dan fungsinya, Damkar kini memegang mandat penuh dalam urusan penyelamatan non-kebakaran (rescue), yang mencakup segala bentuk kedaruratan yang mengancam keselamatan jiwa manusia, hewan, maupun lingkungan.
kegiatan Kompilasi Data Kejadian Penyelamatan Petugas Damkar ini mutlak diperlukan. Melalui pengumpulan, pengelompokan, dan pengarsipan data penyelamatan secara digital dan sistematis, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan akan memiliki basis data (baseline data) yang akurat. Kompilasi ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk akuntabilitas kinerja kepada publik, tetapi juga menjadi dasar strategis bagi pembuat kebijakan dalam perencanaan anggaran pengadaan sarana-prasarana rescue, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja, serta pemetaan pelatihan peningkatan kompetensi (skill up) bagi para personel di lapangan.
- Mengukur Akuntabilitas dan Beban Kerja Riil: Mendokumentasikan secara nyata volume tugas dan performa pelayanan petugas di lapangan, guna membuktikan kepada publik dan pemerintah daerah bahwa peran Damkar jauh lebih luas dari sekadar memadamkan api.
- Memetakan Tren dan Jenis Gangguan Dominan: Mengidentifikasi jenis gangguan non-kebakaran yang paling sering terjadi (misal: apakah evakuasi ular lebih mendominasi dibanding pelepasan cincin) serta waktu-waktu rawan terjadinya gangguan tersebut.
- Dasar Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana (Sarpras): Menyediakan acuan data yang valid untuk pengajuan anggaran alat penyelamatan yang spesifik dan ramah keselamatan (seperti ring cutter, baju pelindung tawon, snake hook, APD evakuasi, hingga perahu karet).
- Arah Pengembangan Kompetensi Personel: Menjadi acuan dalam menentukan jenis pelatihan atau sertifikasi yang krusial bagi petugas berdasarkan kasus yang paling sering dihadapi (misalnya pelatihan Animal Handling atau Water Rescue).
- Penyusunan dan Evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP): Menilai efektivitas dan keamanan prosedur penyelamatan yang selama ini berjalan, guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja bagi petugas (K3).
- Bahan Edukasi dan Sosialisasi Masyarakat: Memanfaatkan data statistik yang ada untuk memberikan edukasi dini kepada masyarakat mengenai cara mencegah gangguan (misal: tips mencegah ular masuk rumah saat musim hujan atau bahaya bermain di sungai tanpa pengawasan).
| Kegiatan | Tanggal Mulai | Tanggal Selesai | |
|---|---|---|---|
| A. | Perencanaan/Persiapan |
01 Januari 2026
|
03 Januari 2026
|
| B. | Pelaksanaan Lapangan |
05 Juli 2026
|
30 Juli 2026
|
| C. | Pengolahan |
28 Juli 2026
|
05 Agustus 2026
|
| D. | Analisis |
05 Agustus 2026
|
08 Agustus 2026
|
| E. | Penyajian |
08 Agustus 2026
|
15 Agustus 2026
|
|
No.
|
Nama Variabel
|
Definisi
|
Referensi Waktu
|
|---|---|---|---|
| 1 | Objek Penyelamatan | jenis objek penyelamatan yang dilakukan tindakan biasanya berupa evakuasi ular, sarang tawon | 6 bulan yang lalu |
| 2 | Tempat Kejadian | tempat berlangsungnya kegiatan penyelamatan | 6 bulan yang lalu |
| 3 | Korban Luka-Luka | jumlah korban | 6 bulan yang lalu |
| 4 | Korban Meninggal | jumlah korban | 6 bulan yang lalu |
|
Nama Provinsi
|
Kabupaten/Kota
|
|---|
- Pengumpulan Data Sekunder
- Lainnya : mengompilasi data dari dokumen surat tugas
- Supervisi
- Individu
- Rumah Tangga
- Kabupaten Atau Kota